Arok Dedes
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books

Arok Dedes

3.99 of 5 stars 3.99  ·  rating details  ·  598 ratings  ·  92 reviews
Arok Dedes, yang merupakan salah satu karya terbaik Pram, menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan akuwu Tumampel, Tunggul Ametung. Dalam buku ini, Pram secara jelas mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu.

Novel ini mencoba memberikan suatu perspektif baru terhadap sejarah dengan menggambarkan Ken Arok bukan hanya...more
Paperback, 561 pages
Published April 1st 2009 by Lentera Dipantara
more details... edit details
There is a good chance some of your friends read this book. Sign in to see!
sign in »

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is currently not featured on any Listopia lists. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 828)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Ajeng
Ajeng rated it 5 of 5 stars
Arok is not portrayed completely in this novel. Pram avoids intimacy with Arok's character writing, as opposed to Dedes. We get a complete picture of Dedes a human being with feelings, lust, even her desire and satisfaction of power, and her fear and sadness of losing it to Arok. On the other hand, Arok's depiction is only of how he tried to obtain control and power, never with clear internal motive, not completely without.

The novel is written in a way that readers will be absorbed ...more
usman baradja
kisah pemberontakan Temu, seorang sudra, alias Ken Arok. Pemeberontakan yang gemilang, kita dapat menangkap kesan karakter Arok seperti karakter cerita Robin Hood dan sejenisnya. Dia merampok dan terus mengganggu kesewenang-wenangan penguasa. Tak berhenti sampai situ, dia juga memberikan ceramah pada warga, sebuah penyadaran. dia juga merupakan kalangan terpelajar yang menempuk pendidikan sebagai Brahmana. Diceritakan, dia adalah perpaduan yang pas seorang sudra, dengan kebijakan brahmana dan ke...more
Andanti Prasetyandaru
Tau ya sejarah kerajaan Singosari yang didirikan Ken Arok? juga pasti tahu sapa Empu Gandring dan buah karya kerisnya yang melegenda dan bikin heboh wangsa Rajasa. Yup, kisah berdirinya salah satu kerajaan besar di tanah Jawa, Kerajaan Singosari, diajarkan di buku-buku sejarah waktu kita duduk di bangku sekolah.

Salahsatu sumber sejarah yang dipakek buku sejarah di sekolah adalah kitab Pararaton, sebuah kitab yang isinya kisah raja-raja Jawa. Dulu saya sempat nanyak, mungkin ndak si...more
Ririenz
Rasionalitas dari legenda Arok – Dedes menurut Pramoedya Ananta Toer

" Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak dari tanganmu. Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secukupnya dari peristiwa itu "
~ Pramoedya Ananta Toer ~

Ini adalah sekelumit kalimat Loh Gawe untuk Arok yang dibahasakan oleh Pram dlm novel Arok Dedes. Sebelumnya aku telah membaca T...more
Ronny
Ronny rated it 4 of 5 stars
Shelves: sastra-indonesia
book#8 - 2010

intrik, intrik, dan intrik: politik dalam perwujudannya yang paling jalang. dahsyat, tapi bukan karya terbaik Pram sih, apalagi bab penutupnya.

dah banyak yang nulis 'serius' ttg Arok Dedes, jadi saya tuliskan beberapa 'fakta' menarik saja yang saya dapat dari buku ini:

1) Kalau ingin penglihatan Anda tajam menembus kegelapan, tiap pagi cucilah dengan "bagian tengah air seni" Anda sendiri. Meski saya kurang jelas bagian tengah air seni itu...more
Anggi Avalokita
This is the first book that make me know what kind of socio-realism fiction is. this book makes me in love with Pramoedya. how he described the rebellion of Ken Arok which was really different with what I known before. since I was child, my parents gave books to make me love reading. one of the book is about Ken Arok from myth point of view. for many years it was I believed. the succeeded of Arok's rebellion was because of Gandring's keris. therefore, I got confused when I read Toer's Arok Dedes...more
Indarwati Indarpati


Membaca buku-buku Pram, adalah membaca sejarah dengan sajian berbeda. Lebih lezat, dengan garnis cantik, dan jelas bergizi tinggi. Jika kita biasa menelan sejarah seperti yang disuguhkan buku-buku dan dikoarkan guru saat duduk di bangku sekolah, bersiaplah menerima kejutan dan dipaksa membuka mata karena sejarah yang ditulis dalam bentuk roman oleh Pram ini menuturkannya lebih realistis sekaligus rumit.

