<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	
<book>
  <id>6226620</id>
  <title><![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]></title>
  <isbn><![CDATA[9789791704]]></isbn>
  <isbn13><![CDATA[]]></isbn13>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <description><![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]></description>
  <work>
  <best_book_id type="integer">6226620</best_book_id>
  <books_count type="integer">1</books_count>
  <desc_user_id type="integer" nil="true"></desc_user_id>
  <id type="integer">6409203</id>
  <media_type nil="true"></media_type>
  <original_language_id type="integer" nil="true"></original_language_id>
  <original_publication_day type="integer">16</original_publication_day>
  <original_publication_month type="integer">2</original_publication_month>
  <original_publication_year type="integer">2009</original_publication_year>
  <original_title>Rahasia Kaum Falasha</original_title>
  <rating_dist>total:13|5:4|4:3|3:3|2:3|1:0|</rating_dist>
  <ratings_count type="integer">13</ratings_count>
  <ratings_sum type="integer">47</ratings_sum>
  <reviews_count type="integer">17</reviews_count>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
</work>

  <average_rating><![CDATA[3.62]]></average_rating>
  <ratings_count><![CDATA[13]]></ratings_count>
  <text_reviews_count><![CDATA[5]]></text_reviews_count>
  
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha]]></link>
  <authors>
    <author>
    <id>2833979</id>
        <name><![CDATA[Mahardhika Zifana]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto/nophoto-U-200x266.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/2833979.Mahardhika_Zifana]]></link>
    <average_rating>3.80</average_rating>
    <ratings_count>15</ratings_count>
    <text_reviews_count>8</text_reviews_count>
  </author>
  </authors>
    <reviews start="1" end="17" total="17">
      <review>
  <id>50889282</id>
    <user>
    <id>2174380</id>
    <name><![CDATA[Tita]]></name>
    <location><![CDATA[Bandung, 30, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2174380-tita]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1238746578p3/2174380.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1238746578p2/2174380.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Sun Feb 01 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Mon Mar 30 00:08:45 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Mon Mar 30 00:10:34 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Rahasia Kaum Falasha*)<br/>Perburuan Filolog Muslim Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Zionis<br/><br/><br/>*)Kaum Falasha, adalah sebutan bagi anak cucu Menelik, putra Raja Sulaiman dan Ratu Saba.  Mereka berasal dari Ethiopia, berdarah Israel dan berkulit hitam.  Tetapi orang Israel tidak pernah...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/50889282">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/50889282]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/50889282]]></link>
</review>
      <review>
  <id>71035942</id>
    <user>
    <id>1324284</id>
    <name><![CDATA[Ugit Idle Member]]></name>
    <location><![CDATA[Bandung, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1324284-ugit-idle-member]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1260692791p3/1324284.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1260692791p2/1324284.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="novel" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Feb 19 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Sun Sep 13 00:38:41 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Sep 13 00:55:45 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Nggak nyangka.. Dhika yang saya tahu aktivis kampus, ternyata bisa bikin novel. Nggak cuma itu, novel yang dia bikin isinya bisa dibilang berbobot. Dengan genre yang masih jarang dirambah novelis Indonesia, Dhika berhasil ngasih saya hiburan yang ensiklopedis. Sebuah kisah petualangan dosen bahasa d...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/71035942">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/71035942]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/71035942]]></link>
</review>
      <review>
  <id>60887920</id>
    <user>
    <id>2452857</id>
    <name><![CDATA[Aa]]></name>
    <location><![CDATA[Bogor, 30, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2452857-aa-kucup]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Jun 23 22:05:24 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Jun 23 22:19:41 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[sebuah novel yang mengkolaborasikan antara fakta-fakta sejarah yang akurat dengan fiksi yang cukup mengajak para pembaca ikut hanyut dalam 'perburuan' tersebut. sebuah novel yang dapat memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat khususnya bagi umat Islam. terkadang sejarah sering dibelotkan namun ...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/60887920">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60887920]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60887920]]></link>
