by
3.66 of 5 stars
Dewi Lestari yang bernama pena Dee, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. "Rectoverso" merupakan hibrida dari fiksi dan mu... read full description

reviews

Nov 10, 2008
Vivaldi rated it: 3 of 5 stars
Buat saya, membaca RectoVerso bagaikan masuk restorant mewah. Mahal, dengan daftar menu yang terasa asing dan susah bacanya. Worthed sih. Penataan dan penyajian yang indah, bukan cuma rasanya lezat, warnanya pun serasi. Cuma...begitu selesai, saya kok masih laper yaaa hehehehe. Maklum perut kampung, gak biasa dengan porsi yang sedikit.

Saya pikir Dee sendiri sudah cukup berupaya baik menuntaskan eksperimennya. Jika konsep RectoVerso adalah dua sisi yang saling melengkapi, Dee bikin 3 More...
3 comments like (10 people liked it)
Oct 16, 2008
Amang rated it: 2 of 5 stars
Sekali waktu aku sempat tanya ke mbak Dewi Lestari (Dee), "Lagi ngerjain apa mbak?" Dan dijawab lagi sibuk dengan proyek "Rectoverso" - hibrida cerita+musik. Wah, aku langsung terpukau dan tak sabar menanti persis seperti anak laki-laki yang dijanjikan mau dibelikan mainan oleh ayahnya... Tunggu punya tunggu, akhirnya penantian pada hibrida buku+CD audio itu sampai di tanganku, meskipun sebenarnya dipinjami Roos.

Sejak menerimanya, aku menjalani ritual yang sesuai More...
65 comments like (9 people liked it)
Jan 06, 2009
Santh rated it: 3 of 5 stars
awal-awal denger tentang buku ini aku sempat mengernyitkan kening saat membaca judulnya yang asing "Rectoverso", trus isinya yang kombinasi antara lagu dan cerpen. aneh.

herannya ketertarikanku nggak sebesar pada "supernova" dan "filosofi kopi". walhasil, kumpulan cerpen ini belum kuprioritaskan masuk dalam daftar "pengen dibaca".

kata "Rectoverso" sendiri - setelah mencari di mesin pencari virtual paling ajaib en cangging, More...
2 comments like (3 people liked it)
May 19, 2009
Tinton rated it: 5 of 5 stars
when I see black then I just realize the existence of white.. when I'm down suddenly I feel strong for knowing that I was on the top on the old days..

When I'm sad I just think about something happy in the past..
When I'm so burdened with the work load, I'm just thankful for not being an unemployment one..

When I'm fear about the uncertainty of the world condition nowadays, then I'm brave to make a stand & strong point to determine my own future, to be the master of my More...
0 comments like (2 people liked it)
Jan 27, 2009
Nielam rated it: 5 of 5 stars
penilaian terhadap sesuatu itu saya rasa nggak ada yang objektif, karena biasanya tergantung pada minat dan kesukaan.

jadi saat saya memberi bintang lima pada buku ini, mungkin banyak orang yang nggak setuju, tapi buat saya membaca buku ini seperti pengalaman spiritual yang menenangkan. cerita-cerita yang ditulis dee, walaupun tidak semuanya berakhir bahagia mendatangkan perasaan hangat pada saya.

terutama cerpen yang berjudul peluk. reading it, was like read something in a More...
20 comments like (4 people liked it)
Nov 12, 2008
Elfi rated it: 5 of 5 stars
Selalu ga bisa obyektif menilai karya Dee, yeah I'm crazy about her!

Rectoversonya gw lahap seperti org yg kelaparan, terakhir baca buku Dee bulan Maret lalu (Filosofi Kopi) dan gw benar2 merindukannya. Jadwal terbitnya yang akhir bulan menjelang Lebaran, saat2 dimana pengeluaran lagi banyak2nya pun gw paksain untuk memasukkan buku ini dalam list worth to buy.

Kesan pertama selesai membaca adalah tenang & meneduhkan, lanjut denegrin lagunya (hiiiyyyaaa baru tau klo lagu 'Ma More...
0 comments like (3 people liked it)
Nov 01, 2008
Fahd rated it: 4 of 5 stars
“Mungkin matahari lupa ingatan lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit?” Ketika sampai di kalimat itu di halaman 27, aku berhenti. Merasakan napas yang tertahan di dada. Ada rasa yang mendesir gamang di seluruh persendianku, sedikit lagi, andai saja aku tak lagi malu pada dunia bahwa aku lelaki, air mata pasti sudah meleleh dan mengalir di tebing pipiku. Adakah dunia mengerti? Miliaran panah jarak kita, tak jua tumbuh sayapku...

