Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa” as Want to Read:
Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa

3.88 of 5 stars 3.88  ·  rating details  ·  504 ratings  ·  50 reviews
Kumpulan prosa karya Linus Suryadi ini sebagai karya puncak lewat Pariyem, seorang babu asal Wonosari, Gunung Kidul. Dalam karya ini, Linus -sebagai seorang kejawen- membeberkan beragam segi kebudayaan Jawa: dari soal doa sampai dosa, dari soal falsafah hidup sampai sex, dari soal wayang sampai sikap kebangsawanan.

Semua termaktub dalam prosa tanpa kehilangan rasa humor da
...more
Paperback, 314 pages
Published June 4th 2009 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 1981)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pengakuan Pariyem, please sign up.

Be the first to ask a question about Pengakuan Pariyem

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,193)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Roos
Apr 21, 2008 Roos rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: Para Wanita
Recommended to Roos by: Amang
Shelves: booker, jaduls
Ya, ya, Pariyem saya
Maria Magdalena Pariyem lengkapnya
"Iyem" panggilam sehari-hari
dari Wonosari Gunung Kidul
sebagai babu nDoro Kanjeng Cokro Sentono
di nDalem Suryamentaraman Ngayogyakarta
Rasa dosa tidak saya kenal
tapi rasa malu saya tebal


Semuanya kembali pada manusianya, bagaimana dia menjalani hidup dan menghadapinya hingga dia bisa mencapai kebahagiaan yang diingini. Bahkan bisa mencapai tingkat kebijaksanaan...ehm benar-benar mengagumkan.

Dibuku ini Linus menggambarkan Pariyem, nDoro Kanjeng
...more
Irwan
Ya, ya, Irwan saya
Kisah Pariyem saya baca
Saya baca kisah Pariyem

Ada nyata, ada wicaksana
Dalam rangkai kata sederhana
Sentuhan lembut atas realita
Tanpa gempita histeria retorika
Tanpa tedeng gusar norma

Ya, ya, Irwan saya
Daya ungkap Pariyem ingatkan saya
Akan mengalirnya laku hidup
Tanpa sendatan waswas nir makna

Ritme hidup Pariyem ingatkan saya
Akan detak harmoni sederhana
Yang tak lagi banyak tersisa
Di dunia serba gesa
Serba gesa dunia ini

Ya, ya, Pariyem berujar
Betapa sederhana sebuah kebahagiaan
Betapa
...more
nanto
Jan 02, 2009 nanto rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to nanto by: Roos
Dah beberapa hari belakangan sebenernya ini sering dibawa-bawa. Sampe ke P. Onroost segala. Udah sampe ke tengah halaman (halaman 150<).

Mengambil sudut pandang seorang Pariyem, dunia jawa menjadi semakin "unik." Terbayang "pluralisme moralitas" seperti yang pernah diungkapkan dalam buku "Mithology Jawa" Ben Anderson. Sehingga dalam kacamata Pariyem ia tidak melihatnya dalam sebuah ketunggalan derajat manusia, tetapi dalam sudut pandang "pantes." Begitu barangkali ketika Pariyem menolak menggu
...more
Palsay
May 26, 2008 Palsay rated it 3 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: yang ingin tahu orang Jawa?
Shelves: poetry-prose
Bicara tentang orang jawa dan falsafah feodalnya...kenapa ya saya tidak bisa lepas dari ironi. Dibalik keterbatasan selalu ada keluasan, dibalik keagungan selalu ada kebusukan. Dibalik kerendahan hati priyayi, ternyata tetap ada kesombongan.
Salah satu contohnya adalah tidak berubahnya status Pariyem yang tetap menjadi babu, meskipun telah memberikan cucu bagi keluarga ndoro Kanjeng.

