Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dengarlah Suaraku” as Want to Read:
Dengarlah Suaraku
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Dengarlah Suaraku

by
3.29 of 5 stars 3.29  ·  rating details  ·  276 ratings  ·  38 reviews
From the bestselling author of Follow Your Heart comes Listen to My Voice, the moving story of a young woman who sets out to make sense of her past.
Softcover, 203 pages
Published January 2009 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2006)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dengarlah Suaraku, please sign up.

Be the first to ask a question about Dengarlah Suaraku

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 449)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Tea Jovanović
Nekoliko puta smo pokušavali da dovedemo Suzanu u Beograd, ali bez uspeha... Poslednji put je sve bilo utanačeno ali se ona razbolela i poseta je otkazana... Ali ne gubimo nadu... :)
Kari
3.5 stars
It's not as good as the first book (Donde el Corazón Te Lleve - Follow Your Heart) but the writing itself is still poetic and poignant. In this sequel we learn more about Marta, the granddaughter who was mentioned in the first book. Marta's journey to find her father is also a spiritual journey during which she seeks to uncover some universal truths. I think what made the first book so special was the grandmother's bits of wisdom and voice, which we don't find here.
CarolynKost
This is the sequel to Tamaro's previous bestselling
novel, Donde el Corazón Te Lleve (Seix Barral, 1994,
2006), in which a grandmother nearing the end of her
life writes to the estranged granddaughter she raised
to reveal certain details of their troubled family
relationships. In this novel, the granddaughter,
Marta, further fleshes out the various mysteries in
her life when she returns to home to Trieste after the
death of her grandmother. She discovers letters and
other maternal detritus that provide r
...more
Vira Cla
Hmmm... buku pertamanya cukup membosankan tapi isinya lebih ngena buat saya. Kalau buku keduanya iniii... penuturannya entah kenapa terasa lebih membosankan, dan isinya terlalu filosofis, pemikiran yg terlalu berlebih-lebihan walau muncul dari pertanyaan yg sebenarnya sederhana. Apalagi pemikiran itu hadir tidak hanya berasal dari sosok pelaku utama saja--Marta si cucu (saya lupa nama neneknya). Ya, mungkin memang isinya mengenai pencarian Marta akan masa lalunya--akarnya. Ibunya, Ilaria, yg men ...more
Alvi Harahap

In Listen To My Voice we hear the granddaughter, Marta, as she tells her story which is addressed to the memory of her grandmother. Marta went to live and be raised by her grandmother when she was 4 years old. Her gran doesn’t ever tell her about her life before then and thus she knows very little about her parents. Marta believes her father is a Turkish prince and knows that her mother is dead. When Marta’s grandmother dies, she is left alone in the world. After a while she explores the house a
...more
Vera Maharani
I thoroughly enjoyed the first book, Va Dove Ti Porta Il Cuore, so when I knew this book has been translated into Bahasa, I nagged endlessly to my friends to buy me this book as a birthday gift. They actually bought me this for my sweet 17th birthday (which is 4 years ago). So, first of all, thank you thank you thank you (again) Ditta, Achi, Keke, and Mile!

Ascolta La Mia Voce was told from the perspective of Olga's absent granddaughter (in Va' Dove Ti Porta il Cuore), Marta. The story focused on
...more
Anna Hanifah
Aug 06, 2009 Anna Hanifah marked it as to-read
Buku ini saya dapatkan secara tidak sengaja di perpus SMART. Saya iseng aja baca ini dan baru beberapa bab (alias belum selesai). Karena pada waktu itu saya sudah kesorean dan tidak bawa kartu perpus maka buku tersebut saya tinggalkan raknya kembali dan berniat akan saya baca besok. keesokan harinya ketika akan saya baca, ternyata bukunya sudah tidak ada dirak. huks2....

Ketika membaca reviewnya halaman sampul saya tertarik dengan ceritanya dan saya tidak terlalu memusingkan buku pertama yang ter
...more
Irene J.
Sayangnya gue baru baca buku ini beberapa tahun setelah baca buku pertamanya. Padahal, benang merah antara dua novel ini kuat banget. Tapi secara keseluruhan, membaca buku ini memang tidak memberi suasana seperti yang biasa kita dapatkan saat membaca buku lainnya. Alurnya sangat lambat. Penuturannya juga begitu. Sehingga lama-lama kita bisa bosan membacanya. Itu tantangannya sih, menurut gue.

