Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma” as Want to Read:
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

by
3.77  ·  Rating Details  ·  863 Ratings  ·  61 Reviews
Novel ini berisi sekumpulan cerita yang tidak saling berhubungan tetapi memiliki setting yang sama, yaitu masa perjuangan Indonesia yang berkisar sekitar pendudukan Jepang sampai kedatangan Sekutu.

Berikut beberapa judul yang ditulis oleh Idrus, yaitu Ave Maria, Kejahatan Membalas Dendam, Kota Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Jaman Jepang, Sanyo, Fujinkai, Oh..oh..oh..!, He
...more
Paperback, 176 pages
Published 1990 by Balai Pustaka (first published 1948)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,947)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Michiyo 'jia' Fujiwara
Kenal Chaerul Anwar??! Kenalkan juga teman seangkatannya: Idrus, nama Idrus memang tidak se-terkenal Chaerul Anwar, dan mereka berdua ini merupakan tokoh pembaharu prosa dan puisi khususnya pada zaman Jepang. Buku ini merupakan sebuah serangkaian karangan yang dibuat oleh Idrus dan dikumpulkan berdasarkan periode:

1.JAMAN JEPANG: Ave Maria dan Kejahatan Membalas Dendam

2.CORET-CORET DIBAWAH TANAH: Kota Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Jaman Jepang, Sanyo,
Fujinkai, Oh.. oh.. oh..!
dan Heiho

3.SES
...more
Iva
after reading the book I feel see how the colonial era first. although there are some that I do not understand. probably because it includes the old literary works that are than 41 years. This book included a few titles. The first story "Ave Maria" and ends "Jalan Lain ke Roma". previous story in this book is divided into three parts. 1. Zaman Jepang, with the contents: Ave Maria, and Kejahatan Membalas Dendam. 2. Corat-coret di Bawah Tanah : Kota - - Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Zaman Jepang ...more
Inggita
Aug 31, 2007 Inggita rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus is an eccentric Indonesian writer - and controversial - people can't seem to make up their mind whether he's a literary troublemaker or just a nutcase with deep-seated hatred towards the Japanese oppressors. But if you can find beauty in extremely harsh words and profanity, you might allow yourself a trip to walk through lives Indonesian had to endure under the Japanese three-and-a-half years occupation - deceivingly short, but extremely brutal and demeaning. This copy belongs to my dad, h ...more
Audrey
Dec 20, 2014 Audrey rated it it was amazing  ·  review of another edition
(The finish and start days are probably fictional--didn't take me that long to read, probably.)

Okay, fuck. This book wasn't perfect. But, hell, Idrus wrote really well. Honestly. His figuratives and his words are descriptive in so many good ways and if you got tired of his similes by the middle of the book, hey, that's just how our language is like, right? And it doesn't stop you from reading; not really.

The first story in this collection drew me in already. And the other stories just continued
...more
Afid Nurkholis
Jul 19, 2014 Afid Nurkholis rated it it was amazing  ·  review of another edition
MAKA NIKMAT KEMERDEKAAN MANA LAGI YANG KAU DUSTAKAN..

Di buka dengan cerpen romantis berjudul "Ave Maria" yang mengkisahkan cinta segitiga yang berakhir dramatis dan ditutup dengan cerpen "Jalan Lain Ke Roma" yang jenaka namun banyak makna.

Buku ini berisi kumpulan cerpen dari Idrus yang dikumpulkan menjadi satu, jadi setiap judul cerita yang tidak saling berhubungan. Meskipun demikian secara keseluruhan isi dari buku ini menggambarkan betapa ironi,menderita,susah,tertekan, dan pokonya banyak bang
...more
Septia Agustin
Jun 23, 2013 Septia Agustin rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus tahu betul bagaimana Indonesia tumbuh. Buku ini tak hanya bercerita tentang satu masa, tapi tiga sekaligus, dari pra-saat-pasca penjajahan jepang di negeri ini. Pujangga '45 ini memberikan pandangan yang modern dan futuristik dari jamannya. Banyak sekali detail-detail kehidupan sehari-hari dari masyarakat Indonesia yang hingga detik ini masih lekat terjadi.

