<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	
<book>
  <id>6060001</id>
  <title><![CDATA[This Earth of Mankind (Buru Quartet)]]></title>
  <isbn><![CDATA[]]></isbn>
  <isbn13><![CDATA[]]></isbn13>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1237247413m/6060001.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1237247413s/6060001.jpg</small_image_url>
  <description><![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]></description>
  <work>
  <best_book_id type="integer">1398034</best_book_id>
  <books_count type="integer">14</books_count>
  <desc_user_id type="integer" nil="true"></desc_user_id>
  <id type="integer">1881100</id>
  <media_type>book</media_type>
  <original_language_id type="integer" nil="true"></original_language_id>
  <original_publication_day type="integer" nil="true"></original_publication_day>
  <original_publication_month type="integer" nil="true"></original_publication_month>
  <original_publication_year type="integer">1975</original_publication_year>
  <original_title>Bumi Manusia</original_title>
  <rating_dist>total:1682|5:76|4:27|3:11|2:3|1:4|</rating_dist>
  <ratings_count type="integer">1682</ratings_count>
  <ratings_sum type="integer">7295</ratings_sum>
  <reviews_count type="integer">2210</reviews_count>
  <text_reviews_count type="integer">293</text_reviews_count>
</work>

  <average_rating><![CDATA[4.34]]></average_rating>
  <ratings_count><![CDATA[9]]></ratings_count>
  <text_reviews_count><![CDATA[3]]></text_reviews_count>
  
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/6060001.This_Earth_of_Mankind]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/6060001.This_Earth_of_Mankind]]></link>
  <authors>
    <author>
    <id>101823</id>
        <name><![CDATA[Pramoedya Ananta Toer]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1189683798p5/101823.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1189683798p2/101823.jpg]]></small_image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/101823.Pramoedya_Ananta_Toer]]></link>
    <average_rating>3.95</average_rating>
    <ratings_count>8646</ratings_count>
    <text_reviews_count>1046</text_reviews_count>
  </author>
  </authors>
    <reviews start="1" end="20" total="2207">
      <review>
  <id>32493408</id>
    <user>
    <id>1068400</id>
    <name><![CDATA[erry]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya. Mobile dech, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1068400-erry]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1240395222p3/1068400.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1240395222p2/1068400.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.36</average_rating>
  <ratings_count>1284</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>9</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="sastra" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Sep 09 20:37:40 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Wed Oct 08 23:25:38 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[“ Cerita..selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa ataupun hantu. Dan tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia.. jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biarpun penglihatanmu s...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/32493408">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32493408]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32493408]]></link>
</review>
      <review>
  <id>6810123</id>
    <user>
    <id>396622</id>
    <name><![CDATA[Cintoenxz]]></name>
    <location><![CDATA[Parijs van Java, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/396622-cintoenxz-abstraxz]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1190791690p3/396622.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1190791690p2/396622.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>3</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Tue Jun 01 00:00:00 -0700 2004</read_at>
  <date_added>Tue Sep 25 21:43:11 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Tue Sep 25 21:52:27 -0700 2007</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalanan intelektual seorang anak manusia (yang diberi nama oleh Pram Minke=monyet) untuk menemukan arti kemanusiaan dan identitas kebangsaan awal abad 20-an. Berhadapan dengan kolonialisme dan sistem hukumnya yang diskriminatif, Minke melihat banyak ketimpang...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/6810123">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/6810123]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/6810123]]></link>
</review>
      <review>
  <id>21979729</id>
    <user>
    <id>1007892</id>
    <name><![CDATA[Vera]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1007892-vera]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1219056459p3/1007892.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1219056459p2/1007892.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1677663</id>
  <isbn>9798659120</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">12</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1186714289m/1677663.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1186714289s/1677663.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1677663.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.41</average_rating>
  <ratings_count>79</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Pramoedya Ananta Toer selain seorang pembangkang paling mashyur adalah juga Albert Camus-nya Indonesia. Kesamaan terdapat di segala tingkat, belum lagi kemampuannya mengkonfrontasikan berbagai masalah monumental dengan kenyataan kesehari-harian yang paling sederhana.<br/><br/>The San Francisco Chronicle<br/>]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>2</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="buku-boleh-pinjem" />
        <shelf name="fiction" />
