Totto-chan: The Little Girl at the Window
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Totto-chan: The Little Girl at the Window

by
4.28 of 5 stars 4.28  ·  rating details  ·  9,335 ratings  ·  1,089 reviews
This engaging series of childhood recollections tells about an ideal school in Tokyo during World War II that combined learning with fun, freedom, and love. This unusual school had old railroad cars for classrooms, and it was run by an extraordinary man-its founder and headmaster, Sosaku Kobayashi-who was a firm believer in freedom of expression and activity.

In real life,...more
Paperback, 232 pages
Published May 15th 1996 by Kodansha International (first published October 1st 1982)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
Negeri 5 Menara by Ahmad FuadiFilosofi Kopi by DeeTotto-chan by Tetsuko KuroyanagiLaskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer
Buku Favorit
3rd out of 42 books — 148 voters
Norwegian Wood by Haruki MurakamiThe Wind-Up Bird Chronicle by Haruki MurakamiKafka on the Shore by Haruki MurakamiBattle Royale by Koushun TakamiHard-Boiled Wonderland and the End of the World by Haruki Murakami
Best Japanese Books
58th out of 386 books — 1,733 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
erry
sebuah buku yang berasal dari kisah nyata penulisnya. menyentuh dan inspiratif tentang bagaimana memahami anak anak dan dunianya. anak anak dengan kepolosan dan rasa ingin tahunya, terkadang disalahartikan oleh orang dewasa. dan perlakuan yang salah dari orang dewasa inilah yang terkadang membuat anak-anak tak bisa berkembang bebas dan menemukan jati diri serta potensinya

adalah soseki kobayashi, seorang tokoh pendidik dan pemusik yang mendirikan tomoe gakuen tempat totto chan dan 49 orang anak l...more
Mizuki
Totto-chan: The Little Girl at the Window was written by Tetsuko Kuroyanagi, a Japanese actress, who wrote a memoir based on her childhood experience at Tomoe Gakuen primary school, before World War II.

Totto-chan, who was labeled as a troublemaker by her teacher, was forced to leave school. Her anxious mother then took her to Tomoe Gakuen, a school ran by headmaster Mr. Kobayashi, who had utterly different views on schooling than the other educators of his time. He was an educator who believed r...more
Hantz
Sep 02, 2007 Hantz rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: my sister,my friends
Gosh at last i finished this book, took me 2 days to finish. And here is my review

Splendid and awesome, highly recommended to those who are interested in childhood story and education.
Totto chan is a girl that full of passions and very active. With such personal traits it is not easy for a traditional school to educate her. She ended up being expelled from her first school because the teacher just couldn’t manage her, she is such a nuisance to the others. Teachers eventually gave up on her and s...more
Hasanuddin
Musim libur sekolah. Selesai ujian kelulusan atau kenaikan kelas, anak-anak menikmati liburan dengan suka-cita. Mereka bermain sepanjang hari tiada bosannya. Memang dunia mereka adalah dunia bermain-main yang tak akan pernah selesai.

Hanya mereka? Oh, tidak! Pada orang-orang dewasa juga bersemayam jiwa kanak-kanak yang ternyata suka bermain-main pula. Lihatlah pada komputer, telpon genggam atau perangkat orang dewasa lainnya, terselip di dalamnya media permainan yang secara sengaja menjadi ajang...more
Emma
I stumbled upon an important book the other day.

I probably found it because K is next to J and when I’m in a used bookstore, I always look for Tove Jansson books.

On this day at Retold Tales I noticed a little book called Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. The brief dust jacket description told me it was a person’s true recollections about a school of “fun, freedom, and love” that met in old train cars.

I started reading it there on the floor and knew I’d buy it. I fi...more
nila
Mar 09, 2009 nila rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: educator, parents, and parents to be
Shelves: non-fiction
Tetsuko Kuroyanagi atau Totto-chan seperti dia memanggil dirinya sewaktu kecil, adalah seorang gadis cilik yang sama dengan semua anak kecil lain, memiliki keingintahuan yang besar, polos dengan free-spirit sedikit berlebih. Ketidak mampuannya untuk duduk tenang di kelas, membuat gurunya menyerah dan mengeluarkannya dari sekolah.

