<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	
<book>
  <id>3098218</id>
  <title><![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]></title>
  <isbn><![CDATA[979220802X]]></isbn>
  <isbn13><![CDATA[]]></isbn13>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <description><![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]></description>
  <work>
  <best_book_id type="integer">3098218</best_book_id>
  <books_count type="integer">1</books_count>
  <desc_user_id type="integer" nil="true"></desc_user_id>
  <id type="integer">3129373</id>
  <media_type nil="true"></media_type>
  <original_language_id type="integer" nil="true"></original_language_id>
  <original_publication_day type="integer" nil="true"></original_publication_day>
  <original_publication_month type="integer" nil="true"></original_publication_month>
  <original_publication_year type="integer">2004</original_publication_year>
  <original_title>Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan</original_title>
  <rating_dist>total:20|5:3|4:11|3:6|2:0|1:0|</rating_dist>
  <ratings_count type="integer">20</ratings_count>
  <ratings_sum type="integer">77</ratings_sum>
  <reviews_count type="integer">26</reviews_count>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
</work>

  <average_rating><![CDATA[3.85]]></average_rating>
  <ratings_count><![CDATA[20]]></ratings_count>
  <text_reviews_count><![CDATA[3]]></text_reviews_count>
  
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan]]></link>
  <authors>
    <author>
    <id>327566</id>
        <name><![CDATA[Gede Prama]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto/nophoto-U-200x266.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/327566.Gede_Prama]]></link>
    <average_rating>3.59</average_rating>
    <ratings_count>169</ratings_count>
    <text_reviews_count>31</text_reviews_count>
  </author>
  </authors>
    <reviews start="1" end="20" total="26">
      <review>
  <id>46837637</id>
    <user>
    <id>2044637</id>
    <name><![CDATA[Lin]]></name>
    <location><![CDATA[Bekasi, 30, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2044637-lin-fdln]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1234932488p3/2044637.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1234932488p2/2044637.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Feb 19 00:00:00 -0800 2009</read_at>
  <date_added>Wed Feb 18 23:35:53 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Wed Feb 18 23:38:18 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[it is good to re-positioning my self<br/>to know exactly where I am now<br/>and where should I be...]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/46837637]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/46837637]]></link>
</review>
      <review>
  <id>75970849</id>
    <user>
    <id>2885394</id>
    <name><![CDATA[Asrofinnur]]></name>
    <location><![CDATA[Norwalk, CT]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2885394-asrofinnur]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Mon Jan 01 00:00:00 -0800 2007</read_at>
  <date_added>Tue Oct 27 21:23:13 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Oct 27 21:26:47 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[such an inspiring book, assuring thought n a must read book for peace soul seeker :)]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/75970849]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/75970849]]></link>
</review>
      <review>
  <id>18589188</id>
    <user>
    <id>166170</id>
    <name><![CDATA[®]]></name>
    <location><![CDATA[jogja, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/166170]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1217319274p3/166170.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1217319274p2/166170.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
            <shelf name="indonesian" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Tue Apr 01 00:00:00 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Tue Mar 25 09:22:33 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Tue Apr 01 03:02:50 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[&quot;kesuksesan&quot; tanpa kebahagiaan tidak-lah cukup..<br/>&quot;kebahagiaan&quot; tanpa &quot;kejernihan&quot; masih-lah belum sempurna..<br/>kejernihan bahwa semua &quot;jejak&quot; ada &quot;makna&quot;-nya..<br/>tak ada yg &quot;kebetulan&quot;..]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/18589188]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/18589188]]></link>
</review>
      <review>
  <id>77702089</id>
    <user>
    <id>2938655</id>
    <name><![CDATA[Eka]]></name>
    <location><![CDATA[Cikarang - Bekazi, 62-21, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2938655-eka]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1258701752p3/2938655.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1258701752p2/2938655.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Nov 13 17:59:15 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Fri Nov 13 17:59:15 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/77702089]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/77702089]]></link>
</review>
      <review>
  <id>75080879</id>
    <user>
    <id>2854331</id>
    <name><![CDATA[Maha]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 20, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2854331-maha-lestari]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1256110387p3/2854331.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1256110387p2/2854331.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Mon Oct 19 19:35:40 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Mon Oct 19 19:35:40 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/75080879]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/75080879]]></link>
