reviews
Mar 30, 2009
Dalam buku ke 3 Drunken Mama, rasanya Pidi lebih serius, tapi serius ala Pidi tentu berbeda dengan seriusnya orang yang serius ;D, masih ada ceritanya yang bisa ditertawakan atau membuat tersenyum membaca kelakuannya. Di sini disetiap cerita diakhiri dengan renungan yang kadang dalam kadang biasa saja.
Membaca rangkaian drunken ini memang bisa membuat orang mabuk, atau bahkan bingung, tapi buatku ada makna yang dalam karena selain bisa tertawa ada hal-hal yang bisa mengasah kepekaan nuran More...
Membaca rangkaian drunken ini memang bisa membuat orang mabuk, atau bahkan bingung, tapi buatku ada makna yang dalam karena selain bisa tertawa ada hal-hal yang bisa mengasah kepekaan nuran More...
5 comments
like
(1 person liked it)
Dec 19, 2010
buku ketiganya Kang Pidi nih masih lucu bin edan bin gelo..tapi emmang lebih lucuan yg pertama n kedua seh..tapi tep bikin ngakak kok..gambarnya juga semakin bagus n lucu...tatanan bahasanya juga dah mulai membaik..*yah membaik tapi belum baik..hayah..*
tapi di Drunken Mama ni lebih terasa pesan2 moral nya..lebih ngena dan lebih ditekankan..khususnya di akhir2 catatan hariannya..
yah buat kang Pidi ditunggu lagi buku barunya..tapi entar2an aj..biar orang ga bosen..
More...
tapi di Drunken Mama ni lebih terasa pesan2 moral nya..lebih ngena dan lebih ditekankan..khususnya di akhir2 catatan hariannya..
yah buat kang Pidi ditunggu lagi buku barunya..tapi entar2an aj..biar orang ga bosen..
More...
Dec 25, 2011
Saya koq ya baru tau ada buku-bukunya Pidi Baiq *err, jujur, baru tau Pidi Baiq sih sebetulnya* dari sebuah blog buku, dan akhirnya mencoba membaca 2 diantara buku-bukunya.
Salah satunya Drunken Mama ini.
Kumpulan cerita keseharian Pidi Baiq (PB ajalah, ribet) ternyata mengena bagi saya. Ringan, tapi bermakna. Lucu, tapi nggak ngocolnya abegeh. Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana orang-orang di sekeliling PB ya? Istri dan anak-anaknya, keluarga dan tetangganya?
Bukan a More...
Salah satunya Drunken Mama ini.
Kumpulan cerita keseharian Pidi Baiq (PB ajalah, ribet) ternyata mengena bagi saya. Ringan, tapi bermakna. Lucu, tapi nggak ngocolnya abegeh. Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana orang-orang di sekeliling PB ya? Istri dan anak-anaknya, keluarga dan tetangganya?
Bukan a More...
Sep 03, 2009
Kesan saya setelah baca ketiga buku ini: tanpa kesan..sepertinya baca dan tidak baca sama saja alias ga ada rasanya. Dan karena itu pula ketiga buku ini hanya saya baca sekilas-sekilas saja dalam waktu semalam.
Disebutkan bahwa buku ini adalah buku humor tapi buat saya tidak ada yang lucu, bahkan tidak lucu sama sekali, maaf saja, isinya juga datar-datar saja, tidak ada rasa apa2 bagi saya.
Beberapa kalimat memang ada yang lucu, tapi hanya lucu sedikit, selebihnya biasa saj More...
Disebutkan bahwa buku ini adalah buku humor tapi buat saya tidak ada yang lucu, bahkan tidak lucu sama sekali, maaf saja, isinya juga datar-datar saja, tidak ada rasa apa2 bagi saya.
Beberapa kalimat memang ada yang lucu, tapi hanya lucu sedikit, selebihnya biasa saj More...
Mar 17, 2009
pada buku ketiga seri drunken ini, gw ngeliat ada yang berbeda dari cara dia mengungkapkan filosofi atau apalah itu. hampir di tiap akhir tulisan, pidi menuliskan.. apa ya disebutnya..satir?
pokoknya ada yang beda deh..
dari buku pertama mpe yang ini, tingkat keseriusan bukunya perlahan meningkat, tapi serius ala pidi khan tetap ada guyonannya..
gw suka deh ma buku-buku pidi
apa lagi ya buku yang akan ditulisnya,,
kayanya seri drunken gak usah banyak2 deh, 3 cukup qo..
pokoknya ada yang beda deh..
dari buku pertama mpe yang ini, tingkat keseriusan bukunya perlahan meningkat, tapi serius ala pidi khan tetap ada guyonannya..
gw suka deh ma buku-buku pidi
apa lagi ya buku yang akan ditulisnya,,
kayanya seri drunken gak usah banyak2 deh, 3 cukup qo..
Mar 28, 2009
Terima kasih buat Suryati alias Nona yang telah meminjamkan buku ini, asik bacanya, segera diembat meskipun setelahnya mesti mengorbankan jam tidur malam beberapa lama untuk ngerjain tugas.
Ini adalah buku Pidi yang pertama yang saya baca (urutannya terbalik ya, he..he..soalnya boleh dipinjemin). Nikmat, mengalir, dan masih ada ajakan renungan yang mengajak kita untuk 'aware' terhadap diri, lingkungan, Tuhan.
Ini adalah buku Pidi yang pertama yang saya baca (urutannya terbalik ya, he..he..soalnya boleh dipinjemin). Nikmat, mengalir, dan masih ada ajakan renungan yang mengajak kita untuk 'aware' terhadap diri, lingkungan, Tuhan.