Totto-chan beruntung dimasukkan ke Tomoe Gakuen setelah dikeluarkan dari sekolah pertama. Sekolah dengan gerbang yang hidup dan bertumbuh, dimana setiap anak memiliki po...more
Yovano N. (Opan)
Ia lari ke tempat Mama menunggu sambil berteriak, “Aku ingin jadi penjual karcis!”
Mama tidak kaget. Dia hanya berkata, “Kukira kau ingin jadi mata-mata.”


Padahal Totto-chan baru kelas satu sekolah dasar, namun ia sudah dikeluarkan. Ibu Guru bilang pada Mama bahwa ia adalah anak nakal. Benarkah Totto-chan anak yang nakal? Sebenarnya tidak begitu. Totto-chan hanyalah anak yang punya rasa ingin tahu yang besar. Dan itulah sebabnya ia suka berdiri di dekat jendela selama pelajaran berlangsung, menant...more
Rose Ann
Such a charming book!

I do have to say, I would have finished this much sooner...it is normally a nice, quick read...but life with my 3 kids has been busy lately, so it took longer than normal.

Totto-Chan was very fortunate to be able to go to school at Tomoe.
I wish there were more schools like it.
I love that the headmaster really was committed to these children and their education. Making sure to let Totto-Chan know..."...you really are a good girl, you know." Always giving her that positive rein...more
Amalie
I took almost a month to finish this because some eye troubles, otherwise this is a fun and a very entertaining book to read and it's the true story of the author herself Tetsuko Kuroyanagi/Totto-chan.

Totto-chan is a hyperactive little girl in first grade full of excitement and enthusiasm. She gets expelled from first grade shortly after the school year started. Her parents enrolls her to a rather unique school in Tokyo, Tomoe founded by Sosaku Kobayashi, the headmaster who uses creative, practi...more
Orinoco Womble (tidy bag and all)
I usually avoid "wonderful teacher" books like the plague, but then those books are often written by the teacher him/herself, or ghost-written with their approval, and can be oh so self-congratulatory. This one, however, was written by a student whose school experiences truly formed her character.

Totto-chan is expelled from school (in first grade!) for being disruptive. She's not hostile or violent, just curious and easily bored. I suppose today they'd call her hyperactive or ADD or something li...more
Reihaneh_T
مدرسه رویایی...
مدرسه ای که واقعا رویایی واستثنایی بود...
مدرسه ای که بچه هایی که استثنایی نبودند روهم استثنایی پرورش داد وبه هر بچه ای اجازه داد خودش رو نشون بده ازیک بچه عادی تا بچه های برچسب داری مثل توتو چان وتاکاهاشی و می یازاکی.
چقدر خوب ورویایی بود ...
اولین کتابی بود که متحولم کرد وباعث شد تو رفتارم با بچه ها تجدید نظر کنم!
به خصوص که موقع خوندنش دائما یه کودک دور وبرم بود...
او به اموزگارانش توصیه میکرد:((مانع بلند پروازی های کودکان نشوید ))یا ((رویاهای کودکان از رویاهای شما بزرگ تر است.))
عال...more
Ria
Jadi setelah baca ini saya membayangkan bagaimana jika punya anak perempuan seperti Totto Chan yang luar biasa rasa ingin tahunya. Iya, saya gak nolak kok kalo dikasih anak yang rasa ingin tahunya besar sekali hehehe. Bagiku, Totto Chan ini anak manis, cerdas dan punya rasa sayang yang tulus buat orang-orang terdekatnya. Bahkan sama peliharaannya dia sangat sayang. Bahkan pada saat telinganya digigit Rocky yang dia cemaskan bukan telinganya yang berdarah, tapi dia takut orang tuanya akan menghuk...more
Evi Yuniati
Buku ini adalah kisah nyata dari penulisnya, yaitu Tetsuko Kuroyanagi. Kisah yang begitu menginspirasi. Menurut saya buku ini patut dibaca oleh pengajar (pendidik) juga orang tua karena, di sini diceritakan bagaimana kesabaran kepala sekolah Tomoe, Mr. Kobayashi dalam mendidik anak2 sejak dibangku taman kanak2. Kecintaan Mr. Kobayashi pada anak2 dan cara mengajar beliau yaang tidak terlalu banyak menuntut adanya suatu keharusan, membuat anak2 mengidolakannya dan mereka justru semangat dalam bela...more
Mansi Sharma
May 09, 2014 Mansi Sharma rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: Everyone. Specially, parents and teachers to be.
Shelves: favourites
How much better the world will be if parents and teachers could see what this book tries to say so beautifully! Totto-chan is a story that, if understood in spirit, would result in children who grow up to be sensitive adults and an education that equips children with the learning about themselves and forming healthy relationships with the world around them, and not merely with the expertise in passing this examination, and topping that.