Realistis karena tak ada yang namanya kutukan keris Empu Gandring yang...more
Michelle victoria
tiap ada yang mo minjem ni buku, gw selalu bilang sama mereka: "selamat menyelam bersama Om Pram..." sayang, sekarang gw gak inget ni buku ada di siapa :( buat yang ngerasa minjem, pliiiss balikin donk buku gw..!!!

btw Arok Dedes adalah satu buku yang ngga akan lo tinggalkan sampe lo selesai baca...!! percaya deh...
Ugik Madyo
Novel sejarah yang memukau. Setting Tumapel disuguhkan dengan detail. Namun bagian yang paling suka adalah berbagai strategi dan tips kudeta dengan sukses dari Dang Hyang Lohgawe hahaha. Dan... semua strategi itu sudah pernah dilakukan di Indonesia *senyum terkulum*.

Saya baru tahu bahwa sebenarnya yang berniat merebut kekuasaan Tumapel bukan hanya Arok (Lohgawe). Ini yang membuat seru. Adu strategi antara 3 politikus ulung (Belakangka, Empu Gandring dan Lohgawe). Meski mempunyai cara ...more
an
an rated it 3 of 5 stars
Shelves: novel
dari segi wawasan mang bisa diacungin jempol ni novel, cz ni novel mendombrak paradigma sejarah yang selama ni ada dalam kepala rhe.
bahwa ken arok bukan membunuh tunggul ametung cz memperebutkan wanita pembawa keberuntungan yaitu ken dedes, tapi demi menggulingkan tunggul ametung. n tunggul ametung bukan dibunuh dengan keris empu gandring tapi pake pedang. pembunuh na pun kebo ijo. ntah mana yang bener. cz sejarah kadang juga sekedar wacana tanpa tau kebenaran yang nyata seperti apa.
...more
Ilma Dityaningrum
Membaca Tulisan-tulisan Pramoedya buat saya, seperti membaca sebuah tulisan yang saya tidak mengenal penulisnya. Tulisan Pramoedya di Buku Arok Dedes ini membuat saya melupakan siapa penulisnya, tapi terhanyut dengan cerita yang disajikan. Satu ciri khas yang selalu bisa saya tangkap dari pramoedya... dia selalu mengangkat tokoh perempuan (di sini, Dedes dan Umang)dengan baik dan anggun. Meskipun pada akhirnya Dedes 'kalah' dalam kalut politik dan status Ke brahmanaannya, Namun Pramoedya menggam...more
Anwar
Anwar rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: iStImEwA
pram berhasil memutar balik otak dan
pandangan kabur kita mengenai sejarah
jawa, dengan LuGaS!!

arok adalah wakil sosok muda anti kemapanan,
berontak terhadap kesewenangan kekuasaan..

gw selesaikan buku ini dengan sekali buka
seperti karya2 pram kebanyakan..
memukau!!
Dodit
membaca buku ini mengingatkan saya pada cerita2 bapak saya pada waktu saya kecil, tentang kisah seorang pemuda nakal yang berhasil menjadi raja dengan berbagai akal dan kecerdikannya. sebuah cerita yang menjadi mitos dan legenda, dengan berbagai kisah2 klenik tentang kesaktian Keris Empu Gandring, kisah pengkhianatan terhadap Tunggul Ametung, cantiknya Ken Dedes dengan bagian Vaginanya yang bercahaya (katanya merupakan simbol ratu yang akan melahirkan keturunan Raja2 di Jawa, he...he), kebodohan...more
Ani Berta
Membaca Buku ini mirip sekali dengan menyaksikan kudeta pemerintahan yang pernah terjadi di negeri ini, dan saya salut dengan kecerdasan ken arok yang begitu rapi menumpas kejahatan dan perbudakan, walau dia berkudeta dibawah instruksi Lohgawe gurunya karena ada misi lain ingin menyelamatkan Ken Dedes, seorang Brahmani anak Mpu Parwa yang diculik oleh Tunggul Ametung penguasa Tumapel yang jahat dan serakah.
Namun ada keganjilan yang menyeringai, karena semuanya penuh muslihat dan muka dua a...more
Palsay
baru baca sampe halaman 100 lebih sedikit, itu juga bacanya di salon pas lagi entah-kenapa-kok-tiba-tiba-pengen nyalon...

karena ini buku inventaris salon, jadi selese nyalon kudu dibalikin...hhhh....(ternyata setelah di rumah dapet kabar kalo buku itu bisa dipinjam) hhhrrrrgghhhh...sebaaaalll...

tapi kayanya sih buku ini memang layak dikoleksi...jadi daku putuskan untuk membelinya nanti pas abis gajian..ehhehe...lagian orang sabar kan rejekinya lancar...:D


...more
Weni
Weni rated it 3 of 5 stars
Kisah Arok Dedes di tangan Pram bukanlah roman mistik dengan kutukan keris Empu Gandring-nya, melainkan roman politik tentang kudeta untuk menggulingkan penguasa Tumapel, Tunggul Ametung. Kudeta yang bukan hanya melibatkan Arok dengan pasukan sudra-nya (dan didukung kaum brahmana pemuja Syiwa), tapi juga melibatkan gerakan militer yang disebut gerakan Gandring, dengan Empu Gandring sebagai otak dan Kebo Ijo sebagai pimpinan militer. Kudeta yang licik tapi cerdik. Tangan Arok tidak perlu berlumur...more
Listiyo Fitri
Hanya ada satu kalimat untuk Pak Pram : hormat untuk Pak Pram.

