3rd out of 36 books
—
118 voters
Totto-chan: The Little Girl at the Window
This engaging series of childhood recollections tells about an ideal school in Tokyo during World War II that combined learning with fun, freedom, and love. This unusual school had old railroad cars for classrooms, and it was run by an extraordinary man--its founder and headmaster, Sosaku Kobayashi--who was a firm believer in freedom of expression and activity.
Paperback, 232 pages
Published
May 15th 1996
by Kodansha
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
3,000)
sebuah buku yang berasal dari kisah nyata penulisnya. menyentuh dan inspiratif tentang bagaimana memahami anak anak dan dunianya. anak anak dengan kepolosan dan rasa ingin tahunya, terkadang disalahartikan oleh orang dewasa. dan perlakuan yang salah dari orang dewasa inilah yang terkadang membuat anak-anak tak bisa berkembang bebas dan menemukan jati diri serta potensinya
adalah soseki kobayashi, seorang tokoh pendidik dan pemusik yang mendirikan tomoe gakuen tempat totto chan dan 49 orang anak l...more
adalah soseki kobayashi, seorang tokoh pendidik dan pemusik yang mendirikan tomoe gakuen tempat totto chan dan 49 orang anak l...more
Musim libur sekolah. Selesai ujian kelulusan atau kenaikan kelas, anak-anak menikmati liburan dengan suka-cita. Mereka bermain sepanjang hari tiada bosannya. Memang dunia mereka adalah dunia bermain-main yang tak akan pernah selesai.
Hanya mereka? Oh, tidak! Pada orang-orang dewasa juga bersemayam jiwa kanak-kanak yang ternyata suka bermain-main pula. Lihatlah pada komputer, telpon genggam atau perangkat orang dewasa lainnya, terselip di dalamnya media permainan yang secara sengaja menjadi ajang...more
Hanya mereka? Oh, tidak! Pada orang-orang dewasa juga bersemayam jiwa kanak-kanak yang ternyata suka bermain-main pula. Lihatlah pada komputer, telpon genggam atau perangkat orang dewasa lainnya, terselip di dalamnya media permainan yang secara sengaja menjadi ajang...more
Ia lari ke tempat Mama menunggu sambil berteriak, “Aku ingin jadi penjual karcis!”
Mama tidak kaget. Dia hanya berkata, “Kukira kau ingin jadi mata-mata.”
Padahal Totto-chan baru kelas satu sekolah dasar, namun ia sudah dikeluarkan. Ibu Guru bilang pada Mama bahwa ia adalah anak nakal. Benarkah Totto-chan anak yang nakal? Sebenarnya tidak begitu. Totto-chan hanyalah anak yang punya rasa ingin tahu yang besar. Dan itulah sebabnya ia suka berdiri di dekat jendela selama pelajaran berlangsung, menant...more
Mama tidak kaget. Dia hanya berkata, “Kukira kau ingin jadi mata-mata.”
Padahal Totto-chan baru kelas satu sekolah dasar, namun ia sudah dikeluarkan. Ibu Guru bilang pada Mama bahwa ia adalah anak nakal. Benarkah Totto-chan anak yang nakal? Sebenarnya tidak begitu. Totto-chan hanyalah anak yang punya rasa ingin tahu yang besar. Dan itulah sebabnya ia suka berdiri di dekat jendela selama pelajaran berlangsung, menant...more
Mar 09, 2009
nila
rated it
4 of 5 stars
·
review of another edition
Recommends it for:
educator, parents, and parents to be
Shelves:
non-fiction
Tetsuko Kuroyanagi atau Totto-chan seperti dia memanggil dirinya sewaktu kecil, adalah seorang gadis cilik yang sama dengan semua anak kecil lain, memiliki keingintahuan yang besar, polos dengan free-spirit sedikit berlebih. Ketidak mampuannya untuk duduk tenang di kelas, membuat gurunya menyerah dan mengeluarkannya dari sekolah.