        <shelf name="indonesia" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Fri Jan 09 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Sat May 10 09:13:19 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Fri Jan 09 20:17:54 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[<em>Malangnya nasibmu, Inlander. Dipecah-belah lalu dikuasai Belanda yang rakus. Bebal. Biadab.<br/><br/>Malangnya nasibmu, Sanikem. Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai-mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.<br/><br/>Malangnya nasibmu Annelies. Mu...</em><a href="http://www.goodreads.com/review/show/21979729">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/21979729]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/21979729]]></link>
</review>
      <review>
  <id>4983979</id>
    <user>
    <id>166170</id>
    <name><![CDATA[®]]></name>
    <location><![CDATA[jogja, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/166170]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1217319274p3/166170.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1217319274p2/166170.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>2</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Mar 20 00:00:00 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Thu Aug 23 02:44:25 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Thu Dec 17 06:39:31 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[&quot;Mas, kan kita pernah berbahagia bersama ?&quot;<br/>&quot;Tentu, Ann.&quot;<br/>&quot;Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain.&quot;]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/4983979]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/4983979]]></link>
</review>
      <review>
  <id>31337249</id>
    <user>
    <id>217489</id>
    <name><![CDATA[Naeem]]></name>
    <location><![CDATA[Ithaca, NY]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/217489-naeem]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1186230499p3/217489.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1186230499p2/217489.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">301304</id>
  <isbn>0140256350</isbn>
  <isbn13>9780140256352</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">52</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[This Earth of Mankind]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1173540213m/301304.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1173540213s/301304.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/301304.This_Earth_of_Mankind</link>
  <average_rating>4.21</average_rating>
  <ratings_count>271</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Minke is a young Javanese student of great intelligence and ambition. Living equally among the colonists and colonized of 19th-century Java, he battles against the confines of colonial strictures. It is his love for Annelies that enables him to find the strength to embrace his world.]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[perhaps Maura, perhaps Lisa]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[Sara-Maria, Manu]]></recommended_by>
  <read_at>Tue Jul 01 00:00:00 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Wed Aug 27 10:27:11 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Wed Aug 27 10:58:18 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[First, thanks to Sara-Maria and Manu (hard as this is for me to do, a debt is a debt) for encouraging me to read the Buru Qurtet.  These four books and <a href="http://www.goodreads.com/search/search?q= Max Havelaar" title=" Max Havelaar"> Max Havelaar</a> made for superb summer reading.  <br/><br/>All the book covers say that Toer is &quot;Asia's leading candidate for the Nobel Prize.&quot;...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/31337249">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/31337249]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/31337249]]></link>
</review>
      <review>
  <id>25893090</id>
    <user>
    <id>1084008</id>
    <name><![CDATA[Hasanuddin]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1084008-hasanuddin]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1257222182p3/1084008.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1257222182p2/1084008.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="fiksi" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Mon Jun 30 00:00:00 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Mon Jun 30 04:45:08 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Mon Jun 30 05:09:47 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Akhirnya bisa finish juga... Buku yang diperoleh dari orang yang ku anggap spesial ^_^<br/><br/>Buku yang menarik, penggambaran tokohnya begitu mendetail sehingga pembaca seperti dituntun untuk mengenal dan fokus pada karakter para tokohnya. Jujur, aku lebih tertarik pada sosok Nyai Ontosoroh keti...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/25893090">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/25893090]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/25893090]]></link>
</review>
      <review>
  <id>7695454</id>
    <user>
    <id>211449</id>
    <name><![CDATA[Wikupedia]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/211449-wikupedia]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1204381508p3/211449.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1204381508p2/211449.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Oct 14 01:15:19 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Sun Oct 14 01:27:39 -0700 2007</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[novel pertama dari tetralogi karya pramoedya ananta toer.<br/><br/>novel ini membuka sebuah kisah menakjubkan yang dituliskan oleh pram di dalam penjara, pada awalnya buku ini dilarang terbit, namun memang manusia tidak bisa memendung budaya menulis, dan tulisan adalah hak, maka tersebarlah pula n...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/7695454">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/7695454]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/7695454]]></link>