</review>
      <review>
  <id>66484739</id>
    <user>
    <id>2603658</id>
    <name><![CDATA[Ria]]></name>
    <location><![CDATA[Sragen, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2603658-ria]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1249607874p3/2603658.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1249607874p2/2603658.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Tue Nov 11 00:00:00 -0800 2008</read_at>
  <date_added>Thu Aug 06 18:25:08 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Thu Aug 06 18:26:07 -0700 2009</date_updated>
  <read_count>2</read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/66484739]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/66484739]]></link>
</review>
      <review>
  <id>60748978</id>
    <user>
    <id>2448076</id>
    <name><![CDATA[Fajar]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 04, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2448076-fajar]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1245725140p3/2448076.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1245725140p2/2448076.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Jun 23 00:01:48 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Jun 23 00:01:48 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60748978]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/60748978]]></link>
</review>
      <review>
  <id>58826097</id>
    <user>
    <id>2394018</id>
    <name><![CDATA[Phi]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, 04, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2394018-phi]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Jun 07 23:22:42 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Jun 07 23:22:42 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/58826097]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/58826097]]></link>
</review>
      <review>
  <id>50884476</id>
    <user>
    <id>2162937</id>
    <name><![CDATA[Hesti]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2162937-hesti]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1238045401p3/2162937.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1238045401p2/2162937.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Mar 29 22:19:56 -0700 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Mar 29 22:20:11 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/50884476]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/50884476]]></link>
</review>
      <review>
  <id>47952286</id>
    <user>
    <id>1374106</id>
    <name><![CDATA[Aveline]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1374106-aveline-agrippina]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1246454852p3/1374106.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1246454852p2/1374106.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Mar 01 19:20:50 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Mar 01 19:20:50 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/47952286]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/47952286]]></link>
</review>
      <review>
  <id>42946818</id>
    <user>
    <id>1861057</id>
    <name><![CDATA[Andi]]></name>
    <location><![CDATA[semarang, 07, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1861057-andi]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231308013p3/1861057.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1231308013p2/1861057.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Jan 13 15:05:19 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Jan 13 15:05:26 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/42946818]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/42946818]]></link>
</review>
      <review>
  <id>37848774</id>
    <user>
    <id>1721404</id>
    <name><![CDATA[Raditya]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta timur (Cipinang Jaya), Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1721404-raditya]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226830579p3/1721404.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226830579p2/1721404.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Nov 16 01:27:05 -0800 2008</date_added>
  <date_updated>Sun Nov 16 01:27:05 -0800 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37848774]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37848774]]></link>
</review>
      <review>
  <id>37475514</id>
    <user>
    <id>1666131</id>
    <name><![CDATA[Ahmad]]></name>
    <location><![CDATA[Bekasi, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1666131-ahmad-kurnia-elqorni]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226457627p3/1666131.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1226457627p2/1666131.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Tue Nov 11 18:57:20 -0800 2008</date_added>
  <date_updated>Tue Nov 11 18:57:24 -0800 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37475514]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/37475514]]></link>
</review>
      <review>
  <id>32904706</id>
    <user>
    <id>1489768</id>
    <name><![CDATA[Herry]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1489768-herry-franadi]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1220431958p3/1489768.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1220431958p2/1489768.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Mon Sep 15 01:49:36 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Mon Sep 15 01:49:36 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32904706]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32904706]]></link>
