Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dua Tangisan pada Satu Malam ” as Want to Read:
Dua Tangisan pada Satu Malam
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dua Tangisan pada Satu Malam

3.56 of 5 stars 3.56  ·  rating details  ·  71 ratings  ·  6 reviews
Daftar Isi

Terima kasih, terima kasih ix
• Kematian Seorang Istri I
• Seseorang di Sebuah Sudut 10
• Rahim Itu Berisi Cahaya 21
• Dua Tangisan pada Satu Malam 28
• Kisah Orang Tak Bersetia 38
• Kitab Salah Paham 46
• Galeri Monster 55
• Hujan yang Sebentar 64
• Tiga Keranjang Surat 73
• Tentang Kepulangan 81
• Kota Senja dan Perempuan 90
• Aku dan Kamu pada Sebuah Waktu 98
• Paragraf-pa
...more
Paperback, 158 pages
Published 2003 by Buku Kompas
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dua Tangisan pada Satu Malam, please sign up.

Be the first to ask a question about Dua Tangisan pada Satu Malam

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 123)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Yusnia Laili
Puthut E.A. Terkadang cerita-ceritanya monoton, terlalu banyak alfabet yang bercerita ala narator, tanpa dialog antar pelaku. Seolah-olah hanya bercerita-bercerita-bercerita dan membiarkan pembaca menyimak.Namun dalam buku ini, Kematian Seorang Istri sangat berkesan untukku, menceritakan tentang seorang suami yang menjaga dengan 'sangat baik' istrinya, ia tak mengijinkan istrinya diselimuti tanah meskipun seharusnya demikian; dari tanah,kembali tanah.Lalu sebenarnya si suami itu semacam psikopat ...more
Ditto Pappilanda
baru dua karya phutut yang gw baca, dan keduanya sangat menarik, bahkan lebih. pilihan kata yang meramu jalinan cerita sederhana namun memikat, membuat gw larut dalam ceritanya. kemampuan phutut bisa dikatakan hampir menyamai remy sylado. namun phutut lebih banyak menampilkan sisi kelamnya sebagai penulis. ini terasa dari tokoh-tokoh di dua buku yang udah gw baca..
Michelle victoria
Puthut EA, lahir tahun 1978, sekarang tinggal di salah satu kota di Jogja sana..
karyanya selalu simple, gak neko-neko [anak kecil aja juga pasti langsung ngerti inti tulisannya..], tapi diksinya ok alias gak pasaran.

bisa dibilang, Puthut adalah seorang penulis muda indonesia yang realistis sekali... salut buat ni orang..!!
Muzzammil
bebearpa bermain epifani. beberapa masih teguh dengan bentuk realis. tapi menyentuh, sungguh.
Shobihatus Syifak
Aku suka cerpen yang dua tangisan pada satu malam
Leni Nurjanah
Leni Nurjanah marked it as to-read
Mar 29, 2015
Agnisafr
Agnisafr marked it as to-read
Mar 18, 2015
Budhi Prihanto
Budhi Prihanto marked it as to-read
Mar 11, 2015
Joko Lelono
Joko Lelono marked it as to-read
Feb 27, 2015
Andi
Andi added it
Oct 31, 2014
Carolina Ratri
Carolina Ratri marked it as to-read
Oct 05, 2014
Cyndi
Cyndi marked it as to-read
Sep 29, 2014
Nelson Sitepu
Nelson Sitepu marked it as to-read
Sep 24, 2014
Heru Kristiawan
Heru Kristiawan marked it as to-read
Sep 22, 2014
minky_monster
minky_monster marked it as to-read
Apr 22, 2014
Defi Laila Fazr
Defi Laila Fazr marked it as to-read
Apr 02, 2014
Sandi
Sandi marked it as to-read
Jan 02, 2014
Imam
Imam marked it as to-read
Dec 14, 2013
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
712800
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.

More about Puthut EA...
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Kupu-Kupu Bersayap Gelap Sarapan Pagi Penuh Dusta: Kumpulan Cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali: kumpulan cerpen Isyarat Cinta yang Keras Kepala: Album Prosa

Share This Book

“Hidup ini selebar layar tv, jika kita membukanya,lelahku lelahmu tak cukup untuk mengarunginya. Dan jika kita menutupnya tak butuh satu tarikan nafas untuk selesai... untuk sudah.” 17 likes
More quotes…