Hafalan Solat Delisa
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Hafalan Solat Delisa

by
4.2 of 5 stars 4.20  ·  rating details  ·  5,353 ratings  ·  635 reviews
Delisa anak perempuan yang bermata hijau, bening dan umurnya baru mencecah lima tahun. Dia hidup dalam keluarganya yang sebegitu, dia cuba menghafal bacaan dalam solat dengan bantuan ibu dan kakaknya.

Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatka senyuman pada wajah Delisa. Tsunami mengambil segala-galanya, keluarga juga kaki kecilnya....more
Paperback, 280 pages
Published November 28th 2008 by PTS Litera Utama SDN BHD (first published 2005)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Hafalan Solat Delisa, please sign up.

Be the first to ask a question about Hafalan Solat Delisa

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Nicegreen
Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.

Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama'ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa sus...more
Welma La'anda
Saya sangat menyayanginya. Saya bersyukur kerana saya dizinkan Allah untuk mengenali dan membacanya. Saya sendiri tidak tahu bagaimana secara professional untuk menilai kebagusan sebuah novel, tetapi sebagai pembaca saya menilai kebagusan sebuah buku itu daripada aspek pengaruhnya terhadap kejiwaan saya dan novel ini telah berjaya membawa saya berfikir sejenak tentang erti keyakinan dan kehidupan saya. Saya sendiri tidak tahu apa perkataan yang paling sesuai untuk meringkaskan mesej dalam novel...more
IkaSadera
Seorang syekh berkata "Jika kau ingin menjadi orang shaleh, ubahlah sifatmu menuju sifat anak-anak"..."Anak-anak mempunyai 5 sifat , dan jika orang dewasa mempunyai sifat yang sama, mereka akan meraih tingkatan orang saleh"
1. Mereka tak cemas tentang makanan sehari-hari mereka
2. Ketika mereka jatuh sakit, mereka tidak mengeluh siang dan malam hari menyangkut rasa tak enak yang dirasakannya.
3. Apapun makanan yang mereka miliki, mereka akan berbagi.
4. Ketika mereka bertengkar atau berselisih, mere...more
Norain
Agak sukar untuk saya mengadili buku ini sebenarnya. Ada faktor emosi sewaktu saya membaca buku ini maka susah untuk mengkelaskan apakah air mata yang berbaldi tumpah adalah kerana isi novel ini semata-mata atau disumbang faktor saya ini anak rantau yang rindukan keluarganya (bak kata Kak Limau Nipis, buku ni tidaklah sesuai dibaca tanpa famili di sisi).

Permulaannya amat baik. Keharmonian keluarga Ummi Salamah dan Abi Usman meresap jauh ke dalam hati, bersama dengan nilai Islam yang disampaikan...more
Tiwik
Ini adalah kisah tentang tsunami…
Ini adalah kisah tentang kanak-kanak…
Ini adalah kisah tentang proses memahami…
Ini adalah kisah tentang keikhlasan…
Ini adalah kisah tentang Delisa…

Bila sebelumnya tidak membaca frequently asked questionnya, pastilah saya akan mengira ini adalah kisah nyata yang terekam oleh Tere Liye dan dikembangkan menjadi sebuah cerita yang hebat.

Kisah yang dimulai dengan keharmonisan dan kelucuan tingkah sebuah keluarga bahagia yang terdiri dari ummi Salamah yang perhatian tet...more
Amer Mukhlis
Novel spritual pembangun jiwa. Bila aku habis baca novel ini aku rasa aku antara yang bertuah dalam dunia sedangkan orang lain lagi susah dari aku. Ini bukan kisah biasa, ini kisah kasih dan sayang sesama keluarga yang saling kehilangan semasa dihentam amarah Tsunami!
Rahmi
Cerita yang sangat menyentuh, membuat bulu kuduk berdiri (tapi jangan salah ini bukan cerita hantu, mistis, klenik dsb). Cerita dengan background tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 ini melahirkan sebuah kontemplasi tentang makna rutinitas sholat sebagai sebuah wujud penghambaan makhluk pada Rabb-nya. Beberapa point penting yang dapat diambil: Pertama, niat untuk beribadah hanya kepada Allah (sesungguhya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah penguasa semesta alam) karena dengan...more
Ayu Puspita Sari
Akhirnya selesai baca juga setelah lamaaaaaaaaaaaaaa sekali saya tinggalkan. Entah kenapa. Mungkin karena gaya penulisannya yang sulit menyedot perhatian saya. Padahal ini buku pinjaman. Yang katanya bisa membuat saya menangis. Saya merasa jadi seperti peminjam tidak bertanggung jawab, karena menahan buku lama-lama dan karena gagal menangis.

