Panggil Aku Kartini Saja

Panggil Aku Kartini Saja

3.74 of 5 stars 3.74  ·  rating details  ·  614 ratings  ·  59 reviews
Kartini (diam-diam) sudah melakukan pemberontakan atas nilai-nilai kebudayaan Jawa yang feodalistik. Tentu saja ini simpulan yang mengagetkan. Bukan apa-apa, masalahnya pemahaman kita terhadap Kartini memang amat terbatas, jika tidak disebut dangkal, atau bahkan reduksionistik: Kartini adalah pelopor emansipasi perempuan. Titik. Simak pula ritus yang diadakan tiap 21 April...more
Paperback, 304 pages
Published 2003 by Lentera Dipantara (first published 1962)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,088)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Sebuah biografi mengenai pahlawan perempuan Indonesia yang paling terkenal di antara yang lain. Bahkan bangsa ini menetapkan sebuah tanggal untuk mengenang dirinya.Setiap tanggal 21 April, diadakan banyak kegiatan juga untuk mengenang jasa-jasanya. Dia tak mengangkat senjata api ataupun bambu runcing. Dia bersenajatakan pena dan menyuarakan isi hatinya tentang Rakyat Indonesia di dunia internasional. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini.

Tulisan yang dibuat oleh Pramoedya ini mengenalkan kita lebih...more
Ime'... Imelda
still reading it. but my favorite part is:

...Tapi, coba katakan, Ni, kau tak pernah ceritakan padaku, kau mau jadi apa kelak?" (ditanyakan oleh Letsy, teman Kartini)
-page 42-

setelah Kartini ditanyakan tentang hal tersebut, ia berpikir mengenai pentingnya bermimpi untuk menjadi 'seseorang', yang saat itu sangat tidak dimiliki oleh perempuan Jawa.

based on that question, Kartini became one of Indonesian history maker.

look how the power of dreams has made people to become...

(updated on February 14th...more
Endah
Buku ini merupakan telaah psikologis Kartini melalui surat-suratnya.

Sejarah kelahiran Kartini nyaris bersamaan dengan berakhirnya politik Tanam Paksa di Hindia Belanda, termasuk Jepara. Menjelang dihapuskannya Tanam Paksa, seorang Asisten Wedana onderdistrik Mayong, Kabupaten Jepara, bersua dengan seorang gadis desa dari kalangan rakyat jelata. Gadis itu bernama Ngasirah, anak dari Modirono, seorang buruh pabrik gula Mayong. Sang Asisten Wedana jatuh cinta pada si gadis walaupun saat itu ia tel...more
Pulung
Jul 11, 2007 Pulung rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition Recommends it for: perempuan
Kalau kita belajar memahami pada masa apa Kartini dibesarkan, maka kita sudah bisa menghargai apa yang dilakukannya adalah apa yang maksimal dia bisa kerjakan saat itu.

Saya mendengar beberapa orang memaki nperempuan ini dan bilang: kenapa kita harus mengaguminya? gerakannya kan "cuma" segitu saja!

Well, orang ini cuma menuntut, dan tidak mencoba berempati pada tokoh perempuan terkurung yang mencoba berlari dan terbang itu..

-Ria-
Sally Rosalina
Setelah membaca buku ini saya jadi bingung, siapakah yang patut lebih saya sukai: Pram atau kartini? Tapi saya pun suka dengan biografi Kartini yang ditulis Asma Karimah dan beberapa fakta yang disembunyikan tentang Kartini dalam buku Api Sejarah 1.
Seni
Buku ini masih kubaca, sisa seperempat lagi.
Aku sungguh menyayangkan konsep Kartini yang diadopsi publik hanya sebatas pada emansi. Kupikir itu reduksi bagi keseluruhan konsep pemikirannya.
Hardini
panggil aku kartini saja-itulah namaku .... (surat 25 mei 1899 kpd estelle zeehandelaar). tanpa gelar, tanpa panggilan kebesaran suatu hal yang sangat luar biasa dikalangan kaum feodal ...(PAT).