Tokoh sejarah yang paling ingin aku temui, berhasil diwujudkan dalam visualisasi cerita kaya intrik, politik, perang oleh Pak pram. Pak Pram benar-benar berhasil membangun cerita legenda yang selama ini dibumbui dengan hal-hal mistis menjadi cerita yang lebih manusiawi.

Benar-benar manusiawi ketika akhirnya Dedes khawatir akan status Arok yang bukan hanya beristri satu dan tidak hanya mendapat keturunan dari satu ...more
Bambang Yuno
Kisah tentang perebutan kekuasaan di Tumapel yang melibatkan Ken Arok, Ken Dedes, Umang, Empu Gandring, Kebo Ijo dan tokoh2 lainnya yang tercetus akibat penindasan kaum Wisynu terhadap para Brahmana disamping adanya penyimpangan oleh kaum Wisynu sendiri terhadap ajaran-ajaran yang berlaku, dan penindasan kaum ningrat/bangsawan terhadap kaum sudra/rakyat jelata.

Perspektif yang berbeda dari kisah yang sering kita baca/dengar tentang perebutan kekuasaan ini, di kisah ini tidak menyebut ...more
Rowland Bismark
Sein buch von Pramoedya Ananta Toer, Arok, Dedes, die rekonstruktion der geschichte der staatsstreiche Arok Akuwu Tumapel Ametung stümpfe. Einrichten einer starken geschichte und die grundlegende prämisse der einen politischen umsturz, das sinn macht, um die arbeiten als "fiktive politische geschichte" solid ist nicht nur eine regelmäßige roman. Pram bewies erneut sein können und schwer zu verkaufen.

Pramoedya war, als ein dichter, der über die geschichte reden bekannt. Nac...more
nanto
Ada kalimat Pram yang menggambarkan sosok Arok yang terus menggayut dalam benak saya, "Arok adalah sosok sudra berhati brahmana dan bersikap ksatria." Meskipun kalimat itu bisa diperselisihkan sebagai penggambaran lain akan seorang tokoh di Indonesia ini, kalimat itu lebih merujuk pada sebuah idealitas akan sebuah sistem sosial yang terbuka. Sistem sosial terbuka yang dalam buku ini disebut Pram sebagai warisan dari Prabu Airlangga yang beragama Wishnu. Setiap orang akan diganjar sesua...more
Diah Ayu
Diah Ayu rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: Pram's lovers
Shelves: indonesia, fiction
meskipun buku ini bukan karya pertama Pramoedya Ananta Toer yg kubaca, tapi buku inilah yg berhasil membuatku mengerti siapa sebenarnya eyang Pram yang tersohor ini. dan kenapa beliau begitu tersohor.

this book was soooo beautiful...

