by
3.17 of 5 stars
Tea for Two adalah perusahaan makcomblangmilik Sassy. Baginya, tak ada tanggung jawab dan kebahagiaan yang lebih besar daripada mempertemukan dua o... read full description

reviews

Apr 01, 2009
erry rated it: 4 of 5 stars
Malam penuh temaram bintang, angin berhembus pelan, dan cahaya bulan yang menyinari. Mendapati seorang pria bersimpuh dihadapanmu, dengan seikat bunga mawar di tangan dan berkata "would you marry me??" itu adalah impian hampir seluruh perempuan normal di muka bumi ini.
Pernikahan adalah sebuah kata keramat dan sakral untuk sebagian orang. juga menjadi tema yang terlalu sensitif untuk sebagian yang lain. terutama untuk kaum perempuan. Ketika usia mulai mengejar, diantara perjuang More...
7 comments like (8 people liked it)
Apr 13, 2009
Isman rated it: 2 of 5 stars
There's not much to say about a book with its entire reading experience can be condensed in the first tell-all chapter.

But I can say a lot about the catch-22's involved in writing about domestic violence.

#1: It's hard to make a victim of a domestic violence as a lovable main character. Because, she (I'm aware that in reality, victims of domestic violence can be males or females, but I'm using "she" to refer to the main character in this book. Plus, it's silly More...
6 comments like (4 people liked it)
Jan 30, 2012
Suryati rated it: 2 of 5 stars
Sebenarnya sempat putus harapan ikut baca bareng Tea For Two yang menjadi Forum baca bulan April karena sampai tanggal 17 April belum juga dapet bukunya padahal sudah hunting saat masih proses Vote, sudah pesan di Gramedia, ke TGA sampai ke toko buku-toko buku kecil dikotaku, bahkan sempat dateng ke toko buku tulis dan kitab agama sampai dibilang “gak jual novel”. Dan walaupun tahu buku ini adalah buku baru yang terbit Februari 2009 kucari juga di kios-kios buku bekas, berharap kutemukan disana More...
17 comments like (2 people liked it)
May 16, 2011
Indah "Threez" rated it: 2 of 5 stars
Semua dongeng ala H.C. Andersen yang kita telan mentah-mentah waktu kecil telah meracuni pikiran kita bahwa pernikahan antara dua tokoh utama, seperti Pangeran Tampan dan Cinderella misalnya, adalah akhir yang bahagia dari sebuah cerita... And they live happily for ever after... The End.

Are you kidding?


Apa iya cinta pada pandangan pertama, hanya dengan melihat penampilan fisik, sudah cukup untuk sebuah pernikahan?

Pangeran jatuh cinta pada Upik Abu yang keliha More...
1 comment like (2 people liked it)
Dec 14, 2010
Nanny rated it: 3 of 5 stars
Sebagai seorang pemilik perusahaan biro jodoh, Sassy pastinya menginginkan hal yang terbaik untuk para kliennya, baik dalama menjalin hubungan awal sampai masa pernikahan. Rupanya itu tak terjadi dalam kehidupannya sendiri. Pernikahan yang sempurna dalam bayangannya tak sesuai dengan kenyataan yang dijalaninya. Masa pacaran yang romantis ternyata bertolak belakang dengan yang dialami pada masa pernikahan bahkan sejak awal masa pernikahan. Perlakuan Suami yang melecehkan baik secara fisik maupun More...
4 comments like (2 people liked it)
Dec 19, 2010
Harun Harahap rated it: 3 of 5 stars
ni buku gw tau dari temen gw..katanya buku ni juga dimuat di Harian Kompas sebagai cerita bersambung..*agak telat ya gw..hihihi*

liat covernya sih agak tertarik..n pas lagi diskon pula di gramed..jadi tanpa ragu2 gw beli..pengennya seh ntar2 aj bacanya..tapi karena ni buku jadi book of d month GRI..yah diduluin deh baca buku ni..*maap nih duluan*

dari awalnya aj ketauan banged ni buku kayakna biasa2 aj..pas dibaca kesono2nya makin biasa2 aj..n jalan ceritanya gampang diteba More...
5 comments like (1 person liked it)
Jun 30, 2010
Ellya rated it: 3 of 5 stars
Sebenarnya sudah lama saya ingin baca buku ini, karena jatuh cinta pada foto covernya. Dan ternyata, cover tidak menipu. Saya terpikat pada ceritanya yang mengalir, terkadang sinis, terkadang menggelitik, tapi juga menyadarkan kalau KDKRT, bisa terjadi pada siapa saja, bukan berdasar stereotip bahwa yang rentan mengalami KDKRT hanyalah wanita miskin dan berpendidikan rendah… Mengutip dari back covernya,

“It could happen to you. It could happen to anybody.”

