18th out of 66 books
—
40 voters
Ganti Hati: "Kini ada simbol Mercy di perut saya..."
by
Dahlan Iskan (Goodreads Author)
Ini adalah sebuah kisah tentang kemenangan semangat manusia; tentang penghargaan atas kehidupan yang dikisahkan oleh seseorang yang menyelamatkan hidupnya dengan hatinya, pandangan hidupnya, rasa cintanya, agamanya, tidak sebagai seorang suci tetapi sebagai manusia biasa seperti kita semua dalam sisi harkatnya, dengan pahit dan manisnya kehidupan; kesediahn dan kegembiraan...more
Paperback, 328 pages
Published
2008
by JP Books
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
360)
saya hanya ingin berterima kasih atas penerimaan buku Ganti Hati saya. Dalam 9 bulan ini sudah dicetak ulang 9 kali.
sekarang saya lagi di Guiyang setelah kembali dari Kamboja, India dan Macau. Saya masih akan ke Xian dan kemudian lebaran di Tianjin, sambil melakukan pengecekan (check up) hati baru saya, setelah tepat setahun ganti hati. Tahun lalu saya juga lebaran di Tianjin, saat baru saja operasi.
Rasanya tidak ada masalah sama sekali. Saya merasa sangat sehat dan bisa melakukan perjalanan ke...more
sekarang saya lagi di Guiyang setelah kembali dari Kamboja, India dan Macau. Saya masih akan ke Xian dan kemudian lebaran di Tianjin, sambil melakukan pengecekan (check up) hati baru saya, setelah tepat setahun ganti hati. Tahun lalu saya juga lebaran di Tianjin, saat baru saja operasi.
Rasanya tidak ada masalah sama sekali. Saya merasa sangat sehat dan bisa melakukan perjalanan ke...more
"Hidup itu seperti air mengalir saja. Tapi, kalau bisa mengalir yang deras. Batu pun kadang bisa menggelundung , kalah dengan air yang deras. Itu menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal. Hidupnya lebih fleksible. Karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanannya menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi, kalau orang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang nggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana?"
600 - 2012
Subjudul buku ini kayaknya kurang pas, bisa bikin salah paham buat mereka yang belum pernah tahu atau baca cerita bersambung Pak Dahlan Iskan tentang operasi ganti livernya di harian Jawa Pos. Yang mengharapkan tulisan dengan tema tantangan yang dihadapi beliau setelah ganti jabatan dari Dirut PLN ke Meneg BUMN pasti merasa kecele. Ada sekilas sih, itu pun di bagian pengantar yang cuma beberapa halaman.
Di luar subjudul yang misleading itu, buku ini enak dibaca, mengalir begitu saja, da...more
Subjudul buku ini kayaknya kurang pas, bisa bikin salah paham buat mereka yang belum pernah tahu atau baca cerita bersambung Pak Dahlan Iskan tentang operasi ganti livernya di harian Jawa Pos. Yang mengharapkan tulisan dengan tema tantangan yang dihadapi beliau setelah ganti jabatan dari Dirut PLN ke Meneg BUMN pasti merasa kecele. Ada sekilas sih, itu pun di bagian pengantar yang cuma beberapa halaman.
Di luar subjudul yang misleading itu, buku ini enak dibaca, mengalir begitu saja, da...more
Apr 12, 2013
Triningsih Widodo
added it
Membaca buku Pak Dahlan Iskan kali ini seperti mendapat Paket Lengkap; KOMPLIT! Ini buku ke Dua Tulisan pak Is setelah Dua Tangis Ribuan Tawa yg saya Baca. It's Wonderful! Istilah2 medis yg rumit bisa diterjemahkan sedemikian rupa sehingga orang awam pun dapat memahaminya dg baik. Sikap pak Is dalam "Menghayati Penderitaannya" juga patut mendapat acungan Jempol, seperti biasanya beliau orang yang "Blak-Blakan" tanpa tedeng aling2 mengungkapkan penyakitnya dan perjalanan pengobatannya, banyak hal...more
Kisah nyata yang menyentuh, menghibur sekaligus mendidik. Uraiannya jelas dan menunjukkan wawasan yang luas. Memberikan pelajaran tentang bagaimana hidup yang harus dipilih, antara menjadi sehat atau sakit, menjadi sukses atau gagal, rendah hati atau rendah diri.