Tapi kalau kita berani "susah payah" menyelesaikan buku ini, nilai yang kita dapat tidak akan mengecewaka
...more
Annett
"Erhöre mein Flehen" von Susanne Tamaro ist so schön geschrieben, dass man sich eigentlich noch ein paar Seiten mehr wünscht. Marta, deren Mutter gestorben und deren Vater ihr nicht bekannt ist, muss mit dem Tod ihrer Grossmutter fertig werden, nachdem diese zunehmend verwirrt und aggressiv ihr gegenüber geworden war. Ihr Tod ist der Anlass für Marta, sich mit der eigenen Geschichte auseinanderzusetzen und so entdeckt sie nicht nur ihren noch lebenden Vater, den sie aufsucht, sondern auch einen ...more
Patricia Rodrigues

Resolvi ler este logo após ter terminado “Vai aonde te leva o coração”.
Neste livro, Marta, neta de Olga, regressa a casa após a sua estadia nos EUA e ainda acompanha a avó na sua doença até esta morrer. É após a morte de Olga, que Marta encontra diários da sua mãe, Ilaria, e através destes tem uma perspectiva diferente da que se recordava da sua mãe. Acaba também por descobrir quem é o seu pai e procura-o. Decide também fazer uma viagem às suas raízes.
Senti que a autora tenta-nos passar a mensag
...more
Tantri 0314
Buku ini sudah ada di timbunan saya sejak tahun 2011. Entah mengapa buku ini selalu terlewat dari pandangan saya. Ketika membaca blurb-nya saya langsung tertarik untuk membacanya. Ternyata ini buku lanjutan Pergilah ke Mana Hati Membawamu. Tadinya saya berencana untuk menunda membaca buku ini sampai saya memiliki buku pertamanya. Tetapi akhirnya saya memutuskan untuk melahapnya. Saya tidak terlalu menyukainya. Tiga bintang saja.
Harun Harahap
haduh ni buku mah sama aja ma lanjutannya "dengarkanlah suaraku"..sama2 membosankan..bikin pegel bacanya karena dituliskan secara naratif..jadi harus sabar banged bacanya..

sebenernya mungkin 2 buku Susanna Tmaro ni bagus..banyak pesan2 or filosofi2 yang bagus..tapi sayang ga gitu enak dibacanya...atau mungkin bukan tipe buku yang gw suka kali yah..

oh iya, btw ni buku cerita dengan sudut pandang Marta..yang berusaha mencari tau kisah ibunya, Illaria dan berusaha menemukan siapakah ayah kandungnya
...more
Bunga Mawar
Dari halaman 25
"Aku membutuhkan penderitaan untuk menyadari bahwa aku hidup; penderitaan mengalir bersama hemoglobin dalam pembuluh-pembuluh darahku, itulah cara satu-satunya bereksistensi."

Ah, ternyata bukunya masih sama memusingkannya dengan prekuel-nya! 2,5 bintang deh, karena action di buku ini lebih banyak daripada di buku sebelumnya.

Sori ya miaa, belon semangat bikin riviunya nih.
Joana Marques
Jul 28, 2008 Joana Marques rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to Joana by: silvia-pco
Shelves: 2007
Da mesma maneira que o "Vai onde te leva o coração" também este me tocou o coração e a alma. Gosto das comparações com as árvores. Crescer em direcção ao céu, à luz. Compreender o mundo que nos rodeia e os sentimentos que temos. É profundo... faz-nos pensar nas nossas próprias crenças, nas nossas raizes. E o que nos faz pensar em nós próprios, no sentido de fazer perguntas, é benéfico.
Leyla Giannini
Me encanto. A veces conectamos mas con unos libros en funcion de alguna etapa que estamos atravesando en la vida. Ese fue mi caso con "Escucha mi voz". Con su estilo fresco y su agudeza de pensamiento, Tamaro nos presenta a travès de esta historia muchas de las inquietudes que nos hemos planteado desde la adolescencia y posteriormente en las inevitables epocas de "crisis existenciales".
Dwi
Buku ini merupakan kelanjutan dari buku Pergilah kemana Hati Membawamu. Dalam buku sebelumya, Susana Tamaro menggambarkan pergolakan batin Ilaria, seorang wanita yang mandiri. Buku ini menuturkan kehidupan Marta, putri Ilaria. Apakah ia sekuat Ibunya?
Carmenza