</review>
      <review>
  <id>2897800</id>
    <user>
    <id>179660</id>
    <name><![CDATA[Nana]]></name>
    <location><![CDATA[Korea, Republic of]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/179660-nana]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[everyone]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Sun Jan 01 00:00:00 -0800 2006</read_at>
  <date_added>Tue Jul 10 07:33:25 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Tue Jul 10 07:45:07 -0700 2007</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Kecanggihan detil zaman penjajahan Belanda terungkap sangat jelas dalam karya Pramoedya Ananta Toer selama ia ditahan di pulau Buru ini. Detil yang luar biasa mengingat ia tak memakai referensi tertulis apapun ketika menulis novel ini. Semua hanya berdasarkan ingatan. <br/>Pram membuat roman klasik...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/2897800">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2897800]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2897800]]></link>
</review>
      <review>
  <id>2884379</id>
    <user>
    <id>178598</id>
    <name><![CDATA[mahatma]]></name>
    <location><![CDATA[toyohashi, aichi, Japan]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/178598-mahatma-anto]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1260349742p3/178598.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1260349742p2/178598.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Mon Jul 09 19:43:36 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 04 18:27:02 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[saya baru lama kemudian menghargai karya ini.<br/>setelah membacai sendiri koran-koran lama dari awal abad XX. koran-koran yang juga jadi sumber penulisan pak pram.<br/>lalu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan-tulisan ben anderson dkk dari cornell.<br/>saya seperti di...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/2884379">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2884379]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2884379]]></link>
</review>
      <review>
  <id>2785923</id>
    <user>
    <id>149151</id>
    <name><![CDATA[Pera]]></name>
    <location><![CDATA[Medan, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/149151-pera]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253693142p3/149151.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253693142p2/149151.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="indonesia" />
        <shelf name="novel" />
        <shelf name="sosial" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Jul 06 18:25:33 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 04 09:09:17 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[diawal, alurnya lambat, membuatku membaca tersendat sendat. Hanya karena penasaran, kenapa buku ini selalu di rekomendasi sebagai salah satu novel terbaik, aku mmemaksakan diri menyelesaikannya.<br/><br/>Cerita novel ini berputar pada tiga tokoh utama, Mingke, Nyai Ontosoroh, dan anaknya yang jeli...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/2785923">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2785923]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/2785923]]></link>
</review>
      <review>
  <id>32825172</id>
    <user>
    <id>223226</id>
    <name><![CDATA[Aroengbinang]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/223226-aroengbinang]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253964601p3/223226.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253964601p2/223226.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="historical-novel" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Fri Sep 26 00:00:00 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Sun Sep 14 00:25:18 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Fri Sep 26 07:17:42 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Buku yang telah begitu lama diabaikan, dijauhi, dipandang dengan najis lantaran stigma yang melekat begitu dalam pada pengarangnya, dan karena itu baru menyapa sekarang untuk dibaca.<br/><br/>Jika skala tertinggi rating buku adalah skala 5, maka buku ini layak untuk mendapat nilai lebih tinggi dar...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/32825172">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32825172]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32825172]]></link>
</review>
      <review>
  <id>45114169</id>
    <user>
    <id>546894</id>
    <name><![CDATA[Ahmad]]></name>
    <location><![CDATA[jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/546894-ahmad]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1255159671p3/546894.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1255159671p2/546894.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Feb 01 22:51:20 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Feb 01 23:02:33 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Terus terang, saya menyesal baru membacanya sekarang. Buku yang berkesan walaupun sedikit membosankan saat di awal cerita karena plot yang terlalu lambat. Sampai akhir buku pun, plot cerita masih lambat. Mungkin memang untuk memperlihatkan detail yang semakin ke dalam semakin mempesona.<br/><br/>M...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/45114169">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/45114169]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/45114169]]></link>
</review>
      <review>
  <id>40062161</id>
    <user>
    <id>1594291</id>
    <name><![CDATA[Phadli]]></name>
