Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Letters of a Javanese Princess” as Want to Read:
Letters of a Javanese Princess
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Letters of a Javanese Princess

4.04 of 5 stars 4.04  ·  rating details  ·  625 ratings  ·  62 reviews
Translated From The Original Dutch By Agnes Louise Symmers With A Foreword By Louis Couperus.

Through these letters, written between 1899 and 1904, the compassion, growth, humility, and pride of a young Indonesian woman, Raden Adjeng Kartini, reach out for the reader to embrace and hold dear.
Paperback, 328 pages
Published April 1st 2005 by Kessinger Publishing (first published January 1st 1912)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Letters of a Javanese Princess, please sign up.

Be the first to ask a question about Letters of a Javanese Princess

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,517)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
erry
" Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. kehidupan manusia serupa alam” (Kartini - Habis Gelap Terbitlah Terang)


“Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu.”

Itu adalah sebuah kutipan dari sebuah lagu lama. Sebelumnya saya ingin jelaskan kalau saya tidak sudi menggunakan istilah wanita karena artinya yang merendahkan. Wanita berasal dari kata: wani = orang; toto = hias
...more
Lusia
"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Sebelum baca buku ini, saya sempet mikir ngapain sih kita tiap 21 April kudu ngerayain hari kartini segala. Kayaknya biasa aja gitu, soal emansipasi itu. Ternyata pas baca buku ini baru ngerti, ternyata pemikiran beliau ini luar biasa sek
...more
Vanisa Andrikanisa
Penulis : R.A Kartini
Arjimin Pane (penerjemah)
Genre : Biografi
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun : 2005
Halaman : IX, 204 halaman

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa.
Buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kemb
...more
Satkar Ulama
Buku ini saya baca di waktu saya masih kelas 6 SD. Saat itu peprustakaan di sekolah saya mengoleksi banyak sekali roman dan novel-novel sastra Indonesia. Dan saya menemukan buku ini. Dulu saya sama tidak memberanikan diri membaca buku dengan bahasa-bahasa berat dan hanya mampu dicerna oleh orang-orang dewasa. Maklum masih anak SD. Tapi ternyata bahasa yang digunakan dalam buku ini sangatlah ringan dan mudah dimengerti. Saya pun berasumsi bahwa Raden Ajeng Kartini adalah tipe perempuan cerdas yan ...more
kiki
pertama kali, buku ini kubaca ketika kelas dua sma. kubaca sampai habis karna aku penasaran tentang keistimewaan kartini. dan ternyata.. terkandung sesuatu yang luar biasa..

Kartini Ingin Menjadi Muslimah Sejati

Pada masa kecilnya, Kartini mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan ketika belajar mengaji (membaca Al-Quran). Ibu guru mengajinya memarahi beliau ketika Kartini menanyakan makna dari kata-kata Al-Quran yang diajarkan kepadanya untuk membacanya. Sejak saat itu timbullah penolakan pada
...more
Niken Anggrek
Genius. Habis Gelap Terbitlah Terang yang disusun oleh Armijn Pane itu menggambarkan dengan gamblang pemikiran-pemikiran Kartini yang melapaui anak-anak di jamannya. Meski usianya tergolong singkat (21 April 1879-13 September 1904), ia sudah melahirkan gagasan-gagasan dan pandangan-pandangan luar biasa tentang peran wanita, kemanusiaan, agama, serta pikiran kemajuan lainnya untuk mewujudkan kaum perempuan yang terdidik.

Lepas dari keotentikan, dan bahasa yang jadul, serta banyak 'kembangnya', bu
...more
Florence Sihombing
"Aku tiada hendak melihat, tetapi mataku tinggal terbeliak juga, dan pada kakiku ternganga jurang yang dalam sedalam-dalamnya, tetapi bila aku menengadah, melengkunglah langit yang hijau terang cuaca di atasku dan sinar matahari keemasan bercumbu-cumbuan, bersenda gurau dengan awan putih bagai kapas itu; maka dalam hatiku terbitlah cahaya terang kembali! (kepada Nona E.H. Zeehandelaar. Januari 12, 1900.)"

Mungkin aku naif atau terlalu berani. Belum selesai aku membaca semua suratnya, aku akui, ak
...more
Fifi Hasyim
meski Kartini tidak mewakili seluruh perempuan Indonesia,, tapi dia berjasa, setidaknya untuk masyarakat Jawa..
Margaret
Aug 12, 2011 Margaret added it
Shelves: 2005
I've finally started this book and I'm finding it very interesting but I find that to maintain focus I can only read a couple of letters at a time, so this will be slow-going. It's definitely an education for me as I know next to nothing about Java during the turn of the century (early 1900s) and I'm always interested in the role of women in a society. I'll journal again when I'm closer to finishing it. :)

Took me forever to finish this book - not because it wasn't interesting but I found I appr
...more
Miss J
This book is a collection of letters that Kartini (1879-1904) wrote during the last 5 years of her life. For those of you who don't know Kartini, she is a national hero in Indonesia (her birthday is celebrated each year) for her pioneering work in the education of Javanese women. Unfortunately, she died at the very young age of 25 after giving birth to her first born child.

