Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Gading-Gading Ganesha - 3G : Bahwa Cinta itu Ada” as Want to Read:
Gading-Gading Ganesha - 3G : Bahwa Cinta itu Ada
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Gading-Gading Ganesha - 3G : Bahwa Cinta itu Ada

2.9 of 5 stars 2.90  ·  rating details  ·  238 ratings  ·  45 reviews
"Membawa pembaca pada kehidupan kampus 1980-an dengan segala dinamikanya, terutama persahabatan dan cinta yang menegaskan bahwa hidup bukanlah kesia-siaan.” —Arya Gunawan, Kritikus Film dan Script Writer



Enam anak muda dari berbagai daerah di Indonesia—Slamet dari Trenggalek, Poltak dari Pematang Siantar, Ria dari Padang, Benny dari Jakarta, Gun Gun dari Ciamis, dan Fuad d
...more
Paperback, 396 pages
Published June 2009 by Mizan
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Gading-Gading Ganesha - 3G , please sign up.

Be the first to ask a question about Gading-Gading Ganesha - 3G

Community Reviews

(showing 1-30 of 325)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Weni
Buku ini berkisah tentang perjalanan hidup 6 sahabat yang dimulai ketika mereka bertemu di kampus Ganesha. Slamet, mahasiswa Teknik Industri, dari sebuah desa di Kab. Trenggalek, yang harus berjalan kaki berkilo2 menuju terminal bus (diantar serombongan orang tentunya), lalu stlh naik bus harus berganti naik kereta api menuju Bandung. Poltak, mahasiswa Teknik Sipil, anak penggarap sawah dari Pematang Siantar, menuju Bandung dengan bus trans Sumatera. Gun Gun, mahasiswa Teknik Mesin, yang naik el ...more
Ester Silitonga
Buku ini berkisah tentang enam orang sahabat yang memulai kehidupan baru mereka sebagai mahasiswa kampus ITB. Kehidupan kuliah, organisasi, cinta, hingga kehidupan pasca kuliah menjadi isi buku setebal 390 halaman. Sayangnya, semua permasalahan tersebut hanya diceritakan dengan singkat dan sepintas lalu. Kita tidak dapat merasakan 'persahabatan' yang terjalin di antara ke enamnya selain mereka 'ditulis' sebagai teman kos. Bahkan tokoh Benny, yang di dalam buku ini merupakan tokoh yang mengalami ...more
Alya Nurhafidza
Sepanjang membaca buku ini, rasanya datar. No conflict means more. Nggak ada masalah yang dikupas mendalam. Semuanya cuman dibahas sedikit asal-asal lewat aja, jadi ga ada maknanya gitu. Tanpa ada cerita konflik yang mendalam, tau-tau udah semester akhir, tau-tau udah wisuda, tau-tau udah ngantor, tau-tau udah nikah. Pembaca jadi gagal larut dalam konflik yang dihadirkan, karena yah itu, konfliknya semuanya sepotong-potong doang, ga pernah detail.

Penokohannya juga kurang proporsional. Covernya s
...more
rizki
Ada beberapa point plus dan minus dari novel ini. Sayangnya, aku sendiri gak bisa memilah mana yang minus dan mana yg plus. Jadi saya grab jadi satu aja ya. (--")

1. Dari awal memang buku ini dilahirkan untuk memperingati hari spesial ITB. Jadi aku tidak masalah dengan ke-ITB-an nya yg begitu kental di buku ini. Dari pertama baca, aku juga udah ngira ending dari novel ini yaitu si tokoh-tokoh utama bakal ngelakuin sesuatu untuk ITB dan ngelakuin nya pasti "dipas-pas kan" sama moment (ini klasik b
...more
Mujaahidah As - Sayfullooh
Hmm lumayan bagus pesan moral yang disampaikan tapi terkesan ITB-isme sekali. "Yah beginilah atau begitulah ITB". Lha emang wajar sih dari yang ngarang sampai yang nerbitin jebolan ITB semua. Kasihan nama ITS gak disebut, padahal sesama institut teknologi. Yang disebut, marilah kerjasama dengan perguruan tinggi lain seperti UI, UGM, Unpad, harap diingat di bagian bab terakhir dikatakan Indonesia 'hancur' begini karena kurangnya kepedulian insinyur... mestinya juga ngutip nama ITS dong kan sama-s ...more
Gabriella
Baru mau mulai baca. Kenapa saya beli buku ini? Alasannya simpel. Karena pengarangnya adalah dosen di kampus saya. Hehehe...