Buku kedua Tere Liye yang saya baca. Kisahnya apik, mengenai keluarga dan agama. Cerita tentang keluarga sederhana yang sepertinya sangat ideal hanya untuk k...more
Tapetum Lucidum
Termenung! Itulah yang saya lakukan persis setelah membaca buku ini, sebelum akhirnya saya sadar belum shalat ashar dan saya pun cepat-cepat mengambil wudhu.

Ceritanya sendiri adalah tentang seorang anak bernama Delisa yang mendapat tugas menghafal bacaan shalat. Ibunya berjanji akan memberinya kalung huruf 'D' jika ia berhasil hafal. Delisa pun senang dan ingin cepat-cepat menghafal bacaannya.

Tapi masalah tak berhenti sampai situ. Bencana yang melanda Aceh beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada...more
Ummu Auni
Ini buku yang gerak hatiku bersuara untuk membelinya, tanpa mengenali siapa Tere Liye. Terasa kagum aku membacanya, adunan tulisan berjaya menghasilkan getaran di jiwa. Bagiku sebagai rakyat Malaysia, yang kukira bukanlah begitu jauh dengan Acheh, masih tidak dapat menyelami hakikat peristiwa tsunami yang berlaku sekitar Disember 2004.

Penulis berjaya menghidupkan kembali suasana setelah berlakunya tsunami, bagaimana sebuah bandar yang ranap dibangunkan dengan kadar perlahan, tetapi berjaya bang...more
Inna
Delisa bungsu dari 4 bersaudara dibesarkan dalam keluarga hangat dan sangat religi disalah satu kota di Nanggro Aceh Darussalam.. Delisa yang mendamba kalung ”D” untuk Delisa! Untuk hafalan shalatnya. Kalung yang kemudian tidak dimilikinya karena Tsunami menghantan Lhok Ngah saat hafalan shalatnya disetor pada Ibu Guru Nur pada saat itu Ahad, tanggal 26 Desember 2004.yah saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan 80% penghuni Lhok Ngah beserta penghuninya.

Sampai dengan lembar 50pertama, saya masih b...more
Esti
Nice book..
Diam2 aku menghapus airmata waktu baca buku ini di atas kereta Taksaka, di sebelah anak ABG yg sibuk dengan gadget-nya :p
Cerita sederhana, dengan catatan kaki yang menghentak emosi..
sinta nisfuanna
hohohoho...sukses bikin termehek-mehek, nangis kenceng pas Delisa ngobrol ma Umam...:((

rencana mw dikasih bintang 5 cuman koq ya gak sreg ma footnotenya...jadinya bintang 4 sajo
Putra
jatuh cinta pada delisa...
kqkqkqkq
Iqbal
Entah bagaimana menuliskannya...buku ini lah yang menandaidai awal saya berani membeli buku. Perlu waktu lama untuk mulai melanjutkan kebiasaan mbaca dengan kegemaran membeli buku. Tiba-tiba saja saat itu dapet rizqi. Pingin beli buku. Tapi g punya bayangan sama sekali buku apa yang mau saya beli.

sampai tiba di toko buku...tertumbuk pada sebuah buku...novel. gak tahu kok langsung tertarik. Ada komentar hebat dari orang-orang hebat di sampul bukunya. langsung di bawa ke kasir.

dan ya Allah....saya...more
Afifah
Sudah lama memasukkan buku ini dalam list buku yang harus saya baca. Tetapi baru berkesempatan (atau menyempatkan) membaca 2 hari terakhir ini. Hasilnya, saya banjir air mata.
Saya memiliki kenangan tersendiri tentang tsunami Aceh. Saat itu, saya baru menjadi seorang ibu, dengan satu anak yang berusia sekitar 1,5 bulan (anak pertama saya lahir 17 November 2004). Suami yang saat itu masih ko-as, menjadi relawan medis yang diberangkatkan ke Aceh pada awal-awal peristiwa tsunami. Karena saya dan sua...more
Aina Dayana Hilmi
Pertama kali membacanya, hati sudah terpaut pada keletah Delisa dan kakak-kakaknya :) Sifatnya yang keletah ditambah lagi kesungguhannya menghafal bacaan dalam solat. Delisa mempunyai keluarga yang bahagia. Ibunya seorang suri rumah dan menitikberatkan soal pendidikan agama anak-anaknya. Sementelahan suaminya seorang pelaut (jika saya tidak silap – terlupa apa pekerjaan abi delisa), ibu delisa mengajar sendiri anak-anaknya mengaji al-Quran, mengimami mereka solat berjemaah dan mengurus rumah ta...more
Danur Dimara
Judul Buku : Hafalan Shalat Delisa
Penulis : tere-liye
Penerbit : REPUBLIKA
Halaman isi : 270 halaman 20.5 x 13.5 cm
Jenis : Fiksi Islami
Cetakan X, Agustus 2009

