Jejak Tinju Pak Kiai
240 pages
Published
September 1st 2008
by PT Kompas Media Nusantara
(first published 2008)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
160)
Buku karangan Emha Ainun Najib yang pertama kali saya baca adalah buku ini. Diterbitkan sejak beberapa tahun yang lalu namun baru tertarik membacanya setelah membaca salah satu buku M.Faudhil Adzim, Dunia Kata. Dalam buku M. Faudhil Adzim, disebutkan bahwa dua dari pengarang yang karyanya unik adalah, Emha Ainun Najib dan Umar Kayam. Yang direkomendasikan oleh beliau sebenarnya Pojok Sejarah nya Cak Nun (populer name) dan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan nya Umar Kayam. Namun, di Perpustakaan k...more
Cak Nun bergerak lincah dalam kata-kata, meski dalam beberapa artikelnya ada ide yang berulang. Buku ini enak dibaca. Tampilan kertasnya yang ringan juga membuatnya makin enak dibawa ke mana-mana. Saya senang membacanya. Tak butuh lama untuk dapat menghabiskan buku ini.
Cak Nun tak perlu membuktikan apa-apa lagi untuk menajamkan kearifannya. Segala macam topik, yang dengan istilahnya "berbagai-bagai", menjadi rangkuman kearifannya yang mempesona. Dia melihat dari sisi yang agak berbeda. Menapakai...more
Cak Nun tak perlu membuktikan apa-apa lagi untuk menajamkan kearifannya. Segala macam topik, yang dengan istilahnya "berbagai-bagai", menjadi rangkuman kearifannya yang mempesona. Dia melihat dari sisi yang agak berbeda. Menapakai...more
Refleksi atau komentar2 Cak Nun mengenai masalah2 yang ada disekitar kita, menjadi bahasan menarik.
Sindiran, saran, kritik pun terlontar dalam buku ini.
Ada satu cerita yang menarik untuk saya di buku ini, yaitu yg b'judul Nyicil simpati kepada setan. Lah wong, setan aja dah bosan sama manusia zaman sekarang yang sangat kreatif dalam memanipulasi, menipu, menjerumuskan orang lain. Setan pun berkata: klo keadaannya kayak gini mah ga ada tantangannya. Knp? Krn manusia tanpa digoda dan dirayu setan...more
Sindiran, saran, kritik pun terlontar dalam buku ini.
Ada satu cerita yang menarik untuk saya di buku ini, yaitu yg b'judul Nyicil simpati kepada setan. Lah wong, setan aja dah bosan sama manusia zaman sekarang yang sangat kreatif dalam memanipulasi, menipu, menjerumuskan orang lain. Setan pun berkata: klo keadaannya kayak gini mah ga ada tantangannya. Knp? Krn manusia tanpa digoda dan dirayu setan...more
Jul 30, 2010
Murwoto
added it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
May 09, 2013
Nanang Eko
marked it as to-read
May 08, 2013
Alvin Fahmi
marked it as to-read
May 08, 2013
Siti Maftuhah
marked it as to-read
May 07, 2013
Prabowo Hariyadi
marked it as to-read
Apr 30, 2013
Akhmad Thaufik
marked it as to-read
Apr 03, 2013
Hening Setyati
marked it as to-read
Apr 02, 2013
Setiyawan
marked it as to-read
Mar 19, 2013
Syafrizal
marked it as to-read
Mar 10, 2013
Muhammad Satria
marked it as to-read
Mar 06, 2013
Danang Itoe lemoe
marked it as to-read
Mar 06, 2013
Syofwandi Akhmad
marked it as to-read
Feb 28, 2013
Erochmat
marked it as to-read
Feb 19, 2013
امين عبدالله
is currently reading it
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas...more
More about Emha Ainun Nadjib...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »







view 1 comment














