Ma Yan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Ma Yan

by
3.63 of 5 stars 3.63  ·  rating details  ·  175 ratings  ·  49 reviews
Ma Yan terlahir sebagai anak tertua di keluarga miskin yang tinggal di Zhangjiashu, China. Saking miskinnya wilayah itu, bahkan beberapa keluarga di sana hanya berpenghasilan 120 yuan atau sekitar 15 dolar setahun. Namun, semangat Ma Yan yang luar biasa tidak membiarkan apa pun atau siapa pun menghalangi keinginannya meraih ilmu. Tidak hanya harus berlapar-lapar agar bisa...more
Paperback, 214 pages
Published January 2009 by Bentang Pustaka
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Ma Yan, please sign up.

Be the first to ask a question about Ma Yan

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 303)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Nike
Sebetulnya saya ragu harus memberi bintang berapa untuk buku ini. Akhirnya, 3,5 bintang deh.

Cerita tentang perjuangan hidup yang sulit memang banyak sekali mendapat respon yang baik dari para pembaca. Apalagi perjuangan untuk mengenyam pendidikan, buku ini memang buku yang pertama hadir. Untuk alasan itu sepertinya penerbit Bentang Pustaka memberikan label 'Lini Laskar Pelangi' pada buku ini.

Berdasarkan kisah nyata, saya merasa buku ini akan membawa saya pada cerita hebat, penuh perjuangan diiku...more
Endah
Bulan Mei 2001. Pierre Haski, seorang wartawan Prancis yang bergabung dengan sebuah tim ekspedisi kecil, tiba di Zhanjiashu, sebuah dusun kecil berjarak ribuan kilometer dari Beijing. Di kampung ini, Pierre dan rombongannya dipaksa oleh seorang ibu untuk singgah ke rumahnya yang sangat sederhana. Di sana, ibu tersebut memberikan selembar surat dan tiga buah buku kecil bersampul cokelat. Surat dan buku yang ternyata adalah sebuah diary itu ditulis dengan pensil oleh seorang bocah perempuan berusi...more
Aina Dayana Hilmi
Sinopsis buku ini amat menarik. Ia diadaptasi dari kisah benar yang berlaku di wilayah terpencil di China. Sungguh mengagumkan semangat seorang anak perempuan yang begitu kental jiwanya untuk menimba ilmu. Bukan mudah melalui perjalanan sejauh 5 jam berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Subhanallah. Saya teringat akan Lintang di dalam Laskar Pelangi. Ya, anak-anak ini sungguh bersemangat waja.

Ma Yan adalah anak sulung dari 3 orang adik-beradik yang mana dua lagi di bawahnya ialah lelaki. Sudah...more
Farah
Novel ini mungkin seharusnya bagus ya.
Maksud gue, kan udah menceritakan perjuangan Ma Yan, ibunya, keluarganya, adik2nya, bagaimana Ma Yan menyimpan semuanya dalam buku catatannya.

Tapi menjadi membingungkan, saat kita berusaha memikirkan, bagaimana sebenarnya cerita mengenai Ma Yan ini bisa terungkap?

Kalau dibilang bahwa kisah Ma Yan ini terungkap berkat buku catatan yang diberikan oleh ibunya kepada lelaki asing yang ditemuinya pada suatu kali, gue rasa masih kurang mendukung juga.
Karena sejauh...more
Uci
Saat buku ini sampai di tangan, yang pertama saya cari adalah informasi proses penulisannya. Kenapa? Karena Ma Yan berkisah tentang gadis kecil miskin di Cina yang berjuang untuk bisa tetap sekolah, dan nama penulis yang tertera di sampulnya adalah Sanie B. Kuncoro. Apakah Sanie riset sendiri ke negeri Cina untuk menulis kisah Ma Yan? Saya tidak menemukan jawabannya. Lalu saya mencari buku ini di goodreads, dan ternyata ada edisi bahasa Inggrisnya. Jadi apakah Sanie menerjemahkan buku ini atau m...more
Bentang
Ma Yan adalah karya Sanie B Kuncoro yang berdasar pada kisah nyata seorang gadis kecil miskin di pedalaman China yang berjuang untuk memperoleh pendidikan. Novel ini pertama terbit pada 2009 dan mendapat banyak apresiasi dari pembaca karena kisahnya yang menggugah dan sangat menyentuh.
Hingga kini cerpen Sanie tersebar di berbagai media. Koran Kompas, Jawa Pos, Suara Merdeka, majalah Femina, Pesona, Sekar, Kartini, Eve dan tabloid Nyata. Novelnya yang telah diterbitkan adalah: Garis Perempuan, Me...more
Sophia P.
Pretty Good, but too dramatic...
"Sampai titik darah penghabisan"?
"Saya Gagal?"
:D (rofl)
Suryati
Ketika melihat buku ini dan membaca sedikit resensinya dibelakang buku ini, hati ini langsung tertarik. Setiap kisah yang menceritakan perjuangan dan semangat seseorang untuk bisa bersekolah setinggi-tingginya dan berusaha menggapai impiannya selalu membuatku terharu dan terkadang jika kisah itu disampaikan dengan bahasa yang menarik, air mataku tak terasa pasti keluar terkadang bergetar tubuh dan jiwaku. Entahlah...kisah seperti ini seolah melemparku kembali ke masa lalu...