Sangat memuaskan pembaca, meskipun yang tahu tentang kesehatan sekalipun. Karena meski digambarkan dalam bahasa sederhana ala orang awam, tapi tepat dan tidak rancu.
Kesederhanaan dan kerendahan hati yang khas.
Sangat memuaskan pembaca, meskipun yang tahu tentang kesehatan sekalipun. Karena meski digambarkan dalam bahasa sederhana ala orang awam, tapi tepat dan tidak rancu.
Kesederhanaan dan kerendahan hati yang khas.
Buku ini adalah kompilasi tulisan yang dimuat secara bersambung di koran Jawa Pos dan jaringannya, di mana pemegang saham mayoritasnya ya Pak Dahlan Iskan ini sendiri. Inti ceritanya adalah hari-hari menjelang dan setelah menjalankan transplantasi liver di Tianjin, Cina. Namun buku ini juga menyisipkan memori hidup seorang raja media atas masa kecilnya yang miskin, dan juga berbagai pandangan pribadinya atas persoalan bangsa ini.
Cara dan bahasa yang dipakai sederhana dan karenanya begitu mudah m...more
Cara dan bahasa yang dipakai sederhana dan karenanya begitu mudah m...more
Terkejut dengan judulnya, penasaran baca(lagi hehehe). bertutur kisah pak dahlan ketika cangkok hati di tiongkok. jujur, apaadanya. Menggerakkan saya untuk merenungi pentingnya gaya hidup sehat, mencari kesehatan tidak mudah harus dijaga. Pak Dahlan disini berkisah sekaligus menasehati kita untuk menjaga kesehatan Hati tanpa menggurui.
Tulisan pak Dahlan ini membuat saya larut dalam berbagai peristiwa yang telah dipaparkan. Alur ceritanya runtut, dengan bahasa yang ringan mudah dipahami. Banyak sekali pelajaran dan pengetahuan yang saya peroleh dari buku ini. Hal yang paling berkesan dari tulisan di buku ini adalah tentang mengintensifkan umur..
saya sebelumnya belum pernah mengenal tokoh dahlan Iskan,meski sebatas tulisannya saja. tapi setelah membaca buku ini..saya jadi mengerti kenapa banyak yang ngefans sama beliau,hehe.
inspiratif dan mengandung banyak hikmah :)
inspiratif dan mengandung banyak hikmah :)
Buku ini sebenarnya kumpulan tulisan Dahlan Iskan mengenai diri dan perjalanan Operasi ganti hantinya yang kemudian di terbitkan di Network Group Jawa Pos di seluruh Indonesia, kemudian di jilid, di bubuhi beberapa foto dan beberapa tanggapan pembaca seluruh Indonesia mengenai tulisan itu sendiri. Tapi gaya berceritanya yang malah menjadikan buku ini menarik dan inspiratif.
Sebenarnya saya sudah baca artikelnya yang bersambung di Jawapos, namun ketika ditawarin gratis oleh pihak Jawapos karena meneruskan berlangganan saya sih seneng-senenga aja.
Saya salut dengan Pak Dahlan atas kemauan untuk hidupnya yang keras baik dalam perjalanan panjang selama masa-masa menanti hingga berjalan dan berhasilnya operasi.
Saya salut dengan Pak Dahlan atas kemauan untuk hidupnya yang keras baik dalam perjalanan panjang selama masa-masa menanti hingga berjalan dan berhasilnya operasi.
Sep 22, 2008
Zainal Abidin
added it
great and inspiring book!
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“Hidup itu seperti air mengalir saja. Tapi, kalau bisa mengalir yang deras. Batu pun kadang bisa menggelundung , kalah dengan air yang deras. Itu menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal. Hidupnya lebih fleksible. Karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanannya menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi, kalau orang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang nggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana?”
—
2 people liked it
More quotes…



































Sep 27, 2010 09:57am
May 17, 2012 06:01pm