Tetsuko Kuroyanagi, I love you for having written this. Y...more
David
My friend Erika took a boat from South Korea to visit me in Japan. They were sailing through the Inland Sea in the evening and the tannoy system called everyone to the deck to admire the view; lights, clam sea, moon, thousands of islands, etc. In an American accent it was promised that "...we will create unforgettable nostalgia..." and I think she said they played some music to get everyone in the mood for unforgettable nostalgia.

"Totto-chan" is natsukashiiii to the max and very cutsey-poo. But...more
Heru
Pendidikan adalah milik semua. Maka semestinya, sekolah (lembaga pendidikan) bisa dibuat ramah pada semua peserta didik: siapa dan bagaimanapun keadaan mereka--fisik atau mental.

Pendidikan juga tidak terbatas empat sisi dinding kelas, namun ia bisa didapatkan di mana saja, bahkan di bekas gerbong kereta api sekalipun.

Pendidikan inklusif, yang ramah pada semua, memang senantiasa memerlukan inspirasi untuk mengimbangi dinamikanya: Totto-chan adalah salah satunya.#
Isabel
I adore this book. I first came across it when I was about 10 years old, living in Japan in the 1980s. So many of her descriptions of her childhood were exactly what I saw around me: benjo ditches, temples, kids in school uniforms... Totto's challenges dealing with authority were hilarious for a kid from any time and any culture. I loved reading them.

This is not a simple book, however, as I recognized when I read the book a second time as an adult. It is bittersweet. Not only is it entertaining...more
Anggabuana
ini adalah satu dari dua buku yang aku beli pas ada diskon 30% di Gramedia Merdeka Bandung. untuk ukuran mahasiswa dengan uang jajan yang pas-pasan, harga buku ini jelas termasuk murah. aneh juga ya, ketika banyak orang yang tidak melihat, bahkan melirik pun tidak, aku malah membeli buku ini. tapi ternyata saran kakakku bertahun-tahun yang lalu yang mengatakan buku ini bagus terbukti... dan ketika sudah sampai di bagian tengah buku, barulah aku ingat, dulu pernah ada seorang kaka kelas yang menc...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Buku yang sudah lama sekali..cuma sebatas ditimang sayang..ragu-ragu mau beli atau gak..akhirnya bisa menemukannya dan membacanya dalam waktu cepat sekali, cuma 1 malam..buku yang benar-benar bagus..bahkan menjadi bacaan wajib bagi kalangan pendidik..seharusnya setiap pendidik membaca buku ini..seharusnya..

Tidak ada anak nakal, tidak ada anak bodoh, tidak ada anak malas, tidak ada anak aneh dan tidak ada anak cacat..setiap anak pada dasarnya adalah anak 'istimewa'..setiap anak dilahirkan kedunia...more
نوره الدايل
قصة مليئة بالحب والوفاء
عند قراري قراءتها ظننت أنها رواية من الأدب الياباني عن فتاة صغيرة و فوجئت حين أنهيتها أنها قصة واقعية نقلت فيها الكاتبة تجربتها الشخصية
رغم قرائتي التي كانت بوقت قياسي إلا أني استمتعت بكل صفحة من صفحات الكتاب و ودت لو أنه كان ورقي وليس الكتروني :"")
و أيضا أثارت فيني الكاتبه بعض من ذكريات وأحلام الطفولة التي دفنتها وتناسيتها مع مشاغل الحياة
أحببت السيد المدير جدا و ورغبت في مقابلته إلا أنه توفي، أريد أن أقبل جبينه و أحادثه ساعات وساعات كما فعلت توتوتشن في يومها الأول
منذ زمن و...more
Lamia