Mar 05, 2009
Masih lucu. Masih menggelitik. Pidi masih ngerjain orang. Dengan rentang waktu yang acak, tampaknya ini adalah kaisan-kaisan Pidi atas memori dia, setelah dirasakan ternyata tulisan2nya laku.
Juga tetap ada renungan di tiap akhir satu tulisan. Yang mengajak kita "merenung" sejenak.
Tapi saya mulai bosan. Dan kalau nanti keluar seri ke empat... tampaknya saya bakalan enggan beli.
-andri-
Juga tetap ada renungan di tiap akhir satu tulisan. Yang mengajak kita "merenung" sejenak.
Tapi saya mulai bosan. Dan kalau nanti keluar seri ke empat... tampaknya saya bakalan enggan beli.
-andri-
5 comments
like
(1 person liked it)
Nov 15, 2010
Buku ini merupakan diary dari seorang Pidi Baiq yang ajaib sekali, buku ini menceritakan keisengannya dan kekreatifannya Pidi Baiq melakukan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan oleh orang-orang normal pada umumnya, dan hal-hal yang tidak normal itu menjadi normal dilakukan oleh seorang Pidi. Buku ini membuat kita tertawa tetapi tak jarang Pidi menyelipkan sedikit pencerahan di akhir tulisannya. Lucu, karena sebetulnya buku ini tak hanya ditulis untuk melucu, bukan hanya pemilihan kata-kata ya
More...
Mar 06, 2010
Kelucuan agak memudar di sini dibandingkan seri sebelumnya. Tapi masih dapat menghibur. Masih terlewat dalam benak, apa penulisnya bisa hidup tenang tanpa dihajar massa? Hehehehehe
Aug 27, 2009
Hampir sama idenya ama dua buku terdahulunya, Haji Pidi Baiq disini tetap menghadirkan sebuah 'pelajaran' dengan kelakuannya yang aneh. :)
Dec 03, 2009
drunken mama emang top markotop..lucu om pidi baiq, menerangkan tentang poligami ke istri, perlu di contoh juga..wkwkwkw
Apr 02, 2009
udah ga terlalu kacau, tapi tetep bikin ngakak meski harus perlu penghayatan khusus di mana bagian lucunya -lho???!!!!-
Oct 03, 2009
Cara bertutur yang keluar jalur umum, pemakaian bahasa yang sengaja tidak mengikuti EYD, kisah-kisah yang membuat orang "normal" berpikir "gila ni orang", makna di balik cerita yang (kadang-kadang) sangat mendalam...
May 13, 2009
Penuturannya 'aneh' karena orangnya sendiri 'aneh'. Ia tak bermaksud berkomedi, entah mengapa kita menangkapnya seperti komedi. Seperti seri drunken-drunken sebelumnya, sebetulnya buku ini sangat filosofis, mengajarkan tentang betapa polosnya manusia di hadapan Sang Pencipta.
Saya pernah nanya langsung ke Pidi, kenapa bahasanya demikian. Ia bilang, sejak kecil ia sudah terbiasa dengan gayanya Sultan Ali Syahbana. Jadi jangan heran, jika di tiap tulisan bertemu dengan kalimat-kalimat yang be More...
Saya pernah nanya langsung ke Pidi, kenapa bahasanya demikian. Ia bilang, sejak kecil ia sudah terbiasa dengan gayanya Sultan Ali Syahbana. Jadi jangan heran, jika di tiap tulisan bertemu dengan kalimat-kalimat yang be More...
Jan 05, 2010
yeah. sedeng, ni orang. Udah dewasa tapi masih berani ngelakuin hal gila. Padahal almamater kita sama, bang, tapi saya tidak segila itu. hahahahhahah....
Yang bikin pengen beli adalah embel-embel kalo si penulis juga dari FSRD ITB. hahhaha... oia, sama di yang buat Panas Dalam. yang lagunya ga jelas itu.
Yang bikin pengen beli adalah embel-embel kalo si penulis juga dari FSRD ITB. hahhaha... oia, sama di yang buat Panas Dalam. yang lagunya ga jelas itu.
Sep 13, 2010
This review has been hidden because it contains spoilers.
To view it, click here
Oct 20, 2009
dibanding buku-buku sebelumnya, buku ini tambah sarap aja... hahahaha....
baca, deh, bagian Daftar Pustaka-nya...
di buku ini lagi-lagi ibu Rosi selaku istri Pidi Baiq, sudah sangat memaklumi (atau udah terbiasa ya?) dengan kelakuan suaminya itu... kayak pembagian mi instan di terminal bus yang dilakukan sama pengamen... pembagian mi instan itu buat kampanye Dukung Obama... hahahaha... aya-aya wae... pas giliran ibu Rosi yang dibagiin, bu Rosi cuman bilang, "pasti disuruh Su More...
baca, deh, bagian Daftar Pustaka-nya...
di buku ini lagi-lagi ibu Rosi selaku istri Pidi Baiq, sudah sangat memaklumi (atau udah terbiasa ya?) dengan kelakuan suaminya itu... kayak pembagian mi instan di terminal bus yang dilakukan sama pengamen... pembagian mi instan itu buat kampanye Dukung Obama... hahahaha... aya-aya wae... pas giliran ibu Rosi yang dibagiin, bu Rosi cuman bilang, "pasti disuruh Su More...
Mar 28, 2009
gw selalu terbahak-bahak atau minimal banget senyam-senyum waktu baca tulisan-tulisannya Pidi Baiq..
GOKIL!
GOKIL!
Feb 10, 2012
Feb 10, 2012
Feb 08, 2012
Feb 07, 2012