Pak Linus bercerita sangat gamblang dan seolah-olah "menelanjangi" orang Jawa sendiri. Tapi jika seluruh manusia
...more
Sylvia
May 25, 2008 Sylvia rated it 3 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to Sylvia by: Amank, Gieb, Roos
Shelves: indonesian
"Ya, ya, Pariyem saya
Maria Magdalena Pariyem lengkapnya
Iyem, panggilan sehari-harinya
Dari Wonosari Gunung Kidul"

Pengakuan sederhana dari seorang wanita Jawa, yang bekerja dengan penuh pengabdian. Tanpa tuntutan, tanpa berharap balasan. Bahkan ketika dia hamil karena perbuatan anak majikannya, tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, tak ada tuntutan untuk diakui sebagai menantu atau selir, atau apapun. Yang ada hanya pengabdian, pengabdian, dan pengabdian. Besides, itu memang dilakukan atas
...more
Danu Primanto
Butuh waktu tiga tahun bagi Linus untuk memulis semuanya dengan lengkap dan terperinci. Tak lupa Linus berbicara tentang detail, seperti lokasi biskop, riuhnya Mauludan Sekaten, situasi ruman Ndalem Suryomentaraman, gerak-gerik tuannya ketika berbicara sampai persetubuhan percintaan Pariyem yang dilukiskan dengan indahnya. Sebuah karya yang melukiskan suasana jawa yang rukun, tapi dalam prakteknya penuh konflik. Jawa yang hidup dengan batin, tetapi dalam praksisnya berhadapan dengan dunia yang p ...more
Nugie
Pariyem pada prosa ini adalah gambaran orang jawa pada jamannya, seorang penganut mistik kejawen meskipun dalam KTP nya tercantum agama resmi yang diakui negara. Maka mengalirlah pengakuan Pariyem yang memberi gambaran bagi kita tentang bagaimana cara pandang orang jawa dalam berbagai segi kehidupan. Dari soal agama sampai soal dosa.. Dari soal wayang sampai soal sikap kebangsawanannya. Dari soal falsafah hidup sampai soal seks. Semuanya diungkapkan tanpa lugas. Beberapa adegan sex dalam karya i ...more
Anda Wardhana
pertama kali baca buku ini tahun 2003 an lah, awal kuliah. dan sampai saat ini merupakan buku terbaik yang pernah saya baca.... bijak dan satire disaat bersamaan, berat dan ringan saling memangku.... bagi yang sempit ya sempit, bagi yang luas, sangat luas....

"saya rasa rasa, saya pikir pikir..... hidup tak perlu dirasa dan tak perlu dipikir"

barong wardhana
Sanya Dinda
Pengakuan Pariyem adalah prosa lirik yang ditulis oleh Linus Suryadi AG, seorang Jawa yang bangga terhadap Jawa-nya. Pada bagian akhir prosa lirik ini, dituliskan bahwa Linus Suryadi sering bicara “lha bagaimana lagi?” kala menghadapi situasi menyedihkan atau menyusahkan. Kalimat tanya ini khas miliknya yang menggambarkan sikap tangguh yang tersimpan dalam kepasrahan ala Jawa. Seperti juga Pariyem yang seringkali berucap, “Saya lega lila”.

Membaca prosa lirik ini membuat saya teringat pada satu t
...more
Sancaka
ya ya, sancaka nama saya
sancaka pagi lengkapnya
dari ndalem stasiyun ngayogjakarta hadiningrat
yang maos ulang pengakuan pariyem
yang bikin marem sampe merem
waktu sekolah dibacakan ceritanya
di depan kelas oleh bapak guru bahasa indonesia
bapak guru maos dengan menghayati, rencang2 kelas malah angop
pas bagian yang saru2 itu lho, langsung padha ngoooookk..
Ambar
This book was controversial in its era. Because sublime message about gender, patriarch, and abuse of power in Javanese system. Wrote in poem rather traditional novel, Pengakuan Pariyem brought unconventional way of writing. Rich in culture, self dialogue that piece the story together. It's subtle yet meaningful, just like an ordinary Javanese woman.
Ruth
hihihi..confessions no1 kalo kata afgan judulnya.heheh.pengakuan lucu dan jenaka seorang gadis desa yang jadi PRT di rumah seorang priyayi..menggelitik..sekali baca maunya teruss aja males brenti
Rika
satu lagi buku tak selesai padahal aku menikmatinya. Sepertinya karena ini buku pinjaman dan si empunya sudah memintanya..
Judith Tirza
an honest essay to read. love it!
Anissa Utami
AMAT SANGAT BAGUS..!!!
indri
#2011-42

