Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Rectoverso” as Want to Read:
Rectoverso
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Rectoverso

by
3.84  ·  Rating Details  ·  5,769 Ratings  ·  636 Reviews
Dewi Lestari yang bernama pena Dee, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. "Rectoverso" merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri tapi sesungguhnya merupakan satu kesatua ...more
Hardcover, 148 pages
Published July 1st 2008 by Goodfaith
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Rectoverso, please sign up.

Recent Questions

This question contains spoilers… (view spoiler)
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Buku Indonesia Sepanjang Masa
22nd out of 495 books — 1,736 voters
9 dari Nadira by Leila S. ChudoriKarena Kita Tidak Kenal by Farida SusantyRobohnya Surau Kami by A.A. NavisSeribu Kunang-kunang di Manhattan by Umar KayamDilarang Menyanyi di Kamar Mandi by Seno Gumira Ajidarma
Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik
15th out of 222 books — 258 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Vivaldi
Nov 10, 2008 Vivaldi rated it liked it
Shelves: fiction
Buat saya, membaca RectoVerso bagaikan masuk restorant mewah. Mahal, dengan daftar menu yang terasa asing dan susah bacanya. Worthed sih. Penataan dan penyajian yang indah, bukan cuma rasanya lezat, warnanya pun serasi. Cuma...begitu selesai, saya kok masih laper yaaa hehehehe. Maklum perut kampung, gak biasa dengan porsi yang sedikit.

Saya pikir Dee sendiri sudah cukup berupaya baik menuntaskan eksperimennya. Jika konsep RectoVerso adalah dua sisi yang saling melengkapi, Dee bikin 3 sisi sekalig
...more
Fahd
Nov 01, 2008 Fahd rated it really liked it
“Mungkin matahari lupa ingatan lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit?” Ketika sampai di kalimat itu di halaman 27, aku berhenti. Merasakan napas yang tertahan di dada. Ada rasa yang mendesir gamang di seluruh persendianku, sedikit lagi, andai saja aku tak lagi malu pada dunia bahwa aku lelaki, air mata pasti sudah meleleh dan mengalir di tebing pipiku. Adakah dunia mengerti? Miliaran panah jarak kita, tak jua tumbuh sayapku...

Andai saja aku tahu peta waktu, ketika itu aku tak akan menung
...more
Winna
Jul 22, 2011 Winna rated it really liked it
Saya suka buku ini, jauh lebih suka dibanding Filosofi Kopi. Cerpen-cerpennya lebih padat, dan tidak seperti curhatan belaka :) bahkan saya kebingungan memilih mana saja yang menjadi favorit.

I also love her English short stories, having read them for the very first time.

Lebih lagi, it's a beautiful book. Suka dengan hardcovernya, suka dengan warna hijaunya, juga foto dan penanda halaman di dalamnya. Fotonya memberi imaji lebih pada unsur cerita.
Ihwan
May 23, 2010 Ihwan rated it it was amazing
Shelves: indonesian
Salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Dee dan menjadikannya guru menulisku (walaupun nggak secara langsung) adalah cara Dee bercerita yang unik, simple dan to the point. Dee tahu benar bagaimana cara mengaduk-aduk emosi pembaca tanpa harus jatuh ke dalam cerita yang bertele-tele dan cenderung lebay dalam penceritaan.

Nah, di dalam Rectoverso inilah Dee membuktikan lagi kehebatannya itu. Sebelas kisah yang disajikan dalam buku berkemasan luks ini boleh dibilang temanya sederhana, bahkan
...more
Nilam Suri
Jan 27, 2009 Nilam Suri rated it it was amazing
Recommended to Nilam by: Roos
penilaian terhadap sesuatu itu saya rasa nggak ada yang objektif, karena biasanya tergantung pada minat dan kesukaan.

jadi saat saya memberi bintang lima pada buku ini, mungkin banyak orang yang nggak setuju, tapi buat saya membaca buku ini seperti pengalaman spiritual yang menenangkan. cerita-cerita yang ditulis dee, walaupun tidak semuanya berakhir bahagia mendatangkan perasaan hangat pada saya.

terutama cerpen yang berjudul peluk. reading it, was like read something in another level, memberi sa
...more
Meliana
Dec 26, 2008 Meliana rated it liked it
bagian terbagus dari rectoverso adalah:
- judulnya yang "berkelas"
- covernya yang hijau
- halaman-halamannya yang dihiasi dengan gambar bagus dan puitis.

