by
3.45 of 5 stars
Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa ... read full description

reviews

Jan 01, 2009
Primadonna rated it: 2 of 5 stars
Beberapa komentar setelah baca:

1. Lebay.
2. Lebay.
3. Lebay.
4. Adegan jambu mawar okelah, karena mengingatkan pada masa kecilku yang juga suka jambu mawar dan rebutan sama lutung.
5. Judul menyesatkan.
6. Ada orang bisa menyelam tanpa alat selama 20 menit? WOO HOO SAKTI!!!
7. Itu adegan ke dokter gigi buset amat. Dari halaman awal di 12 apa 13, baru disinggung lagi di halaman 400an.
8. Diksi okelah. Bertele-tele, ya mungkin khasnya ngalor ngidul M More...
1401 comments like (37 people liked it)
Dec 20, 2008
Bunga Mawar rated it: 3 of 5 stars
Kalau saya akan membuat sinopsis dari buku yang sudah setahun lebih dinanti sejuta umat ini, maka saya akan menuliskannya seperti ini:

"Ikal telah berhasil menyelesaikan S2-nya di kampus mentereng Sorbonne, Perancis, dan kini kembali ke kampungnya di pedalaman Belitong. Tanpa pekerjaan yang sesuai dengan gelarnya, pemuda ini menjelma menjadi pengangguran kronis. Capek terus-terusan dikejar target berumahtangga oleh ibundanya, pemuda ini mengalihkan perhatian dengan memulai lagi m More...
42 comments like (25 people liked it)
Dec 17, 2008
Kanti rated it: 4 of 5 stars
Siapanya Bang Anatoli?

Saya menamatkan bacaan ini dalam keadaan terkapar di tengah kompresan, jadi entahlah apakah kesimpulan ini memang asli dari bukunya atau jangan-jangan bercampur aduk dengan igauan.

Bintang 1: Setia berakar pada budaya Belitong
Intinya adalah mengenai semacam gegar budaya balik yang dialami sang tokoh, Ikal, sekembali dari melanglang buana bersekolah tinggi. Ternyata, ilmu dan pengalaman yang telah dia peroleh dari petualangan hebatnya itu pun t More...
29 comments like (14 people liked it)
Dec 02, 2008
Nielam rated it: 4 of 5 stars
okey, setelah menenangkan diri selama semalam suntuk rasanya saya sudah siap untuk menulis review ttg buku yang entah kenapa berjudul maryamah karpov ini.

dahulu kala sekali, saya pernah secara tak sengaja membaca sebuah interview andrea hirata. Dimana dalam wawancara tersebut dia bercerita sepintas ttg buku ini, yang kala itu masih jauh dari waktu diterbitkan. andrea bercerita, bahwa dalam sebuah book discussion dia bertemu dengan seorang pembaca wanita, middle age woman, yang sosokn More...
33 comments like (10 people liked it)
Dec 10, 2008
Jati rated it: 2 of 5 stars
Maryamah Karpov: Memoar Yang Surealis


Saat membaca lembar demi lembar Maryamah Karpov, sulit bagi saya untuk percaya bahwa buku itu adalah memoar. Pun saat tamat membacanya, saya sangsi.

Maryamah Karpov mengajak pembaca bertualang dalam dunia khayalan yang hiperbolis. Dahsyat nan menggugah imaji. Begitu imajinatif hingga condong kepada surealis, meskipun—menurut dugaan saya—Andrea mati-matian membuatnya realis. Karena itu, pada titik ini Andrea Hirata telah gagal.
More...
6 comments like (8 people liked it)
Dec 08, 2008
Vivaldi rated it: 3 of 5 stars
Rasanya ada yang mengganjal seselesainya baca ini buku. Mana Maryamah Karpov yang saya tunggu-tunggu itu ?? Maryamah yang katanya contoh perempuan Melayu yang teguh melawan budaya patriarki?? Dari awal sampe akhir, cuma ketemu selintas Makcik Maryamah, yang pandai bermain catur.