    <location><![CDATA[bandung, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1594291-phadli-hasyim]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1223264775p3/1594291.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1223264775p2/1594291.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="novel" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Fri Dec 05 00:00:00 -0800 2008</read_at>
  <date_added>Sun Dec 14 03:38:01 -0800 2008</date_added>
  <date_updated>Sun Dec 14 03:38:40 -0800 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Dari Bumi Manusia<br/>Panggil saja namanya Minke karena guru disekolahnya menyebutnya Minke. Apa Arti nama itu, mirip seperti Monkey. Tak jadi soal orang memanggilnya minke, toh nama itu begitu melekat didirinya. Dia juga menyebutnya Minke. Minke adalah tokoh utama dalam cerita yang dibuat oleh Pra...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/40062161">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/40062161]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/40062161]]></link>
</review>
      <review>
  <id>63674964</id>
    <user>
    <id>1754551</id>
    <name><![CDATA[Hardini]]></name>
    <location><![CDATA[Banda Aceh, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1754551-hardini]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1247820467p3/1754551.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1247820467p2/1754551.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>true</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Sat Jul 04 00:00:00 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Wed Jul 15 20:56:36 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Wed Jul 15 21:19:46 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[... buku ini adalah karya PAT yg pertama yang aku baca,betul-betul seru,dan masih ada yg ke 2-3 dan 4,rencana mau kubaca semua &quot; .... harus adil sejak dalam pikiran dalm mengadili suatu masalah (tentang nyai ontosoroh tentunya &quot; atau ucapan nyai saat menirukan sang guru tuanya &quot; perem...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/63674964">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63674964]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63674964]]></link>
</review>
      <review>
  <id>41532803</id>
    <user>
    <id>657676</id>
    <name><![CDATA[Nina]]></name>
    <location><![CDATA[The United States]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/657676-nina]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1196737984p3/657676.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1196737984p2/657676.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">6060001</id>
  <isbn nil="true"></isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[This Earth of Mankind]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1237247413m/6060001.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1237247413s/6060001.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6060001.This_Earth_of_Mankind</link>
  <average_rating>4.00</average_rating>
  <ratings_count>9</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Jan 01 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Thu Jan 01 16:29:31 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Feb 08 18:07:56 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Also read in preparation for cultural background/ history of Indonesia. Suggested at Idlewild bookstore. This is the first in a quartet of books which revolves around a young Indonesian boy growing up in the Dutch school system and confronted with 2 cultures. The book is slow-moving but a nice pace ...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/41532803">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/41532803]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/41532803]]></link>
</review>
      <review>
  <id>40632794</id>
    <user>
    <id>1251864</id>
    <name><![CDATA[Windy]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1251864-windy-hapsari]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1248157575p3/1251864.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1248157575p2/1251864.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[yang mengalami degradasi nasionalisme]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Dec 25 00:00:00 -0800 2008</read_at>
  <date_added>Sun Dec 21 18:23:36 -0800 2008</date_added>
  <date_updated>Tue Jan 06 23:54:08 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[biarpun udah terlanjur baca buku terakhir dari tetralogi ini ( Rumah kaca ) tapi gue sama sekali nggak merasa terganggu hehe.<br/>buku yang bagus dan sarat dengan pelajaran sejarah dan kebudayaan Indonesia pada umumnya dan Jawa pada khususnya pada masa kolonial Belanda. <br/>pengkotak kotakan masy...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/40632794">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/40632794]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/40632794]]></link>
</review>
      <review>
  <id>79745946</id>
    <user>
    <id>149351</id>
    <name><![CDATA[Ben]]></name>
    <location><![CDATA[The United States]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/149351-ben]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231405041p3/149351.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231405041p2/149351.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">301304</id>
  <isbn>0140256350</isbn>