Novel ini diangkat da...more
Welma La'anda
Ini ialah antara buku yang paling sukar sekali saya selesaikan. Sehingga saya mengamalkan bacaan pantas dan mungkin ada beberapa halaman yang tidak dibaca. Saya memang bermasalah apabila membaca buku yang sedih. Tambahan lagi jikalau ia melibatkan orang Islam dan saya tahu itu adalah kisah benar. Maka bertambah-tambahlah kekusutan jiwa ketika membacanya.

Ma Yan mengisahkan seorang remaja (lahir 1988 - 4 tahun lebih muda dari saya) yang berjuang untuk bersekolah. Keluarga sebelah ayahnya merupakan...more
Sri Een Hartatik -
"Emang di negeri China ada umat muslim?", ini adalah salah satu alasan saya membaca buku ini.

Ma Yan adalah seorang gadis muslim kecil dari China, yang tinggal di sebuah komunitas muslim Hui, provinsi Ningxia.

Keluarga Ma Yan sangat miskin tapi mengutamakan pendidikan. Ma Yan harus berjalan berkilo2 dari rumahnya untuk menuju sekolah. Untuk beli pulpen saja, dia harus puasa berhari2 dan menabung uang sakunya T_T. Saya nangis haru di bagian Ma Yan yang harus puasa di bulan Ramadhan, berat sekali pe...more
AyuShafiyah
"Peribahasa mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Maafkan bahwa aku telah gagal, Ibu. Namun, aku tidak akan berlindung di balik peribahasa itu. Tidak akan kulindungi ataupun kusamarkan kegagalan dengan alasan apa pun. Gagal adalah gagal. Kuterima dan kuakui dengan sepenuh hati.

Tapi Ibu, apakah kegagalan membuatku harus berhenti lalu melupakan jejak langkah yang telah kutempuh sebelum ini? Apakah kemudian aku harus kehilangan jejak untuk menuju arah selanjutnya?

Tidak Ibu,...more
Irawan Senda
Judul Buku : Ma Yan
Penulis : Sanie B. Kuncoro
Pembaca : Semua Kalangan
Jenis Buku : Novel Inspirasi dari Kisah Nyata
Penerbit : Bentang
Penilaian : 4/5 (versi KBB)

Baru-baru ini saya membaca novel Ma Yan. Sebuah novel yang sangat menggugah dan sangat menyentuh perasaan. Novel ini bercerita tentang betapa sulitnya Ma Yan menghadapi hidup. Setiap hari ia harus berjibaku dengan kehidupan yang seolah tidak bersahabat kepadanya.
Dalam menjalani kehidupannya ia harus berjuang mempertahankan keinginannya unt...more
B-zee
Perjuangan dan Mimpi Gadis Kecil Miskin di Pedalaman China untuk Meraih Pendidikan. Itulah subjudul yang tertera di sampul buku ini. Dan begitu pula lah isinya. Ma Yan, adalah putri sulung dari pasangan keluarga miskin di daerah terpencil di China. Saking terpencilnya, dikatakan bahwa orang tak mungkin datang ke sana secara tidak sengaja. Selain itu, daerah tersebut mengalami kekeringan berkepanjangan akibat kebijakan pemerintah sebelumnya, sehingga meskipun bermata pencaharian sebagai petani, p...more
verena mumtaz
Masih ingat dengan tokoh Lintang dalam laskar pelangi? Anak nelayan yang rela menggayuh sepedanya berkilo –kilo meter agar dapat mendapatkan pendidikan dibangku sekolah. tak jarang dia harus berpapasan dengan buaya, menunggu buaya lewat agar dia bisa selamat sampai di sekolah.