The original letters by Kartini were written in Dutch, so I'm not sure how accurate the English translation is, however the
...more
Kristy
Beautiful book! My friend recommended I read this while I visited her in Indonesia. It was an incredible experience to learn about a culture through their literature while simultaneously vacationing in that country. It tells the story of a very forward thinking woman in a time where it was not so common..I don't want to give anything away!
Oov Auliansyah
Kartini adalah obor pergerakan untuk melawan feodalisme, lewat tulisan surat-suratnya kartini melawan dunia. Dia bersikeras ingin untuk sekolah (pada masa itu wanita dianggap tidak harus sekolah), Bagaimana dia menghadapi pandangan-pandangan sinis dari temen-teman Belanda di sekolahnya dan perlakuan-perlakuan diskriminasi karena dia bukan orang Barat.
Dan surat-surat dibagian awal Kartini menuliskan sikap skeptis dia dengan agama, dia melihat orang-orang beragama banyak yang berbuat jahat. Dan a
...more
R. Sanyoto
<<< seakan-akan kami berjanji dengan nyonya, kamipun berpakaian biru - biru warna tanda setia ! setia, ialah kata bersahaja, tetapi alangkah besar dan dalam maksudnya ! lebih daripada cinta >>>
Tina Amelia
mengesankan.. sang pelopor emansipasi wanita.. bagi sayasebagai seorang wanita, emansipasi memang sangat diperlukan dalam bidang pendidikan, mendapat kesempatan yang sama dalam pemerintahan, dan sebagainya.. namun pemaknaan emansipasi yang kii kehilangan batasnya juga perlu diperbaiki, sebab kita tetap juga harus mengingat kodrat kita sebagai seorang perempuan. memaknai hari kartini dengan menjadi seorang ibu yang baik dan seorang ibu yang mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang baik di masa ...more
Herdiana Hakim
dari level makro, kumpulan surat kartini ini adalah tulisan langka perempuan indonesia zaman dahulu, sekaligus telah menginspirasi para mahasiswa indonesia di belanda yang tergabung dalam perhimpunan indonesia. dari level mikro, banyak kutipan surat tersebut telah menginspirasi individu per individu, termasuk saya.

sebuah pemikiran melampaui zaman (khas seorang tokoh besar) yang ingin bebas dan mandiri, dengan "tokoh" perempuan berkarakter, yang bercerita tidak hanya soal emansipasi, tapi juga s
...more
Rizky Firmansyah
Membaca buku ini akan mengembarakan pada kedalaman ruang pikir dan rasa seorang almarhumah Kartini terhadap kehidupan. Banyak pemikirannya yang tidak sejalan dengan mayoritas masyarakat pada umumnya. Mulai dari menggugat adat istiadat yang merendahkan manusia, diskriminasi kaum perempuan, hingga pertentangan-pertentangan batin dirinya sendiri.

Sangat menarik membaca surat-surat pribadinya dengan Nyonya Abendanon, hubungan yang sangat intim hingga almarhumah Kartini memanggil beliau dengan panggil
...more
Lilia Zuhara
Buku ini berisi kumpulan surat yang ditulis Kartini kepada teman-temannya. Dari surat-surat itu, Kita diajak untuk mengeksplorasi pemikiran Kartini.

Pemikiran Kartini (yang tertuang dalam surat-suratnya) cenderung sama dengan sebagian wanita modern pada umumnya. Namun pemikiran tersebut menjadi tidak biasa ketika tercetus pada seorang wanita yang lahir di tanah terjajah pada abad 19. Kartini memiliki pemikiran yang progresif dan tidak mau tunduk oleh budaya yang dianggapnya tidak rasional. Bahkan
...more
Fitri Fatimatuz zahrok
Judul Buku :Habis Gelap Terbitlah Terang
Pengarang :Armijn Pane
Penerbit :Balai Pustaka
Jumlah Halaman :1 sampai 204
Nama Tokoh :R.A Kartin

Buku ini menceritakan tentang perjuangan R.A Kartini untuk dapat bersekolah,dimasa sekolahnya R.A Kartini merasa bebas,namun ketika R.A Kartini berumur dua belas tahun kartini di pingit dan tidak diizinkan keluar.Sahabat kartini tiada hentinya berihtiar,supaya kartini diberi kemerdekaanya kembali.Ketika kartini berumur enam belas tahun pada tahun 1895,bolehlah k
...more
Naafth Hans
Judul buku :Habis gelap terbitlah terang
Pengarang :Armijn Pane
Penerbit :Balai Pustaka
Jumlah halaman:1 sampai 204
Nama tokoh :R.A Kartini
Tebal buku :2cm

