Last Tango In Paris:A ...
Last Tango In Paris:A Novel
by
Robert Alley
The novelization is taken from the script by Bertolucci and Franco Arcalli, and it is at least commendably brief. The book also comes with eight pages of black-and-white stills.
Hardcover, 144 pages
Published
by Pan Books
(first published 1973)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
212)
Thoughts on LTIP…
“How do they do it, the ones who make love
without love? Beautiful as dancers,
gliding over each other like ice-skaters
over the ice, fingers hooked
inside each other’s bodies, faces
red as steak, wine, wet as the
children at birth whose mothers are going to
give them away. How do they come to the
come to the come to the…still waters, and not love
the one who came there with them, light
rising slowly as steam off their joined skin…just factors, like the partner
in the bed, and not the t...more
“How do they do it, the ones who make love
without love? Beautiful as dancers,
gliding over each other like ice-skaters
over the ice, fingers hooked
inside each other’s bodies, faces
red as steak, wine, wet as the
children at birth whose mothers are going to
give them away. How do they come to the
come to the come to the…still waters, and not love
the one who came there with them, light
rising slowly as steam off their joined skin…just factors, like the partner
in the bed, and not the t...more
Judul : Last Tango in Paris
Penulis : Robert Alley
Penerjemah : Rama Romindo Utomo
Penyunting : M.Sidik Nugraha dan Anton Kurnia
Sungguh, saya juga bingung apa hikmah atau makna yang hendak disampaikan penulis melalui novel kontroversial ini. Sebagaimana pendapat para resensor sebelumnya yang juga rata-rata kebingungan mencari tahu maksud dibalik dituliskannya novel yang alurnya lebih mirip alur drama ini. Satu hal yang disepakati oleh banyak pembaca, buku ini mengandung—atau mungkin mengumbar—aneka...more
Penulis : Robert Alley
Penerjemah : Rama Romindo Utomo
Penyunting : M.Sidik Nugraha dan Anton Kurnia
Sungguh, saya juga bingung apa hikmah atau makna yang hendak disampaikan penulis melalui novel kontroversial ini. Sebagaimana pendapat para resensor sebelumnya yang juga rata-rata kebingungan mencari tahu maksud dibalik dituliskannya novel yang alurnya lebih mirip alur drama ini. Satu hal yang disepakati oleh banyak pembaca, buku ini mengandung—atau mungkin mengumbar—aneka...more
Ikutan Harun ah....
Isinya intip punya Jeng Uci di http://www.goodreads.com/review/show/149...
Dibaca kemarin dalam perjalanan pulang yang butuh 5 jam hiks.....!
Secara cara bercerita, oklah. Maksudnya bahasanya, uraiannya sih ok
Cuman topiknya yang buat kedua alisku bersatu....
Silahkan sebut saya kuno, norak atau apalah, tapi buat saya tema buku yang sungguh menakutkan!
Sex memang sudah dianggap menjadi kebutuhan manusia. Tapi dalam buku ini, kok yah jadi menyeramkan.
Buat saya urusan begituan jadi...more
Isinya intip punya Jeng Uci di http://www.goodreads.com/review/show/149...
Dibaca kemarin dalam perjalanan pulang yang butuh 5 jam hiks.....!
Secara cara bercerita, oklah. Maksudnya bahasanya, uraiannya sih ok
Cuman topiknya yang buat kedua alisku bersatu....
Silahkan sebut saya kuno, norak atau apalah, tapi buat saya tema buku yang sungguh menakutkan!
Sex memang sudah dianggap menjadi kebutuhan manusia. Tapi dalam buku ini, kok yah jadi menyeramkan.
Buat saya urusan begituan jadi...more
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
"Di mana adanya cinta?" pekik perempuan itu.
"Pergi nonton film sana untuk melihat cinta."
Cinta cuma ilusi, tapi seks nyata. Kau tak perlu mengenal seseorang untuk berhubungan seks dengannya. Tak perlu tahu masa lalunya, tak perlu mendoakan masa depannya. Selama raga terpuaskan, maka sudah.
Itu bukan kata-kata Bertolucci, tapi kesimpulan yang saya tangkap setelah membaca buku ini. Saya menyebut Bertolucci dan bukan Robert Alley karena bagaimanapun buku ini sepenuhnya berangkat dari naskah film be...more
"Pergi nonton film sana untuk melihat cinta."
Cinta cuma ilusi, tapi seks nyata. Kau tak perlu mengenal seseorang untuk berhubungan seks dengannya. Tak perlu tahu masa lalunya, tak perlu mendoakan masa depannya. Selama raga terpuaskan, maka sudah.
Itu bukan kata-kata Bertolucci, tapi kesimpulan yang saya tangkap setelah membaca buku ini. Saya menyebut Bertolucci dan bukan Robert Alley karena bagaimanapun buku ini sepenuhnya berangkat dari naskah film be...more
An enthralling read and a more rivetting experience than the Bertolucci film. A very sexual and visceral book which dwells too much on the physicality between two people and less on the subtle connection that is formed between two lonely, depressed, emotionally void individuals. There are significant details in the book regarding the post-68 intellectual currents in Paris and the other characters that exist around Jeanne and Paul but never manage to truly co-exist with the two protagonists. Impr...more
Yeah, tertarik untuk baca buku ini karena settingnya Paris, dan sepertinya romantis-romantis gimana gitu yah.Tapi, begitu baca, agak gak begitu sreg mungkin karena *you know lah*. Tapi disini karakter utamanya diceritakan dengan sangat detail, jadi tergambar dengan sangat jelas. Dimana, Paul yang diceritakan bahwa ia stres dengan kematian istrinya yang mendadak yang lalu membuat ia berbuat kasar pada Jeanne, begitu pula sebaliknya.
Untuk pembentukkan karakter dan penjiwaannya *kayak drama aja* gu...more
Untuk pembentukkan karakter dan penjiwaannya *kayak drama aja* gu...more
El último tango en París nos ofrece no solo musicalidad, erotismo, un poco de neblina y el ambiente bohemio y parisino que se necesita para esta historia; dos desconocidos que convergen en una habitación – ambiente más que vital para despojarse del mundo y de sí mismos- sin pasado, ni futuro, tan solo el presente de sus cuerpos y el deseo que pone a temblar la ciudad francesa, es así como Jeanne y Paul se aventuran durante un corto tiempo a la entrega total del placer que sus bajas pulsiones les...more
Apa yang mesti saya resensi dari buku ini?
“tampak dua orang melintasi jembatan, menuju arah yang sama, terjerembab dalam irama yang saling berbalas, mesti mereka tak pernah menduganya. Mereka sebelumnya tak pernah bertemu dan tak bisa menjelaskan momen aneh yang secara kebetulan mempertemukan mereka. Bagi keduanya, jembatan, hari itu, pemandangan kota Paris, serta kondisi keberadaan mereka memiliki makna yang sungguh berbeda.” Hal. 6.
Mereka pertama kali bertemu di jembatan itu kemudian saling me...more
“tampak dua orang melintasi jembatan, menuju arah yang sama, terjerembab dalam irama yang saling berbalas, mesti mereka tak pernah menduganya. Mereka sebelumnya tak pernah bertemu dan tak bisa menjelaskan momen aneh yang secara kebetulan mempertemukan mereka. Bagi keduanya, jembatan, hari itu, pemandangan kota Paris, serta kondisi keberadaan mereka memiliki makna yang sungguh berbeda.” Hal. 6.
Mereka pertama kali bertemu di jembatan itu kemudian saling me...more
Hmmm..
Kayaknya ga bisa ngasih lebih dari bintang 2. Rasanya buku ini kok berakhir dengan banyaknya umpatan dan kata-kata yang tidak enak didengar ya?
Okelah, klo ada adegan sex, mungkin saya masih bisa maklum, tapi kok makin deket akhir buku, malah banyak sekali yang bikin eneq. Ya itu adegannya, ya kata-katanya si Paul.
Harusnya penerbit Serambi melabeli buku ini dengan Label Novel Dewasa. Semoga ga ada anak di bawah umur yang baca buku ini :D
Kayaknya ga bisa ngasih lebih dari bintang 2. Rasanya buku ini kok berakhir dengan banyaknya umpatan dan kata-kata yang tidak enak didengar ya?
Okelah, klo ada adegan sex, mungkin saya masih bisa maklum, tapi kok makin deket akhir buku, malah banyak sekali yang bikin eneq. Ya itu adegannya, ya kata-katanya si Paul.
Harusnya penerbit Serambi melabeli buku ini dengan Label Novel Dewasa. Semoga ga ada anak di bawah umur yang baca buku ini :D
More interesting than the film, but still surprisingly dull for such a controversial book/film. Very little plot, very little depth. Most of the pull I can see people getting from the film would be the blunt sexuality. But blunt sexuality is not enough to make a good film or a good book. Because of this, both are unsuccessful works.
aku nggak ngerti dengan pesan yang terkandung di novel ini selain hanya mengenai gairah yang tidak membuat orang buta lantas setelah mengatakan 'her' mau melakukan apapun bahkan yang parah, mencintai 'his', lalu 'her' (view spoiler) -.-
Jul 10, 2012
ana "a kecil"
rated it
2 of 5 stars
·
review of another edition
Shelves:
fiksi-terjemahan,
milik-saya
ups. ternyata ini adalah novel dewasaaa...
dan isinya.. hm yah. saya ga terlalu menyukainya. saya pikir cinta ga bisa dmuliai dengan sekedar hubungan badan.
novel pun ditutup dengan akhir yang tragis.
dan isinya.. hm yah. saya ga terlalu menyukainya. saya pikir cinta ga bisa dmuliai dengan sekedar hubungan badan.
novel pun ditutup dengan akhir yang tragis.
May 06, 2012
Margaret
marked it as own-and-someday-read
·
review of another edition
Shelves:
smut-novels
Well once upon a time I opened it up, read the opening, then skimmed through to all the movie still pictures and then read the last couple pages. That doesn't count as reading this book, eh? LOL
Bosan
Bosan
Bosan
kalau mau tau ini cerita tentang apa? Lihat di sini aja deh http://www.goodreads.com/review/show/... reviewnya mbak uci.. Hehehehe..
Bosan
Bosan
kalau mau tau ini cerita tentang apa? Lihat di sini aja deh http://www.goodreads.com/review/show/... reviewnya mbak uci.. Hehehehe..
May 25, 2011
Δx Δp ≥ ½ ħ htgkvkkviholmvobsvzighxofyyzmw
rated it
2 of 5 stars
·
review of another edition
Shelves:
a-day-in-the-life
wew... Lolita versi baru? sayang rada-rada datar narasinya. nyaris bosan. ahahaha (banyak yg diskip :P)
Mar 08, 2009
Terry
added it
Last Tango In Paris by Robert Alley
Mar 16, 2013
Michiyo 'jia' Fujiwara
rated it
2 of 5 stars
·
review of another edition
Shelves:
roman,
novel-dewasa
gak ada yang istimewa..biasa aja! walaupun filmnya masuk sebagai 100 film terpopuler sepanjang masa..haahhh.. film dan buku kan dua media yang berbeda..
May 15, 2013
Megan Dimarco
marked it as to-read
Apr 16, 2013
Tia
marked it as to-read
Apr 03, 2013
Shannon Gressler
marked it as to-read
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Loading...























Dec 14, 2011 07:45pm