44th out of 124 books
—
232 voters
Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
by
Agus Sopian,
Eriyanto, Coen Husain Pontoh, Linda Christanty, Budi Setiyono, Chik Rini, Andreas Harsono , Alfian Hamzah
Paperback, 324 pages
Published
2008
by KPG-Pantau
(first published 2005)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
200)
Dua cerita pertama mengesankan. Cerita pembantaian di Simpang Kraft terutama. Masuk cerita Kebo, pemulung yang mati dibakar. Ada unsur drama ada unsur riset. Lihat aja tanggal penulisan dan pengumpulan datanya yang dicantumkan pada tulisan tentang Dany, terdakwa pembom Atrium Senen. Satu tahun waktu wawancara dan pengumpulan data, untuk tulisan sepanjang itu. (lupa berapa halaman).
selesai bab Kebo pemulung yang mati terbakar. Bab ini buat saya yang mengambil kacamata peneliti mengingatkan pada m...more
selesai bab Kebo pemulung yang mati terbakar. Bab ini buat saya yang mengambil kacamata peneliti mengingatkan pada m...more
mengagumkan. delapan berita. delapan kisah nyata. dirangkai dengan kata-kata yang memikat. ada cerita tentang kehidupan tentara di Aceh, cerita tentang teroris, penembakan warga Aceh, seorang preman yang dihakimi massa, konflik-konflik dalam sejarah majalah Tempo,media massa di daerah konflik, hingga urusan air ledeng di jakarta. semuanya dikemas dengan gaya penulisan yang biasa ditemui dalam karya fiksi.
jurnalisme sastrawi adalah sebuah genre baru dalam jurnalisme. kata Andreas Harsono, jurnal...more
jurnalisme sastrawi adalah sebuah genre baru dalam jurnalisme. kata Andreas Harsono, jurnal...more
Jurnalisme Sastrawi, genre jurnalistik ini dibelahan Amerika sudah dikenal sejak 1960-an. Tetapi untuk Indonesia, aliran ini masih ‘kenalan baru’ dikalangan awak media cetak. Fakta liputan mendalam yang dirangkai dalam keindahan sastra, menghasilkan laporan jurnalistik jauh lebih menyentuh layaknya fiksi.
Delapan orang jurnalis majalah Pantau, berhasil mengumpulkan fakta sedetail-detailnya dari setiap peristiwa dalam delapan laporan mendalamnya. Setiap detail langkah, suara, cakap, tawa, tangis,...more
Delapan orang jurnalis majalah Pantau, berhasil mengumpulkan fakta sedetail-detailnya dari setiap peristiwa dalam delapan laporan mendalamnya. Setiap detail langkah, suara, cakap, tawa, tangis,...more
Gw sebenernya terjebak waktu baca buku ini... awalnya mau PDKT sama seseorang yang suka buku ini... :D
tapi setelah gw baca... ternyata nggak mengecewakan... bukunya cukup bagus... artikel2 yang dimuat di buku ini diceritakan selayaknya novel... maksudnya cara penuturan ceritanya... itu kek baca novel... jadi yah... cukup enak lah buat dibaca... cerita2nya juga menarik banget... dan beragam... dari hal2 yang ngejelimet sampe ka hal yang mungkin buat sebagian orang nggak penting... tapi menjadi pe...more
tapi setelah gw baca... ternyata nggak mengecewakan... bukunya cukup bagus... artikel2 yang dimuat di buku ini diceritakan selayaknya novel... maksudnya cara penuturan ceritanya... itu kek baca novel... jadi yah... cukup enak lah buat dibaca... cerita2nya juga menarik banget... dan beragam... dari hal2 yang ngejelimet sampe ka hal yang mungkin buat sebagian orang nggak penting... tapi menjadi pe...more
penulisan jurnalisme dgn genre narrative seperti ini terbukti lebih kaya, mendalam, dan humanis. membuktikan bahwa metode apapun dalam disiplin ilmu apapun bisa dikawinsilangkan dan menghasilkan sesuatu yang lebih fresh dan tentu saja TIDAK BIASA!
membaca ini, jurnalisme mainstream menjadi membosankan :)
membaca ini, jurnalisme mainstream menjadi membosankan :)
Begitulah.. sekelompok wartawan Indonesia berusaha mengembangkan genre jurnalisme sastrawi di negri ini. Kalaupun nantinya Pantau, nama media tempat penyaluran niat tersebut mati karena kempes dana, toh mereka sudah mencatat sejarah. "Sejarah" itu kemudian dibukukan ke dalam sebuah antologi liputan mendalam.
Gaya berkisah dalam pemberitaan adalah gaya yang paling saya sukai.. mungkin karena pada dasarnya saya ini penulis fiksi. Lagipula, lebih menyenangkan juga dibaca. Tak semua karya di buku in...more
Gaya berkisah dalam pemberitaan adalah gaya yang paling saya sukai.. mungkin karena pada dasarnya saya ini penulis fiksi. Lagipula, lebih menyenangkan juga dibaca. Tak semua karya di buku in...more
Ada baiknya, para artis-artis yang mendadak ingin nyalon jadi caleg atau kepala daerah membaca buku ini. Biar mereka tahu kancah yang akan mereka hadapi. Dan biar mereka juga mikir apa yang bisa mereka kerjakan di kursi pemimpin sebuah negara yang bak keluarga melarat dengan 12 anak nakal yang saling sikut-sikutan dan serasa mau bangkrut ini. He.he.he baca buku ini.... jadi makin gemes saja sama mereka.
May 25, 2013
Rico Mardianto
marked it as to-read
May 23, 2013
Hujan Kepagian
marked it as to-read
May 20, 2013
Rangga Permata
marked it as to-read
Apr 28, 2013
Sri Atika
marked it as to-read
Apr 23, 2013
Iwansams
marked it as to-read
Apr 16, 2013
Nasrullah Uul
marked it as to-read
Apr 07, 2013
Ghatotkaka Al hafidz
marked it as to-read
Apr 07, 2013
Puput Damanik
marked it as to-read
Apr 01, 2013
achmad hidayat
marked it as to-read
Mar 25, 2013
Miko
marked it as to-read
Apr 03, 2013
Asep Syarifuddin
marked it as to-read
Mar 23, 2013
Syamsul Fikri
marked it as to-read
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »











view all 4 comments