Totto-chan beruntung dimasukkan ke Tomoe Gakuen setelah dikeluarkan dari sekolah pertama. Sekolah dengan gerbang yang hidup dan bertumbuh, dimana setiap anak memiliki po...more
Totto-chan beruntung dimasukkan ke Tomoe Gakuen setelah dikeluarkan dari sekolah pertama. Sekolah dengan gerbang yang hidup dan bertumbuh, dimana setiap anak memiliki po...more
ini adalah satu dari dua buku yang aku beli pas ada diskon 30% di Gramedia Merdeka Bandung. untuk ukuran mahasiswa dengan uang jajan yang pas-pasan, harga buku ini jelas termasuk murah. aneh juga ya, ketika banyak orang yang tidak melihat, bahkan melirik pun tidak, aku malah membeli buku ini. tapi ternyata saran kakakku bertahun-tahun yang lalu yang mengatakan buku ini bagus terbukti... dan ketika sudah sampai di bagian tengah buku, barulah aku ingat, dulu pernah ada seorang kaka kelas yang menc...more
Kebandelan anak ada lah perkembangan kreativitas nya
jadi jangan paksa mereka untuk diam
buku ini pasti merubah sistem dan idiologi pendidikan konvensional, karena sebenernya memang sudah banyak yang ngak percaya dengan pendidikan konvensional,
karena pendidikan konvensional hanya bekerja pada beberapa tingkat kecerdasaan aja, jadi tingkat kecerdasan yang lain tidak di kembangkan dan malah di kesampingkan.
(g bicara tingkat kecerdasan bukan kepintaran) terlalu banyak orang belajar untuk "minterin" o...more
jadi jangan paksa mereka untuk diam
buku ini pasti merubah sistem dan idiologi pendidikan konvensional, karena sebenernya memang sudah banyak yang ngak percaya dengan pendidikan konvensional,
karena pendidikan konvensional hanya bekerja pada beberapa tingkat kecerdasaan aja, jadi tingkat kecerdasan yang lain tidak di kembangkan dan malah di kesampingkan.
(g bicara tingkat kecerdasan bukan kepintaran) terlalu banyak orang belajar untuk "minterin" o...more
Gosh at last i finished this book, took me 2 days to finish. And here is my review
Splendid and awesome, highly recommended to those who are interested in childhood story and education.
Totto chan is a girl that full of passions and very active. With such personal traits it is not easy for a traditional school to educate her. She ended up being expelled from her first school because the teacher just couldn’t manage her, she is such a nuisance to the others. Teachers eventually gave up on her and s...more
Splendid and awesome, highly recommended to those who are interested in childhood story and education.
Totto chan is a girl that full of passions and very active. With such personal traits it is not easy for a traditional school to educate her. She ended up being expelled from her first school because the teacher just couldn’t manage her, she is such a nuisance to the others. Teachers eventually gave up on her and s...more
Jun 25, 2007
Anne
rated it
5 of 5 stars
·
review of another edition
Recommends it for:
all parents who love their children, all people concerned in formal/informal education
Shelves:
children
Satu lagi buku tentang petualangan anak kecil yang sangat aku senangi. Buku yang diangkat dari kisah nyata ini diceritakan dengan sangat menarik oleh pengarangnya, Tetsuko Kuronayagi. Benakku nyaris tidak mampu membendung imajinasi yang berseliweran ketika aku membacanya. Lucu, kagum, sedih dan haru bercampur-baur jadi satu.
Berlatar belakang jaman perang dunia ke-2, sosok gadis kecil yang diceritakan dalam buku ini, Totto Chan membuat ibunya harus berulang kali memindahkannya dari satu sekolah...more
Berlatar belakang jaman perang dunia ke-2, sosok gadis kecil yang diceritakan dalam buku ini, Totto Chan membuat ibunya harus berulang kali memindahkannya dari satu sekolah...more
one of the best books i have ever read!!!!!!
As I kid I loved reading this book again and again. the book describes the perfect school from the viewpoint of a young girl. Set during the time of the world war, it describes the little little things that make up a kid's life - the classes at school, the recess sessions, the sports activities etc. Based on the author's childhood memoirs , this is a must-have book for one's collection.
As I kid I loved reading this book again and again. the book describes the perfect school from the viewpoint of a young girl. Set during the time of the world war, it describes the little little things that make up a kid's life - the classes at school, the recess sessions, the sports activities etc. Based on the author's childhood memoirs , this is a must-have book for one's collection.
Totto-chan adalah sebuah gambaran yang datang dari dunia anak-anak yang ingin memiliki tempat belajar yang nyaman, dengan teman-teman yang menyenangkan dan guru-guru yang baik juga Kepala Sekolah yang hebat.
Ini semua benar-benar ada di sekolah Totto-chan "Tomoe Gakuen". Sekolah yang didirikan dari gerbong-gerbong kereta, dimana tak ada anak yang ingin pulang ke rumah setelah jam pelajaran selesai, dan di pagi harinya tak sabar ingin segera sampai kembali ke sekolah.