“Novel tentang bacaan shalat anak 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Nilai keikhlasan dengan halus di jalin pengarangnya ke dalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak-balik ke Lhok Nga itu.”
Taufik Ismail
Penyair

“Buku yang indah ditulis dal...more
Rika Moniarti
Delisa adalah gadis kecil berusia 6 tahun, bungsu dari empat bersaudara. Mereka tinggal di Lhok Nga, sebuah kota di pesisir pantai Aceh bersama sang Ummi. Adapun Abi mereka, bekerja di tanker perusahaan minyak yang pulang tiga bulan sekali untuk menengok keluarga tercinta.

Bagi Delisa, menghafal bacaan-bacaan shalat memiliki kesulitan tersendiri. Terutama ia sering tertukar menempatkan susunan kata-kata dalam satu ayat, begitu juga ia sering tertukar antara bacaan ruku dan bacaan sujud. Ada sesua...more
Isnaini Nuri
"Delisa cinta ummi karena Allah"

Delisa, seorang anak berumur 6 tahun, tinggal bersama ummi Salamah dan kakak-kakaknya, Fatimah; dan si kembar Zahra dan Aisyah di Aceh. Abi nya, Abi Usman, bekerja di perusahaan kapal asing yang baru pulang 3 bulan sekali.

Ummi Salamah biasa menberi hadiah berupa kalung emas pada anak-anaknya yang berhasil menghapal bacaan sholat dengan sempurna. Karena itu Delisa sangat bersemangat menghapal bacaan sholat demi sebuah kalung yang dijanjikan umminya. Pada hari Deli...more
Devi Luxkyta
Judul buku :Hafalan Sholat Delisa
Penulis :Tere Liye
Penerbit :Republika
Tahun terbit:2005
Jumlah hal :248 halaman

Bacaan shalat memang sulit untuk diingat,menggunakan bahasa arab,dan juga harus mengerti dari arti bacaan itu.Yang terkadang membuat anak sulit ataupun malas untuk membaca bahkan mengingatnya.Itu semua memang masalah sulit,tetapi saat telaten membaca bacaan shalat dan dengan bantuan orang tua yang mendampingi di samping anak.Insya Allah masalah itu dapat terselesaikan.
Seperti yang dicer...more
Sevi Chonifah
Perjuangan Seorang Gadis Kecil
judul :Hafalan Solat Delisa
Penulis:Tere Liye
Penerbit:Republika
Halaman :196
Buku ini berisi tentang sebuah perjuangan gadis kecil, ia bernama Delisa. Dia adalah seorang gadis yang cantik dan manis. Ia hidup bersama orang tua da ketiga kakak perempuannya yang mempunyai pengetahuan agama yang baik. Delisa mempunyai tugas dari sekolahannya, dia harus bisa menghafalkan bacaan sholat dengan baik dan benar. Dia berjuang dengan sekuat tenaga untuk menghafalkan bacaan solat i...more
Niswa Fithriyah
by :tere liye
diterbitkan oleh:gramedia


kelebihan
buku inimenceritakan tentang semangat seorang anak yang kira2 duduk disekolah dasar untuk menghafallkan sholat.anak itu bernama delisa.waktu badai tssunami datang,delisapun tetap fokus praktek menghafalkan sholatnya.karena gurunya bilang kalau delisa tidak usah menghiraukan yang disekelilingnya.sampai suatu saat semua orang yang ada dipesisir pantaipunhanyut terbawa ombak tsunami.namun ajaibnya,delisa tetap terjaga dalaam hafalannya.sayang,ketika i...more
Faaizz d zul
ingat lagi tulisan "100 hari"?

bila kadang-kadang kita terlahir perasaan jijik eww pada homeless yang senyum cengeng pada kita di ibukota,
anak kecil yang kita bawa bersama membalas senyuman riang dari mereka.

bila kadang-kadang angin yang menerpa kita terasa menyusahkan karena merusak dandanan rambut pacak super saiya tahap 3,
anak kecil itu memejam mata mendepang tangan, menikmati dan terbang bersama setiap deru angin yang padu ke tubuhnya, walaupun jatuh, tapi senyum berdiri semula.

bila kadang-ka...more
Dina Meidianti
Saya membeli buku ini kemarin karena saya sangat penasaran dengan review yang saya baca, bahwa novel ini memiliki ulasan yang sangat bagus.