sebelum membaca buku ini, saya hanya tau hari kartini 21 april. apa yang diperbuatnya dan dengan cara apa pernah juga terpikir tapi segera saja lupa karena dipelajaran sekolahpun tidak dijelaskan secara detail dan menarik hati selain hanya tentang surat-suratnya saja (yang ternyata indah luar biasa). sung...more
Muhammad
Raden Ajeng Kartini. Kita pasti mengenalnya sebagai seorang tokoh pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Mulai dari anak SD sampai rata-rata orang usia dewasa pasti mengenal Kartini pada batas itu. Saya pun tidak lepas dari mindset tersebut hingga saya membaca karya Pram yang sangat luar biasa ini. Karyanya ini benar-benar membuat pandangan saya terhadap Kartini berubah total. Sekarang saya menjadi lebih kagum kepada Kartini karena dia bukan hanya pemikir yang luar biasa cerdas, tapi sekaligus...more
Dani Noviandi
Sebuah biografi tentang wanita pembawa perubahan di Indonesia. Wanita yang mengangkat emansipasi dan kesetaraan lelaki dan wanita di Indonesia. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini, anak dari bupati Jepara di kala itu, hasil perkawinannya dengan seorang wanita yang bisa disebut sebagai selirnya. Biografi ini ditulis oleh Pramodya Ananta Toer, berdasarkan surat-surat Kartini kepada beberapa orang sahabat penanya yang kebanyakan berasal dari negara Belanda.

Sejarah hidup Kartini secara lengkap dan gam...more
Rinarakhmawati
Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

*Siapa yang tidak mengenal salah satu lagu nasional ini?Kartini, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih disimbolkan sebagai pelopor emansipasi wanita, pejuang kesetaraan antara wanita&lelaki, pemerdeka dari adat-adat feodalisme yang lebih banyak menginjak-injak hak-hak wanita sebagai manusia i...more
winda
Panggil aku Kartini saja,, merupakan sebuah buku yang membuat kita semakin mengenal sosok Kartini.
Bagaimana Kartini lahir dari keluarga yang mengutamakan pendidikan
Hanya karena berfikirlah ia dapat melihat perbedaan yang mencolok antara penjajah dan rakyat yang terjajah (hal.10). OLeh karena itu ayahnya Kartini mengizinkannya untuk mengikuti sekolah dasar, sebuah langkah yang keluar dari tradisi saat itu yang mengharuskan anak perempuan bangsawan tidak boleh keluar dari rumahnya.
Apa sebabnya rak...more
Olivia
Jujur saja, sebelum baca buku ini, ketika saya mendengar "Kartini", asosiasi saya adalah parade baju daerah yang sering diadakan di sekolah-sekolah pada saat hari Kartini. Setelah mengenal sejarah, oh Kartini adalah perempuan pembela pendidikan, feminis tapi akhirnya terperangkap dalam poligami. Kartini seperti "overrated" dalam kamus saya pada waktu itu.

Tapi setelah membaca buku Pramoedya Ananta Toer ini, saya berpikiran lain. Ternyata persepsi saya tentang Kartini tak lain adalah hasil dari pe...more
Fitri D
Biografi ini mengajak mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan, lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. Coba singkirkan kenangan itu dan alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajah dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yang menyekapnya bertahun-tahun.
Algulto
Membaca kisah kartini seperti menonton Film perjuangan..
Sosok Kartini muda merupakan wanita yg melakukan perjuangan batin demi bangsa dan kaum wanita.. kombinasi minoritas yg komplit..

Memilih berjuang melalui tulisan .. setelah sebelumnya memiirkan apakah akan berjuang melalui menjadi guru, seniman atau pejabat dokter..

Hal yang sangat sedikit difikirkan org saat itu, apalagi seorang wanita...
kalo saja nilai2 pemikiran kartini bisa diajarkan di sekolah2 maupun universitas2.. pasti negri kita bisa...more
roland s
Sebelumnya mengenal Kartini hanya sebagai pribumi yang menulis surat-surat biasa kepada sahabatnya. Tapi setelah membacanya, saya berpikir bahwa pikiran Kartini begitu luar biasa jika kita bandingkan pada zaman itu. Benar-benar smart..!

Pramoedya mengisahkannya dengan amat detil sehingga serasa kita masuk dan berada pada masa itu. Great book...
res
Cukup baik Pram melukiskan kisah Kartini pada buku ini , 'sederhana dan bersahaja' - namun memiliki kebulatan tekad ! Mungkin sejarah terlalu menggembar-gemborkan ekses positif yang menjadi cita-cita Kartini dimana cukup beruntung dapat tinggal dalam lingkup keluarga dengan latar belakang pendidikan dan ekonomi yang lumayan baik.
Adit
Baru pertama kali saya membaca buku semacam ini, mencoba merekonstruksi karakter seseorang melalui karyanya, tulisannya, coretannya. Kartini, sosok fenomenal yang pantas untuk menjadi penanda suatu lembaran jaman. aktifitas korespondensi, membaca, menulis, yang begitu luas, belum lagi kemampuan observasi dan konsep patriotisme nya, mengingat akan ruang dan masa nya pada saat itu budaya feodal masih sangat kuat (meskipun mulai muncul kelompok "etik" di eropa). Perlu diingat bahwa semua itu dimula...more
Sukma permana
Dari sini saya bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana kekuatan wanita adalah sebuah pemberian dan perjuangan yang bersatu menjadi satu. tidak bisa berdiri sendiri. Wanita adalah seutuhnya sebuah hati. Sebagian besar yang dilakukan dan dikatakan adalah proses pemikiran yang disertai dengan hati,
Aroengbinang
Buku yang sepertinya tidak begitu tebal, namun karena kutipan surat-surat Kartini dicetak dengan huruf kecil, buku ini sangatlah padat, dan membutuhkan waktu lumayan lama untuk menyelesaikannya.