update..update!!
Saya sudah menyelesaikan separuh dari novel ini. Ceritanya bagus dan benar-benar menggambarkan mahasiswa ITB yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan bangga dengan sukunya. Ternyata dari dulu memang sudah seperti itu ya. Selain itu, di novel ini dibahas tentang OS (Orientasi Studi ya? hehe..lupa singkatannya euy) yang bagi sebagian mahasiswa diangg
...more
Lina
Buku ini sangat mengecewakan. Tidak jelas apa maunya, sebagai novel atau kumpulan cuplikan-cuplikan kisah masa lalu? Sebagai alumni kampus yang sama, saya terkenang-kenang akan masa kuliah dulu. Itu saja. Tetapi cerita didalamnya benar-benar tidak mengalir dengan menarik. Bagian pendahuluan (kata-kata pengantar dari para alumni yang telah jadi pejabat) dan bagian penutup (acara reuni(?) yang aneh) sama sekali tidak perlu. Banyak bagian yang terlalu berlebihan dan tidak didukung oleh cerita yang ...more
Budi Kurniawan
Kisah antara 5 mahasiswa + 1 mahasiswi yang bertemu di kampus yang beralamat di Jalan Ganesha no. 10 Bandung. Persahabatan, cinta, idealisme, cita-cita, ambisi, mengiringi perjalanan mereka sedari masuk kuliah, lulus, kerja, sampai dipertemukan kembali dalam suatu situasi.
Retno Mustikaweni
sebuah buku tentang ITB yang lain yang kubaca. Sebenarnya tertarik membaca karena temanya tentang ITB. Awalnya terasa cukup membosankan karena banyak juga penjelasan ilmiah, seperti tokoh-tokoh itb, nama latin, sejarah dll.. membuat buku ini terasa seperti buku formal bukan novel casual. Jalan ceritanya juga tidak terlalu banyak ups and down nya, dan konflik tokohnya juga tidak terlalu dalam. mungkin karena tokohnya lebih dari satu. Kalau menurut saya, pendalaman karakter tokohnya masih kurang d ...more
mellyana
Barangkali memang tepat kalau buku ini buat kalangan internal. Sulit sekali untuk bisa dengan lengkap menceritakan kisah perjalanan kuliah dari awal bahkan sampai bekerja dari sekian banyak orang. Untuk satu orang saja bisa satu buku tebal, sedangkan buku ini tipis sekali. Perwatakan dari tiap orang betul-betul sambil lalu banget. Seperti sedang baca email-email internal yang bercerita tentang kisah di kampus.

Padahal kuliah di ITB (mmm, kuliah dimanapun deh) itu banyak banget ceritanya dan banya
...more
Wijayanto
3 bintang saja...

bintang pertama karena ITB, bintang kedua karena cukup bisa membawa ke masa-masa nostalgia, bintang ketiga karena Ria anak Elektro (ngayal banget Pak Dermawan, mana ada anak Elektro jadi Ratu Kampus???)...

dari segi ceritanya biasa2 aja, termasuk bacaan ringan yang nggak perlu mikir ribet2... konflik yang dialami tokoh2nya sangat2 sederhana, karakter2nya juga terkesan dangkal, ikatan enam sahabatan itu juga agak canggung (atau gaya ceritanya yang canggung)... tapi lumayan juga da
...more
Fhia
Ringan. Antiklimaks.
Bbrp konflik penting dibiarkan menggantung dan ga berujung eh malah ada konflik lagi.
Tapi masi ada sih hikmah yg bisa diambil.
Arni Purnamawati
Buku tentang perjalanan hidup 6 mahasiswa ITB ini amat menarik. Dengan berbagai latar belakang yang berbeda menimbulkan tragedi tersendiri dalam interaksi antar mereka. Yang saya pikirkan, membaca novelnya saja menarik apalagi menjalani kehidupannya? Sungguh beruntung bagi mereka yang mendapat kesempatan berada di kampus prestisius ini.
Tapi saya merasa buku ini mirip dengan novel Negeri 5 Menara, mungkin karena sama-sama menyuguhkan tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda.
Annisa Listya
menceritakan tentang kehidupan 6 orang sahabat (1 wanita dan 5 pria) yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Mereka dipertemukan ketika sama sama kuliah di ITB.
Dalam buku ini, diceritakan tentang suka duka mereka selama kuliah hingga menjadi orang yang sukses. Bagaimana mereka menjalin persahabatan tanpa memandang status sosial dan semangat yang tinggi untuk mereka mencapai kesuksesan.
Ellys Lim
The story line was not one of a kind, even ubiquitous if I have to say. Both the introduction and the ending of the story were not anything particularly captivating, and the language used was typical. if not childish. The only thing that encouraged readers to buy the book was, if the readers are currently/were the students of ITB. Not one of my favorite books for sure.
Reananda
Gading-Gading Ganesha menunjukkan bahwa menulis novel memang tidak mudah. Materi, penyajian, dan ending, semuanya kurang kuat.