  <isbn13>9780140256352</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">52</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[This Earth of Mankind]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1173540213m/301304.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1173540213s/301304.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/301304.This_Earth_of_Mankind</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Minke is a young Javanese student of great intelligence and ambition. Living equally among the colonists and colonized of 19th-century Java, he battles against the confines of colonial strictures. It is his love for Annelies that enables him to find the strength to embrace his world.]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Tue Dec 15 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Thu Dec 03 06:00:10 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Dec 15 21:54:08 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Reading <em>This Earth of Mankind</em> gave me a better picture of the colonial days in Java and the complex social hierarchies -- governed by ethnicity, parentage, gender, age, social class, education, and more -- affecting all aspects of life. A lot of those hierarchies chafe, and in cases like Minke, the ...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/79745946">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/79745946]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/79745946]]></link>
</review>
      <review>
  <id>53880454</id>
    <user>
    <id>1943878</id>
    <name><![CDATA[Helvry]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 04, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1943878-helvry-sinaga]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1256444648p3/1943878.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1256444648p2/1943878.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Apr 24 19:34:30 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Apr 24 19:46:56 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Novel yang sangat luar biasa. Pram sangat menguasai konteks kehidupan kolonial pada masa itu. Membaca karya ini, imajinasi kita akan penjajahan kolonial menjadi semakin gemas. Kolonialisme tidak hanya pada sesuatu yang bersifat fisik (tubuh dan besi), tetapi juga hak kewaiban dan idealisme.<br/><br/>...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/53880454">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/53880454]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/53880454]]></link>
</review>
      <review>
  <id>63427801</id>
    <user>
    <id>1541022</id>
    <name><![CDATA[Tiffany]]></name>
    <location><![CDATA[The United States]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1541022-tiffany]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1235272329p3/1541022.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1235272329p2/1541022.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Jul 14 07:52:50 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Jul 14 08:03:54 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[This book was strikingly similar to the Power of One.  The boy has no family name, is living in Indonesia (Java) under Dutch colonialism, like Peekay in Africa under the British empire at the end of the 1800's.  He is one of the only natives that has been schooled in a European school and learns to ...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/63427801">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63427801]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/63427801]]></link>
</review>
      <review>
  <id>37002755</id>
    <user>
    <id>183481</id>
    <name><![CDATA[monic]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/183481-monic]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253371229p3/183481.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1253371229p2/183481.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">1398034</id>
  <isbn>9799731232</isbn>
  <isbn13>9789799731234</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">219</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Bumi Manusia]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875m/1398034.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1183289875s/1398034.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/1398034.Bumi_Manusia</link>
  <average_rating>4.34</average_rating>
  <ratings_count>1682</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.<br/><br/>Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.<br/><br/>Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.<br/><br/>&quot;Kita kalah, Ma,&quot; bisikku.<br/><br/>&quot;Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.&quot;]]>
  </description>
  <published>1975</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="borrow-from-friends" />
        <shelf name="fiction" />
        <shelf name="sastra" />
        <shelf name="social" />
        <shelf name="wishlist" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[Faradums]]></recommended_by>
  <read_at>Mon Dec 08 06:01:33 -0800 2008</read_at>
  <date_added>Wed Nov 05 19:35:30 -0800 2008</date_added>
  <date_updated>Mon Dec 08 06:01:33 -0800 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[	8 Dec 2008, kututup novel Bumi Manusia yang selama beberapa minggu ini kubaca. Masih dengan tertegun karena endingnya menyisakan kejadian lain yang menggelitik untuk harus terus kubaca melalui novel Ananta Toer berikutnya, demi terpuaskan raga ini. Terjawab sudah mengapa banyak teman yang begitu me...<a href="http://www.goodreads.com/review/show/37002755">more...</a>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37002755]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37002755]]></link>
</review>
    </reviews>
  <popular_shelves>
          <shelf name="to-read" />
          <shelf name="currently-reading" />
          <shelf name="fiction" />
          <shelf name="novel" />
          <shelf name="indonesian" />
          <shelf name="indonesia" />
          <shelf name="pramoedya" />
          <shelf name="sastra" />
          <shelf name="literature" />
          <shelf name="sastra-indonesia" />
      </popular_shelves>
  <book_links>
    <book_link>
  <id>8</id>
  <name><![CDATA[WorldCat]]></name>
  <link>http://www.goodreads.com/book_link/follow/8?book_id=6060001</link>
</book_link>
  </book_links>
</book>
</GoodreadsResponse>