Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “99 untuk Tuhanku” as Want to Read:
99 untuk Tuhanku
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

99 untuk Tuhanku

4.13  ·  Rating Details ·  91 Ratings  ·  16 Reviews
Dalam buku ini terhimpun 100 puisi Emha, (judulnya unik, yakni 0 hingga 99) yang oleh Emha sendiri diakui sebagai sebuah bentuk sembahyang, yang sepenuh-penuhnya ia tumpahkan kepada Allah, langsung kepada-Nya maupun melewati pembaca dan saudara yang lain.
Paperback, 114 pages
Published 1983 by Penerbit Pustaka - Perpustakaan Salman ITB Bandung
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about 99 untuk Tuhanku, please sign up.

Be the first to ask a question about 99 untuk Tuhanku

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
lita
Oct 30, 2010 lita rated it liked it
Shelves: poetry
Tuhanku
Engkaulah cahaya langit dan bumi
pasti, sebab siapa yang lain lagi?
tapi lihatlah
kami kejar cahaya
hanya karena diam-diam khawatir, akan tiada...

(hal. 3)

Tuhanku
kapan jiwaku bisa tangguh seperti kebisuan-Mu,
hingga mau nangis atau tertawa, mau bersedih atau
gembira, hanyalah jika aku menghendakinya

(hal. 18)

Tuhanku
beginilah jadinya
gelap mata
matahari yang kami salahkan

(hal. 40)

Tuhanku
telah kami warisi kanker
zaman
kepala buat berjalan
kaki untuk mimpin sidang

(hal. 41)

Tuhanku
kukira telah tiba saatnya
...more
 Δx Δp ≥ ½ ħ
--66--

Tuhanku
jika kutanyakan kepadaMu
apa beda antara setan dan manusia?
mungkin begini kataMu
ooo, jelas amat berbeda
meskipun makin tak berbeda
meskipun makin mirip-mirip saja
Rahmadiyanti
Aug 08, 2016 Rahmadiyanti rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: poetry
59

Tuhanku
apakah sesungguhnya arti kehendak-Mu
dengan tak menurunkan lagi
seorang Nabi pun
untuk zaman yang membutuhkan
lebih banyak Nabi-Nabi?

Puisi di atas mungkin terkesan memprotes ayat 40 Surat Al Ahzab. Mungkin ya, mungkin tidak. Inilah puisi-puisi, atau sembahyang sederhana, kata penulisnya. Usahanya untuk merebut dirinya dari cengkeraman kehidupan, kebudayaan, peradaban, politik, ekonomi, persaingan kalah-menang serta berbagai macam kecenderungan yang ia lihat kurang memberikan dan mengarahkan
...more
Cippy85
Jul 31, 2016 Cippy85 rated it it was amazing
Shelves: islami, gado-gado
Edisi cover baru.
ISBN : 978-602-291-065-7
Penerbit : Bentang Pustaka

Tahu buku kumpulan puisi ini dr Wulan dan Harun. wkt itu d ajak siaran bareng dengan #KlubSiaranGri di RPK FM, Sabty, 2 juli 2016.

Saya juga gak tahu.. kalau tema bln Juli #TantanganBaca GRI adalah baca bareng buku puisi.

disiaran tersebut sempat baca beberapa puisi dr buku ini. dn suka banget sama puisi ke-48 :

Tuhanku
kami hidup untuk menumpuk angka
memimpikan jumlah dan nama-nama
sedangkan satu, Satu
(yang taj terhitung oleh i
...more
Wirotomo Nofamilyname
#55 in 2015.

Cetak ulang kumpulan puisi karya Cak Nun yang pertama kali terbit tahun 1980.

Berisi 100 puisi yang berjudul berurutan "0" sampai dengan "99". Puisi "0" sepertinya merupakan pembuka, sedang puisi lainnya adalah curhatan puitis seorang hamba kepada Sang Khaliq, Allah SWT.
Beberapa puisi saya ra ngerti blas. Tapi untuk beberapa puisi yang lain yang saya mengerti, harus saya akui sangat menyentuh dan menohok dan membuat kita memikirkan kembali hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Puitis dan
...more
Ariel Seraphino
"Tuhanku, inilah kata-kataku, bahasa paling wadak dari gairah cintaku untuk ketemu."
Puisi bisa jadi medium paling mistis dan intim sekedar untuk curhat tentang Tuhan, kepada Tuhan, dan hanya untuk Tuhan semata. Membaca kumpulan puisi dengan judul 0-99 ini seolah diajak khusyuk mahsyuk untuk bertemu dengan kasih, cinta dan sayang Tuhan pada manusia. Tak perlulah segala usaha di dunia untuk mencariNya karena sejatinya dia sudah beserta kita dan memang kadang manusia sajalah yang semakin buta dalam
...more
Hani
Jan 22, 2016 Hani rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: read-2016
Cak Nun menganggap bahawa buku ini sebagai sebuah bentuk "sembahyang"nya kepada Tuhan. Menerusinya, pembaca akan turut membaca sekian banyak pertanyaan seorang hamba kepada Tuhannya dalam menempuh kehidupan di dunia yang fana tercakup tentang ibadahnya, tentang hubungannya semasa manusia, mahupun rasa yang dalam kepadaNYA.