Saya curiga berat, Andrea gak cuma bermaksud nulis Tetralogi. Pentalogi mungkin ?? atau malah Heptalogi, menyaingi Harry Potter ?? hehehe. Supaya ada tempat menyelesaikan cerita Cik Maryamah ini, juga ada tem More...
1 comment like (7 people liked it)
Jan 05, 2009
Jimmy rated it: 2 of 5 stars
2-3-1-4
Ah, Kawan (Andrea Hirata mode on), jangan mengira angka-angka di atas adalah formasi tim sepakbola Real Madrid, walaupun akan sangat seru menempatkan 4 striker sekaligus untuk membobol gawang lawan. Formasi angka tersebut adalah urutan pembacaan buku tetralogi Laskar Pelangi. Saya sudah lama mendengar nama Andrea Hirata dengan tetralogi Laskar Pelangi-nya. Namun saat itu, saya belum tertarik untuk membaca satu pun dari buku-buku tersebut. Sampai akhirnya, ketika buku “Sang Pemimp More...
9 comments like (9 people liked it)
Dec 09, 2008
nanto marked it as to-read
udah tahu harganya kemaren, pas cari tempat aman buat nelpon penting :D

Udah punya bukunya. sampulnya kok bikin pengen denger the Corss.

Baca berapa bab. Sampai Ikal lulus thesis. Ngakak abis waktu LaPlagia meletup, "Woodward, pernahkah kau bayangkan bidang kita ini akan dimasuki mahluk keriting model begini?" Ternyata hanya orang ketus dan angkuh saja yang tidak bisa membedakan keriting dan ikal.

*update 06/12/08*

Ikal tetap lucu. Suka bagia More...
12 comments like (4 people liked it)
Dec 10, 2008
Sri rated it: 3 of 5 stars
Awal-awal aku ikutan Goodreads, aku masih menandai buku-buku tetralogi Laskar Pelangi (3 buku waktu itu) dengan tag biography-memoirs padahal setelah membaca Laskar Pelangi aku meyakini kalau kisah Laskar Pelangi dan selanjutnya adalah fiksi. Tapi di cover belakang bagian dalam, kenapa sih buku ini masih disebut sebagai nonfiksi? (Ini nyolong pernyataan Gary :D). Entahlah. Yang jelas, aku menikmati Maryamah Karpov sebagai kisah fiksi dan hasilnya aku lebih menikmatinya ketimbang dulu waktu memba More...
4 comments like (3 people liked it)
Feb 02, 2009
Sisca added it
kalo ada yg bilang "lebai", sepertinya sih...
kalo ada yang bilang "muter muter", bener juga...
kalo ada yang bilang "gak jelas", said so...
kalo ada yang bilang "gak nyambung" (sama judulnya), itu bener banget...!!!
sing penting terhibur banget lah sama ni buku...
masih bisa menangis terharu pas Anggota laskar pelangi muncul satu persatu membantu Ikal yg buntu dengan kapalnya.
masih tertawa2 geli pas ikal di ruang pucat....
More...
2 comments like (4 people liked it)
Dec 01, 2008
Handaka rated it: 2 of 5 stars
jumat 28 nov 2008 lalu terbit novel yg banyak ditunggu2 orang, maryamah karpov. namun setelah usai menyelesaikan novel 504 halaman tersebut, tak kuasa menyimpan rasa kecewa.

penulis lebih banyak mempertontonkan ketrampilan melucu
dng guyon2an satire yg seringkali tanpa makna. berpuluh lembar pembaca
disodori kisah2 abrsurd bagaimana terbentuknya nama pangilan para
pelanggan warung kopi, satu persatu tanpa kecuali. saya jadi merenung,
apakah demikian kira2 potret pe More...
3 comments like (2 people liked it)
Dec 01, 2008
Fadilah rated it: 4 of 5 stars
Kalo baca awalnya, yang bagian adegan aneh bin misterius itu pasti langsung kepikir si Ikal entah disiksa atau diperkosa. Hahahaha. Ternyata! Kalo baca terakhirnya pasti senyum-senyum. Kali ini cerita Ikal fokus pada pengejaran A Ling. Lumayan penuh bumbu ketawa. Sayangnya, bahan akhir cerita malah rada garing dan kurang cocok dijadikan penutup tetralogi ini. Gapapa deh. Salut buat mas Hirata hirata akhirat (hehe).
0 comments like (2 people liked it)
Dec 06, 2008
Himawan rated it: 1 of 5 stars
Setelah membaca buku ini saya berpikir apakah ada perubahan isi dari novel ini yang dilakukan pengarangnya. Kesan yang timbul adalah AH merubah isi cerita karena melihat respon masyarakat yang tinggi tentang Lintang dan anggota Laskar Pelangi maka para anggota LP dimunculkan dalam buku ini. Hal itu tidak masalah kalau konsisten antara novel MK dengan ketiga novel lainnya.