Cerita perjalanan kehidupan ma...more
Ini semua benar-benar ada di sekolah Totto-chan "Tomoe Gakuen". Sekolah yang didirikan dari gerbong-gerbong kereta, dimana tak ada anak yang ingin pulang ke rumah setelah jam pelajaran selesai, dan di pagi harinya tak sabar ingin segera sampai kembali ke sekolah.
Cerita perjalanan kehidupan ma...more
penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Edisi :Hard Cover
ISBN :9792236554
ISBN-13 :9789792236552
Tgl Penerbitan :2008-04-00
Bahasa :Indonesia
Halaman :272
Anak anak memang terkadang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, namun apa jadinya jika rasa ingin tahu itu membuat seorang anak dikeluakan dari sekolahnya?.Ya, itulah yang diceritakan dalam novel Totto-Chan ini. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang gadis cilik dari Jepang yang bernama Tetsuko Kuroyanagi, seorang gadis yang...more
Edisi :Hard Cover
ISBN :9792236554
ISBN-13 :9789792236552
Tgl Penerbitan :2008-04-00
Bahasa :Indonesia
Halaman :272
Anak anak memang terkadang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, namun apa jadinya jika rasa ingin tahu itu membuat seorang anak dikeluakan dari sekolahnya?.Ya, itulah yang diceritakan dalam novel Totto-Chan ini. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang gadis cilik dari Jepang yang bernama Tetsuko Kuroyanagi, seorang gadis yang...more
Buku ini mengisahkan perjalanan edukasi Totto-chan yang berulang kali menemui "masalah belajar" di sekolah (baca: sekolah dasar negeri). Ibunya yang peduli, mencari tahu kira-kira ada apa dengan tabiat belajar anaknya hingga harus dikeluarkan dari sekolah. Nampaknya kebebasan berekspresi adalah apa yang dibutuhkan Totto-chan di sekolah.
Beliau mencari-cari kira-kira sekolah macam apa yang dapat mengakomodasi kebutuhan anak cerdasnya ini. Suatu ketika, Ibu mengajak Totto-chan bertemu dengan Kepal...more
Beliau mencari-cari kira-kira sekolah macam apa yang dapat mengakomodasi kebutuhan anak cerdasnya ini. Suatu ketika, Ibu mengajak Totto-chan bertemu dengan Kepal...more
kata orang.. buku ini bagus bahkan dosen saya pernah menjadikan buku ini menjadi buku favorit. setelah itu saya jadi giat nabung. buku itu baru bisa dibeli setelah lulus SMU. Maklum buat orang rumah membeli novel adalah pemborosan. namun buat saya membeli novel adalah membangun istana imajinasi dan mimpi. buku yang bercerita tentang masa kecil Tetsuko kuroyanagi yang tak lain adalah penulisnya sendiri. berlatar belakang Jepang pada masa perang dunia II. Mr Sosaku Kobayashi sang kepala sekolah ya...more
When I was introduced to Totto-chan, I was thrilled. At that time, I read the Indonesian translated version, which was posted to me by someone special :"> Totto-chan reminds me my own childhood, in which I was also different from other kids, just like Totto-chan.
Totto-chan tells me that it is okay to be yourself because if you are rejected by some, you will always be welcomed into others' open arms, just like Tomoe Gakuen's acceptance of Totto-chan and the trust placed by Mr Sosaku Kobayashi...more
Totto-chan tells me that it is okay to be yourself because if you are rejected by some, you will always be welcomed into others' open arms, just like Tomoe Gakuen's acceptance of Totto-chan and the trust placed by Mr Sosaku Kobayashi...more
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
Identitas Buku :
Judul buku : Totto chan Gadis cilik di jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Ketujuh, 2010
Halaman : 272 halaman
Totto-chan adalah seorang gadis kecil , kelas 1 SD. Dia adalah murid yang "hiperaktif" . Dia selalu membuat ulah, dia tak pernah bisa diam. Ada saja yang dilakukannya saat KBM berlangsung. Dia selalu melihat keluar jendela dan menunggu pengamen tiba -_- . Saat pengamen telah tiba, dia memanggil pengamen tersebut dan berteriak...more
Judul buku : Totto chan Gadis cilik di jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Ketujuh, 2010
Halaman : 272 halaman
Totto-chan adalah seorang gadis kecil , kelas 1 SD. Dia adalah murid yang "hiperaktif" . Dia selalu membuat ulah, dia tak pernah bisa diam. Ada saja yang dilakukannya saat KBM berlangsung. Dia selalu melihat keluar jendela dan menunggu pengamen tiba -_- . Saat pengamen telah tiba, dia memanggil pengamen tersebut dan berteriak...more
Judul Buku: Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerjemah: Widya Kirana
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2007
Tebal Buku: 272 Halaman
Oleh: Sinta Dewi Maharani
Resensi:
Buku ini bercerita tentang Totto-chan, gadis cilik yang dikeluarkan dari sekolahnya pada usia 7 tahun. Setelah itu, dia pindah ke sekolah yang di sekolah Tomoe yang dianggapnya menyenangkan.