Andai saja aku tahu peta waktu, ketika itu aku tak More...
0 comments like (8 people liked it)
May 23, 2010
Ihwan rated it: 5 of 5 stars
Salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Dee dan menjadikannya guru menulisku (walaupun nggak secara langsung) adalah cara Dee bercerita yang unik, simple dan to the point. Dee tahu benar bagaimana cara mengaduk-aduk emosi pembaca tanpa harus jatuh ke dalam cerita yang bertele-tele dan cenderung lebay dalam penceritaan.

Nah, di dalam Rectoverso inilah Dee membuktikan lagi kehebatannya itu. Sebelas kisah yang disajikan dalam buku berkemasan luks ini boleh dibilang temanya sederha More...
5 comments like (2 people liked it)
Feb 09, 2009
rebelsofie rated it: 5 of 5 stars
Sedikit berbeda dengan buku2nya Dee yang sebelumnya [which is Supernova, I mean:], di rectoverso Dee kerap mengungkapkan perasaan yang dialaminya saat itu, seperti membaca sebuah buku harian seorang sahabat, begitu dekat dan satu hal: sangat JUJUR..

Mungkin itu yang ingin ditularkan Dee kepada semua orang, mencoba untuk jujur terhadap diri sendiri, tentang segala perasaan yang kita punya, yang kita alami. Tidak perlu mengerutkan kening untuk membaca buku ini, ikuti saja alurnya dan k More...
1 comment like (2 people liked it)
Aug 22, 2010
Aveline rated it: 3 of 5 stars
Nyaris semua orang mengenal Dewi "Dee" Lestari adalah seorang penulis Karena bakat tarik suara yang lebih dahulu muncul di permukaan kemudian lahirlah Supernova yang menjadi cikal bakal kelahirannya sebagai seorang penulis.

Rectoverso yang dikatakan oleh Dee -nama pena Dewi Lestari- merupakan konsep sederhana yang memang sudah dicita-citakannya sewaktu dia menuliskan Supernova (novel fantasi pertamanya).

Sebelas cerpen dan sebelas lagu yang tercipta. Sebelas lagu More...
0 comments like (2 people liked it)
Oct 17, 2008
Pera rated it: 3 of 5 stars
Hibrida antara fiksi dengan musik.
Idenya...Kereen dan unik.

Awalnya kukira idenya dari Dee, ternyata Dee hanya yang mewujudkan ide seseorang.
Dan memang hibrida ini lah daya tarik Rectoverso ini.

Bagiku bukan sekedar hibrida sih...
Tampilan gambar dan karya fotografi dalam buku ini juga ikut mengaduk-ngaduk perasaaan dalam membaca buku ini. Ada istilah tribrida gak??
Hehehe...:)

Membaca buku sambil mendengar musik emang asyik, tapi membaca More...
3 comments like (1 person liked it)
Oct 03, 2008
Roos rated it: 5 of 5 stars
" Dengar fiksinya, Baca musiknya, Dan temukan sebuah pengalaman baru" ....ehmmm sepertinya mennggiurkan tawaran ini. Soalnya aku penggemar Cerita-cerita Pendek-nya Dee daripada Novelnya.

Yup, terdorong karena rasa penasaranku terhadap Rectoverso akhirnya kebeli juga buku ini, gara-gara dengerin lagu Malaikat Juga Tahu di radio tiap hari. Dan kebetulan pas main ke TGA lihat cover yang menarik...walah mataku langsung hijau...11 cerita dan 11 lagu...angka yang bagus.

More...
35 comments like (1 person liked it)
Dec 26, 2008
Meliana rated it: 3 of 5 stars
bagian terbagus dari rectoverso adalah:
- judulnya yang "berkelas"
- covernya yang hijau
- halaman-halamannya yang dihiasi dengan gambar bagus dan puitis.

11 kisah cintanya yang menyentuh masih ditulis dengan diksi yang bagus dan puitis. tapi, aku kehilangan ledakan yang biasanya buncah riuh di dadaku seperti pada buku-buku dee yang terdahulu. aku juga gagal membangun kesatuan buku dan lagunya. bagiku, buku lebih asyik dinikmati tanpa lagu. karena nuansa dan More...
3 comments like (3 people liked it)
Oct 10, 2008
Sapi_duduk rated it: 5 of 5 stars
ummm... buku setelah filosofi kopi, sebenernya aga' kurang tertarik, soalnya pertama kali denger akan terbit plus edisi cdnya, so' buku + cd gitu maksudnya...

nah kemaren pas denger singlenya agak gak "masuk", nah makin males,...

nah pas kemaren liat jadi pen beli, lagi pula ada yang udah pre order mo pinjem kalo gw beli huehuheuehe..
ya udin bli sekalian...