</review>
      <review>
  <id>53802421</id>
    <user>
    <id>2252558</id>
    <name><![CDATA[Prain]]></name>
    <location><![CDATA[Depok, 30, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2252558-prain]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Wed Apr 22 00:00:00 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Fri Apr 24 00:54:39 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 24 01:03:02 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Menurut saya fakta sejarahnya cukup menarik.<br/>Memang diawal agak membosankan karena seperti cerita &quot;picisan&quot; islami pada umumnya yang numpang nempel ketenaran AAC (maaf). Karena agak dipaksakan seperti Esa dan Nisa tahu batasan hubungan antara wanita dan pria. Tapi mereka sering pergi ...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/53802421">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/53802421]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/53802421]]></link>
</review>
      <review>
  <id>52266918</id>
    <user>
    <id>2210268</id>
    <name><![CDATA[Ralaz]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 04, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2210268-ralaz]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Sat Apr 11 00:00:00 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Fri Apr 10 22:23:04 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 10 23:58:26 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[BUKU NI KERN BGT...MAS DHIKA, KPN KLUAR YG TRILOGI KE DUA'A????<br/>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/52266918]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/52266918]]></link>
</review>
      <review>
  <id>74233583</id>
    <user>
    <id>2830025</id>
    <name><![CDATA[Suliwa]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 04, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2830025-suliwa]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1255912384p3/2830025.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1255912384p2/2830025.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>2</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="currently-reading" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Oct 11 20:52:44 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Oct 11 21:17:05 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/74233583]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/74233583]]></link>
</review>
      <review>
  <id>64759110</id>
    <user>
    <id>347052</id>
    <name><![CDATA[ahadiyat]]></name>
    <location><![CDATA[Bandung, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/347052-ahadiyat]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1228276851p3/347052.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1228276851p2/347052.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Jul 24 03:31:13 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Jul 24 03:31:13 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/64759110]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/64759110]]></link>
</review>
      <review>
  <id>63803493</id>
    <user>
    <id>1731272</id>
    <name><![CDATA[Truly]]></name>
    <location><![CDATA[Depok, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1731272-truly]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1261556560p3/1731272.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1261556560p2/1731272.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Thu Jul 16 19:31:52 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Thu Jul 16 19:31:52 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63803493]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63803493]]></link>
</review>
      <review>
  <id>63382722</id>
    <user>
    <id>158212</id>
    <name><![CDATA[Machmoed]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/158212-machmoed-santoso]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1223443270p3/158212.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1223443270p2/158212.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Mon Jul 13 21:05:28 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Mon Jul 13 21:05:28 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63382722]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63382722]]></link>
</review>
      <review>
  <id>60863203</id>
    <user>
    <id>1640820</id>
    <name><![CDATA[Nuning]]></name>
    <location><![CDATA[jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1640820-nuning-indani]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1224734221p3/1640820.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1224734221p2/1640820.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="indonesia---lain" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Sun Jun 28 20:07:29 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Tue Jun 23 19:01:03 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Jun 28 20:07:29 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60863203]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60863203]]></link>