Membacanya dengan perlahan, penuh ketenangan sesekali menyentuh hati sendiri. Lalu, menimbulkan pertanyaan diri kepada diri sendiri tentang setiap sesuatu yang dilakukan di dun
...more
Anggi Hafiz Al Hakam
99 untuk Tuhanku adalah sebuah sembahyang. Suatu pendekatan personal yang vertikal terhadap Tuhan. Sebuah kecintaan yang bermula dari nol, satu, lalu sembilan puluh sembilan, untuk kembali menuju satu. Satu yang Maha Abadi.
Andri
Feb 18, 2009 Andri rated it really liked it
Kumpulan puisi. Buku kecil. Satu orang teman yang tahu saya penyuka tulisan-tulisan Emha memberikan buku ini. Padahal dia tahu, saya sudah punya buku ini. Jadi saya punya 2. Oleh karena itu... yang mau dan berminat untuk memperolehnya.. japri saya. Siapa cepat, dia dapat.

-andri-
Wawan Kurn
Oct 10, 2015 Wawan Kurn rated it really liked it  ·  review of another edition
61

Tuhanku
kamilah makhluk-Mu yang tertinggi
yang hari demi hari, abad demi abad
semakin gagal
memahami
keinginannya.
Hikmah
Oct 14, 2015 Hikmah rated it it was amazing  ·  review of another edition
Puisi antara aku dan Tuhan, curhatan MH Ainun Najib terhadap Tuhan. . .

kata katanya begitu sederhana dan sungguh indah. . .
T Marsiano
T Marsiano rated it really liked it
Apr 15, 2009
Fahd
Fahd rated it really liked it
Aug 07, 2010
Faishal
Faishal rated it liked it
Sep 13, 2015
Nanang
Nanang rated it it was amazing
Jul 25, 2010
Raditya Nugraheni
Raditya Nugraheni rated it really liked it
Aug 14, 2015
Nindya Soraya Dharma
Nindya Soraya Dharma rated it really liked it
Jun 06, 2016
Tia
Tia rated it really liked it
Nov 21, 2016
Ahmad Syuhada
Ahmad Syuhada rated it really liked it
May 20, 2014
Itus Tacam
Itus Tacam rated it it was amazing
Nov 21, 2016
Cékö Cékö
Cékö Cékö rated it it was amazing
Aug 26, 2015
Amoral
Amoral rated it it was amazing
Oct 30, 2011
Muhamad Adib
Muhamad Adib rated it liked it
Sep 26, 2011
Haifa Afifah
Haifa Afifah rated it really liked it
Feb 11, 2014
Acép
Acép rated it liked it
Nov 16, 2010
Elli Rahmawati
Elli Rahmawati rated it liked it
Jul 25, 2016
Bentar Saputro
Bentar Saputro rated it it was amazing
Feb 03, 2016
Fahri
Fahri rated it it was amazing
Aug 16, 2010
Yudex Elex
Yudex Elex rated it it was amazing
Sep 01, 2010
Hizrah Muchtar
Hizrah Muchtar rated it really liked it
Dec 17, 2015
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Potret Pembangunan dalam Puisi
  • Arsitektur Hujan
  • Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?
  • Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Laki-laki Lain dalam Secarik Surat
  • Membuka Pintu Langit
  • Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001
  • Wajah Peradaban Barat: dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal
  • O Amuk Kapak
  • Puisi Mbeling
  • The Mysticism of Hamzah Fansuri
  • Mohammad Hatta: Memoir
  • Nyanyi Sunyi
  • Pengarang Telah Mati: Segenggam Cerita
  • Tasauf Modern
  • Muslims in American History: A Forgotten Legacy
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas ...more
More about Emha Ainun Nadjib...

Share This Book