Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kau Memanggilku Malaikat” as Want to Read:
Kau Memanggilku Malaikat
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kau Memanggilku Malaikat

3.61  ·  Rating Details ·  367 Ratings  ·  54 Reviews
Sebagai malaikat aku bisa menemui mereka di saat terakhir hidup mereka, di beberapa tempat berbeda, dalam waktu yang sama. Aku bisa menghibur, namun tak sepenuhnya mendorong mereka untuk tidak mati pada saatnya.
- Seorang istri yang setia, tulus, mengabdi pada suami, anak, serta menantunya, ingin mengetahui keberadaan suaminya. Suami yang mempermalukan, merendahkan dengan m
...more
Paperback, 272 pages
Published November 2008 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kau Memanggilku Malaikat, please sign up.

Be the first to ask a question about Kau Memanggilku Malaikat

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
lita
Nov 27, 2008 lita rated it liked it
Shelves: novel-indonesia
Apa perbedaan sikap dari malaikan maut saat mencabut nyawa seorang ibu yang berdedikasi tinggi terhadap keluarganya dengan seorang preman yang selama hidupnya hanya bergelimang dosa? “Tidak ada bedanya!” kata malaikat. Tak adanya perbedaan itu yang membuat malaikat berbeda dengan manusia, yang suka membeda-bedakan sesamanya. Hanya mau bergaul dan berinteraksi dengan mereka yang sama golongannya, yang sama agama dan kepercayaannya, yang sama sudut pandangannya.

Menjemput – bukan mencabut – nyawa s
...more
indri juwono
Jan 08, 2010 indri juwono rated it it was amazing
Shelves: sastra-indonesia
1988. apakah malaikat yang sudah berbicara pada adikku seminggu sebelum ia meninggal kecelakaan sehingga ia bertanya pada ibuku, "Mama, mati itu apa sih?"
2000. apakah malaikat yang sudah meminta nenekku pamit sehingga ia bisa tersenyum ceria dari kursi rodanya, melambaikan tangan melepasku berangkat kuliah, dan tak bisa kutemui lagi sore hari hanya menemukan karangan2 bunga bertuliskan, Turut Berduka Cita.
2010. apakah malaikat juga yang sudah menemui sahabat, rekan kerjaku Hana, sehingga ia teta
...more
Muhamad Adib
Dec 09, 2008 Muhamad Adib rated it really liked it
wedhi
medhi
hantu
kegaiban
terlanjur gegabah
awal itu akhir yang ga perlu ujung
akhir itu awal yang ga perlu mula

review yg ga pernah objektif kan?
begini saja aku kutipkan :

"Siapa kau sebenarnya, Di?"
"Menurutmu siapa?"
"Di, apakah kau juga malaikat?"
"Kau yang memanggilku malaikat."

DaHi
Di
Ah
Abadi

'Ada sesuatu yang lain, yang bisa dilakukan tanpa menjadi mati.'

Terimakasih
Saya harus berulang membacanya lagi...
Makasih, Di..
Biondy
Jan 12, 2013 Biondy rated it really liked it
"Kau Memanggilku Malaikat" bercerita tentang seorang malaikat penjemput nyawa yang bertugas untuk menemui orang-orang yang akan meninggal. Kali ini dia bertemu dengan seorang istri yang tulus mengabdi pada suami, seorang gadis remaja yang tewas dibunuh karena menolak untuk diperkosa, seorang preman yang dibakar hidup-hidup, seorang pengemudi bis yang bisnya tidak layak jalan, dan juga seekor ayam.