Tea for Two b More...
Jan 27, 2010
Nita rated it: 1 of 5 stars
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here
11 comments like (6 people liked it)
Dec 16, 2009
Miss rated it: 5 of 5 stars
"Inilah kisah yang menelanjangi sisi buruk pernikahan. Para Lajang, gemetarlah, karena lelaki yang kaupikir Mr. Right, bisa berubah menjadi Mr. Totally Wrong"


The Story :

Buku ini bercerita mengenai Sassy, perempuan muda, cantik dan sukses dalam mengelola perusahaan yang diberi nama Tea for Two. Tea for Two merupakan perusahaan mak comblang yang memiliki moto "hidup berbahagia selama-lamanya"

Alasan Sassy mendirikan Tea for Two karena di More...
Oct 03, 2009
Angelia Fransisca rated it: 3 of 5 stars
Tea For Two adalah nama perusahaan biro jodoh milik Sassy. Lewat kliennya, Sassy mengenal seorang pemuda bernama Alan. Selama mereka berpacaran, Alan menyuguhi Sassy dengan semua kemanisannya. Dan Sassy yang dimabuk cinta pun heeh heeh saja tanpa menyadari bahwa ada sesuatu yang ganjil tentang Alan. Sampai akhirnya mereka menikah.

Di hari kedua bulan madu mereka, Alan menampar Sassy dan hal itu terus berlanjut sampai Sassy mempunyai anak. Tapi kata cerai tidak pernah sekalipun terlint More...
Apr 23, 2009
miaaa rated it: 1 of 5 stars
Ada tidak yah yang merasa karakter-karakter di buku ini berisik sekali? Sepertinya mereka tidak henti-hentinya berbicara dan semakin membuatku mempercepat proses speed reading-ku!

Arti sahabat bagi seorang Mia adalah sesuai moto bersama kami, 'Teman senang kita senang, teman susah kita lebih senang!' Dan karena telah mengalami banyak hal bersama, terkadang tidak membutuhkan percakapan yang bertele-tele seperti yang dilakukan Sassy dan Nay karena bisa membaca pikiran satu sama lainnya. More...
5 comments like (2 people liked it)
Feb 22, 2009
Novel ini sebelumnya dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas, tapi gw ga baca karena males nyicil tiap hari.
Kalo kelupaan kan ga seru jadinya haha

Kirain tentang biro jodoh, ternyata tentang KDRT [dan persahabatan:].

Ada beberapa hal yang mo gw komplen ah,
1. Sassy punya biro jodoh yang merangkap WO/WP [wedding organizer/planner:], diulang sampe dua kali penjelasannya di buku ini.
2. Mobilnya Naya awalnya disebut Isuzu Panther, tapi kemudian jadi H More...
Jan 18, 2010
Stephanie rated it: 4 of 5 stars
gw udah pernah liat judul karya clara ng yang satu ini di kompas, tapi ga pernah berniat untuk membaca di kompas gara2 gw ga tahu awalnya gimana..

ceritanya membahas tentang KDRT tapi realistis dan tidak cengeng

meski tema yang diambil bukan sesuatu yang baru, gaya dan jalan ceritanya agak beda

and true friendship never ends

jadi teringat salah satu film yang juga menyinggung masalah kekerasan tapi dalam berpacaran dan dari kedua karya ini terlihat bah More...
Apr 21, 2009
Monica rated it: 2 of 5 stars
KDRT.
Clara Ng mengangkat cerita seorang wanita yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ternyata terjadi juga pada wanita berpendidikan sarjana dan berkarir tinggi. KDRT tidak mengenal usia dan fisik. Kita sebagai wanita seharusnya dapat jernih melihat situasi yang sedang kita alami. Apakah berada dalam cinta sesungguhnya ataukah sedang sakaw pada perhatian pria? Segera cari jalan keluarnya, pertama pasti melalui komunikasi, hingga yang paling pahit adalah perceraian, daripada menanggu More...
2 comments like (1 person liked it)
May 03, 2009
Ferry rated it: 3 of 5 stars
first time i red this story from daily newspaper.
because i was not patient enough to read one part to another part,
i decided to buy that book instead of read it from the news..

my impression about this book for the first time is the uniqueness of the cover,
background of two persons separated by distance combined with strong orange color.