Saya sedang membaca buku ini dan ikut terhanyut dengan alur yang ada. Tetapi, kalau boleh saya jujur, kenapa saya tidak menangis seperti pembaca yang lainnya ya? Tapi saya akui pada halaman 68, buku kuduk saya berdiri karena merinding hehehe.. kereeen!

Setelah saya selesai membaca buku ini, saya akui bahwa buku ini pantas mendapatkn bintang yng tinggi. Sosok D...more
Yusinaru
selesai baca buku ini aku baru tersadar, betapa kita sering di penuhi oleh masalah2 duniawi hingga menyita seluruh pikiran dan waktu kita. tanpa kita sadari bahwa semua itu kembali pada Nya
delisa, seorang bocah 6 tahun, mengajarkan kita untuk memandang semua masalah secara sederhana dan menyelesaikannya dengan sebenar2 ikhlas dan menerima.
belum cukup, ia juga mengingatkan kita akan kematian yg menanti di depan mata..


ini buku yg paling nguras air mata ku kyknya...

saran utk yg belom baca: jgn bac...more
Sirin Zahra
Novel yang menceritakan tentang ketegaran seorang anak bernama Delisa ketika menghadapi Tsunami Aceh. Dimana keluarganya yang tersisa hanya ayahnya. Novel ini juga menceritakan bahwa Delisa dapat menghafal bacaan shalat sendiri. Delisa ingin shalatnya yang pertama dapat ia laksanakan dengan khusyuk dan bacaan yang fasih.

Berkali-kali nangis waktu baca novel ini. Bukan karena ceritanya yang sedih, tapi merasa diri masih kalah telak dengan keikhlasan dan ketegaran Delisa.
Devi  Lusyana
Dec 16, 2009 Devi Lusyana rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: my beloved friends
membaca buku ini bagaikan menampar diri sendiri. kesederhanaan cerita dengan alur yg sederhana membawa kita dalam penyadaran diri yg luar biasa. bahwa delisa yg kecil mungil saja ikhlas dalam menjalankan hidupnya yg terkoyak krn tsunami. kehilangan ibu dan kakak2 tercinta, bahkan kakinya. membuat saya menangis tersedu dimana tepat pada hari itu salah seorang anggota keluarga berpulang ke rahmatullah. sungguh dahsyat buku ini. its a must read book!!
Ary Nilandari
buku ini mengharukan. Tapi setelah membaca Bidadari-Bidadari Surga, aku telah menaikkan shieldku, jadi nggak terlalu membuat mataku bengkak. Lagi-lagi keseharian dan keajaiban dunia anak dipamerkan dengan indah. Aku belajar banyak, Darwis!
Cuma, catatan kakinya menggangguku, aku seolah didului penulis bagaimana harus bereaksi. Akhirnya kuabaikan suara Tere dengan tidak membaca footnotenya. Maaf.
Femmy
Kepolosan yang indah dan mengharukan. Satu keluhan kecil, beberapa detail yang meragukan (misalnya nama Michael J Fox untuk tokoh dari Finlandia) sedikit mengurangi kredibilitas cerita ini. Tapi, itu hanya keluhan kecil. Terlepas dari itu, novel ini sukses menyentuh hati saya dan membuat saya menitikkan air mata berulang kali.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
berharap ada lanjutan novel ini 6 19 Jul 04, 2013 09:46PM  
berharap ada lanjutan novel ini 1 6 Oct 02, 2012 05:45AM  
betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan 19 121 Aug 26, 2012 11:25AM  
  • Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)
  • Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan
  • Cinta di Dalam Gelas
  • Ketika Mas Gagah Pergi (Edisi Kedua)
  • Diorama Sepasang Al Banna
  • Dalam Dekapan Ukhuwah
  • Ayat-Ayat Cinta
  • Negeri van Oranje
  • Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • Perahu Kertas
  • Sakinah Bersamamu
  • 33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut
  • Habibie & Ainun
838768

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
More about Tere Liye...
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Bidadari Bidadari Surga Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Moga Bunda Disayang Allah Ayahku (Bukan) Pembohong

Share This Book

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
428 likes
“Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
188 likes
More quotes…