Dalam LP diceritakan bagaimana kehidupan para anggota LP yang sebagian merantau ke Jakarta dan berhasil seperti S More...
0 comments like (2 people liked it)
Jan 08, 2009
Apop rated it: 2 of 5 stars
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here
0 comments like (1 person liked it)
Dec 02, 2008
Karamullah rated it: 3 of 5 stars
Sudah membaca buku ini, dibawah ekspetasi sih,
jika edensor bisa mewujudkan mimpi-mimpinya di luar negeri,kebalikan dari maryamah karpov, menceritakan lulusan S2 perancis, ahli ekonom telekomunikasi, kembali ke perkampungan melayu, yang kali ini hanya mewujudkan mimpi kebanyakan orang, yaitu mengejar cinta.

Kata Maryamah karpov pun hanya bagian kecil dari cerita keseluruhan yang justru tidak penting ditonjolkan, mungkin lebih tepat jika Mimpi-mimpi lintang yang notobene nama kap More...
0 comments like (1 person liked it)
Jan 07, 2009
nur rated it: 2 of 5 stars
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here
0 comments like (1 person liked it)
Jan 01, 2009
Sally rated it: 1 of 5 stars
Setelah lama menanti buku terakhir dari tetralogi laskar pelangi, ternyata novel Maryamah Karpov ini jauh dari harapan gue. Mengecewakan dan ga sebanding dengan buku-buku sebelumnya.

Gue ngebayangin kalau di buku ke empat ini, akan muncul lagi karakter lain yang mengesankan seperti Lintang dan Arai atau menceritakan perjuangan Ikal mendapatkan pekerjaan, tapi ternyata novel ini isinya cuma fantasy berlebihan yang membodohi pembaca. Konyol!!

Novel 1-3 bisa menjadi inspirasi More...
4 comments like (3 people liked it)
Dec 08, 2008
Shinta rated it: 3 of 5 stars
masih suka gaya bahasanya yg penuh metafora dan sering menertawakan diri sendiri.
cerita tentang kaum melayu itu. tentang kue yang sepertinya sih martabak manis.
dan biduan kampung: bang zaitun.. hihihi..

tapi aku ga tertarik cerita ttg mencari a ling-nya. lebai deh /:)

yang bikin LP bagus itu, salah satunya karena pesannya yang kuat. tp di MK,sepertinya pesan itu jadi disorientasi.
logika vs cinta mate, sains vs klenik, melayu vs ho pho, ..
mau ke ma More...
2 comments like (1 person liked it)
Dec 15, 2009
Uci rated it: 1 of 5 stars
Seandainya Andrea berhenti di Edensor... :)
0 comments like (3 people liked it)
Dec 19, 2010
Harun Harahap rated it: 2 of 5 stars
KECEWA SUNGGUH KECEWA..

MERANA SUNGGUH MERANA..

KESAL SUNGGUH KESAL..

jiaaa ampun..novel yang gw tunggu2 ternyata mengecewakan gw banged...
mo tau alasannya...???

1. Kok Judulnya ga nyambung ya ma isinya..cuman nyenggol dikit doank..kasih judul nyang laen napa..

2. Nape ceritanya jadi kacau balau gini sih..ga nyambung bin ga jelas..dulu A ling pergi ke jakarta..sekarang tiba2 di pulau antah berantah..nah kan..konsisten napa om..

More...
29 comments like (1 person liked it)
Dec 17, 2008
Andri rated it: 3 of 5 stars
atas jasa baik seorang teman, -many thanks to u nDy-, aku dapat buku ini, edisi launching yg ada tanda tangan andrea. ini bukan buku pertama tetralogi LP yang ada sign andrea sih.. yg LP aku jg dapat langsung, waktu diskusi di cafe omah sendok beberapa tahun silam.. saat-saat LP baru dirilis.. saat andrea jauuuuuh.. belom ngetop seperti sekarang.. masih enak diajak tegur sapa, bahkan menawarkan bantuan untuk mengajarku trik-trik meraih bea siswa dari luar..

what an old days...
More...
3 comments like (1 person liked it)
Mar 05, 2009
Ambar rated it: 3 of 5 stars
This is the last episode of Andrea Hirata. The rule to enjoy this book :