the content itself is interesting, though i found it is hard to believe that violence in a relationship between husband More...
1 comment like (1 person liked it)
Sep 01, 2011
Deva rated it: 4 of 5 stars
awalnya cerita dalam novel ini kayak menggambarkan mimpi, bertemu pria tampan ungkapan-ungkapan romantis, dan pernikahan yang sempurna. namun dalam seketika ketika watak asli sang suami muncul yang ada adalah petaka. saay yang sudah terjebak akan cinta dan komitmen melupakan pikiran logisnya, melupakan hak dan harga dirinya sebagai manusia yang harusnya di hargai dan bertahan demi perkawinan dan harapan cinta yang dulu akan kembali.
buku ini sedikit menjadi obat buatku terutama dalam mengam More...
Mar 27, 2010
Anggi rated it: 4 of 5 stars
Awalnya, saya kira akan ada sebuah keindahan dan romantisme yang menggebu-gebu sampai akhir cerita. Namun, yang saya dapat adalah sebuah perasaan ngeri karena saya tidak menyangka bahwa KDRT (bukan Kekerasan Dalam Ranjang Tua) menjadi tema utama cerita ini. Saya pikir, isu KDRT ini hanya akan mengemuka sedikit saja dan tidak jadi permasalahan utama, tapi ternyata saya salah.

Perlu lebih dari sekedar keinginan untuk menamatkan bacaan ini. Saya sendiri membutuhkan mood yang cukup bagus More...
May 22, 2009
Ninil rated it: 4 of 5 stars
ha-ha-ha-ha.... ajaib bgt niyh novel, bisa2nya ngebwt gw jd was was sm co yg ada di samping gw skr ini.... emang yg namanya kita menikah apalagi belum mengenal pasangan kita luar dalam, dah kaya membeli kucing dalam karung, awalnya co yg kita sayang sepenuh hati menunjukkan rasa sayang juga perhatiannya terus-menerus(terkadang berlebihan, sampe ngebwt wanita terpelanting jauh kelangit, alias terbang) TAPI lambat laun, mereka kaya serigala siap menerkam kita kapan aja, GANASSSSSSS..... sampe bisa More...
May 02, 2009
Dwi rated it: 3 of 5 stars
Karya kesebelas Clara Ng ini, sebenarnya sdh kubaca di Kompas. Tp krn ada teman berbaik hati meminjamkan... mk kutimang jg buku ini. Penampilan kover dan warnanya menarik.

Kisah Tea for Two sebenarnya tidak terlalu istimewa. KDRT dilanjutkan perceraian, namun dibungkus manisnya persahabatan serta empati keluarga dan lingkungan. Sisi lain yang tertangkap, sebenarnya kisah KDRT yang dialami Sassy hanya ingin dijadikan latar belakang untuk menyampaikan nasihat bagi kaum lajang (anggota More...
Mar 07, 2010
OceMei rated it: 3 of 5 stars
tea for two mengajarkan kita banyak hal..
-jangan begitu mudah jatuh dalam rayuan laki-laki.
-sbelum berpacaran apalagi menikah,coba teliti dlu dengan pasangan masing-masing.
- ketika terjadi KDRT,jangan begitu percaya ketika suami mengatakan maaf sayang,aku hilaf,hal ini tidak akan terjadi lagi.Oh my..trust me it will happen all the time he got angry with u..slap..hit..kick ..
-ketika kta mengalami KDRT,jgn hanya diam..cerita lah ke orangtua ato teman,jgn gengsi karna takut More...
Mar 08, 2009
dunianyawira rated it: 3 of 5 stars
hmm..buku ini bahasanya ringan dan nda bikin bosen tapi juga nda gitu bikin penasaran but its OK

Yang aku seneng dari buku ini, karena bisa menterjemahkan berbagai permasalahan dalam sebuah hubungan antar pasangan jadi paling layak dikonsumsi buat mereka yang udah punya pasangan nih apalagi klo pernah mengalami pengalaman yang sama dengan tokoh yang ada dibuku ini

buat yang belum punya pasangan, lumayan lah buku ini bisa buat acuan..

kesimpulannya..meski dari seg More...
Apr 14, 2009
Karika rated it: 4 of 5 stars
Semoga ajaaaa, kita gak mengalami pernikahan yang rumit seperti kasusnya Sissy, sang tokoh utama di buku ini. Buta dengan cinta and romantisme di awal perkenalan, dan tiba-tiba semua berbalik 360 derajat setelah menikah... uuuggh, sakiiiiit...

Dibuku ini Clara memaparkan bahwa pernikahan yang bahagia itu gak memandang suku bangsa, derajat ato kekayaan seseorang. Bahkan sikap seseorang.. Hey, gak ada yang tau hati orang kan?? Yaaaa, kecuali DIA and orang itu sendiri.

PERNIKA More...
Jan 19, 2010
Winna rated it: 4 of 5 stars
Pertama kali mencoba membaca buku Clara Ng lagi setelah kurang menyukai karya-karya sebelumnya.