Perempuan jawa itu, nduk..
Lihat sampul depannya. Seorang perempuan Jawa masa lalu dengan tubuh molek dan sintal, memakai kemben dan kain jarik, bersimpuh seperti layaknya abdi emban. Tolok ukur kecantikan beberapa dekade silam.
Pariyem, babu pada keluarga bangsawan Jawa, yang ikhlas sebagai abdi dalem, menyuarakan ceritanya seperti dongeng pengantar tidur. Cerita dari dirinya sendiri, sampai cerita tentang kehidupan di luar sana.

”Berapa lama beban saya tanggung
yang membelit pundak dan pu
...more
Dhia Citrahayi
Setahun yang lalu, saya meminjam buku ini dari salah satu seraper yaitu Mbak Dew :D

Awal-awal baca buku ini, membosankan karena memang cerita di buku ini berupa sajak-sajak yang terkadang melelahkan untuk dibaca (menurut saya). Namun, selang setengah tahun berlalu, saya mencoba kembali membaca buku ini dan hasilnya, dalam kurun waktu dua jam, saya bisa menyelesaikannya. *sekarang saya mikir, kenapa dulu saya gak bisa menyelesaikannya dengan cepat ya :/*

Yah..., abaikan setahun yang lalu.

Dunia Bati
...more
Siddha Malilang
Jujur saja, pertama kali saya sangat takut untuk memulai membaca buku ini. Seorang teman di waktu SMP menyatakan bahwa membaca Pengakuan Pariyem sama beratnya dengan membaca Alkitab. Ibunda mengatakan bahwa membaca Pariyem cukup berat untuk seorang anak SMP. Kata-katanya kasar tetapi kesan yang ditimbulkannya sangat indah.

Barulah pada waktu SMA, saya berani mengambil buku ini dari rak buku di perpustakaan pribadi di rumah dan mulai membukanya. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap bu
...more
Stebby Julionatan
legoooo.... aku turut seneng karena nrimanya Pariyem berbuah manis. :)

dengan membaca ini, kayaknya Linus akan jadi salah satu penulis favorit saya deh. hehehehe... trus suka juga dengan segala macam gambaran adat Jawa dari mata pembantu seperti Pariyem. luar biasa. bikin saya belajar kembali soal asal usul dan kultur saya. :)
eti
membaca Pariyem ini setelah membaca Firdaus (perempuan di titik nol). Buku ini pinjam teman, cetakan ke-2 tahun 1984 penerbitnya sinar harapan. berhubung pinjam jadi bacanya ngebut, udah gitu kertas2nya udah berwarna kuning dan membuat saya bersin2, jadi saya gak tahan lama2 bacanya makanya langsung dihabisin hari minggu kemarin itu :D