Melalui buku ini kita dapat mengetahui perjuangan R.A Kartini yang memiliki fisi dan misi untuk meningkatkan martabat kaun wanita. Melalui buku ini kita dapat mempelajari perjalanan hidup R.A Kartini. Perjalanan hidup nya hingga sukses melalui berbagai rintangan. R.A Kartini seorang anak yang suka belajar,dia tahu masih banyak pengetahuan yang dap
...more
Farel Ashigawa
Kartini adalah seorang salh satu wanita yang memperjuangkan kemajuan akan wanita.Dia bagaiokan salah satu panutan yang harus kita contoh dari semngatnya yang begitu membara membela kaum wanita.Dia adalah seorang wanita bangsawan yang hidupnya selalu diatur oleh ayahnya yang seorang bupati saat itu.Dalam hal perjodohan saja,ia harus dipilihkan dan dipingit dalam kamarnya.Dalam hal sekolah,dia harus sekolah dalam rumahnya sendiri tanpa sedikitpun mengenal keadaan dunia luar.Karena dia begitu meras ...more
Ragil
Saya pinjam buku ini dari teman sejak bulan Maret. Baru sekarang saya selesai bacanya. Alasannya karena bahasanya tempoe doeloe banget. Butuh konsentrasi lebih untuk memahami isinya. Tapi semakin ke belakang saya semakin terpukau dengan pribadi Ibu Kartini yang nampak jelas melalui surat-surat untuk para sahabatnya.
Nick Doren
Sungguh tak terbayangkan andaikata orang seperti Raden Ajeng Kartini tidak dilahirkan di bumi Indonesia. Indonesia pada masa Kartini adalah Indonesia yang "memperbudak" perempuan. Mengutip ungkapan Plato (filsuf Yunani), "Perempuan adalah setengah laki-laki"; mungkin demikanlah pendahulu kita di masa Kartini memandang perempuan.
Di masa kini, derajat kaum perempuan Indonesia dihargai sama dan sederajat dengan kaum laki-laki. Terkait dengan "sama dan sederajat" ini, kita bisa melihatnya dari rumus
...more
Abieffendi
dari segi informasi, pastinya oke banget. Trutama karena saya bisa mengerti bagaimana dan kenapa Kartini diagungkan menjadi salah satu pejuang emansipasi wanita Indonesia.

Dari segi tata-bahasa, indah sekali seperti puisi tulisan-tulisan surat Kartini kepada kawan-kawan Belanda-nya. Namun perlu diingat, sesuai dengan yg ditulis pada kata pengantar, bahwa surat2 Kartini ditulis dalam bahasa Belanda. Surat2 yg ada di buku ini adalah hasil translasi Armin Pane. Kalau translasi itu indah, ya itu kary
...more
Bening Pertiwi
tulisan akan keresahan hatinya menunjukkan kelemahan kala itu
tapi di balik semua keluh kesahnya, ia menunjukkan diri menjadi wanita kuat
dan tidak mau berhenti berusaha, meski dari bilik gelap dan sepinya
Maryeni Auliyati
Menyelami kembali perjalanan hidup Kartini. Jiwa yang penuh semangat dan haus pendidikan

Dalam surat-suratnya tergambar jelas bagaimana perjalanan dan gejolak jiwa Kartini namun selalu ia coba bingkai dengan kesantunan. Akhirnya jiwa itu menjadi lebih matang dan bijak.
Amy
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Savina Zahro
wanita indonesia adalah wanita tangguh yang bekerja keras demi bangsa dan negara.
Aby Junior
All Indonesian has to read these book , especially Indonesian women.
Gilang Pratama
Relevan, hingga sekarang.
an
klo dilihat dari jaman na, mungkin dia adalah orang hebat cz bisa mempertahankan idealisme dia. namun, dari sekian banyak perempuan yang ada dan menempuh pendidikan pada jaman na, kenapa kartini yang dijadikan sebagai tonggak pergerakan perempuan?

mmg dia mampu menunjukkan kkayaan budaya dll milik indonesia kpd org" luar (belanda terutama). tapi kan sekolah yg didirikan na semula hanya mengajar anak" mampu saja. nasionalis...
ntah. cz tetap saja kalangan bawah tidak dapat peluang yang sama.

bingung
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 83 84 next »
topics  posts  views  last activity   
500 Great Books B...: Letters of a Javanese Princess - Raden Adjeng Kartini 1 5 Jul 13, 2014 08:16PM  
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Kitab Omong Kosong
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno
  • Harimau! Harimau!
  • Salah Asuhan
  • Pada Sebuah Kapal
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Layar Terkembang
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Max Havelaar: Or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company
  • Atheis
7743875
Raden Ayu Kartini, (21 April 1879 – 17 September 1904), or sometimes known as Raden Ajeng Kartini, was a prominent Javanese and an Indonesian national heroine. Kartini was a pioneer in the area of women's rights for Indonesians.

After Raden Adjeng Kartini died, Mr J. H. Abendanon, the Minister for Culture, Religion and Industry in the East Indies, collected and published the letters that Kartini ha
...more
More about Raden Adjeng Kartini...
Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya On Feminism and Nationalism: Kartini's Letters to Stella Zeehandelaar 1899-1903 (Revised Edition) Letters from Kartini: An Indonesian Feminist 1900-1904 Brieven Aan Mevrouw R.M. Abendanon Mandri En Haar Echtgenoot Met Andere Documenten Lettres de Raden Adjeng Kartini: Java en 1900

Share This Book