توتو تشن : الفتاة عند الشباك
تفسر سبب التسمية الثانية من كتابها : اشتهر لفظ (الفتاة عند الشباك) أو ( قوم عند الشبابيك) بين البين الناس عندما بدأت كتالبها هذا. يعني الناس الذيت يتخرجون من النخبة المخطوطة وينظر إليهم ببرود ؛ عندما كانت صغيرة كانت تنظر في الشباك في قبل أن تنتقل إلى مدرسة توموى إلى الغجر وهم يعزفون الموسيقى في الشارع.

المؤلفة ( تيتسوكو كورويا ناغى) ولدت ونشأت بمدينة طوكيو تخرجت من قسم الأصوات بجامعة طوكيو للموسيقى، عملت في الإذاعة الوطنية. ولإهتمامها الكبير بالأطفال ذوي الإحتياجات ال
...more
Marsya  Nurmaranti
Buku ini udah pengen saya baca dari dulu, gak sempet2 eh baru sekarang dibaca.. hehe penasaran saya terbayarkan juga akhirnya. dan memang keren banget isinya! karena saya memang tertarik dg dunia pendidikan dan anak2, pas sekali buku ini menambah referensi saya tentang dunia pendidikan. Kepolosan anak2 digambarkan dengan menarik di buku ini, dan juga sistem belajar versi Tomoe yg menurut saya sangat inspiratif! Tokoh yang saya kagumi bkn hanya Totto Chan nya tapi juga Kepala Sekolah! menurut say...more
Nathan
As a memoir, the book is unusual. It only spans a few years and during these years the narrator can be no older than about 9. It isn't exactly what you'd expect from Tetsuko Kuroyanagi either. Nothing is explicitly laid out as to how she decided to get into television, theater for the deaf, or how she became the first UNICEF ambassador. The focus was on much more basic aspects of the authors personality and where they came from. The stories are funny, sad, heartwarming, and universal. You don't...more
Muluk
May 22, 2008 Muluk rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: desy
Kebandelan anak ada lah perkembangan kreativitas nya
jadi jangan paksa mereka untuk diam

buku ini pasti merubah sistem dan idiologi pendidikan konvensional, karena sebenernya memang sudah banyak yang ngak percaya dengan pendidikan konvensional,
karena pendidikan konvensional hanya bekerja pada beberapa tingkat kecerdasaan aja, jadi tingkat kecerdasan yang lain tidak di kembangkan dan malah di kesampingkan.
(g bicara tingkat kecerdasan bukan kepintaran) terlalu banyak orang belajar untuk "minterin" o...more
Anne
Jun 25, 2007 Anne rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: all parents who love their children, all people concerned in formal/informal education
Shelves: children
Satu lagi buku tentang petualangan anak kecil yang sangat aku senangi. Buku yang diangkat dari kisah nyata ini diceritakan dengan sangat menarik oleh pengarangnya, Tetsuko Kuronayagi. Benakku nyaris tidak mampu membendung imajinasi yang berseliweran ketika aku membacanya. Lucu, kagum, sedih dan haru bercampur-baur jadi satu.

Berlatar belakang jaman perang dunia ke-2, sosok gadis kecil yang diceritakan dalam buku ini, Totto Chan membuat ibunya harus berulang kali memindahkannya dari satu sekolah...more
Emily
This is a charming memoir by a famous Japanese television personality about her time at the wonderfully unconventional school she attended in Tokyo in the early 1940s. At Tomoe School, there were no buildings as all the classrooms were in disused railroad cars, children were encouraged to study what they wanted when they wanted, in the warm weather they all swam nude in the pool without self consciousness, they learned respect for themselves and for each other, and apparently most of them grew u...more
لیلی
Oct 23, 2013 لیلی rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to لیلی by: Rana Heshmati
شما چها و هفتاد پنج بگیرین البته ریتشو!
من از کتابایی که تو ژاپن می گذرن خوشم نمیاد و برعکس این تب کره ای-ژاپنی جدید،واقعا از عشاقشون نیستم،ولی این البته یه چیز متفاوتی بود کلا. یعنی عقیده ی آقای کوبایاشی، یه عقیده ایه که کل دنیا باید داشته باشنش و در جهت بهش رسیدن تلاش کنن، و محدود به کشور خاصی نمیشه واقعا!
و این که سرنوشت واقعی نویسنده بوده ام که عالی اصن. یعنی لذت میبرم از دونستن این که چیزی که می خونم واقعا واقعا اتفاق افتاده؛تاثیرش خیلی بیشتر میشه برام. شاید واسه همینه که فانتزی دوس ندارم خیل...more
Yuanita Alamsyah
Totto-chan adalah sebuah gambaran yang datang dari dunia anak-anak yang ingin memiliki tempat belajar yang nyaman, dengan teman-teman yang menyenangkan dan guru-guru yang baik juga Kepala Sekolah yang hebat.