Ah, sastra memang napas bagi jiwa, dialah batu asah agar jiwa menjadi tajam, agar kita semakin bisa merasa.
Mark
Mar 09, 2015 Mark rated it liked it
Shelves: in-possessions

Malam bulan purnama raya. Kami duduk di beranda depan. Ayah dan Ibu bercakap sebentar-sebentar, tetapi percakapan itu sudah lama rupanya. Keindahan alam yang demikian mengenangkan kami kepada suatu kejadian. Perpisahan dengan Zulbahri. Zulbahri yang dengan secara aneh berkenalan dengan kami. Bagaimana lekatnya hati kami kepada Zulbahri terasa waktu Ibu berkata, “Kasihan Zulbahri. Entah di mana dia sekarang. Serasa anak sendiri.”

Masih jelas teringat oleh kami, hari perkenalan kami dengan Zulbahri
...more
Dhini
buku ini kubaca di smp.. yg paling kuinget cerita si guru yang bernama OPEN... Dari cerita ini aku berpikir bahwa, kita memang harus berlaku jujur, tapi bukan berarti harus menceritakan semua hal tentang diri kita.. apalagi pada orang yang tidak berkepentingan dan hal yg diceritakan itu juga bukan hal yang penting. Akhirnya ya, celaka sendiri..
Abi Ghifari
"Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma" merupakan kumpulan tulisan karya seorang sastrawan yang menurut HB. Jassin merupakan pelopor angkatan '45 di bidang penulisan prosa, Idrus. Kumpulan tulisan ini tidak hanya memuat cerita pendek, namun juga naskah skenario drama dan juga novelet.

Kumpulan tulisan ini disusun secara kronologis yang dimulai dari masa pendudukan Jepang di tanah air, hingga periode pasca-kemerdekaan termasuk peristiwa Agresi Militer Belanda hingga perundingan di Konferensi Meja B
...more
Maulana Achmad
Oct 29, 2008 Maulana Achmad rated it really liked it  ·  review of another edition
Jika dikaitkan dengan masa ditulisnya cerpen-cerpennya Idrus ini aku semakin kagum dengan kemampuan orang berimajinasi. Di buku ini Idrus memang mantap..

Buku ini kudapat di toko (tempat penyewaan) buku lama di dalam JaCC - Tenabang.
fadel rahman
Oct 16, 2012 fadel rahman rated it really liked it  ·  review of another edition
nice old indonesian literature.
Nanny SA
Walaupun membaca buku ini bukan yang pertama kali tetapi masih bisa menikmati dengan rasa yang sama, yaitu terpesona cara bercerita dan gaya bahasanya yang sekarang jarang dijumpai.

Dulu saya mengira bahwa judul buku yang tercantum di cover ini adalah judul dari sebuah cerita utuh, tapi ternyata buku ini adalah sebuah kumpulan cerpen; Ave Maria adalah judul cerita pertama, sedangkan Jalan Lain ke Roma adalah judul cerita terakhir.

Buku ini berisi kumpulan Cerita Pendek karya Idrus yang menceritak
...more
Ali Sastradiwirya
Oct 24, 2014 Ali Sastradiwirya rated it really liked it
Recommends it for: mereka yang mencari alternatif bacaan sejarah lain
Segalanya bergetar, bergerak, berubah. Tak ada pengecualian buat kumpulan cerpen--salah satunya naskah drama--Idrus ini. Bagi yang peka akan terasa perubahan tulisan si pengarang saat kita diajak berjalan-jalan Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

Cerpen yang disusun secara kronik menghamparkan kejadian-kejadian kecil yang luput ditangkap oleh buku-buku sejarah yang biasanya bicara tentang kejadian-kejadian besar. Dari tulisan di Zaman Jepang, yang seakan ditulis oleh seorang, meminjam kata-kat
...more
Arief Bakhtiar D.
MEMOTRET

ZAMAN Jepang bukan zaman yang menggembirakan. Sejarah bergerak lambat, gelap, dan lesu—terasa amat lama, terutama bagi rakyat Indonesia yang mengalaminya. Padahal sebelumnya orang mengira melihat sebuah cahaya dan pagi yang nampak cerah: pemerintah kolonial Belanda menyerah dengan cepat kepada tentara Jepang, yang dengan cepat pula menyebut diri mereka “saudara” kepada bangsa Indonesia.

Tapi saya hanya pernah mendengar hal itu dari buku-buku akademis yang bertebaran, dan tidak pernah rinc
...more
Tika Sukarna
May 04, 2011 Tika Sukarna rated it it was amazing  ·  review of another edition
I remember finding Idrus's beautiful simple short story of the shorts while I was sitting on my dusty table in Bahasa Indonesia class waiting for the Bahasa Indonesia teacher to come, who always came in late (if he ever came in at all). I couldn't get it out of my head until later I read this story written some 300 years ago by the French guy by the name of Voltaire entitled "Candide", that is, as many of you may know, inspired the evolution of western thought. If Idrus did not read Candide, som ...more
Novi Bobby
May 05, 2011 Novi Bobby rated it really liked it  ·  review of another edition
Cukup asik baca buku ini.

