Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri” as Want to Read:
Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas: Terasing di Pulau Sendiri

3.89 of 5 stars 3.89  ·  rating details  ·  35 ratings  ·  9 reviews
PAPUA lebih dari sekadar koteka atau emas di Tembagapura. Dari kejelian Gubernur Belanda J van Baal di tahun 1953 membangun Hollandia yang sekarang Jayapura—ia memilih suku yang pekerja keras dan cinta laut—hingga Michael Rockefeller yang datang ke Agats dan meninggal di Sungai Betsj pada tahun 1961—ia sebetulnya ingin mengumpulkan patung-patung Asmat untuk di pamerkan di ...more
Paperback, 308 pages
Published November 2008 by Penerbit Buku Kompas
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

Be the first to ask a question about Ekspedisi Tanah Papua - Laporan Jurnalistik Kompas

Community Reviews

(showing 1-30 of 69)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
indri
#2010-31#

Kenapa tidak kalian biarkan saja kami hidup seperti ini??

Mungkin itu yang ada di dalam pikiran orang Papua ketika menyadari bahwa pendatang mulai mengambil tanah mereka, mulai menambang emas, mengorek setiap kekayaan logam dalam bumi cenderawasih ini, dan hanya sisa butiran yang diberikan pada si penduduk asli. Mengejar cenderawasih, untuk diawetkan dalam kotak kaca, mencuri kebebasan mereka. Memaksa untuk tinggal di rumah batu, keluar dari rumah jerami mereka yang katanya tidak sehat.
...more
Nadia Fadhillah
TATO TITIK TUTUL BIRU DI SIKU KANAN IBUKU

Mamaku punya sebuah tanda biru di siku kanannya. Bentuknya bulat diameter satu sentimeter. Berwarna biru. Selama ini aku mengira itu tanda lahir. Mungkin mama juga mengira begitu.

Tapi baru kemarin aku tahu persis, tanda apa itu.

Mamaku lahir di Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, tahun 1965 ketika Papua masih bernama Irian Barat dan belum tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekitar tahun 1950-1960an, Irian Barat mengalami endemi frambusia,
...more
Nonna
Kata orang, Papua adalah Indonesia kecil. Bagaimana tidak? Sebagian besar kekayaan alam di Indonesia ada di Papua. Tak heran banyak orang dari lain pulau (bahkan negara) terobsesi untuk datang ke Papua. Yang terjadi, orang asli Papua tersingkir di tanah mereka sendiri.
Masuknya PTFI diklaim sebagai penyebab rusaknya mental orang Papua selain rusaknya alam. Masyarakat cepat mengenal uang. Sedangkan orang Papua belum siap dengan kebudayaan uang. Uang yang didapat dipakai untuk hal-hal buruk sepert
...more
Arief Bakhtiar D.
Saya beli buku ini di Jogja Book Fair 2013. Kebetulan sekali ada stand Gramedia (biasanya tidak). Memang buku ini sudah lama saya cari, tapi kehabisan di toko buku. Eh malah ada di pameran dan diskon.

Dalam buku ini saya mengambil beberapa hal menarik.

1. Papua masih ketinggalan dalam hal pendidikan. Lulusan SMA/SMP jangan dulu dikira sudah bisa baca. Masih banyak yang asal lulus. Bagaimana tidak? Banyak guru yang bolos kerja, menunggu gaji buta. Guru juga bisa diancam panah oleh orangtua murid
...more
Aklam Panyun
Laporan ekspedisi Kompas ke Papua ini sangat menarik untuk diikuti, terutama karena puluhan feature dalam buku ini dibagi dalam berbagai tema. Liputannya sangat luas, mencakup budaya, ekologi, ekonomi, sosial, dan profil para pahlawan lokal di Papua. Dengan gaya tulis khas Kompas, maka yang kita dapatkan adalah sebuah laporan yang tidak saja membahas permukaan, tapi juga isu yang lebih dalam dari sebuah daerah.

Feature andalan yang saya sukai berjudul: "Meno" Kaya Tidur di Selokan karya Ahmad Ar
...more
Bhagas
buku yg menarik
bnyk hal yg selama ini tidak kita ketahui ttg papua ada di buku ini..bagaimana kondisi dan keadaan masyarakat kita yg ada disana.

dari asmat sampai koteka
Yohandi
MENARIK! Memberikan pandangan lain mengenai papua. Sangat layak dibaca bagi yang ingin melihat papua lebih dalam lagi dari sudut pandang yang lebih objektif.
Harun Harahap
Tanah Papua, tanah yang ditinggalkan. Pepatah bilang "Habis manis, sepah dibuang"
Javacats Notscarywithcat
Javacats Notscarywithcat marked it as to-read
Nov 09, 2014
Agri Aditya
Agri Aditya marked it as to-read
Nov 03, 2014
Dharendra
Dharendra marked it as to-read
Oct 27, 2014
Aristyo
Aristyo marked it as to-read
Sep 17, 2014
Agung Gema
Agung Gema marked it as to-read
Mar 11, 2014
Tine
Tine added it
Apr 15, 2014
Bambang Widiyatmiko
Bambang Widiyatmiko marked it as to-read
Feb 17, 2014
M_agunngh
M_agunngh marked it as to-read
Feb 15, 2014
Ika
Ika added it
Sep 26, 2013
Masrudin
Masrudin marked it as to-read
Aug 24, 2013
Na'immah Nur'Aini
Na'immah Nur'Aini marked it as to-read
Aug 19, 2013
Muhammad Al-faatih
Muhammad Al-faatih marked it as to-read
Jun 24, 2013
Beti Meliana
Beti Meliana marked it as to-read
Jun 03, 2013
Seneca Devi
Seneca Devi marked it as to-read
Jun 03, 2013
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Share This Book