Hal itu juga hampir sama dengan apa yang dialami oleh Ma Yan. Ma Yan terlahir sebagai anak tertua dari keluarga miskin yang tinggal di Zhangjiashu. Sebuah kota kecil yang terletak ribuan kilometer di sebelah barat laut Beij...more
Azrulazly
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Norziati
Kisah besar mengenai seorang kanak-kanak bernama Ma Yan dan dunia kemiskinan yang dihadapi keluarganya dalam memastikan dia tidak kecicran dalam persekolahan. Suatu masa, dia diminta berhenti sekolah kerana ibu bapanya tidak mampu menampung perbelanjaan tetapi dia berusaha meyakinkan ibu bapanya agar dia terus dapat belajar. Kisah kemiskinan mereka sungguh menyiksakan kita sebagai pembaca kerana mereka sering berhadapan dengan kelaparan sehingga mereka lupa bagaimana perasaan kenyang. Hidup dala...more
Safitri
Ma Yan gadis yang terlahir sebagai anak tertua di keluarga miskin yang tinggal di Zhangjiashu, China. Daerah pedalaman yang tak pernah tersentuh ingar-bingar kemajuan ekonomi di China. Saya ‘bertemu’ Ma Yan di sebuah toko buku kecil di Tasikmalaya. Ia ada di rak bersama buku-buku lainnya. Buku ini saya beli sebagai hadiah bagi keponakan perempuan yang tinggal di rumah untuk melanjutkan sekolah. Sayangnya keponakan saya tidak pernah tertarik untuk membacanya hingga kemarin di hari ke-6 puasa saya...more
Sakyahara
baru dapet kemarin siang waktu nonton kick andy. tapi belum beli bukunya. penasaran, kira-kira sama laskar pelangi beda dimananya ya?

-===============--
Setelah selesai membacanya, saya mengakui bahwa kisahnya sendiri sangat menarik dan menggugah kesadaran baru. dari sudut pandang content sangat menghanyutkan.
Tetapi bagi saya ada yang sangat menggangu
1. Setelah saya googling, saya temukan bahwa buku dengan judulnya "Ma Yan " masing2 telah pernah beredar dalam versi bahasa inggris. Tetapi di dalam...more
S3nj4
Berikut ini adalah resensi siswa kelas 10 setelah membaca Ma Yan bulan lalu.




Judul Buku: “Ma Yan”
Penulis: Sanie B. Kuncoro
Editor: Rahmat Widada
Penerbit: Bentang
Cetakan: I, 2009
Tebal: 214 halaman

Tak ada yang mustahil

Suatu hari di desa Zhangjiashu, China pada tahun 2001, Pierre Haski dan tim ekspedisinya yang bersiap meninggalkan daerah tersebut dipergoki oleh seorang wanita asing. Dengan panik wanita tersebut berceloteh dalam bahasa Mandarin, menarik-narik mereka agar ikut kerumahnya. Ketika tiba...more
Purna Yenti
Kisah yang mengharu biru. Dari halaman pertama hingga akhir membuat mata saya senantiasa berkaca-kaca.. Buku yang tepat dibaca di bulan Ramadan.. Ternyata lapar dan haus yang kita rasakan di bulan puasa ini, ga’ bisa dibandingin dengan lapar dan hausnya penduduk negeri nun jauh di sana, dekat gurun di Mongolia, tepatnya desa Zhangjiashu, China untuk bertahan hidup dan bersekolah. Ma Yan adalah seorang anak perempuan di desa itu. Hidup keluarganya susah..teramat susah.. Namun, semangat Ma Yan yan...more
sinta nisfuanna
Ma Yan, gadis kecil Zhangjiashu yang menyimpan bara semangat untuk sekolah, walaupun harus berperang dengan kemiskinan. Di sisi lain, Bai Juhua, ibu Ma Yan, seorang wanita tangguh yang berjuang agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya. Namun, berhadapan dengan "kuasa" kemiskinan sempat membuat Bai Juhua harus mematahkan semangat sang putri. Semangat yang harus dicabut karena kemiskinan dan garis perempuan. Garis yang mengukir "Perempuan tak layak mendapat pendidikan seperti l...more
Meita
perjuangan ma yan untuk mendapatkan pendidikan sungguh mengagumkan, mengharukan, dan menakjubkan. Ma Yan membuatku malu pada diriku sendiri. Ma Yan gadis yang baik, pintar, dan sangat sayang pada orang tuanya. Ma Yan kekurangan secara finansial,, tapi dia terus berjuang demi pendidikannya.Dia bahkan rela berpuasa selama 2 pekan demi membeli sebuah pena. aku kadang malah menyiakan benda kecil itu, tanpa tau bahwa itu harta yang lebih berharga dari semangkuk sup bagi orang lain.....
Mengetahui ceri...more
Amelia
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Dian Shinta
Menceritakan tentang perjalanan seorang gadis kecil miskin dari pedalaman china bernama Ma Yan dalam memperjuangkan pendidikan. Ma Yan adalah anak sulung dari keluarga yang sangat miskin, mereka mewarisi kemiskinan dari leluhurnya. Ibu Ma Yan tidak rela bila kemiskinan itu terus berlanjut pada generasi berikutnya. karena itulah dia berani menentang tradisi untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya. Sayang jalan yang dia pilih tidak mudah, banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadang....more
Wan
Sebuah naskhah yang sarat dengan pengajaran, mengajar kita erti kesabaran dan erti perjuangan dalam ruang lingkup masyarakat yang terbatas serba-serbi hatta untuk sesuap nasi setiap hari harus bercatu apatah lagi dalam hal yang di anggap 'mewah' bagi golongan yang daif ini iaitu 'belajar/bersekolah'.

