Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat

Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat

3.97 of 5 stars 3.97  ·  rating details  ·  106 ratings  ·  13 reviews
Paperback, 324 pages
Published 2008 by KPG-Pantau (first published 2005)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 200)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
nanto
Apr 19, 2009 nanto marked it as to-read
Shelves: nant-s-book
Dua cerita pertama mengesankan. Cerita pembantaian di Simpang Kraft terutama. Masuk cerita Kebo, pemulung yang mati dibakar. Ada unsur drama ada unsur riset. Lihat aja tanggal penulisan dan pengumpulan datanya yang dicantumkan pada tulisan tentang Dany, terdakwa pembom Atrium Senen. Satu tahun waktu wawancara dan pengumpulan data, untuk tulisan sepanjang itu. (lupa berapa halaman).

selesai bab Kebo pemulung yang mati terbakar. Bab ini buat saya yang mengambil kacamata peneliti mengingatkan pada m...more
Achmad F Nurghani
mengagumkan. delapan berita. delapan kisah nyata. dirangkai dengan kata-kata yang memikat. ada cerita tentang kehidupan tentara di Aceh, cerita tentang teroris, penembakan warga Aceh, seorang preman yang dihakimi massa, konflik-konflik dalam sejarah majalah Tempo,media massa di daerah konflik, hingga urusan air ledeng di jakarta. semuanya dikemas dengan gaya penulisan yang biasa ditemui dalam karya fiksi.
jurnalisme sastrawi adalah sebuah genre baru dalam jurnalisme. kata Andreas Harsono, jurnal...more
Liliyah
Jurnalisme Sastrawi, genre jurnalistik ini dibelahan Amerika sudah dikenal sejak 1960-an. Tetapi untuk Indonesia, aliran ini masih ‘kenalan baru’ dikalangan awak media cetak. Fakta liputan mendalam yang dirangkai dalam keindahan sastra, menghasilkan laporan jurnalistik jauh lebih menyentuh layaknya fiksi.

Delapan orang jurnalis majalah Pantau, berhasil mengumpulkan fakta sedetail-detailnya dari setiap peristiwa dalam delapan laporan mendalamnya. Setiap detail langkah, suara, cakap, tawa, tangis,...more
Ismi
Gw sebenernya terjebak waktu baca buku ini... awalnya mau PDKT sama seseorang yang suka buku ini... :D
tapi setelah gw baca... ternyata nggak mengecewakan... bukunya cukup bagus... artikel2 yang dimuat di buku ini diceritakan selayaknya novel... maksudnya cara penuturan ceritanya... itu kek baca novel... jadi yah... cukup enak lah buat dibaca... cerita2nya juga menarik banget... dan beragam... dari hal2 yang ngejelimet sampe ka hal yang mungkin buat sebagian orang nggak penting... tapi menjadi pe...more
eL
penulisan jurnalisme dgn genre narrative seperti ini terbukti lebih kaya, mendalam, dan humanis. membuktikan bahwa metode apapun dalam disiplin ilmu apapun bisa dikawinsilangkan dan menghasilkan sesuatu yang lebih fresh dan tentu saja TIDAK BIASA!
membaca ini, jurnalisme mainstream menjadi membosankan :)
Sita
Begitulah.. sekelompok wartawan Indonesia berusaha mengembangkan genre jurnalisme sastrawi di negri ini. Kalaupun nantinya Pantau, nama media tempat penyaluran niat tersebut mati karena kempes dana, toh mereka sudah mencatat sejarah. "Sejarah" itu kemudian dibukukan ke dalam sebuah antologi liputan mendalam.

Gaya berkisah dalam pemberitaan adalah gaya yang paling saya sukai.. mungkin karena pada dasarnya saya ini penulis fiksi. Lagipula, lebih menyenangkan juga dibaca. Tak semua karya di buku in...more
Astri Kusuma
Saya membaca buku ini saat mengikuti kursus penulisan narasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pantau. Buku ini berisi beberapa tulisan narasi yang memikat. Favorit saya adalah "Kejarlah Daku Kau Kutangkap", yang bercerita tentang suka duka prajurit TNI yang ditugaskan di Aceh.
Irma Dana
cerita dalam buku ini bener2 bagus, seandainya aku bisa menulis seperti mereka... dalam genre sastrawi :)
Gordon
SEBUAH KERINDUAN AGAR MASYARAKAT LUAS INDONESIA MENCINTAI JURNALISME SASTRA (FEATURE)
Yanti
Ada baiknya, para artis-artis yang mendadak ingin nyalon jadi caleg atau kepala daerah membaca buku ini. Biar mereka tahu kancah yang akan mereka hadapi. Dan biar mereka juga mikir apa yang bisa mereka kerjakan di kursi pemimpin sebuah negara yang bak keluarga melarat dengan 12 anak nakal yang saling sikut-sikutan dan serasa mau bangkrut ini. He.he.he baca buku ini.... jadi makin gemes saja sama mereka.
Safitri
Tulisan panjang, pasti sulit bagi penulisnya menjebak pembaca tetap membaca semua tulisan di dalamnya. ada beberapa yang menarik tp ada yg membosankan jg, tapi bs belajar menulis panjang. recommended.
Pandasurya
description
Kwetiauw sastrawi
Windry
tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mendapat buku bagus secara gratis :D
Rico Mardianto
May 25, 2013 Rico Mardianto marked it as to-read
Hujan Kepagian
May 23, 2013 Hujan Kepagian marked it as to-read
Rangga Permata
May 20, 2013 Rangga Permata marked it as to-read
Sri Atika
Apr 28, 2013 Sri Atika marked it as to-read
Iwansams
Apr 23, 2013 Iwansams marked it as to-read
Nasrullah Uul
Apr 16, 2013 Nasrullah Uul marked it as to-read
Ghatotkaka Al hafidz
Apr 07, 2013 Ghatotkaka Al hafidz marked it as to-read
Puput Damanik
Apr 07, 2013 Puput Damanik marked it as to-read
achmad hidayat
Apr 01, 2013 achmad hidayat marked it as to-read
Miko
Mar 25, 2013 Miko marked it as to-read
Asep Syarifuddin
Apr 03, 2013 Asep Syarifuddin marked it as to-read
Syamsul Fikri
Mar 23, 2013 Syamsul Fikri marked it as to-read
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Share This Book

Your website