La continuación de Donde el corazón te lleve. Un libro sobre las reflexiones de una mujer acerca de su vida, sus orígenes, las razones de la existencia. Algunos pasajes interesantes, pero no alcanza el brillo del libro anterior de la misma autora.
Esti
Versi Indonesianya baru beredar dengan judul Dengarlah Suaraku.
Buku ini merupakan sekuel dari Va Dove ti Porta il Cuore.
Yang menjadi aku disini adalah Marta, anak dari Ilaria, cucu dari Olga (tokoh Nenek dalam buku sebelumnya)
Yvett
I felt Tamaro's words really deep inside of my head, its energy and feelings were incredibly touching and make you ask you yourself a lot more about your bases and faith, do you really believe?
Bebulatan
masih bagus yang pertama sih...
Seperti biasa, Tamaro menggambarkan kisah ini dengan pelan.
Namun, menurutku justru halk itu yang membuat novel ini enak dibaca..

*lanjut tar ah reviu nya :p*
Nadiah
Sebuah buku yang mengajak pembacanya berpikir, menelaah makna hidup dan asal muasal kelahiran. Love the ending, mengingatkan akan karya-karya absurd yang sempat kuintip-intip jaman kuliah dulu.
Auntie Pam
non mi é piaciuto per nulla, troppo melenso e noioso. Unica nota positiva, o dovrei dire negativa, é quella che il libro é scritto in modo così semplice che si legge anche troppo veloce.
Sweetdhee
@10rb aja di Gramed Semanggi
tadinya ragu-ragu buat ambil, tertarik cuma sama cover nya
pas memutuskan buat ga ambil, ima malah bilang buku nya bagus
ambil dah..
we'll see..
incipit mania
Aug 09, 2013 incipit mania marked it as to-read  ·  review of another edition
Shelves: tamaro-s
Incipit

Forse il primo segno è stato il taglio dell’albero ...

http://www.incipitmania.com/incipit-p...
Devi R. Ayu
teringat firman Allah Swt, "Aku lebih dekat dari nadimu. Saat Kau mendekatiKu dengan berjalan, maka Aku akan Mendekat kepadamu dengan berlari"
miss
Apr 17, 2010 miss rated it 4 of 5 stars
Shelves: novel, 2010
Akhirnya Marta menemukan apa yang selama ini ia cari, masa lalu ibunya, keluarganya, & ayah yg sejak lahir tidak pernah ia lihat..

Pandasurya
"Ketika hati tercabik, bagaimana bunyinya?"

(Dengarlah Suaraku, Ascolta la mia voce, Susanna Tamaro, hlm. 85)
Caboalles Falo
Continuacion de "Donde el corazon t lleve" en la linea del anterior, aunque mejor el otro.
Chiara Pagliochini
Estremamente noioso e prolisso. Le metafore casalinghe, alla lunga, tolgono l'appetito.
May
First Sentence: "Maybe it all started when you had the tree cut down."
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 14 15 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan
  • The Boy Who Ate Stars
  • Seven Life Lessons of Chaos: Spiritual Wisdom from the Science of Change
  • O Jogo da Verdade
  • The Colour Of Heaven
  • Kocan Kadar Konuş
  • Köprü
  • Não Te Deixarei Morrer, David Crockett
  • La sombra del águila
  • Dimsum Terakhir
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Tutto torna
  • Lunário
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Latife Hanım
  • D. Amélia
  • Cinta Andromeda
  • Gelibolu Uzun Beyaz Bulut
21930
Susanna Tamaro is an Italian novelist. She has also worked as a scientific documentarist and movie maker direction assistant.
In 1981 she wrote a first novel: Illmitz, declined by editors and now unpublished.
In 1989, her novel Head in Clouds was published by Marsilio Editor.
While her successful second novel, Just For One Voice, was published in 1991, won the International PEN price and was translat
...more
More about Susanna Tamaro...
Follow Your Heart Answer Me Anima Mundi Cuore di ciccia Per sempre

Share This Book