</review>
      <review>
  <id>59857402</id>
    <user>
    <id>2271297</id>
    <name><![CDATA[Iman]]></name>
    <location><![CDATA[]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2271297-iman]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>2</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Jun 16 03:33:41 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Jun 16 03:33:50 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/59857402]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/59857402]]></link>
</review>
      <review>
  <id>57047346</id>
    <user>
    <id>2340741</id>
    <name><![CDATA[Ika]]></name>
    <location><![CDATA[Palembang, 25, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2340741-ika-widiasri]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1243089274p3/2340741.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1243089274p2/2340741.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="fiksi" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sat May 23 06:49:23 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun May 24 09:04:21 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/57047346]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/57047346]]></link>
</review>
      <review>
  <id>52293732</id>
    <user>
    <id>136651</id>
    <name><![CDATA[Ali]]></name>
    <location><![CDATA[Bekasi, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/136651-ali]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1243595637p3/136651.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1243595637p2/136651.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sat Apr 11 09:16:39 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue May 12 12:35:06 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/52293732]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/52293732]]></link>
</review>
      <review>
  <id>51925155</id>
    <user>
    <id>1594794</id>
    <name><![CDATA[Anni ]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1594794-anni]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1242262428p3/1594794.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1242262428p2/1594794.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Wed Apr 08 07:20:13 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Wed Apr 08 07:20:13 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51925155]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51925155]]></link>
</review>
      <review>
  <id>51454603</id>
    <user>
    <id>290544</id>
    <name><![CDATA[Fitria]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/290544-fitria]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1216628082p3/290544.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1216628082p2/290544.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>2</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Mon Jul 13 05:50:42 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Fri Apr 03 23:22:07 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Mon Jul 13 05:50:42 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51454603]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51454603]]></link>
</review>
      <review>
  <id>51404437</id>
    <user>
    <id>1035816</id>
    <name><![CDATA[Anti Wibawa]]></name>
    <location><![CDATA[Doha, Qatar]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1035816-anti-wibawa]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226426524p3/1035816.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226426524p2/1035816.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="history--religion" />
        <shelf name="novel--islami" />
        <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Apr 03 13:34:43 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 03 13:35:37 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51404437]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/51404437]]></link>
</review>
      <review>
  <id>45774385</id>
    <user>
    <id>357606</id>
    <name><![CDATA[Mahardhika]]></name>
    <location><![CDATA[Bandung, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/357606-mahardhika-zifana]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231333663p3/357606.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231333663p2/357606.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6226620</id>
  <isbn>9789791704</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">5</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Rahasia Kaum Falasha]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309m/6226620.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1234142309s/6226620.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6226620.Rahasia_Kaum_Falasha</link>
  <average_rating>3.62</average_rating>
