Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa

3.93 of 5 stars 3.93  ·  rating details  ·  100 ratings  ·  17 reviews
'The Religion of Java makes new and important contributions to our understanding of Javanese life; it is well-documented; it is clearly written; it is perceptively and creatively conceived.' The Religion of Java will interest specialists in Southeast Asia, anthropologists and sociologists concerned with the social analysis of religious belief and ideology, students of comp...more
Hardcover, 551 pages
Published 1983 by Pustaka Jaya (first published 1960)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa, please sign up.

Be the first to ask a question about Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 317)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
anis Ahmad
santri, abangan, dan priyati, adalah tipologi yang dikenalkanoleh geertz tentang bagaimana perkembangan masyarakat islam di jawa. konsepnnya ini bukan lah satu stratifikasi, melainkan diferensiasi, artinya bahwa itu merupakan satu hal yang bukan dilakukan untuk memasukkan manusia ke dalam klas dan memiliki status yang vertikal, melainkan lebih cenderung ke arah horisontal. akan teapi perlu dipahami bahwa tipologi tersebut tidaklah bersifat ajeg kepada satu orang, buktinya ada semacam pergeseran...more
Arief Bakhtiar D.
CERITA kali ini dari catatan harian seseorang di suatu kota kecil di Jawa. Siapa saja, katanya, akan mudah mengenal tipikal kota kecil itu: “pohon beringin, dengan patung Hindu di bawah naungannya, tumbuh di tengah alun-alun; sekelompok kantor pemerintahan di sekitar rumah wedana dengan pendapa dan halamannya yang luas; sederetan gudang-gudang dan toko-toko Cina yang terbuka bagian depannya dan berkain tenda; pasar terbuka yang luas dengan bangsal-bangsal seng yang karatan dan kedai-kedai kayu.....more
K
First book I read on Indonesia as an undergraduate student...got me hooked!
Wahyudi
Meski banyak orang mengatakan, buku ini merupakan hasil studi intuisionisme gertz, di mana riset yang dia lakukan, sekedar menjadi penguat emirisme ilmiahnya, namun buku ini mampu memberikan gambaran awal tentang jawa, yang feodal dan sedikit abangan, dengan polesan santri di beberapa sisinya.
Buku ini memang penuh dengan nuansa orientalis, yang memposisikannya menjadi sedikit tidak objektif, sejajar dengan karya Snouck Hourgronje tentang Aceh, buku ini tentunya disusun dalam rangka kepentingan...more
jochem
I appreciate the tremendous wok that has crept into the writing of this book. I especially enjoyed the many notes or quotes from the conversations Geertz has with his "informants". On the whole I am not convinced by Geertz's analysis. He offers no proof whatsoever that there is an Abangan and Priyayi religion. Besides his annoying habit of using concepts such as religion, tradition, mysticism, ideology, syncretism, tolerance, in a fuzzy and sometimes interchangeable manner there is a complete la...more
Edlin
Sangat membantu saya dalam menyelesaikan skripsi. Secara detail Geertz menulis gambaran masyarakat Jawa dengan setting pedesaan era 1950-an. Satu hal yang paling saya ingat dalam buku ini adalah tentang prosesi perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang belum haid, di mana si pengantin perempuan harus dipangku oleh si calon suami. Sepertinya poin yang diceritakan Geertz tersebut sudah benar-benar tidak ada lagi pada masa sekarang.
Alin A
belum selesai bacaa, errr. *sisihkan dulu*
jadi, ini cara politik yang cerdas sekali. Buku ini terlihat sebagai salah satu produk dari politik divide et impera yang diterapkan koloni untuk memecah belah Indonesia. Di zaman kolonial, Jawa merupakan titik terkuat Indonesia saat itu. Dengan kata lain, jika Jawa berhasil dipecah-belah dan ditaklukan, seluruh Hindia Belanda dapat jatuh di tangan kolonial.
June
it's one of the hallmark Geertz made in his work, perhaps even the most recognized one, at least among Indonesianist. but, as has been noted by many critics, his rich elaboration has simplify the diverse accents of Islam as embraced by Javanese people.
Lutfi Retno
aku suka cara dia nulis. tapi aku engga setuju sama caranya menginterpretasikan orang jawa. seenaknya aja ngebagi-bagi orang jawa dalam tiga golongan. trus, kayaknya aneh aja kalo dia neliti tentang priyayi di pare.
Justin Hargrave
Not a lightweight read, lots of great information and stories to illustrate his findings. A good reference on a highly specialized topic.
Wiji Suprayogi
sampai sekarang masih diperdebatkan tapi masih juga dibaca dan dipelajari..
Theresia monica danis rahayu
culture jawa yg msh berlangsung about santri and abangan.
Shobahul
I want to read this book !!!
How can I read it?
Prakash Thamatam
serching for this book
gieb
Jun 08, 2011 gieb marked it as to-read
dijual. ada yang berminat?
Maximillian
Unique but still debatable
Meera GM
Meera GM marked it as to-read
Sep 15, 2014
Kellie
Kellie marked it as to-read
Sep 15, 2014
Hanif Thohari
Hanif Thohari marked it as to-read
Sep 14, 2014
Shinta
Shinta marked it as to-read
Sep 13, 2014
Anggit
Anggit marked it as to-read
Sep 03, 2014
Fatima
Fatima marked it as to-read
Sep 01, 2014
Yeni Saputro
Yeni Saputro marked it as to-read
Aug 28, 2014
Rici Alric
Rici Alric marked it as to-read
Aug 12, 2014
Raisa Zuhria
Raisa Zuhria marked it as to-read
Aug 07, 2014
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
189399
Clifford James Geertz was an American anthropologist and served until his death as professor emeritus at the Institute for Advanced Study, Princeton, New Jersey.
More about Clifford Geertz...
The Interpretation of Cultures Local Knowledge: Further Essays In Interpretive Anthropology Works and Lives: The Anthropologist as Author Islam Observed: Religious Development in Morocco and Indonesia Available Light: Anthropological Reflections on Philosophical Topics

Share This Book