berkisah tentang Pariyem, seorang babu yang berasal dari desa Wonosari, yang mengabdikan dirinya pada nDoro Kanjeng Cokro Sentono di nDalem Suryamentaraman Ngayogy
...more
Billqis Indah
karena kurang mengerti mengenai sastra jawa kurang bisa menggambarkan isi buku ini dengan baik
Havid Ansori
KEREN! Prosa liris yang sarat makna kehidupan
Edy
Jan 03, 2010 Edy rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: orang kota
Buku yang bercerita tentang kehidupan pembantu rumah tangga yang dikungkung oleh alam feodalisme Jawa. Pengabdian seorang pelayan untuk bendoro atau tuannya yang begitu utuh dan total. Sikap kehidupan yang pasrah sumarah membuat Pariyem mampu menghadapi kehidupan yang getir. Orang kota yang materialis individualis sehingga sering dilanda stress perlu belajar ilmu kehidupan dari seorang Pariyem Bahasa yang ringan dan penuh humor satiris membuat buku ini sangat nikmat dibaca. Menurutku buku ini me ...more
Tyas
Novel sastra yang saya baca pertama kali semasa masih SMP.
begitu mencengankan pada waktu itu, namun justru karna buku inilah saya mulai mencintai karya satra.
Terbilang selain karya-karya sastra yang selalu ada di Buku Paket sekolah yang diterbitkan oleh kemendiknas hanya berkutat seputar Ahmad Tohari, Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar. Namun Membaca buku Linus ini membuat saya justru ingin menbaca karya sastra klasik Indonesia.
Nadia Fadhillah
Membuka buku ini pertama kali membuatku kaget. Buku ini tidak ditulis dengan biasa. Cara penulisannya seperti puisi yang panjang sekali. Belakangan aku tahu jenis tulisan itu dinamakan prosa lirik. Dan ini buku prosa lirik pertama yang aku baca.

Buku ini menyenangkan dibaca, tapi lebih menyenangkan lagi dibacakan dan membacakan buku ini.
Ita Hm
Prosa liris yang apik, cerdas, lugas, ciamik, konyol, miris, dan Ngayogyakarta bangat :)

Satu dalam kegemparan diri
memberikan restu pada kami
Dan mantera pun dia bisikan
di kuping saya sebelah kiri
Ooh rasaku. Ooh rasamu
dudu mungsuh dudu satru
Jagad wadonmu. jahad lanangku
ngrasuk rasa ngaruk kalbu
Ari Hadi
Spontanitas mengambil satu copy-nya dari rak buku di Gramedia adalah pilihan tepat dua tahun lalu. Menakjubkan! Pariyem dalam tuturannya yang lugu, tenang dan mempesona sanggup menyingkap rahasia kultur Jawa yang sesungguhnya. Ia adalah representasi wanita Jawa and I'm proud to be Javanese woman.
Fatma
this is the first prosa liris i read ever.
the dictions that Linus used cut deep into me.
The way he repeated Pariyem's words... it was something that I remember the most.
It was a very heavy book to understand by than, but it left a deep impression that made me fall in love prosa liris.
Mariya
Novel karya Linus Suryadi ini menceritakan tentang seorang pembantu bernama Pariyem yang bekerja dan mengabdikan dirinya di keraton. Pada akhirnya, Pariyem menjadi bagian keluarga keraton sendiri karena dia dihamili oleh Den Bagus, putra dari keluarga keraton tersebut.
Depoy
Novel ini bercerita ttg pengabdian seorang pariyem yang penuh liku-liku. Ada tabir "seksualitas" wanita jawa yang dicoba utk dikuak oleh linus. Secara keseluruhan buku ini lumayan. Hanya saja nilai rasa "jawa"nya saya pikir masih kurang mendalam...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 39 40 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Olenka
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Merahnya Merah
  • Kitab Omong Kosong
  • Harimau! Harimau!
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Atheis
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Tarian Bumi
  • Canting
881687
Linus Suryadi Agustinus a.k.a Linus Suryadi AG was one of Indonesian contemporary poets. He learned his writing in the Malioboro Street School, a guerilla art school founded by Umbu Landu Paranggi in Yogyakarta. His famous work was "Pengakuan Pariyem" in 1981 which written as lyric prosa. His best contribution to Indonesian literary were collecting and compiling contemporary Indonesian poetries in ...more
More about Linus Suryadi...
Di Balik Sejumlah Nama: Sebuah tinjauan puisi-puisi Indonesia modern Perkutut Manggung Yogya Kotaku: Pilihan Sajak, 1971-1993 Tonggak Langit Kelabu: Sajak-sajak 1971-1973-1974

Share This Book