Dalam setiap pertemuannya dia bisa mengerti kegelisahan hati yang dimiliki tiap-tiap orang yang dit
...more
Meliana
Dec 09, 2008 Meliana rated it liked it
kupikir memang seperti inilah ketika kita berangkat. dijemput, diberi pengetahuan untuk mengetahui dan memahami. karena pada saatnya, air mata, tawa, amarah, rasa, kebencian akan lebur menjadi samudera pengertian.

tidak ada bedanya ketika seorang ibu tua yang baik hati, yang menjalani kehidupannya dengan penuh kesabaran, kerja keras dan dedikasi terhadap keluarga dan seorang preman yang semasa hidupnya menjadi teror, dengan seorang remaja korban pembunuhan berangkat menuju perjalanan mereka berik
...more
Hobby
Judul : Kau Memanggilku Malaikat
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Copyright by Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2008
Desain & ilustrasi sampul : Dito Sugito
Cetakan II : April 2009 ; 272 hlm ; ISBN 978-979-22-4093-1

Ini adalah kisah tentang sosok 'malaikat' yang bisa dikatakan memiliki tugas mendampingi manusia-manusia yang sedang menjelang ajal. Sebagian menyebutnya sebagai Malaikat Pencabuk Nyawa, namun "ia" menyatakan diri sebagai pendamping untuk menemani makhluk fana dalam persiapan menujua dun
...more
Virna
Jan 22, 2014 Virna rated it really liked it
I lost my younger brother to heart failure as a complication of the dengue fever he contracted a week before he passed away, last July of 2013. I bought this book around Easter the same year, way before learning that I wasn't going to see him again forever. At the time I bought the book, I remember now, I only thought of the famous author of this book, Arswendo, a familiar name from my teenage years gone by, and the sweet and neat book cover - I just had to have it! I had no idea at that time th ...more
Jimmy
Dec 02, 2008 Jimmy rated it it was ok
Jadwal kematian memang tidak bisa ditentukan oleh manusia, karena itu sudah menjadi agenda rahasia Sang Pencipta. Hidup manusia bisa berakhir kemaren, hari ini, atau besok, tanpa bisa diduga bahkan mungkin tanpa tanda-tanda. Bukankah itu salah satu misteri hidup, ketika kematian datang tanpa ada “appointment” terlebih dahulu? Ada yang hidupnya berakhir karena penyakit, ada juga yang karena kecelakaan. Bahkan ada yang meninggal sebagai korban tindak kriminal, namun ironisnya banyak juga yang meng ...more
Septri Lediana
Mar 19, 2012 Septri Lediana rated it it was ok
Sudah banyak novel yang mengangkat tema mengenai kematian. Ceritanya bemacam-macam, mulai dari pembunuhan, multilasi, hingga bunuh diri. Biasanya pula novel-novel yang bertemakan kematian ini adalah novel-novel misteri. Namun, juga bisa novel-novel sastra atau sastra pop. Biasanya nuansa yang ditimbulkan dari membaca novel tersebut adalah rasa ngeri dan memilukan.

Namun, novel karya Arswendo Atmowiloto ”Kau Memanggilku Malaikat” ini tidak memberikan rasa mengerikan atau menyedihkan ketika membaca
...more
Suzan Oktaria
Mar 04, 2010 Suzan Oktaria rated it liked it
Semua orang pasti mati. Kita semua tahu itu. Yang kita belum tahu adalah malaikat yang kita temui saat ajal menjemput. Siapa dan seperti ada ia? Kali ini, Arswendo Atmowiloto memperkenalkannya pada kita.

"Benar kan, kau malaikat?"
"Kau biasa memanggilku begitu. Kalian biasanya menyebutku begitu." (2008:7)

Si "Aku" adalah malaikat, yang datang menjemput setiap manusia menjelang proses kematian. Si "Aku" menolak prosesi penjemputan ini disebut sebagai sebuah tugas. Si "Aku" juga protes bila ia disebu
...more
.:FLOE:. Floe
Oct 27, 2009 .:FLOE:. Floe rated it it was amazing
Thx to arswendo yg bs balikin mood baca gw, nemu lg satu author yg menarik minat gw dgn cerita2 sederhana dan pemikiran2 sederhana yg nyentil, yg terkadang ga terpikirkan saking ruwetnya beban pikiran memikirkan yg rumit2,padahal ada yg sederhana yg terlewatkan yg tyata bisa menyegarkan jiwa.
Ini novel arswendo yg kedua yg dah gw baca,setelah horeluya [walopun ujungnya gantung,krn dah kburu diculik ma pihak2 tak bertanggungjawab tanpa ijin padahal lg nanggung:]