Judul dan konsep yang menarik, juga karakter yang cukup simpatik - walau karakter pria rasanya masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih dalam lagi sehingga kedua sisi dapat ditampilkan. Melalui narasi pertama yang diselipkan di setiap bab, karakter Sassy dapat lebih dimengerti dan saya merasa mengerti apa yang dia lakukan, alasan dia untuk tetap bertahan dalam hubungan abusif tersebut. More...
Apr 14, 2009
Primadonna rated it: 2 of 5 stars
Bagiku ini karya Clara Ng yang paling mengecewakan. Di bab awal semua sudah diceritakan sehingga saat terus membaca, tidak ada kejutannya lagi. Bahkan gaya menulis Clara yang ringan dan biasanya menyihir untuk terus-menerus membacanya seakan tidak kutemukan di sini. Berbeda dengan Dimsum Terakhir dan Gerhana Kembar yang membuat penasaran, dan memiliki karakter kuat serta believable, Tea for Two ya... begitu saja.

Jadi apa yang kulakukan? Membaca beberapa bab awal, kemudian membaca ba More...
Sep 05, 2010
Helvry rated it: 2 of 5 stars
Tea for two adalah novel yang sebelumnya diterbitkan sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Saat saya membeli novel ini awal Maret 2009, cerita bersambungnya belum selesai diterbitkan di harian Kompas.

Tea for Two adalah sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Sassy, seorang wanita muda yang enerjik dan bersemangat di tengah hiruk pikuk gemerlapnya kota metropolitan Jakarta. Lewat perusahaannya yang bergerak dibidang event organizer "temu jodoh", ia menghidupi karyawannya More...
Apr 04, 2009
Bunga Mawar rated it: 2 of 5 stars
Kenapa ya saya kasih bintang 2?
Pertama karena yang paling saya ingat dari kisah ini adalah cara penceritaan yang membingungkan. Kadang Sassy -tokoh utama cerita- jadi orang pertama, lalu tahu2 jadi orang ketiga. Dan gaya bahasanya aneh sekali. Eh, biasa saja sebenarnya, mendekati Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tapi tidak hidup kalau disesuaikan dengan setting zaman sekarang.

Lalu... saya harus baca ulang dulu, agar bisa menuliskan hal-hal lain yang tidak saya ingat sekara
1 comment like (1 person liked it)
Jun 03, 2009
Marlet rated it: 2 of 5 stars
Dibandingkan dgn buku Clara yang pertama kali saya baca "Dimsum Terakhir", rasanya buku ini jauh sangat mudah utk dibaca. Rasanya jadi kurang greget. Tema ttg KDRT rasanya terlalu mudah. Tp kembali lagi, yang namanya cinta ... kadang rasional kita jadi tidak terpakai. Amat sangat tidak enak jika pasangan kita selalu memantau dimana kita dan apa yg kita lakukan. Yang saya tahu, pernikahan itu adalah sebagai sarana pengembangan pribadi juga. Jadi kalau sampai terkekang, rasanya pernikaha More...
Apr 01, 2009
Reth's rated it: 3 of 5 stars
Ciri khas Clara Ng bertebaran sekali disini, dengan lawakan² jayusnya tapi yaahhh..ngebikin kita at least senyum juga sih.
Cuma mungkin editingnya aja yg kudu diperhatikan lebi teliti lagi, karena ada disitu (lupa halaman berapa) diceritakan Sassy sedang mengatur acara gathering companyny di Cafe Diatas Laut, tapi dihalaman selanjutnya nama cafe berubah menjadi Cafe Dibawah Laut, dan diakhir paragraf berganti lagi menjadi Cafe Diatas Laut
Jul 08, 2011
Erri rated it: 3 of 5 stars
Salah satu buku yang setelah membacanya berpikir dua kali untuk menikah, malah ekstrimnya menjadi tidak tertarik untuk menikah. sebenarnya buat apa juga menikah karena menurut saya di timur dan islam, wanita selalu menjadi urutan ke dua dalam pernikahan, harus mengalah, ngikut suami, mengalah dalam segala hal. Buat wanita yang masih single dan atau segera menikah kayaknya buku ini tidak recommended untuk dibaca. Kecuali anda sudah punya pendirian teguh untuk menikah.
Jun 21, 2009
naishakid rated it: 2 of 5 stars
oke..

sesuatu yang "terlalu" terbukti emang ngga baik..
jadi harus makin hati-hati sama lelaki..

terlalu sweet, romantis, dan bla bla bla terbukti emang bukan jaminan kalo dia emang beneran baik..
pilih yang baik sifat dan apa adanya aja..

juga..waspada kalo ada gejala menjurus pada kekerasan..
awalnya mungkin hanya cacian, tapi kalo dibiarin, who knows?