Dengan segala kudrat yang ada, dengan usaha yang tanpa putus asa, adakalanya nasib masih tidak berpihak pada mereka. Sedih! Sebak! Itu yang saya rasa sepanjang naskhah nipis ini saya cuba tamatkan.

Sa...more
Xara_fatima
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Michael Mario
buku ini mengingatkan saya waktu membaca buku tetralogo laskar pelngi
buku ini mengisahkan seorang anak perempuan yang berada dalam dilema diskriminasa suatu budaya yang mengangap bahwa seorang lelaki memiliki derajat yg lebih tinggi, termasuk dalam hal memperoleh pendidikan. perjalanan ceritanya patutu menjadi panutan dan di jadikan motivasi bagi anak-anak muda dalam menempuh pendidikan.
sayangnya menurut saya ending dalam cerita buku ini kurang menarik, kurang mengigit istilahnya, beda dengan te...more
Nurul Azlin
" Tidak. Aku tidak boleh marah. Aku tidak ada hak memarahi orang tuaku. Seorang anak bahkab berhutang nyawa kepada ibu yang melahirkannya dan berhutang kepada ayah yang membiayai hidupnya semenjak dia berada dalam kandungan. Seorang ank tidak terdaya membayar segala hutang itu dan sebab itu dia tidak ada hak memarahi orang tuanya, walaupun hatinya disakiti" ms/ 92
Setiap kali aku sakit hati dengan kedua orangtua ku aku akn teringat ayat ni. Aku tak layak! Buku yang banyak pengajaran namun agak l...more
Palsay
Di awal2 buku ini rasanya tidak ada yg terlalu istimewa dengan kisah Ma Yan, atau mungkin aku masih menyesuaikan dengan gaya tulisannya Mba Sanie yang mendayu-dayu. Tapi setengah buku sampai halaman akhir benar-benar membutuhkan perjuangan untuk tidak meneteskan air mata (secara bacanya di bis)...

betapa mengharukannya perjuangan Ma Yan untuk memperoleh pendidikan...perjuangan yang mungkin juga dilakukan oleh bocah2 miskin di nusantara.

membuat kita berfikir, apa yang bisa kita berikan untuk meri...more
Suzan Oktaria
...Masakan Ibu senantiasa terasa lezat. Entah mengapa bisa seenak itu bagi lidahku walaupun masakan itu seringkali hanya berupa sayur kubis berbumbu bawang dan garam. Barangkali itu karena Ibu memasaknya dengan sepenuh hati, sehingga kasih sayang di dalam dirinya kepada kami terbawa dalam ramuan bumbu pada pada setiap masakannya, dan menciptakan kelezatan yang tak tertandingi bagi lidah kami...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Garis Perempuan Memilikimu Silang Hati Melepas Ranting Hati Kekasih Gelap

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Aku tidak boleh marah terhadap Ayah dan Ibu. Jika aku tak mengikuti nasihatnya, akan berada di mana aku hari ini? Aku tak akan tubuh dewasa dan mengerti tentang hal-hal baik dalam hidup. Jika ibu tidak membimbingku lewat kecaman-kecamannya, aku takkan tahu satu fen atau satu yuan itu apa, serta dari mana uang itu diperoleh” 9 likes
More quotes…