Judul buku diambil dari kata-kata Kartini sendiri, dan baru ditemukan pada bagian akhir dari buku ini.

Membaca buku ini, saya harus mengakui kegigihan dan usaha Pram yang luar biasa dalam melakukan pengumpulan dan penelitian mengenai banyak hal yang berhubungan dengan sosok Kartini.

Tidak bisa dihindari ada...more
Mesty Ariotedjo
Ketika ingin kutahu lebih dalam mengenai Ibu Kartini, maka kubaca buku ini. Namun, gambaran, imajinasiku mengenai Ibu Kartini hilang seketika. Aku memang sangat awam mengenai Ibu Kartini, aku pun jarang mencari tahu mengenainya, tetapi yang sering kudengar dan identik dengan beliau adalah perjuangannya dalam menjunjung emansipasi wanita. Saat membaca buku ini, bukannya aku semakin paham, tetapi semakin banyak yang aku pertanyakan. Misalnya saja, mengapa Beliau tidak pernah menyebut ibunya sekali...more
Marin Josi
finished reading this book when i was 14 years old...and now i understand why my dad hide the book because he worried im becoming her one day since i'm totally love her to became my role in my future...she's gorgeous!
Mamieq
ups..
gw berhenti baca buku ini di halaman 99. entah kenapa gw gak menikmati bacaan ini. pun gw jadi punya pikiran macem-macem tentang Kartini. umm.. lain kali deh coba diterusin..
Andinie Sunjayadi
agak bosenin, tapi bagus sih isinya. asal bacanya sabar, diselingi baca-baca yang lain buat hiburan.

alon-alon asal kelakon. pokoknya kudu kelar deh baca ini ^_^
Indah Threez Lestari
253 - 2012

Habis malam terbitlah terang
Habis badai datanglah damai
Habis juang sampailah menang
Habis duka tibalah suka
Minoritaskiri
Buku ini mengajarkan saya tentang konsep ketuhanan. Jika saja semua manusia bisa berpikiran seperti itu. Pasti dunia akan damai.
Jun Kawai
Sebelum membaca buku ini,pengetahuan saya tentang kartini adalah bahwa dia pahlawan nasional yang hari lahirnya dirayakan setiap tanggal 21 April dan biasanya diikuti dengan lomba memakai kebaya.
Tapi buku ini menceritakan lebih luas bagaimana hubungan Kartini dengan saudaranya,betapa cintanya Kartini dengan Ayahnya dan siapa Ibu kandung Kartini sebenarnya.Tadinya saya berpikir kenapa hanya karena berkorespondensi dengan teman-temannya Kartini di jadikan pejuang emansipasi wanita,tapi dari buku i...more
Tuti Hasanah
anak SMA yg belajar sejarah harusnya diwajibkan baca buku ini. atau baca SEMUA buku2nya Pram.
Nunu Azizah
Jadi tahu banyak sisi lain Kartini dari buku ini. Karena memang pengetahuan saya tentang beliau sebatas hanya Kartini sebagai emansipator wanita.
Mardea Mumpuni
a biography of Kartini by Pramoedya Ananta Toer. Very inspiring books
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 36 37 next »
topics  posts  views  last activity   
Goodreads Malaysia: Buku Jalanan PJ 16 Mac 2013 1 18 Mar 13, 2013 06:47am  
Panggil Aku Kartini Saja; Rekonstruksi Sebuah Karakter 1 21 Mar 08, 2010 11:54pm  
Panggil Aku Kartini Saja (Paperback)
Panggil Aku Kartini Sadja (jilid I)
Panggil Aku Kartini Sadja (jilid II)
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia Jejak Langkah Gadis Pantai Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) House of Glass

Share This Book

Your website