11 kisah cintanya yang menyentuh masih ditulis dengan diksi yang bagus dan puitis. tapi, aku kehilangan ledakan yang biasanya buncah riuh di dadaku seperti pada buku-buku dee yang terdahulu. aku juga gagal membangun kesatuan buku dan lagunya. bagiku, buku lebih asyik dinikmati tanpa lagu. karena nuansa dan imaji yang berkembara di benakku ternyat
...more
Stefanie
Hmm, kesan pertamaku tentang buku ini (sebelum buka bukunya) adalah judul yang menurutku sangat menarik dan melekat di hati: RECTOVERSO. Setelah membaca alasan di balik kata tersebut: Pengistilahan dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan. Hal ini ditunjukkan oleh Dee dengan cara menyatukan sebuah cerita dan musik.

Sebetulnya aku jarang sekali membaca cerpen, tetapi cerpen-cerpen yang ada dalam buku Rectoverso ini benar-benar mengesankan untukku. Karena menurutku, membuat s
...more
bakanekonomama
Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudra,
Kutahu pasti ke mana kan kubermuara
Semoga ada waktu
Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini...
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?
Aku tak peduli
Kuterus berlari...


Sebelas cerpen. Sebelas lagu. Sebelas interpretasi. Sebelas hal yang menjadi satu, dalam sebuah buku kumpulan cerpen, lagu, dan foto. Dari sebelas itu, hanya beberapa saja yang saya benar-benar mengerti. Salah satunya cerpen "Firasat" yang entah kenap
...more
Santh memories
Jan 06, 2009 Santh memories rated it liked it
awal-awal denger tentang buku ini aku sempat mengernyitkan kening saat membaca judulnya yang asing "Rectoverso", trus isinya yang kombinasi antara lagu dan cerpen. aneh.

herannya ketertarikanku nggak sebesar pada "supernova" dan "filosofi kopi". walhasil, kumpulan cerpen ini belum kuprioritaskan masuk dalam daftar "pengen dibaca".

kata "Rectoverso" sendiri - setelah mencari di mesin pencari virtual paling ajaib en cangging, i.e. google trus ke wikipedia - aku menemukan arti seperti ini: The recto
...more
Elfi
Nov 12, 2008 Elfi rated it it was amazing
Selalu ga bisa obyektif menilai karya Dee, yeah I'm crazy about her!

Rectoversonya gw lahap seperti org yg kelaparan, terakhir baca buku Dee bulan Maret lalu (Filosofi Kopi) dan gw benar2 merindukannya. Jadwal terbitnya yang akhir bulan menjelang Lebaran, saat2 dimana pengeluaran lagi banyak2nya pun gw paksain untuk memasukkan buku ini dalam list worth to buy.

Kesan pertama selesai membaca adalah tenang & meneduhkan, lanjut denegrin lagunya (hiiiyyyaaa baru tau klo lagu 'Malaikat juga tahu' -y
...more
Tinton
May 19, 2009 Tinton rated it it was amazing
when I see black then I just realize the existence of white.. when I'm down suddenly I feel strong for knowing that I was on the top on the old days..

When I'm sad I just think about something happy in the past..
When I'm so burdened with the work load, I'm just thankful for not being an unemployment one..

When I'm fear about the uncertainty of the world condition nowadays, then I'm brave to make a stand & strong point to determine my own future, to be the master of my future.. I command my sel
...more
Aveline Agrippina
Jul 06, 2009 Aveline Agrippina rated it liked it
Shelves: sastra, kumpulan
Nyaris semua orang mengenal Dewi "Dee" Lestari adalah seorang penulis Karena bakat tarik suara yang lebih dahulu muncul di permukaan kemudian lahirlah Supernova yang menjadi cikal bakal kelahirannya sebagai seorang penulis.

Rectoverso yang dikatakan oleh Dee -nama pena Dewi Lestari- merupakan konsep sederhana yang memang sudah dicita-citakannya sewaktu dia menuliskan Supernova (novel fantasi pertamanya).