1. Stop make personification between Ikal and Andrea. They might be came from the same mind but the character and the flow of story could be different. I successfully avoided publisher's jargon before read it!
2. Being a dreamer doesn't mean a fiction nor an illusion.
3. For you who expect too much from this book, I think you should let the book tell itself. Just enjoy it, no matter what people say.
More...
3 comments like (2 people liked it)
Dec 09, 2008
Dwi added it
Banyak pertanyaan yang ada dalam benak saya, yang belum mendapat jawaban dari buku ke4 tetralogi ini. Antara lain, dimanakah A Ling selama ini? Apa yang dikerjakannya? Kenapa dia meninggalkan Belitong? Kenapa dia ingin ke Singapura?
Saya selesaikan dalam 2 hari, dan tidak puas pada akhirnya. So my son, Ade, ask, kenapa judulnya tidak sesuai dengan isinya, Bu?
1 comment like (1 person liked it)
Dec 03, 2008
Rusdi rated it: 2 of 5 stars

Awalnya membuat saya penasaran setelah membaca tiga buku sebelumnya...

Akan tetapi, Sangat kecil kolerasi sebuah ilmu dengan kehidupan pribadi seseorang...

Yang buta karena cinta pada seorang A Ling...

Tidak memberi contoh terbaik untuk seorang yang berilmu dimana ilmu semestinya bermanfaat untuk orang lain...

0 comments like (2 people liked it)
Dec 31, 2008
Lisdiawati rated it: 4 of 5 stars
A beautiful yet a sad love story for Ikal n Aling (wopss, sorry for the spoiler ehuheuheu)
0 comments like (1 person liked it)
Dec 26, 2008
Cahya rated it: 1 of 5 stars
Anti klimaks, terlalu merangkum hal-hal, yang belakangan jadi tidak realistis
1 comment like (1 person liked it)
Feb 18, 2009
Ndahdien rated it: 4 of 5 stars
Pro kontra terhadap keabsahan novel inipun ramai menjadi perdebatan, apakah ini kisah nyata atau khayalan Andrea semata?? Gw termasuk orang yang ga peduli apakah ini cerita bener atau ngga' karena gw lebih memilih untuk menikmati isi novel dengan bertanya pada diri sendiri, apa gw terhibur, apa gw pusing, apa membosankan? Jawaban gw... gw sangat terhibur dengan Maryamah Karpov (MK).

Jangan harap akan berurai airmata demi melihat covernya yang sendu, Maryamah Karpov justru hadir untuk More...
Jan 16, 2009
M. Fazid rated it: 3 of 5 stars
Buku terakhir seri tetralogi Andrea Hirata punya. Kurang sip daripada seri2 pendahulu nya.

Kisah nya berlanjut dari Edensor, yang bercerita tentang Ikal dan Arai (terpaksa pulang ke Indonesia karena sakit) yang kuliah di Prancis.

Pada awal kisah, di ceritakan tentang Ikal yang maju untuk ujian tesis. Setelah selesai ujian tersebut, Ikal melakukan travelling ke beberapa tempat sebelum pulang Ke Indonesia.

Setelah sampai di Indonesia,tentu bertemu kembali dengan Arai, Ik More...
Jan 06, 2009
Gratefulman rated it: 3 of 5 stars
Pulang kantor, hujan2, gw bela2in beli buku ni..
dan setelah 3hari baca buku ni, gw harus legowo kalo beberapa hal ga sesuai ekspektasi gw. Walau Andrea hirata masih memertahankan kelihaiannya mengekslpore kata-kata, namun secara umum, gw ngerasa novel ini memang membawa nuansa baru dan berbeda, karena lebih berirama satir sekaligus realis dibanding buku sang pemimpi ataupun edensor, yang melambungkan mimpi itu. Buku ini juga lebih banyak mengeksplor sisi kehidupan sosial, dan budaya masyar More...
Jan 05, 2009
Santh rated it: 3 of 5 stars
Entah kenapa sejak pertama melihat covernya saja, aku sudah berpikir bahwa buku ke-4 ini bakalan bernuansa syahdu, "gloomy", "grey" dan agak-agak suram (mungkin dikarenakan judul, nuansa foto cover yang lumayan "dark" dan gambar biola, kali...entah dimana hubungannya).

Namun setelah membacanya beberapa lembar, kesan tersebut langsung hilang, apalagi kalau membaca semakin ke dalam, banyak hal yang bikin tertawa terbahak-bahak bahkan adikku terpingkal-pingk More...