</review>
      <review>
  <id>32749242</id>
    <user>
    <id>1524289</id>
    <name><![CDATA[Artauli]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1524289-artauli]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Fri Sep 12 21:22:36 -0700 2008</read_at>
  <date_added>Fri Sep 12 21:21:50 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Fri Sep 12 21:22:36 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32749242]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32749242]]></link>
</review>
      <review>
  <id>32227135</id>
    <user>
    <id>1503283</id>
    <name><![CDATA[Kerak]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1503283-kerak]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-U-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sat Sep 06 23:05:57 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Sat Sep 06 23:05:57 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32227135]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32227135]]></link>
</review>
      <review>
  <id>32067041</id>
    <user>
    <id>812633</id>
    <name><![CDATA[Saiful]]></name>
    <location><![CDATA[malang, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/812633-saiful-bachri]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1220596094p3/812633.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1220596094p2/812633.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Fri Sep 05 00:09:30 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Fri Sep 05 00:09:30 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32067041]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/32067041]]></link>
</review>
      <review>
  <id>31904396</id>
    <user>
    <id>439932</id>
    <name><![CDATA[Cornellia]]></name>
    <location><![CDATA[bogor, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/439932-cornellia]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-F-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-F-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>0</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
            <shelf name="to-read" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Wed Sep 03 09:05:25 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Wed Sep 03 09:05:25 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/31904396]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/31904396]]></link>
</review>
      <review>
  <id>30762444</id>
    <user>
    <id>1446394</id>
    <name><![CDATA[Rino]]></name>
    <location><![CDATA[jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1446394-rino]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-M-111x148.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto-M-50x66.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Thu Aug 21 02:41:51 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Thu Aug 21 02:41:51 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/30762444]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/30762444]]></link>
</review>
      <review>
  <id>24600576</id>
    <user>
    <id>1227912</id>
    <name><![CDATA[Roro]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1227912-roro]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1219737724p3/1227912.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1219737724p2/1227912.jpg]]></small_image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">3098218</id>
  <isbn>979220802X</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Jejak-Jejak Makna: Memasuki Kembali Rumah Kebahagiaan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699m/3098218.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1206545699s/3098218.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/3098218.Jejak_Jejak_Makna_Memasuki_Kembali_Rumah_Kebahagiaan</link>
  <average_rating>3.85</average_rating>
  <ratings_count>20</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga dengan hidup, ia menyisakan jejak-jejak makna. Sayangnya, jejak-jejak makna ini hanya bisa dilihat, dibaca, dan dimaknai oleh mereka yang telah membuka jendela kepekaan.<br/><br/>Bila jendela kepekaan telah terbuka, jengankan kelebihan, kekurangan yang paling memalukan sekalipun bisa meninggalkan jejak-jejak makna yang berguna. Jangankan lahir cantik dan menarik, lahir jelek sekalipun bisa menyingkirkan jejak-jejak makna yang amat berarti. Jangankan sukses, gagal pun bisa membentuk pola-pola jejak makna yang berharga.<br/><br/>Indahnya, ketika jejak-jejak makna ini terlihat, terbaca, dan diikuti dengan tekun , ada sejumlah pintu kehidupan terbuka. Salah satunya adalah pintu kebahagiaan! Seperti Ibu yang lama ditinggalkan putri kesayangannnya, rumah kebahagiaan membukakan pintu, melemparkan senyuman, mengundang dekapan dan pelukan: &quot;Ibu rindu kamu, selamat datang di rumah!&quot;]]>
  </description>
  <published>2004</published>
</book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="read" />
          </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Mon Jun 16 05:28:33 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Mon Jun 16 05:28:33 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/24600576]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/24600576]]></link>
</review>
    </reviews>
  <popular_shelves>
          <shelf name="to-read" />
          <shelf name="self-help" />
          <shelf name="indonesian" />
      </popular_shelves>
  <book_links>
    <book_link>
  <id>8</id>
  <name><![CDATA[WorldCat]]></name>
  <link>http://www.goodreads.com/book_link/follow/8?book_id=3098218</link>
</book_link>
  </book_links>
</book>
</GoodreadsResponse>