Saya sudah selesai membaca buku ini sudah agak lama, jadi tidak terlalu ingat. Tapi salah satu hal yang saya masih ingat tentang buku ini adalah bagaimana Idrus bercerita tentang orang-orang yang suka ngobrol dan menggosip ketika ada yang sedang berbicara disebuah forum. Kurang tau juga apakah kebisaan ngobrol ini disebabkan karena orang-orang di Indonesia kebanyakan mempunyai attention span yang pendek, atau memang orang-orang di Indonesia banyak yang tidak pandai berp
...more
nath nocturvis
Diawali dari Kisah Ave Maria, ditutup dengan Jalan Lain ke Roma… Idris dengan asik bercerita tentang tiga periode pra-saat-pasca Jepang berkuasa di tanah air. Semuanya menarik, dan patut dibaca. Serius. Ia seperti tahu betul tentang kondisi saat itu. Kenyataan pahit jadi ringan, piawai menyelipkan kesatiran dalam setiap periode itu. Terutama saat menggambarkannya dalam cerpen agak panjang berjudul Surabaya. Apa yang sepertinya jadi kisah heroik yang menyejarah secara formil alias pernah dipelaja ...more
Nara
Mar 01, 2013 Nara rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pertama kali baca buku ini adalah waktu saya kelas dua SMA, mungkin sekitar tahun 2006-an. Saya memutuskan untuk mengambil begitu saja buku ini dari perpus sekolah dengan dua alasan : (1) Ini karya fenomenal jadi anak saya nanti juga harus baca dan (2)buku ini sangat mulus, yang artinya, tidak diinginkan. Daripada ia melapuk dan menangis di sela-sela debu perpustakaan, mending ia menangis di pangkuanku (opoooo....)

Waktu jaman SMA, saya termasuk penyuka sejarah Indonesia, khususnya bagian peperan
...more
Kungkang Kangkung
Oct 06, 2012 Kungkang Kangkung rated it it was amazing
Shelves: sastra, klasik, kumcer
Buku ini sebenarnya sudah pernah dibaca untuk tugas merangkum waktu SMP. Kalau nggak salah inget sih saya kebagian merangkum cerpen terakhir, tapi saya sudah lupa sama sekali isi buku ini. Saya senang buku ini saya temukan di toko buku lagi di jaman sekarang. :D

Cerpen-cerpen di dalamnya bisa membuat perasaan menjadi semangat. Yaah, mungkin itu yang dinamakan semangat 45. XD
Setiap membaca satu demi satu cerpen di sini, saya merasakan napas perjuangan para pahlawan sebelum dan sesudah masa kemerde
...more
Randhy Nugroho
Ketika membaca Idrus, saya sejenak teringat kepada gaya penulisan Pramoedya dan juga Ayu Utami.

Kesamaan Idrus dengan Pramoedya terlihat dari cara mereka menggambarkan kenyataan sejarah, bahwa dibalik tulisan terdapat fakta. Pancaindera sebagai teleskop sastra -- suatu paham yang membantu melahirkan gaya 'realisme sosialis'. Dengan Ayu Utami, mereka berdua berani menulis apa yang dianggap orang sebagai hal tabu, termasuk dalam penggunaan kata-kata yang eksplisit. Sebuah paham yang menghapus keha
...more
Oni
Jun 04, 2013 Oni rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus, sebuah nama yang mungkin menjadi hafalan banyak pelajar, yang mungkin dijadikan soal ujian nasional: sebutkan nama seorang pujangga angkatan 45 yang menulis banyak cerpen, sebutkan judul buku kumpulan cerpen karangan Idrus, dll. Tapi berapa banyakkah anak2 sekolah kita yang benar2 menyentuh dan membaca bukunya?