Di sekolah barunya, Totto-chan bertemu dengan kepala sekolah yang sangat dia sukai, yaitu Mr. Kobayashi...more
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerjemah: Widya Kirana
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2007
Tebal Buku: 272 Halaman
Oleh: Sinta Dewi Maharani
Resensi:
Buku ini bercerita tentang Totto-chan, gadis cilik yang dikeluarkan dari sekolahnya pada usia 7 tahun. Setelah itu, dia pindah ke sekolah yang di sekolah Tomoe yang dianggapnya menyenangkan.
Di sekolah barunya, Totto-chan bertemu dengan kepala sekolah yang sangat dia sukai, yaitu Mr. Kobayashi...more
It's quite late for me to know and read about this little book until I bought it in a book-off store near Takadanobaba station, Tokyo, Japan (only 100 yen).
Very inspiring book, especially for teachers and parents. This book teaches us about great values to respect and understand more to our beloved children. This true story had told us, how Mr. Kobayashi has been admired and loved by all his students. He treated them nicely by listening and exploring the children unconscious thoughts. He also tr...more
Very inspiring book, especially for teachers and parents. This book teaches us about great values to respect and understand more to our beloved children. This true story had told us, how Mr. Kobayashi has been admired and loved by all his students. He treated them nicely by listening and exploring the children unconscious thoughts. He also tr...more
I can't believe that even though more than half a term passed, I haven't blogged much. A lot has changed, and I have a lot to share, but I'm getting busier and busier. But in the meantime, here's my first bilingual book review (I read the book in Japanese). It's not a direct translation, but rather, my comments in Japanese, and another set in English (if you need me to translate though, just tell me and I will).
始める前、「日本語はまだ下手だから、いろいろなミッスを許してくれてください」って言いたい。
夏休みに、北海道へ行った。そして、北海道にいる時、たまたま、「窓がわのトットちゃ...more
始める前、「日本語はまだ下手だから、いろいろなミッスを許してくれてください」って言いたい。
夏休みに、北海道へ行った。そして、北海道にいる時、たまたま、「窓がわのトットちゃ...more
Sep 07, 2012
Djayeng Channissa
rated it
5 of 5 stars
·
review of another edition
Recommends it for:
motivatonal book lovers and Andrea Hirata's "Laskar Pelangi" tetralogy lovers
Recommended to Djayeng by:
my grandfather
Mungkin di antara beberapa buku berkualitas yang aku baca sejak kecil, Totto-chan ini adalah salah satunya. Aku dapat buku ini dari alm. Mbah Kakung. Aku benar-benar harus berterima kasih kepada beliau karena buku ini adalah salah satu buku yang berpengaruh dalam hidupku.
Apa yang bakal kamu pikirkan seandainya kamu dicap nakal? Marah? Berontak? Malas sekolah? Mungkin sebagian besar dari kita akan bereaksi seperti itu. Tapi, Totto-chan yang dicap nakal oleh gurunya ini berhasil membuktikan bahwa...more
Apa yang bakal kamu pikirkan seandainya kamu dicap nakal? Marah? Berontak? Malas sekolah? Mungkin sebagian besar dari kita akan bereaksi seperti itu. Tapi, Totto-chan yang dicap nakal oleh gurunya ini berhasil membuktikan bahwa...more
Buku yang sudah lama sekali..cuma sebatas ditimang sayang..ragu-ragu mau beli atau gak..akhirnya bisa menemukannya dan membacanya dalam waktu cepat sekali, cuma 1 malam..buku yang benar-benar bagus..bahkan menjadi bacaan wajib bagi kalangan pendidik..seharusnya setiap pendidik membaca buku ini..seharusnya..