novel ini banyak menggunakan bahasa Indonesia - bahkan bahasa Melayu - yg jarang digunakan dalam percakapan atau literatur sehari2. dari judulnya saja bisa dg mudah ditebak kalo novel ini bercerita seputar Ken Arok dan Ken Dedes, dan dari nama...more
Tomo
Pada awalnya seorang anak belajar meniru, meniru yang benar dan salah dari bapaknya tetapi kemudian saat tumbuh dewasa sewajarnya dapat memilah mana yang baik dan buruk. Arok-Dedes menjadi kitab pegangan perpolitikan bangsa yang tak pernah dewasa ini, mereka para politikus taunya menelan mentah-mentah tanpa memamah terlebih dahulu. Mereka semua tak pernah tumbuh dewasa, menangis jika tidak dijejali gula-gula-memberontak jika disuapi jamu. Tak pernahkah mereka belajar sejarah dibangku sekolahan?
Nuke
Aku bukan penggemar fanatik Pram. Kalo pun aku mengoleksi beberapa, cuma karena aku tidak ingin dikatakan ketinggalan dari membaca penulis sastra indonesia kelas dunia, spt seorang Pram. Arok Dedes ini adalah buku Pram pertama (baru pertama) yang aku selesai baca. Aku suka, karena mengulas sejarah. Jauh berbeda memang dari cerita yang kita temui di buku-buku sejarah sekolah (yang membuat kita bertanya, mana yang sebenarnya dimanipulasi?). Di sini Pram membawa kita pada versi sejarahnya sendiri, ...more
Marselina Tando
Salah satu karya hebat (lagi) dari Pramoedya Ananta Toer. Gaya penceritaan yang berbeda membuat halaman demi halaman tidak terasa panjang. Banyak kosa kata khas Indonesia yang diperkenalkan kembali oleh Pram. Ceritanya berkutat dengan intrik antar-manusia dengan segala kerumitannya. Mungkin cerita Arok Dedes sudah sering dibaca dalam buku Sejarah Indonesia, beserta dengan si kutukan Mpu Gandring. Tapi, novel ini memberi warna baru dengan melepaskan unsus magis dari kisah tersebut.
Upik
huuu...membaca arok dedes...menyadari bahwa ternyata perempuan punya kekuatan tersendiri. maka tak heran jika kemudian dalam faktanya ibu tien lebih berkuasa dari pak harto. siapa yang punya ide tentang taman mini??? banyak orang yang tahu bahwa itu adalah ide ibu tien soeharto. dari sini, saya belajar bagaimana perempuan bermain politik, perempuan yang berjuang untuk membalas dendam akan sakit hatinya yang kemudian dibalut dengan permainan politik yang cantik. anda harus membacanya
Harun Harahap
Melalui buku ini kita bisa menyaksikan kejadian tentang Tunggul Ametung-Ken Dedes-Ken Arok. Buku ini juga menyadarkan bahwa Revolusi dan Kudeta bukan hal baru di bumi Indonesia. Sejak zaman kerajaan dulu telah terjadi intrik politik. Kalau saja Tumapel punya Ken Arok yang mengambil alih pucuk pimpinan dari Tunggul Ametung yang lalim. Indonesia kini punya siapa yang bisa mengambil alih pucuk pimpinan dari S*Y yang klemar-klemer tak tegas?
Devi Nilasari
Keren...ceritanya out of box. Pram merubah paradigma sejarah tentang ken arok dan ken dedes. Sejak SD cerita Ken Arok dan Ken Dedes ya berhubungan dengan kutukan Mpu Gandring. Ternyata dalam roman ini cerita bisa lebih masuk akal dan seru karena melibatkan penumpasan klan Tunggul Ametung di Tumampel dengan politik tingkat tinggi.
Aurra
bagus bagus bagus....
merubah sudut pandang tentang sejarah yg selama ini kaku
seru, arok keren, memberontak untuk membebaskan semua, tdk cuma golongannya, menghargai pluralitas(keberagaman).
dedes ternyata termasuk ortodoks dan kaku untuk golongannya, juga agak sombong dan merasa "tinggi" kali ya, pantes arok dibunuh sama anaknya dedes yg sama tunggul ametung.
novel ini ternyata tetralogi juga, sayang buku yg kedua hilang jd tidak diterbitkan sampai sekarang...
Rinai
Rinai rated it 3 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: who love history
This exactly book that I love to read, "fiction based of history", it's help you to memorize the whole stories of history, you can enjoy as well how smart the author each word by word to description the ancient history. I remember when I was in high school I hated History subject because I had memorized the date, the names, and the events. I haven't interested with subject related to memorize, but if history made by fiction, the old and ancient story became more interesting and not mak...more
Wahyu Chandra
Buku ini sangat membantu dalam memahami historical politic kekuasaan di tanah jawa. Dulu saya baca pinjem dari teman, sekarang sy punya sendiri bukunya, sekedar mengingatkan bahwa sy pernah membacanya dan anak2 saya kelak juga harus membacanya
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 27 28
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Arok Dedes (Hardcover)
Arok of Java : A Novel of Early Indonesia
Arok of Java
Arok   (Paperback)

Readers Also Enjoyed

101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1) Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3) Gadis Pantai Child of All Nations House of Glass

Share This Book

Your website
Pin It

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Lihat, ini Arok, yang tetap mempertahankan Tumapel. Dia dan pasukannya akan mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Bukan karena imbalan uang, emas dan perak dan singgasana. Hanya karena kesetiaan pada janji.” 6 people liked it
“Tak ada brahmana angkuh. Mereka hanya lebih mengerti, lebih tahu daripada orang yang menganggap pengetahuan dan ilmu sebagai keangkuhan.” 6 people liked it
More quotes…

Goodreads Indonesia
Goodreads Indonesia
6346 members
last activity 1 hour, 29 min ago
shelf: read
Pembaca Buku Pramoedya
Pembaca Buku Pramoedya
400 members
last activity Feb 06, 2012 03:35am
shelf: read