isinya kayak si filisofi kopi, penggalan2 cerita gitu, tpi kl gw rasa di sini agak lebih " More...
5 comments like (1 person liked it)
Mar 02, 2009
Anky rated it: 4 of 5 stars
1+1=1

REM, Band ngetop di tahun 90-an yang terus mengeluarkan karya spektakuler sampai saat ini, pernah dibuat bingung ketika diminta sutradara Milos Forman membuat lagu untuk film 'Man on the Moon'. Tentu saja hal itu terjadi, karena film Man on the Moon itu sendiri adalah Film yang diinspirasi dari lagu REM berjudul sama, yang mengisahkan perjalanan hidup komedian Andy Kaufman. Tentu mereka bingung, bagaimana cara membuat lagu tentang sebuah film yang mengisahkan tentang lagumu yang More...
May 30, 2011
Bee rated it: 3 of 5 stars
Akhirnya aku membaca buku kembali... dengan benar dan secara dalam... tidak karena tergesa apalagi terpaksa. Rectoverso yang ditulis oleh Dee *my most fave writter, u know that!!* Nich buku lama kok.. dah dari tahun 2008.. tapi baru sempat baca sekarang. Halah ngaku2 aja demen ma novel DEE tapi baru baca 2 tahun setelah novelnya terbit.. payah!! xixixi gak papa ah.. dari pada gak baca sama sekali... dikit ulasan aja dari aku.. Novel ini isinya 11 cerita pendek yang ternyata 2 diantaranya ditulis More...
0 comments like (1 person liked it)
Apr 21, 2009
Flora rated it: 4 of 5 stars
love it!
1 comment like (1 person liked it)
Nov 02, 2011
Ratih rated it: 5 of 5 stars
waaaahhhh!!! akhirnya selesai baca buku ini, padahal halaman nya sedikit banget. Tapi isisnya lho padat berisi. Ini merupakan salah satu karya Dee yang aku suka selain perahu kertas.
Aku terhanyut dengan ceritanya dan juga lagunya. Aku mengkonsumsi keduanya, membaca karyanya dan mendengarkan lagunya. Bisa di contohkan seperti kerika aku mengkonsumsi ice chocolate milk, kalau aku ingin mengkonsumsi chocolatenya saja (membaca bukunya) rasanya enak, kalau aku ingin mengkonsumsi milk nya saja ra More...
Jul 22, 2011
Winna rated it: 4 of 5 stars
Saya suka buku ini, jauh lebih suka dibanding Filosofi Kopi. Cerpen-cerpennya lebih padat, dan tidak seperti curhatan belaka :) bahkan saya kebingungan memilih mana saja yang menjadi favorit.

I also love her English short stories, having read them for the very first time.

Lebih lagi, it's a beautiful book. Suka dengan hardcovernya, suka dengan warna hijaunya, juga foto dan penanda halaman di dalamnya. Fotonya memberi imaji lebih pada unsur cerita.
2 comments like (2 people liked it)
May 18, 2010
Stefanie rated it: 4 of 5 stars
Hmm, kesan pertamaku tentang buku ini (sebelum buka bukunya) adalah judul yang menurutku sangat menarik dan melekat di hati: RECTOVERSO. Setelah membaca alasan di balik kata tersebut: Pengistilahan dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan. Hal ini ditunjukkan oleh Dee dengan cara menyatukan sebuah cerita dan musik.

Sebetulnya aku jarang sekali membaca cerpen, tetapi cerpen-cerpen yang ada dalam buku Rectoverso ini benar-benar mengesankan untukku. Karena menurutk More...
0 comments like (1 person liked it)
Dec 17, 2011
Randy rated it: 5 of 5 stars
Dua hal yang nampak terpisah namun sebenarnya sebuah kesatuan. Dua hal yang bisa berdiri sendiri-sendiri walau sebenarnya merupakan kesatuan yang sempurna.
Makhluk hibrida bernama Rectoverso merupakan sebuah konsep brilian yang membuat saya dapat dengan baik mendengar setiap huruf yang terangkai dalam fiksinya dan membaca semua nada dalam musiknya.
0 comments like (1 person liked it)
Mar 07, 2011
Maximinus Darwin rated it: 5 of 5 stars
Rectoverso, secara tak sengaja membawa kita untuk melihat dari dua sisi yang berbeda pada sebuah objek. Penceritaan dari tokoh yang biasa-biasa saja, tetapi ketika buku ini bercerita, semua terlihat begitu bermakna.

Buku ini mengajarkan untuk mencintai, tetapi juga untuk melepaskannya. Membuat saya sendiri menjadi galau gandah gulanah (halahhh).