Sebelas cerpen dan sebelas lagu yang tercipta. Sebelas lagu yang merupakan hasil aransemen ula
...more
rebelsofie
Feb 09, 2009 rebelsofie rated it it was amazing
Sedikit berbeda dengan buku2nya Dee yang sebelumnya [which is Supernova, I mean:], di rectoverso Dee kerap mengungkapkan perasaan yang dialaminya saat itu, seperti membaca sebuah buku harian seorang sahabat, begitu dekat dan satu hal: sangat JUJUR..

Mungkin itu yang ingin ditularkan Dee kepada semua orang, mencoba untuk jujur terhadap diri sendiri, tentang segala perasaan yang kita punya, yang kita alami. Tidak perlu mengerutkan kening untuk membaca buku ini, ikuti saja alurnya dan kita merasakan
...more
Enya Rima
Jun 20, 2013 Enya Rima rated it it was ok
Saya sebenarnya sudah baca ini sejak edisi plus CD yang harganya cukup lumayan untuk buku setipis ini (harusnya nggak ada CD-nya biar harganya lebih murah :p)

buku ini terdiri dari 11 cerpen yang masing-masing cerpennya punya soundtrack sendiri, pada jamannya ini unik dan nggak biasa. Sayangnya dari 11 cerpen itu saya hanya suka dua, eh tiga, cerpen.
1. Malaikat juga tahu: karena cerita tentang lelaki autis yang jatuh cinta masih fresh dan saya suka dengan hubungan Abang dan Bunda. (lagipula yang
...more
Suzan Oktaria
Mar 01, 2013 Suzan Oktaria rated it it was amazing
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. Dan itu yang membuat kita kadang bertanya : lalu, untuk apa? Untuk apa diberi pertanda jika ternyata tak bisa mengubah apa-apa? Untuk apa tahu sebelum waktunya?

"Memang tidak mudah menerima pertanda, menerima diri kita yang dikirimi pertanda, dan menerima hidup yang mengirimkan pertanda. Firasat tidak menjadikan kita lebih pandai dari yan
...more
Hana Ahmad
Jul 27, 2013 Hana Ahmad rated it really liked it
Tentang apa itu cinta? Rumit tetapi sentiasa tidak pernah buat kita lupa apa rasanya.
Rectoverso; ini adalah perihal cinta-cinta yang tidak kesampaian. Yang tersembunyi dan tidak terjangkaukan. Yang manis tetapi tidak sempat untuk dinikmati hujungnya, hanya separuh jalan.
Buku ini dibaca setelah aku menonton filemnya lewat malam di saat cinta itu sedang ada (?) dan tiada. Lunak bahasa yang dialunkan sang penulis, diadun bersama lagu yang menyamankan juga filemnya yang mungkin simple tetapi cukup
...more
Jessica Ravenski
Nov 23, 2014 Jessica Ravenski rated it really liked it  ·  review of another edition
Favoritku: Firasat & Cecak di Dinding :))
Sriwahyuni Wagiman
May 30, 2011 Sriwahyuni Wagiman rated it liked it
Akhirnya aku membaca buku kembali... dengan benar dan secara dalam... tidak karena tergesa apalagi terpaksa. Rectoverso yang ditulis oleh Dee *my most fave writter, u know that!!* Nich buku lama kok.. dah dari tahun 2008.. tapi baru sempat baca sekarang. Halah ngaku2 aja demen ma novel DEE tapi baru baca 2 tahun setelah novelnya terbit.. payah!! xixixi gak papa ah.. dari pada gak baca sama sekali... dikit ulasan aja dari aku.. Novel ini isinya 11 cerita pendek yang ternyata 2 diantaranya ditulis ...more
minky_monster
Aug 31, 2013 minky_monster rated it liked it
Kondisinya adalah, gw lebih dulu nonton filmnya. Belom pernah baca bukunya, dan diantara lagu2nya, cuma Firasat dan Malaikat Juga Tahu yg gw udah denger. Barulah gw mulai baca bukunya.