Idrus, sebagai anak zamannya, bergulat dengan ide2 modernisme, sesuatu yang sudah agak dilupakan orang dan jarang dilirik oleh para penulis kontemporersat ini. Ia bergulat dengan id
...more
Zuchra Pipin
Kumpulan cerpen pertama yang kubaca setelah guru Bahasa Indonesiaku SMP saat beliau mengajar di kelas tentang seorang pengarang bernama Idrus. Saya langsung bergegas ke perpustakaan, dan meminjamnya; padahal sebelumnya saya lebih suka membaca kliping kumpulan legenda atau dongeng. Di dalam buku ini untuk pertama kalinya saya bertemu dengan kisah-kisah gelap melalui pilihan kata yang saat itu benar-benar baru dan konflik dalam cerita-cerita di buku ini.
Edy
Dec 14, 2013 Edy rated it liked it  ·  review of another edition
Kalau Chairil Anwar disebut sebagai “Raja Puisi” angkatan 45, maka Idrus disebut orang sebagai “Raja Prosa” angkatan 45.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen Idrus dengan setting tahun 1942-1945 ketika Jepang berkuasa di Indonesia. Dalam cerpen-cerpennya tersingkap makna bahwa Jepang pada awal mulanya dianggap sebagai “saudara tua” yang akan membebaskan cengkeraman penjajahan Belanda. Namun dalam perkembangannya Jepang sendiri melakukan penjajahan yang tidak kalah keji di Indonesia. Penderitaan dan
...more
Kurnia Dwi Aprilia
Mungkin karena ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap judulnya yang tenarlah yang pada akhirnya menjatuhkan nilai pandang terhadap buku ini. Biasanya buku-buku karangan lama itu menarik karena cerita yang disajikan memiliki latar waktu dan tempat yang berbeda dengan zaman yang ada sekarang. Terlebih jika karangannya menyajikan tentang perjuangan melawan penjajah, dan kegigihan para pahlawan. Namun buku ini bahasanya agak keras dalam menyajikan bentuk-bentuk rupa yang terjadi di masa dahulu. Mun ...more
Andar Hermawan
Aug 27, 2013 Andar Hermawan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Perjuangan tak mesti melulu angkat senjata demi merebut kemerdekaan. Dan kemerdekaan pun bukan suatu tujuan, tapi hanya alat. Tetapi apa sesungguhnya tujuan itu?. Cuplikan cerita Jalan lain ke Roma dalam buku ini, rasanya masih relevan dipertanyakan, dibahas dan diperdebatkan hingga saat ini. Buku dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma menyuguhkan drama, cerpen, dan prosa yang satir dalam kehidupan masa penjajahan Jepang dan setelah proklamasi dengan detil dan sudut pandang yang unik.

Cerita yang p
...more
hujanlia
Aug 06, 2007 hujanlia rated it it was amazing  ·  review of another edition
Must read book dari sejumlah judul yang ditulis oleh penulis 'lama' Indonesia.
Buku ini berisikan sekumpulan cerita yang tidak saling berhubungan tetapi memiliki setting yang sama, yaitu masa perjuangan Indonesia yang berkisar sekitar pendudukan Jepang sampai kedatangan Sekutu.

Judul cerita pertama adalah 'Ave Maria' dan judul cerita terakhir adalah 'Jalan Lain ke Roma' (which explained the title of this book)
Cerita-cerita yang ada kebanyakan mengandung unsur ironi yang cukup kuat.
Kejadian-kejadia
...more
Cinita Nestiti
Feb 24, 2016 Cinita Nestiti rated it really liked it  ·  review of another edition
Dibeliin Mamah waktu lagi sakit dan bedrest jaman SD! Baru paham maknanya saat baca ulang beberapa tahun setelahnya x)
Ray Hamonangan
cerita yang paling aku suka sih yang sandiwara "Kejahatan Membalas Dendam" dan "Jalan Lain ke Roma" :)
Rafika ws
Mar 27, 2016 Rafika ws rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: kelas-x
Kumpulan beberapa cerita yang sangat khas, sangat menarik dan menginspirasi.....
Alan Scweik
Mar 20, 2015 Alan Scweik rated it it was amazing  ·  review of another edition
sebuah potret kehidupan di masa jepang dan sesudahnya. hebat!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 64 65 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Harimau! Harimau!
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Olenka
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Atheis
  • Layar Terkembang
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Burung-Burung Manyar
  • Belenggu
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Salah Asuhan
  • Seribu Kunang-kunang di Manhattan
765791
Idrus adalah sastrawan kelahiran Padang 21 September 1921. Ia dikenal sebagai pengarang pembaharu prosa di kalangan angkatan '45.

Setelah menamatkan SMT, ia menjadi redaktur Balai Pustaka di tahun 1943, kemudian bekerja sebagai Kepala Bagian Pendidikan Garuda Indonesia Airways tahun 1950-1952. Mahir menulis sketsa, kumpulan sketsanya Corat-coret di Bawah Tanah, ia buat pada masa pendudukan Jepang.
...more
More about Idrus...

Share This Book