Favorit saya sendiri adalah Aku Ada, pembawaannya manis banget, tapi tetap bikin hati berguncang. Hanya Isyarat, seperti melihat k More...
0 comments like (1 person liked it)
Feb 10, 2010
Suzan rated it: 5 of 5 stars
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. Dan itu yang membuat kita kadang bertanya : lalu, untuk apa? Untuk apa diberi pertanda jika ternyata tak bisa mengubah apa-apa? Untuk apa tahu sebelum waktunya?

"Memang tidak mudah menerima pertanda, menerima diri kita yang dikirimi pertanda, dan menerima hidup yang mengirimkan pertanda. Firasat tidak menjadikan kita leb More...
0 comments like (1 person liked it)
Aug 02, 2011
Mimin rated it: 3 of 5 stars
Membaca Rectoverso sama dengan membaca lagu.Cukup romantis.Dan yang pasti melow.Tidak cocok dibaca saat galau.Berisi 11 prosa.Salah duanya berbahasa Inggris.Yang paling menyentuh menurutku adalah 'Malaikat Juga Tahu'.Menceritakan seorang adik kakak yang mencintai satu perempuan.Kakaknya autis, jadi kecil harapannya bisa mendapatkan cinta Si Perempuan.

Satu lagi cerpen yang menurut saya menarik adalah 'Firasat'.Speechless aja saat baca halaman 100.
"Seminggu ini aku merasa berad More...
0 comments like (1 person liked it)
Aug 13, 2011
Ivan rated it: 3 of 5 stars
Rangkuman Rectoverso Dee 11 Kisah
Sebenarnya ini buku sudah lama. Hampir 3 tahun sejak penerbitan pertamanya. Tapi aq menjadi sosok penggemar berat dee setelah membaca Perahu Kertas. Itu juga disebabkan karena tertarik mengkoleksi kumpulan buku-buku the best dari Indonesia. Salah satunya ya karya dee ini. Memang yang supernova belum aq dapatkan, karena terkendala masalah bugdet dan prioritas buku lain yang harus dibeli.
Buku ini aq dapet dari toko buku online bookstore dari Jogja, itu More...
Oct 16, 2010
Yunita1987 rated it: 2 of 5 stars
Membaca ini cukup singkat banget, berhubung lagi sedang tidak ada jam kuliah, so buru-buru pergi ke perpus dan ketemu deh nih buku.
Aq uda berharap banyak untuk buku ini, apalagi setelah melihat review dari teman-teman.Tapi sorry nih sebelumnya, kalau selesai membaca ini,aq harus memberikan rating hanya 2 bintang saja, karena menurutku buku ini terlalu puitis banget, jadinya aq gak ngerti deh..:)
Tapi mungkin dari aq juga gak begitu suka dengan cerita yang bertema puitis, jadi rada tida More...
Nov 03, 2008
Weni rated it: 2 of 5 stars
Thanks buat Vivaldi yang udah minjemin buku ini.

Saya suka tampilan bukunya, covernya bagus :D Sayang ceritanya buat saya biasa aja. Mungkin akan lebih bagus kalo lebih panjang. Kalo disuruh memilih dari 11 cerita yang ada, favorit saya Cicak di Dinding.
8 comments like (1 person liked it)
Aug 05, 2011
Sastra rated it: 3 of 5 stars

Terus terang, di luar ekspektasi saya. Saya kecewa. Lagu-lagunya bagi saya lebih menarik daripada isi bukunya. Hanya 11 kisah cinta sekadar yang terkesan dibuat secara tergesa-gesa.

Semga buku berikutnya bisa lebih menarik
3 comments like (1 person liked it)
Jul 25, 2010
Akbar rated it: 4 of 5 stars
Perpaduan antara 11 cerita fiksi dan 11 Lagu membuat novel hasil karya Dee ini unik dan nikmat untuk dibaca sambil mendengarkan CD nya, diawal cerita ada puisi yang merangkum cerita tersebut.
Cerita "PELUK" yang menggambarkan sisi lain dari perpisahan menjadikan indah dan penuh makna.
Cerita "Malaikat Juga Tahu" Menceritakan seorang anak autis yang jatuh cinta dengan gadis normal pacar abangnya, sang gadis menyayanginya namun bagai buah simalakama, akhirnya si anak More...
May 10, 2009
Ani added it
Perpaduan antara 11 cerita fiksi dan 11 Lagu membuat novel hasil karya Dee ini unik dan nikmat untuk dibaca sambil mendengarkan CD nya, diawal cerita ada puisi yang merangkum cerita tersebut.
Cerita "PELUK" yang menggambarkan sisi lain dari perpisahan menjadikan indah dan penuh makna.
Cerita "Malaikat Juga Tahu" Menceritakan seorang anak autis yang jatuh cinta dengan gadis normal pacar abangnya, sang gadis menyayanginya namun bagai buah simalakama, akhirnya si anak a More...