Karena sudah menonton filmnya, dimana ceritanya digambarkan lebih jelas, jadi sudah ngerti sama 5 cerita yg difilmkan. Tapi kalo diliat, cerita2 itu singkat, dan jadi terkesan biasa. Gw ragu kalo misalnya baca sebelum nonton, apakah bakal terkesan ato engga. Misalnya, Malaikat Juga Tahu, karena cukup singkat, kuran
...more
Hawkeye Durless Salander
saya termasuk orang yang jarang banget baca buku dengan kisah romance murni dari awal sampe belakang 100%, keseringannya baca buku genre misteri sama kriminal. namun, rekomendasi beberapa teman, banyakan malah, menyarankan saya baca buku ini dan menjanjikan saya gak akan nyesel. kebelet penasaran, akhirnya saya beli juga nih buku. dipikir lumayan buat ngilangin galau (?) ternyata beneran...mengobati galau dengan galau. hahahaha, tapi buku ini bukan sekedar galau. pemaparan realita percintaan yan ...more
Awal Hidayat
Jun 28, 2013 Awal Hidayat rated it it was amazing
Bukan sekedar antologi. Kombinasi antara prosa dan lirik lagu benar-benar brilian. Sekali lagi, untuk kesekian kali, Dewi Lestari menyelesaikan kisahnya dengan penuh kekerenan. Rectoverso.

11 cerita dengan balutan kata yang menyihir dengan begitu sempurna. 11 cerita dengan makna yang hebat di dalamnya. 11 cerita, semuanya... saya menyukainya. Paling suka dengan curhat buat sahabat. Rasanya membaca kisah sendiri. Subjektif memang, tapi kalau benar-benar mau dibandingkan dengan cerita yang lain, c
...more
Pera
Oct 17, 2008 Pera rated it liked it
Hibrida antara fiksi dengan musik.
Idenya...Kereen dan unik.

Awalnya kukira idenya dari Dee, ternyata Dee hanya yang mewujudkan ide seseorang.
Dan memang hibrida ini lah daya tarik Rectoverso ini.

Bagiku bukan sekedar hibrida sih...
Tampilan gambar dan karya fotografi dalam buku ini juga ikut mengaduk-ngaduk perasaaan dalam membaca buku ini. Ada istilah tribrida gak??
Hehehe...:)

Membaca buku sambil mendengar musik emang asyik, tapi membaca buku yang berpasangan dengan musik, Dee yang pertama kali me
...more
Roos
Oct 03, 2008 Roos rated it it was amazing
Recommends it for: Windry, Nilam, Amang & Gieb
Recommended to Roos by: My Curiosity
Shelves: kumpulancerpen
" Dengar fiksinya, Baca musiknya, Dan temukan sebuah pengalaman baru" ....ehmmm sepertinya mennggiurkan tawaran ini. Soalnya aku penggemar Cerita-cerita Pendek-nya Dee daripada Novelnya.

Yup, terdorong karena rasa penasaranku terhadap Rectoverso akhirnya kebeli juga buku ini, gara-gara dengerin lagu Malaikat Juga Tahu di radio tiap hari. Dan kebetulan pas main ke TGA lihat cover yang menarik...walah mataku langsung hijau...11 cerita dan 11 lagu...angka yang bagus.

Dimulai dengan Curhat buat sahaba
...more
Zahwa az-Zahra
Oct 04, 2013 Zahwa az-Zahra rated it really liked it  ·  review of another edition
Saya mungkin terlalu berani untuk mendeklarasikan bahwa saya penggemar karya-karya Dee. Nyatanya, satu paket supernova pun belum pernah saya baca. Tapi bolehlah saya sampaikan bahwa untuk karya Dee yang lain, saya telah tuntas membacanya. Dimulai dari Filosofi Kopi yang membuat saya seketika terpikat oleh cara Dee mengikat ide. Berlanjut ke Madre, lalu Perahu Kertas. Dan terakhir adalah yang akan saya buat ulasannya adalah ini: RectoVerso.

Boleh dibilang saya terlambat mengetahui karya unik Dee y
...more
Hana Bilqisthi
Oct 14, 2015 Hana Bilqisthi rated it really liked it
Shelves: pinjem
makasih retno udah pinjemin buku ini :)
suka sama diksi dalam buku ini :D
btw, membaca buku ini mengingatkanku pada temanku, siti.
gaya penceritaannya mirip. (saya baca tulisan siti terlebih dahulu, dan tidak tahu apakah dia penggemar dewi dee lestari)
kalau kebetulan memang mirip, jadi bertanya2 apakah siti dan dewi dee lestari memiliki kepribadian yang mirip?
hmmmmm...
Utami Pratiwi
Mar 24, 2016 Utami Pratiwi rated it really liked it
Sebenarnya ini adalah pembacaan kedua. Rasanya sangat berbeda. Karena dalam imajinasi saya sudah diputar secara runtut film Rectoverso (yang beberapa aktornya kurang cocok dengan tokoh cerita---menurut saya).
Di luar itu, semuanya tetap ada manis-manisnya gitu. Dominan sedih, sih. Tidak hanya karena cerita-ceritanya. Tapi dari 11 ada 2 cerpen bahasa Inggris-nya. Hehe
Pada Firasat, versi buku dan film berbeda.
Oh ya, buku ini saya dapat dengan perjuangan yang tidak heroik-heroik banget sih. Tanpa s
...more
Maximinus Darwin Boy Sxander
Mar 07, 2011 Maximinus Darwin Boy Sxander rated it it was amazing
Rectoverso, secara tak sengaja membawa kita untuk melihat dari dua sisi yang berbeda pada sebuah objek. Penceritaan dari tokoh yang biasa-biasa saja, tetapi ketika buku ini bercerita, semua terlihat begitu bermakna.