  <ratings_count>13</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam budaya populer, tema tentang pencarian The Lost Ark of Covenant, atau Tabut Perjanjian Bani Israel yang hilang, telah beberapa kali diangkat dalam bentuk film, novel, atau cerita pendek. Misalnya dalam film Indiana Jones and the Raider of the Lost Ark yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Harrisson Ford. Umumnya, tema ini diangkat dalam relevansinya dengan Alkitab (Torah atau Injil) dan konteks Kristen atau Yahudi.<br/><br/>Antara tahun 2005-2008, saya mencoba untuk membangun sebuah perspektif baru dalam tema pencarian The Lost Ark of Covenant berdasarkan konteks pandangan Islam dengan mengacu kepada Surah Al Baqarah Ayat 248. Akhirnya, lahirlah novel ini.<br/><br/>“Rahasia Kaum Falasha” dihadirkan untuk mencoba memberikan alternatif dalam tema yang sama. Selain mencoba membangun perspektif Islam berdasarkan Al Qur’an, saya juga mencoba menguatkan kembali aplikasi literatur kuno, selain kitab-kitab suci, yang menyebut-nyebut Tabut Perjanjian ini, yakni kitab Kebra Nagast. Kebra Nagast merupakan kronik sejarah dari Ethiopia yang telah ada sejak 3000 tahun yang lalu, menceritakan tentang kisah dan silsilah raja-raja Dinasti Solomonik yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman as. dan Ratu Saba (Bilqis).<br/><br/>Kisah dalam novel ini dimulai ketika Heri, seorang ahli filologi, tewas di Ethiopia saat sedang melakukan penelitian untuk disertasinya. Kepolisian Ethiopia menyatakan bahwa Heri tewas karena dibunuh oleh Indra, yang juga merupakan asisten Heri dalam penelitiannya.<br/><br/>Esa, sahabat Heri, yang juga seorang dosen sastra di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menerima sebuah paket dari Heri melalui seseorang yang misterius. Paket itu diterimanya beberapa saat sebelum ia menerima kabar kematian Heri. Paket yang diterima Esa ternyata berisi sebuah gantungan kunci logam berbentuk segitiga sama sisi dengan warna emas.<br/><br/>Beberapa saat setelah kematian Heri, Esa kembali bertemu dengan Nisa, teman lamanya yang tiba-tiba muncul setelah bertahun-tahun. Di balik kemunculannya yang mendadak, Nisa ternyata bertujuan hendak mengambil segitiga emas yang ada pada Esa dan menyerahkannya pada ‘The Knigths of Zion’ –sebuah organisasi Zionis rahasia yang sangat menginginkan benda tersebut. ‘The Knigths of Zion’ berjanji untuk mempertemukan Nisa dengan ayahnya yang telah lama menghilang. Karena itulah Nisa mau melakukan hal tersebut.<br/><br/>Esa kemudian menemukan fakta bahwa desertasi yang sedang disusun Heri mengkaji sebuah naskah kuno Ethiopia dari Abad ke-1 Masehi yang ditulis dengan huruf Ge’ez dalam bahasa Archaic-Semitic –bahasa dan tulisan yang hanya biasa digunakan oleh bangsa Saba kuno. Sebelum meninggalnya, Heri ternyata sedang menggarap sebuah penelitian filologi untuk memecahkan teka-teki dalam manuskrip tersebut. Manuskrip tersebut telah menggiring Heri menemukan segitiga emas yang ternyata merupakan kunci penunjuk tempat penyimpanan Tabut Perjanjian Israel yang hilang (The Lost Ark of Covenant) dan harta simpanan Raja Sulaiman as.<br/><br/>‘The Knigths of Zion’, sebuah perkumpulan Zionis rahasia, merasa diri mereka sebagai pihak yang paling berhak untuk mewarisi Tabut Perjanjian dan harta peninggalan Sulaiman as. Sementara, bahaya besar mengancam jika Tabut suci tersebut jatuh ke tangan orang-orang Zionis. Maka, Esa pun dihadapkan kepada konflik. Apalagi ia terlanjur menyerahkan segitiga emas yang diterimanya kepada Nisa. Esa harus berpacu dengan ‘The Knight of Zion’ dalam menemukan Tabut Perjanjian dan harta karun Sulaiman as untuk mencegah agar benda tersebut tidak jatuh ke tangan Kaum Zionis.<br/><br/>Dalam pasar pembaca buku saat ini, sudah ada beberapa novel dengan genre dan tema yang sama. Sisi lain yang saya coba tawarkan melalui novel ini adalah segi kandungan unsur petualangan dan roman, serta penggabungannya dengan nilai-nilai kontemporer, historis, dan keislaman. Faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi nilai lebih bagi novel ini. Novel ini, insya Allah, tidak sepenuhnya fiksi, karena unsur-unsur pembangunnya diambil dari fakta, hipotesis, dan teori konspirasi. Saya sungguh berharap bahwa novel ini dapat menggugah wacana dan menambah wawasan bagi para pembacanya.]]>
  </description>
  <published>2009</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Feb 08 17:18:42 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Feb 08 17:19:01 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/45774385]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/45774385]]></link>
</review>
    </reviews>
  <popular_shelves>
          <shelf name="to-read" />
          <shelf name="currently-reading" />
          <shelf name="novel" />
          <shelf name="indonesia---lain" />
          <shelf name="fiksi" />
          <shelf name="history--religion" />
          <shelf name="novel--islami" />
      </popular_shelves>
  <book_links>
    <book_link>
  <id>8</id>
  <name><![CDATA[WorldCat]]></name>
  <link>http://www.goodreads.com/book_link/follow/8?book_id=6226620</link>
</book_link>
  </book_links>
</book>
</GoodreadsResponse>