Ide cerita antara keduanya menurutku
...more
Maulana Achmad
Dec 02, 2008 Maulana Achmad rated it liked it
Menuliskan fiksi dengan tema "negeri langit" perlu pertimbangan matang. Karena tafsiran imajiner penulisnya akan dapt berhadapan langsung dengan orang/kelompok yang memahami perihal "negeri langit" sebagai wilayah yang sangat terjaga sumbernya. Arswendo bermain aman dalam bercerita tentang penghuni negeri langit (malaikat maut, sang tokoh)di buku ini. Sampai akhir cerita kita tidak akan menemukan icon dari satu agama tertentu yang melekat dalam identitas sang tokoh. Aman..

Sebenarnya ini akan men
...more
eti
Jun 13, 2012 eti rated it really liked it
buku Arswendo yang pertama kali kubaca. pertama mengenal dia lewat ACI dan keluarga cemara, lalu berlanjut dengan cerpen2nya di media.

Kau Memanggilku Malaikat, berkisah tentang tokoh aku -si malaikat, yang bertugas untuk menjemput manusia jika sudah tiba waktunya, bisa di segala tempat juga cuaca. di sini diceritakan dia harus menjemput Ibu Tesarini yang demikian siap dan tenang menghadapi kematiannya, juga si Popon -preman pasar- yang mati terbakar, Ife yang hendak diperkosa dan mati dibunuh, D
...more
Kerlip Bintang
Dec 04, 2008 Kerlip Bintang rated it it was amazing
Recommends it for: everyone
Ini adalah buku Arswendo pertama yang aku baca. Sebelumnya aku gak tertarik sama buku-buku yang ditulis oleh pe-nyastra. Yang terkesan mendayu-dayu dan puitis.

Tapi entah kenapa ketika melihat judul buku ini, aku langsung tertarik, dan tidak "ngeuh" dengan penulisnya Arswendo Atmowloto yang terkenal itu.

Ketika akhirnya aku mulai membaca halaman pertama, Oh God! Arswendo sangat pintar dalam pemilihan katanya. Briliant!
Kemudian bagaimana saya bisa ternganga dan percaya bahwa "sepertinya" Arswendo p
...more
Febro Handoyo
Oct 23, 2010 Febro Handoyo rated it really liked it
Buku Mas Arswendo yang pertama kali saya baca. melihat judulnya membuat saya tertarik untuk membacanya. Dan ternyata setelah saya membaca, WOW! sebuah cerita yang berplot tidak biasa dan menjadikan malaikat sebagai sudut pandangnya. Buku ini mengajak saya berkhayal tentang kematian, menyeramkan memang membayangkan kematian, apalagi jika membayangkan penyebab kematian itu. Mungkin membaca novel ini agak sedikit ribet, karena harus loncat-loncat dari satu cerita ke yang lainnya. Tapi secara keselu ...more
Dhini
Apr 27, 2009 Dhini rated it liked it
3 bintang karena :

1. buku hadiah door prize dari Mbak Roos, waktu pertama x datang di GRI, Minggu kemarin!! (termasuk priceless nich!!)

2. gaya penceritaan & kata-kata yang terangkai, mengasyikkan.... mengalir ena...k sekali, jadi langsung suka begitu membaca kata2 pembukanya, dan tidak terasa langsung selesai pada minggu malam itu juga.

ya sudah itu saja... kalau tentang isi-nya, saya cuma bisa bilang, agak sulit mengubah benak saya untuk menjadi se-kosong gelas yang siap diisi dengan cairan
...more
Pradana
Oct 17, 2014 Pradana rated it it was amazing
Buku ini merupakan sebuah perjalanan dan pembelajaran bahwa yang terlihat baik belum tentu akan berakhir baik dan yang buruk juga sebaliknya karena memang tidak ada yang pasti, bahkan malikat pun tidak menyadari bahwa gadis kecil itu juga malaikat. Dan setiap keinginan yang diperoleh tanpa sebuah usaha akan menjadikan kita cepat bosan karena kita tahu yang kita inginkan setelah tiada tidak akan berubah menjadi kenyataan, sehingga mempersiapkan segala sesuatu sebelum masa itu datang adalah sebuah ...more
Anisa Nisa
Sep 06, 2010 Anisa Nisa rated it liked it
critanya sdikit menggelikan & manakutkan,.
sebagai gambaran ketika kita merenggang nyawa & rasa sakit akan hal itu tergantung sikap kita saat bernafas ini,..
ada 4 kisah kalau tdk salah,.
Ibu Tesarini, preman yg di bakar hidup" tp tetap saja dia tak kenal ampun, remaja yg di zolimi serta dibunuh polisi & pengemudi bus yg mengetahui bahwa kendaraannya tak layak jalan sampai anak" sekolah pun yg jadi korban
serta anak kecil yang saya bilang lucu di sini,
karena pertanyaan yg dia ajukan ke m
...more
Adriani Zulivan
May 07, 2012 Adriani Zulivan rated it liked it
Sejak awal sudah menemukan keasyikan cerita ini. Penokohan kompleks, meski tokoh-tokoh cameo ada yang terasa dipaksakan (perempuan pengebom jihad, ibu yang meracun tiga anaknya, sampai ayam yang melihat malaikat).

Percakapan kadang membingungkan, akibat penggunaan tanda petik yang... membingungkan (mau menjelaskannya saja saya bingung). Hal lain yang membingungkan adalah fakta tentang Di yang juga membingungkan si 'malaikat asli'.

Secara keseluruhan, cerita berkembang baik. Meski alur maju-mundur,
...more
Vester Cobain
Jun 20, 2010 Vester Cobain rated it liked it
membaca buku ini seperti membaca puisi, ada bagian-bagian yang tak bisa dimengerti sepenuhnya atau diulas dengan pasti melalui kata-kataku sendiri, tapi bisa dinikmatkeindahannya. Pusat cerita ada di ending buku ini, yang begitu cepat bergerak dan membuka misteri dari buku ini.

Tapi walau demikian nampaknya penggambaran "dimensi tanpa waktu" sepertinya dlanggar sendiri oleh si pengarang, saat tokoh Tesa harus "menunggu" (menunggu berarti ada dimensi waktu di dalamnya) si malaikat bertanya kepada
...more
Dwitasari Dwitasari
Apr 17, 2015 Dwitasari Dwitasari rated it really liked it
Buku ini membuatku jatuh cinta walaupun aku pernah baca buku terjemahan luar negeri yang ceritanya hampir mirip dengan buku ini. Aku tidak tahu siapa mempengaruhi siapa, tapi di luar itu semua, aku suka setiap adegan dan percakapan di buku ini. Menenangkan dan meneduhkan. Paragraf kesukaanku adalah "Kalau kesedihan bisa mengurangi kepedihan, kalau air mata bisa membasuh luka, kalau dendam menyalurkan yang terpendam, semuanya akan baik jadinya."
Lidya Amalia Rahmania
Oct 16, 2012 Lidya Amalia Rahmania rated it really liked it
Shelves: paperback, owned
Malaikat tidak punya perasaan, dia hanya memahami yang ingin dipahami. Tidak berharap apa-apa, namun bagaimana bisa memahami hidup yang dijalani manusia?

Pretty interesting story. Sudut pandang manusia tentang malaikat yang diciptakan oleh Tuhan, mungkin tidak berhasrat, tidak menginginkan apa-apa. Tapi berubah karena seorang gadis kecil yang tingkah lakunya seperti malaikat.

A little cheesy. Ah sepanjang apa sih akal manusia untuk memahami hidup? Apalagi hidup seorang malaikat.
Tika Mustikarani
Jan 13, 2013 Tika Mustikarani rated it liked it
"pagi berlalu lagi
membawa sisa-sisa rindu
seperti mendung itu
itu tanda langit rindu bumi
jangan cemburu pada hujan pagi
lebih baik kita berpeluk
sebab ketika berangkulan
ada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian,
ada kebersamaan, ada keberduaan,
ada rasa kantuk, ada sedikit mabuk,
ada kedamaian, ada rasa syukur,
ada kedamaian, ada semuanya,
termasuk cinta"

(hlm. 116, puisi Bapak Di untuk Di)

Rahel
Dec 06, 2008 Rahel rated it really liked it
"Aku mengerti tapi tidak merasa." kata sang Malaikat.
"Malaikat yang baik, ijinkanlah aku menceritakan sedikit kisahku, walaupun sudah tidak berarti lagi." kata Ibu Rini sang istri yang baik hati.
"Aku pun membenci tubuh itu!" kata Popon sang penjahat.
"Saya berlama-lama di sini supaya Malaikat tahu, ada kehidupan seperti ini." kata Di anak kecil yang memikat sang Malaikat.

Nah, kisah manakah yang akan memikat anda?
e.c.h.a
Feb 23, 2009 e.c.h.a rated it really liked it
Hmmmmm...ini buku pertama arswendo yang gw baca..jadi gw gk bisa membandingkan dengan buku-buku beliau sebelumnya.

Buku ini sangat menyentuh buat gw...gk tau ya sehabis memabaca buku ini kok gw merasa bahwa kematian itu sesuatu yang sangat indah...gw terharu saat malaikat bertemu dengan Di.....
Arni
Aug 14, 2009 Arni rated it liked it
Buku ini menemani saya waktu sakit. Seorang teman tanya sama saya, "Kamu lihat malaikat, tidak?" Ha-ha, dikiranya saya mau mati. Karena di buku ini memang bercerita tentang malaikat yang datang sebelum kematian.

Terlepas dari betul/tidaknya keberadaan malaikat ini, pada dasarnya manusia memang butuh teman bicara. Sayang, kesibukan kadang menjadi kita lupa dengan kebutuhan ini.
Rowland Bismark
Jul 19, 2010 Rowland Bismark rated it really liked it
"Bung Arswendo................, aaaahhh anda memang tahu apa yang ingin anda tulis. Bukumu ini bung, salah satu favorit saya yang tidak pernah bosan saya membacanya puluhan kali...

Buku yang berhasil mengundang emosi pembacanya, adalah salah satu buku yang berhasil, bukumu ini salah satunya (minimal buat saya)..."
Levi Rantau
dia sang pencabut banyak nyawa dalam satu waktu,dia seperti air,angin,api slalu ada dimana saja namunya tetap satu,malaikat,,,,psikologi manusiapun berbeda beda menghadapi kematiannya berdasar pengarus latar belakang kehidupan,,buku menarik dg bahasa ringan,,,,
Achmad Fikri
Mar 06, 2013 Achmad Fikri rated it really liked it
Buku ini bercerita tentang apa yang kemungkinan akan kita rasakan setelah kehidupan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali kisah kematian. Semua diceritakan dengan sangat apik. Bahkan perpindahan ceritanya cukup menarik. Mengenai detailnya mungkin lain kali akan saya ceritakan.
Bob Marchiano
Dec 17, 2008 Bob Marchiano rated it really liked it
Shelves: fiksi
seharusnya mas Arswendo mencantumkan tulisan novel dewasanya di cover depan jangan di belakang (dengan huruf kecil), gambar anak perempuan di cover depan (mungkin ilustrasi dari Wedhi)bisa mengira ini bukan novel dewasa, soalnya kaget aja begitu baca di Bab 3...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Orang-orang Proyek
  • Metropolis
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Iblis Tidak Pernah Mati
  • Parijs van Java: Darah, Keringat, Air mata
  • Tarian Bumi
  • Korupsi
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Negeri Para Peri
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Tanah Tabu
  • Setangkai Melati di Sayap Jibril
  • Jalan Menikung
  • Mahadewa Mahadewi
495195
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, ya ...more
More about Arswendo Atmowiloto...

Share This Book



“Wujud cinta adalah air mata” 8 likes
More quotes…