Tidak ada anak nakal, tidak ada anak bodoh, tidak ada anak malas, tidak ada anak aneh dan tidak ada anak cacat..setiap anak pada dasarnya adalah anak 'istimewa'..setiap anak dilahirkan kedunia...more
Tidak ada anak nakal, tidak ada anak bodoh, tidak ada anak malas, tidak ada anak aneh dan tidak ada anak cacat..setiap anak pada dasarnya adalah anak 'istimewa'..setiap anak dilahirkan kedunia...more
I think the people who would most enjoy this book are those who care about schooling, and children's education. Many schools emphasise obedience, conformity, and performance in exams over learning and individual, original thought, and genuine kindness to others.
In this book, there are many stories of Totto-chan's childhood, and her time in Tomoe Gakuen, the informal school. I thought the nicest one to recount would be this one, because it reminds me how much good reassurance and encouragement f...more
In this book, there are many stories of Totto-chan's childhood, and her time in Tomoe Gakuen, the informal school. I thought the nicest one to recount would be this one, because it reminds me how much good reassurance and encouragement f...more
Totto-chan adalah gadis yang nakal, itu menurut guru-guru di sekolahnya, sebelum akhirnya sang mama mendaftarkan gadis cilik ini ke Tomoe Gakuen. Kemudian, ia bertemu orang yang tepat, sungguh-sungguh tepat untuk memuaskan hasrat kekanakannya yang cerdas; rasa ingin tahu yang tinggi, suka bereksplorasi/bereksperimen, mengkhayal, dan melakukan hal-hal unik khas anak-anak. Orang itu adalah Mr. Sosaku Kobayashi, kepala sekolah dasar Tomoe gakuen. Mr. Kobayashi sangat memahami anak-anak, setiap anak...more
I read this mainly from the point of view of someone interested in education for "bright kids that learn differently," as my son's old school defines them...this is definitely what Totto-Chan was, and yet she was in a culture very different from my son, that of Tokyo just before WWII. I would never have dreamed there would have been this sweet school that could serve as a unique, alternative form of education. Like the author, I mourn that the school only existed for a few short years, but its i...more
Saya pertama kali membaca buku Totto-Chan ketika duduk di kelas VIII SMP. Dari awal, saya mengira bahwa cerita-cerita Totto-Chan ini hanyalah cerita biasa tentang anak kecil yang nakal namun cerdas dan lincah. Namun, sesampainya di lembar akhir buku ini, saya merasakan ada hal luar bisa di balik semua kisah anak-anak Totto-Chan, yang sebenarnya menceritakan masa anak-anak penulis buku ini, Tetsuko Kuroyanagi.
Dengan latar belakang Perang Dunia II (Perang Pasifik/Asia Timur Raya), Totto-Chan yang...more
Dengan latar belakang Perang Dunia II (Perang Pasifik/Asia Timur Raya), Totto-Chan yang...more
Salah satu buku yang disodorkan ke depan hidung saya dan saya terima dengan senang hati. Buku ini saya pinjam waktu saya kelas 1 SMA dari teman sebangku saya. Karena dia tahu saya kutu buku (gratisan), makanya dia ngotot menyuruh saya membaca buku ini, katanya sistem pendidikannya bagus.
Dan baru kali itu saya setuju sepenuhnya sama omongan teman saya itu--sebelumnya kami selalu seperti kucing dan anjing (saya kucingnya) untuk masalah pendapat. Hal yang paling pertama membuat saya kagum adalah si...more
Dan baru kali itu saya setuju sepenuhnya sama omongan teman saya itu--sebelumnya kami selalu seperti kucing dan anjing (saya kucingnya) untuk masalah pendapat. Hal yang paling pertama membuat saya kagum adalah si...more
Apr 03, 2011
Zaimudin Rois
added it
Yang saya baca adalah novel terjemahan dengan judul Indonesianya adalah “Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela”
Novel ini berisi kisah nyata dari seseorang di Jepang. Novel ini menceritakan seorang anak kecil bernama Totto-Chan yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Mungkin orang yang membaca novel ini akan mengira bahwa Totto-Chan adalah anak yang bandel, nakal, dan sulit diatur. Padahal Totto-Chan hanyalah mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Itulah penyebab dia berdiri terus di jendela saat jam...more
Novel ini berisi kisah nyata dari seseorang di Jepang. Novel ini menceritakan seorang anak kecil bernama Totto-Chan yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Mungkin orang yang membaca novel ini akan mengira bahwa Totto-Chan adalah anak yang bandel, nakal, dan sulit diatur. Padahal Totto-Chan hanyalah mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Itulah penyebab dia berdiri terus di jendela saat jam...more
Setelah beberapa bab saya membaca buku ini,
komentar yang terlintas dalam benak saya adalah,
"Kok kayak Laskar pelangi versi Jepang?"