Buku ini mengajarkan untuk mencintai, tetapi juga untuk melepaskannya. Membuat saya sendiri menjadi galau gandah gulanah (halahhh).

Favorit saya sendiri adalah Aku Ada, pembawaannya manis banget, tapi tetap bikin hati berguncang. Hanya Isyarat, seperti melihat kisah cinta sendiri (curh
...more
sapiduduk
Aug 28, 2014 sapiduduk rated it liked it
ummm... buku setelah filosofi kopi, sebenernya aga' kurang tertarik, soalnya pertama kali denger akan terbit plus edisi cdnya, so' buku + cd gitu maksudnya...

nah kemaren pas denger singlenya agak gak "masuk", nah makin males,...

nah pas kemaren liat jadi pen beli, lagi pula ada yang udah pre order mo pinjem kalo gw beli huehuheuehe..
ya udin bli sekalian...

isinya kayak si filisofi kopi, penggalan2 cerita gitu, tpi kl gw rasa di sini agak lebih "berat", maksudnya artinya itu banyak dan musti bener2
...more
Noviellya
Mar 10, 2013 Noviellya rated it it was amazing
Dee seolah menuangkan mimpi yang selama ini mengikuti aku! Cinta yang terpendam begitu lama!!!! Ah... suka sekali dengan cerita Curhat buat Sahabat. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, aku tak lagi bermimpi. :) Aku telah merelakan mimpi itu jadi kenyataan lain yang mungkin lebih indah.
Cerita-cerita yang ditulis Dee seperti matahari, mendung namun begitu sejuk! Personality Dee tentang spiritualitas begitu eksis di beberapa bagian cerita. Menjadi begitu wajar... itulah roh yang menghantarkan ke
...more
Mimin Haway
Aug 02, 2011 Mimin Haway rated it liked it
Membaca Rectoverso sama dengan membaca lagu.Cukup romantis.Dan yang pasti melow.Tidak cocok dibaca saat galau.Berisi 11 prosa.Salah duanya berbahasa Inggris.Yang paling menyentuh menurutku adalah 'Malaikat Juga Tahu'.Menceritakan seorang adik kakak yang mencintai satu perempuan.Kakaknya autis, jadi kecil harapannya bisa mendapatkan cinta Si Perempuan.

Satu lagi cerpen yang menurut saya menarik adalah 'Firasat'.Speechless aja saat baca halaman 100.
"Seminggu ini aku merasa berada di tubuh yang sala
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
Menyelami cerita cinta, tanpa sedu sedan yang berlebih 2 22 Nov 20, 2015 12:53AM  
11:11 Rectoverso 13 117 Jul 19, 2014 05:09AM  
  • Bilangan Fu
  • Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!
  • divortiare
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • Edensor (Tetralogi Laskar Pelangi, #3)
  • Life Traveler
  • Kukila
  • Pulang
  • Pesan dari Bintang (Hanafiah, #3)
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • A Cat in My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • 5 cm
  • Bangkok: The Journal
  • Test Pack
164478
Dee Lestari, is one of the bestselling and critically acclaimed writers in Indonesia.
Born in January 20, 1976, she began her debut with a serial novel: Supernova in 2001. Supernova’s first episode, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (The Knight, The Princess, and The Falling Star), was sold phenomenally, achieving a cult status among Indonesian young readers. She has published four other episodes:
...more
More about Dee Lestari...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima...” 274 likes
“Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.” 170 likes
More quotes…