Ekspedisi Anjer-Panaroekan - Laporan Jurnalistik Kompas: 200 Tahun Anjer-Panaroekan, Jalan (Untuk) Perubahan
Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels (1808-1811), membujur dari Anyer di barat ke Pana- rukan di ujung timur Pulau Jawa. Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.
Di Serang dan Tangerang,...more
Di Serang dan Tangerang,...more
Paperback, 464 pages
Published
November 2008
by Penerbit Buku Kompas
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
50)
Banyak pengetahuan yang bisa didapat dalam buku ini. Hal pertama yang saya ketahui adalah ternyata bahwa saat Daendels memerintahkan untuk membangun jalur Anyer-Panaroekan, tidak semuanya jalan baru. Ada beberapa bagian jalan yang memang sudah ada sebelumnya. Semisalnya jalan yang dipakai oleh Sultan Agung dari Mataram ketika menyerang Batavia.
Di buku ini juga dijelaskan mengenai kemunduran dari berbagai daerah yang dilalui jalur Anyer-Panaroekan. Dulu ketika baru dibangun daerah ini begitu maju...more
Di buku ini juga dijelaskan mengenai kemunduran dari berbagai daerah yang dilalui jalur Anyer-Panaroekan. Dulu ketika baru dibangun daerah ini begitu maju...more
Jul 26, 2009
indri
rated it
5 of 5 stars
Recommends it for:
pemangku kebijakan ekonomi, sosiologi dan tatakota
Shelves:
places
membangkitkan kenangan tersendiri bagi diriku yang pernah tinggal di cirebon, bandung, semarang, surabaya, kini jakarta.. lebih dari separuh hidupku melintasi jalan ini setidaknya sekali setiap tahun.
ingat kemacetan di alas roban yang kini tergantikan oleh jalan mulus. tempat bis berhenti di gringsing untuk makan malam. restoran di tuban yang langsung menampar laut. desa nelayan di losari. pelabuhan di cirebon. puncak pass yang segar. pasir putih di pasuruan..
betapa dalam buku ini banyak yang te...more
ingat kemacetan di alas roban yang kini tergantikan oleh jalan mulus. tempat bis berhenti di gringsing untuk makan malam. restoran di tuban yang langsung menampar laut. desa nelayan di losari. pelabuhan di cirebon. puncak pass yang segar. pasir putih di pasuruan..
betapa dalam buku ini banyak yang te...more
Buku catatan perjalanan penelusuran jalan raya Anyer-Panarukan buatan Daendels tahun 1808. Buku yang menarik, banyak sejarah dan fakta yang dituliskan di sini meskipun banyak juga yang diulang-ulang dan agak membosankan.
Namun, kesan yang kuat justru "buku tentang cerita yang menyedihkan". Terutama karena salah urusnya negara ini terhadap potensi-potensi kota-kota dan pulau Jawa secara keseluruhan. benar-benar cerita yang membuat depresi.
Namun, kesan yang kuat justru "buku tentang cerita yang menyedihkan". Terutama karena salah urusnya negara ini terhadap potensi-potensi kota-kota dan pulau Jawa secara keseluruhan. benar-benar cerita yang membuat depresi.
Salah satu buku yang patut menjadi acuan untuk membangun kawasan pantura. bukan sekedar bermodal sainstek tapi juga mutlak dibutuhkan sentuhan humaniora dan manajemen. membangun dengan hati, bukan dengan nafsu.humaniora dan manajemen, jawaban untuk menata kembali pantura jika masih ingin menjadi kawasan yang layak dihuni manusia dan atau makhluk hidup lainnya.
Keindahan itu sesungguhnya ada dalam ruang2 tersembunyi. Ia tidak larut dalam gebyar dunia, karena dialah yang sebenarnya menghadirkannya. Dia bukan tidak tampak, ia hanya bersetia dalam keheningan. (h. 211)
Kita catat dari daerah ini, kawan
nelayan dimakan ikan
sedang di darat hanya tiga jam istirahat
dari segala yang didapat
untuk tengkulak dan pajak
nasi dan pukat
(h. 321)
***
Setelah membaca buku ini maka pertanyaan besarnya adalah:
Setelah ratusan tahun kemudian kenapa kota2 di sepanjang Anjer-Panaro...more
Kita catat dari daerah ini, kawan
nelayan dimakan ikan
sedang di darat hanya tiga jam istirahat
dari segala yang didapat
untuk tengkulak dan pajak
nasi dan pukat
(h. 321)
***
Setelah membaca buku ini maka pertanyaan besarnya adalah:
Setelah ratusan tahun kemudian kenapa kota2 di sepanjang Anjer-Panaro...more
Jan 11, 2012
Karlina
added it
salah kaprah pembangunan
Jun 09, 2013
Saca Wijaya
marked it as to-read
Jun 05, 2013
Rohmat Syahru Romadlon
added it
May 14, 2013
Tami
marked it as to-read
Apr 27, 2013
Erka Rahman
added it
Apr 08, 2013
Woro
marked it as to-read
Mar 26, 2013
Fira
marked it as to-read
Feb 21, 2013
Chandra Cut
marked it as to-read
Jun 15, 2013
Rizky Ilhamsyah
marked it as to-read
Feb 15, 2013
Ihsan Tria Pramanda
marked it as to-read
Dec 03, 2012
I Komang Gde Subagia
marked it as to-read
Nov 13, 2012
Clarita Pinky Diorisa
is currently reading it
Oct 23, 2012
Diah Putri
marked it as to-read
Feb 23, 2012
gigihwahyuakbar
added it
Feb 14, 2012
Minnie Kukie
added it
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »












