reviews
Jan 05, 2009
Bravo buat mas Rudi...ada cupikan yang menyentuh niy...
“Semua orang tahu, esok sama saja dengan hari-hari kemarin. Sama-sama 24 jam, sama-sama ada pagi, siang, sore, dan malam. Tapi tak seorang pun tahu seperti apa persisnya setiap esok. Mungkin tetap seperti hari-hari lainnya, tapi apakah matahari akan sama teriknya seperti kemarin? Tapi apakah bunga-bunga yang sama akan mekar seperti kemarin atau malah berguguran? Tak seorang pun tahu. Mungkin tetap seperti kemarin. Tapi mungkin ju More...
“Semua orang tahu, esok sama saja dengan hari-hari kemarin. Sama-sama 24 jam, sama-sama ada pagi, siang, sore, dan malam. Tapi tak seorang pun tahu seperti apa persisnya setiap esok. Mungkin tetap seperti hari-hari lainnya, tapi apakah matahari akan sama teriknya seperti kemarin? Tapi apakah bunga-bunga yang sama akan mekar seperti kemarin atau malah berguguran? Tak seorang pun tahu. Mungkin tetap seperti kemarin. Tapi mungkin ju More...
6 comments
like
(1 person liked it)
Jun 21, 2009
bukankah setiap hal memerlukan jeda. sebelum sampai ke sesuatu yang kita identifikasikan sebagai tujuan. ya. tujuan. kata ini menjadi absurd ketika pada dasarnya hidup adalah sebuah bentukan skenario yang telah lapuk dalam kitab kejadian.
tujuan adalah penanda absurditas yang sebenar-benarnya terjadi dalam benak. melalui plot, alur, dan tanjakan, kodrat -tokoh dalam novel ini- adalah refleksi dari jalan menuju tujuan. proses tujuan itu yang nyata. sedangkan tujuan menjadi subtil keti More...
tujuan adalah penanda absurditas yang sebenar-benarnya terjadi dalam benak. melalui plot, alur, dan tanjakan, kodrat -tokoh dalam novel ini- adalah refleksi dari jalan menuju tujuan. proses tujuan itu yang nyata. sedangkan tujuan menjadi subtil keti More...
4 comments
like
(1 person liked it)
Sep 26, 2008
Penulis : FX Rudy Gunawan
Penerbit: Sp@si & VHR Book, Jakarta
Cetakan: Pertama, Maret 2008
Harga: Rp. 38.500,-
Tebal: IX + 182 hlm; 13 X 26 cm
K-O-M-A adalah buku ketiga yang gue baca dari beberapa karya FX Rudy Gunawan. 2 buku sebelumnya adalah Bangsal 13 dan Tusuk Jelangkung (keduanya novel adaptasi). Dan kali ini gue bakal mereview buku FX Rudy Gunawan yang terbaru, K-O-M-A
Bukan novel adaptasi, melainkan sebuah novel sastra.
Kodrat, anak m More...
Penerbit: Sp@si & VHR Book, Jakarta
Cetakan: Pertama, Maret 2008
Harga: Rp. 38.500,-
Tebal: IX + 182 hlm; 13 X 26 cm
K-O-M-A adalah buku ketiga yang gue baca dari beberapa karya FX Rudy Gunawan. 2 buku sebelumnya adalah Bangsal 13 dan Tusuk Jelangkung (keduanya novel adaptasi). Dan kali ini gue bakal mereview buku FX Rudy Gunawan yang terbaru, K-O-M-A
Bukan novel adaptasi, melainkan sebuah novel sastra.
Kodrat, anak m More...
Jun 12, 2010
Saat bangsa Roma, bangsa yang pertama kali mengembangkan konsep jalan raya, merancang jalan untuk kota, mereka menetapkan ukuran lebar jalan 143,5 cm. Mengapa harus demikian? Ternyata kereta yang mereka gunakan saat berperang ditarik oleh dua kuda dan bila ditempatkan berdampingan kedua kuda akan jadi selebar 143,5 cm.
Dan lebar rel kereta api yang kita lihat saat ini "ditentukan" oleh bangsa Roma. Saat orang-orang mulai berimigrasi ke Amerika Serikat dan mulai More...
Dan lebar rel kereta api yang kita lihat saat ini "ditentukan" oleh bangsa Roma. Saat orang-orang mulai berimigrasi ke Amerika Serikat dan mulai More...
May 15, 2009
aku membaca buku ini sekitar sebulan yang lalu. Tokoh-tokohnya, kodrat, kenangan, jauhhari, dll cukup memiliki kekuatan karakter. Penuh pesan tapi bagiku sendiri kurang memberikan kesan...
Dec 22, 2011
Sep 24, 2011
Apr 18, 2011
Mar 31, 2011
Nov 26, 2010
Oct 24, 2010
Dec 17, 2009
Oct 12, 2009
Oct 03, 2009
May 03, 2009
Apr 28, 2009
Mar 13, 2009
Mar 01, 2009
Mar 03, 2009
Dec 24, 2008
May 28, 2010
Dec 05, 2008
Oct 11, 2008
Sep 08, 2008
Sep 07, 2008
Jun 24, 2011
Aug 21, 2008
Aug 18, 2008
Aug 06, 2008
Aug 04, 2008