Ini semua benar-benar ada di sekolah Totto-chan "Tomoe Gakuen". Sekolah yang didirikan dari gerbong-gerbong kereta, dimana tak ada anak yang ingin pulang ke rumah setelah jam pelajaran selesai, dan di pagi harinya tak sabar ingin segera sampai kembali ke sekolah.

Cerita perjalanan kehidupan ma...more
Kirei
Totto-chan was expelled from her school for being naughty, so her mother took her to an alternative school. It was run by a kind and wise man. His beliefs about education involved taking the children on walks so they could learn about nature, having them give talks during lunchtime to improve their public speaking, and to listen to what the kids had to say, and so on. It is set during WWII, so you can learn a little about Japan during that time.

According to the author (a famous TV personality a...more
Nayana
"Totto-chan: The Little Girl at the Window" was one of the picture less books I read in one go at a time when I used to read only those books with pictures in it. This book is very close to my heart. Even after so many years of reading it,I can still recall the warmth the book gave me when I read it. Naughty little Totto-chan, Tomoe Gakuen, Mr.Kobayashi, her dog Rocky, Yasuaki-Chan, all filled my life in a huge way and formed the basis of the game story life me n my siblings used to make up dur...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
The Book 11 103 7 hours, 7 min ago  
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Edensor (Tetralogi Laskar Pelangi, #3)
  • Hafalan Shalat Delisa
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Tiga Permintaan Dan Cerita-Cerita Lain
  • Burung-Burung Manyar
  • Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2)
  • Dế Mèn Phiêu Lưu Ký (Diary of a Cricket)
  • The Friends
  • Robohnya Surau Kami
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Negeri 5 Menara (Negeri 5 Menara, #1)
  • Tuổi thơ dữ dội
  • Lagak Jakarta: 100 'Tokoh' yang Mewarnai Jakarta
  • Supernova: Petir (Supernova, #3)
  • Än lever Emil i Lönneberga
  • The Naked Traveler
188760
Tetsuko Kuroyanagi is an internationally famous Japanese actress, a talk show host, a best-selling author of children book.

She founded the Totto Foundation, named for the eponymous and autobiographical protagonist of her book Totto-chan, The Little Girl at the Window. The Foundation professionally trains deaf actors, implementing Kuroyanagi's vision of bringing theater to the deaf.

In 1984, in reco...more
More about Tetsuko Kuroyanagi...
Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia) Best Of Totto Chan (Kodansha Bilingual Books) Totto Chan To Totto Chantachi டோட்டோ-சான் ஜன்னலில் ஒரு சிறுமி ടോട്ടോചാൻ, ജനാലയ്ക്കരികിലെ വികൃതിക്കുട്ടി

Share This Book

“Having eyes, but not seeing beauty; having ears, but not hearing music; having minds, but not perceiving truth; having hearts that are never moved and therefore never set on fire. These are the things to fear, said the headmaster.” 104 likes
“Drying her eyes, Mother said to Totto-chan very slowly, "You're Japanese and Masao-chan comes from a country called Korea. But he's a child, just like you. So, Totto-chan, dear, don't ever think of people as different. Don't think, 'That person's a Japanese, or this person's a Korean.' Be nice to Masao-chan. It's so sad that some people think other people aren't nice just because they're Koreans.” 24 likes
More quotes…