Namun tetap ada yang didapat. Tentang sejarah kampus dan Indonesia khususnya. Saya sebagai almamater ITB, yang menjadi latar kisah, merasa senang telah membaca buku ini.

Saya memberi nilai 2,5 skala 5.
Zaza
Sep 12, 2009 Zaza rated it 3 of 5 stars
Shelves: i-own
Bukunya Pak Dermawan, pembimbingku yang baik hati.. hehehe...
sedang mengantri untuk dibaca.. :)

Ceritanya mengingatkan tentang perjuangan dan kehidupan selama jadi mahasiswa di ITB. But, overall it's not so special, but good enough.
Ada bagian-bagian yang menghibur, dengan becandaan-becandaan mereka. Ada juga pesan-pesan terselip.
Ismi Rahmawati
novel ini menyajikan suasana kampus ganesha (ITB) membaca novel ini setidaknya mengobati rasa penasaran bagaimana kampus tehnologi tersebut. meskipun *belum* gak bisa kuliah disana setidknya dengan membaca novel ini bisalah diobati :D

dan bahwa cinta itu ada, sebuah cinta tumbuh diantara mereka :D
Silmi Nurul 'Adilah
ini mah bukan novel, campursari dari sejarah, roman, budaya, puisi, dokumen negara, dan apalah itu semua ke blend dedngan ciamiknya jadi gading gading ganesha. ohya, di dalem ceritanya sendiri aku nemu kata "gading-gading ganesha" ini cuma ada satu, if i'm not mistaken :)) worth to read banget ^^
Nursih Dwi
well, sempat bingung dengan alur cerita yang maju-mundur dan lalu tiba-tiba berpindah ke tokoh lain.
but in general, ini keren banget.
bahwa persahabatan itu ada.
bahwa cinta itu nyata.
bahwa idealisme mahasiswa itu tumbuh.

sayang, gue bukan anak ITB., hehee :D
Tukang Kueh Keren
Mar 20, 2010 Tukang Kueh Keren marked it as to-read
Shelves: buku-mogok
Baru 70an halaman sudah depresi baca buku ini...jadi...punten ya, neng Oph...yang sudah meminjamkan buku ini...saya menyerah...skip dulu untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Nonton filmnya? keburu ilfil...

-mantan mahasiswa itb-
Tezar Yulianto
ITB banget, hehehehe, Ya, mungkin bagi civitas akademika non ITB, bisa tahu lebih banyak tentang ITB. Kalau eritanya sih, bagus tapi ko kesannya standar-standar saja. Apalagi kok, ending-nya hanya bersifat idealisme saja.
Hary Mulyadi
Novel yang baik, inspiratif tapi sangat subjektif. Terlalu meng-elu-elu-kan ITB. Walaupun saya sendiri juga lulusan sana. Terlalu banyak bumbu-bumbu cerita dan tidak fokus akan tujuan dari cerita pemeran utama.
Bunga Mawar
sudah selesai.
begitu saja ternyata.

apakah misi penulisan buku pesanan ini kesampaian?
mungkin iya kali yah buat alumni2 ITB.

-vera-
bukan alumni ITB
Siti Awaliyah
bahasanya itb jadul banget...trus agak gak suka ama beberapa adegan nya,,,tapi penasaran ama versi pelmnya :P mengingat masa lalu di kampus dulu lumayannn:P
Dika Nurul
Meskipun gaya penuturan ceritanya terkesan agak kaku, tapi secara keutuhan cerita sangat menginspirasi dan penuh pesan-pesan positif kepada pembacanya.
tukang gambar
Perjalanan hidup mahasiswa2 ITB era tahun 1980-an yang berasal dari berbagai daerah, mengagumkan & menghibur.
Tapi belum lihat filmnya :'[ ...
Rambu
Great books about campus....
Different than other books.
It defines idealism, reality, and education.

(recommended for almamaters)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Chocoluv
  • 40 Days in Europe: Kisah Kelompok Musik Indonesia Menaklukkan Daratan Eropa
  • Dan Hujan Pun Berhenti
  • Perang Bintang (Trilogi Zona, #2)
  • Kau Memanggilku Malaikat
  • Hanami
  • The Moon that Embraces the Sun 2
  • Garis Tepi Seorang Lesbian
  • Facebook on Love 2: True Love Ways
  • You Are the Apple of My Eye
  • Sebuah Lorong di Kotaku
  • Catatan Mahasiswa Gila
  • Just Patty
  • Dilatasi Memori
  • Golden Book
  • 1000 Musim Mengejar Bintang
  • Lalita
  • Rojak
Manajemen Kinerja Sang Juara: Teka-teki Hilangnya Shirley

Share This Book