mungkin ada sedikit kemiripan dengan karya sastra Andrea Hirata itu,
Totto-chan: Gadis di balik jendela ini bercerita tentang anak-anak, temanya bernapaskan pendidikan.
Buku ini menceritakan dengan jelas karakter penulisnya.
Sangat lincah cenderung menyusahkan, tidak bisa diam, singkat kata aktif.
Hari pertamanya menginjakkan kaki di sekolah Tomoe sangat membekas di inga...more
komentar yang terlintas dalam benak saya adalah,
"Kok kayak Laskar pelangi versi Jepang?"
mungkin ada sedikit kemiripan dengan karya sastra Andrea Hirata itu,
Totto-chan: Gadis di balik jendela ini bercerita tentang anak-anak, temanya bernapaskan pendidikan.
Buku ini menceritakan dengan jelas karakter penulisnya.
Sangat lincah cenderung menyusahkan, tidak bisa diam, singkat kata aktif.
Hari pertamanya menginjakkan kaki di sekolah Tomoe sangat membekas di inga...more
Jan 23, 2011
Adhi Glory (glory2go)
rated it
4 of 5 stars
·
review of another edition
Shelves:
buku-pilihan
Ini buku hebat! Secara keseluruhan buku ini memang ditulis dengan bahasa yang sederhana sesuai target pembacanya, yakni anak-anak, agar anak-anak dapat memahami kata-katanya. Tapi di balik kesederhanaan itulah terdapat kisah luar biasa tentang pendidik luar biasa, yaitu Kepala Sekolah SD Tomoe Gakuen, Mr. Kobayashi.
Saya merasakan kesenangan, keceriaan, keluguan anak-anak serta kesedihan yang mengharu-biru bercampur di dalam kepala saya membaca buku ini. Buku ini bener-bener meninggalkan kesan ya...more
Saya merasakan kesenangan, keceriaan, keluguan anak-anak serta kesedihan yang mengharu-biru bercampur di dalam kepala saya membaca buku ini. Buku ini bener-bener meninggalkan kesan ya...more
As a memoir, the book is unusual. It only spans a few years and during these years the narrator can be no older than about 9. It isn't exactly what you'd expect from Tetsuko Kuroyanagi either. Nothing is explicitly laid out as to how she decided to get into television, theater for the deaf, or how she became the first UNICEF ambassador. The focus was on much more basic aspects of the authors personality and where they came from. The stories are funny, sad, heartwarming, and universal. You don't...more
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| The Book | 7 | 70 | Apr 30, 2013 09:28pm |
Tetsuko Kuroyanagi is an internationally famous Japanese actress, a talk show host, a best-selling author of children book.
She founded the Totto Foundation, named for the eponymous and autobiographical protagonist of her book Totto-chan, The Little Girl at the Window. The Foundation professionally trains deaf actors, implementing Kuroyanagi's vision of bringing theater to the deaf.
In 1984, in reco...more
More about Tetsuko Kuroyanagi...
She founded the Totto Foundation, named for the eponymous and autobiographical protagonist of her book Totto-chan, The Little Girl at the Window. The Foundation professionally trains deaf actors, implementing Kuroyanagi's vision of bringing theater to the deaf.
In 1984, in reco...more
Share This Book
“Having eyes, but not seeing beauty; having ears, but not hearing music; having minds, but not perceiving truth; having hearts that are never moved and therefore never set on fire. These are the things to fear, said the headmaster.”
—
57 people liked it
“Drying her eyes, Mother said to Totto-chan very slowly, "You're Japanese and Masao-chan comes from a country called Korea. But he's a child, just like you. So, Totto-chan, dear, don't ever think of people as different. Don't think, 'That person's a Japanese, or this person's a Korean.' Be nice to Masao-chan. It's so sad that some people think other people aren't nice just because they're Koreans.”
—
13 people liked it
More quotes…

Loading...










view all 40 comments




















