Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kind aller Völker” as Want to Read:
Kind aller Völker
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kind aller Völker (Tetralogi Buru #2)

4.32  ·  Rating Details  ·  3,265 Ratings  ·  276 Reviews
Im Mittelpunkt steht der Journalist Minke, der junge Javaner aus adligem Hause. Als seine Frau von den holländischen Kolonialherren verschleppt und getötet wird, regt sich in Minke der Widerstand. Sein anfänglich überschwenglicher Glaube an die 'Europäisierung' wird schwer erschüttert und weicht einer wachsenden Skepsis. Zusammen mit einer Bauernfamilie wagt er es, sich ge ...more
Paperback, 425 pages
Published September 1st 1994 by Unionsverlag (first published 1975)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kind aller Völker, please sign up.

Be the first to ask a question about Kind aller Völker

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Harun Harahap
Jika bukan kita, rakyat Indonesia yang bangga dan peduli terhadap negeri ini, lalu siapa???

Tragis melihat betapa Jean Marais dan Kommer (non Pribumi) berusaha membujuk Minke(Pribumi) untuk menulis artikel dengan menggunakan bahasa Melayu. Sebenarnya Bunda Minke sudah jauh-jauh hari menginginkan buah hatinya menuliskan artikel dalam bahasa Jawa. Namun minke merasa dirinya akan menjatuhkan harga dirinya karena bahasa Melayu dan bahasa Jawa dianggap bahasa miskin dan tidak terpelajar.

Namun, jika b
...more
erry
Apr 30, 2010 erry rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommended to erry by: Amang "Po" Suramang; maya
“Dengan rendah hati aku mengakui, aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orangtua, memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat”
-Pramoedya Ananta Toer dalam Anak Semua Bangsa-

Ini adalah lanjutan dari kisahku. Kisah seorang anak yang terlahir di atas bumi manusia, dengan kesetaraan fitrah dan kelahirannya. Tanpa batas negara, suku, budaya, tempat, darah dan segalanya. Akan tetapi, pada saat yang sama,
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Hapus air mata dan lepas semua duka lara..lihatlah keadaaan disekelilingmu;

“Sebagaimana kita akan tetap terkenang pada hari ini, dia pun seumur hidup akan diburu-buru oleh kenangan hari ini, sampai matinya, sampai dalam kuburnya.” Nyai Ontosoroh
“Ya Ma, kita sudah melawan, Ma, biarpun dengan mulut.” Minke

Ini adalah kisah tentang duka..tentang kehilangan..Annelies..Ini juga merupakan sebuah periode bagi Raden Mas Minke..untuk bangkit dari kesedihan..lewat sepotong cerita dari Tulangan, Sidoarjo..D
...more
Pera
Mar 28, 2010 Pera rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel, indonesia
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Erik Angriawan
Aug 14, 2011 Erik Angriawan rated it it was amazing  ·  review of another edition
''Anak Semua Bangsa''


* "Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (''Mama, 4)
* "Nama berganti seribu kali dalam sehari, makna tetap. (''Mama, 20)
* "Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru? (''Panji Darman/Jan Dapperste, 33)
* "Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bica
...more
Indigo Deville
Aug 12, 2007 Indigo Deville rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: mereka yg cari buku legendaris
Shelves: finished-reading
Bila anda berpikir Bumi Manusia dahsyat, gue akan bilang buku ini lebih Dahsyat lagi. Bahkan menurutku, buku kedua ini merupakan yang terbaik dari ke-empat Tetralogi yang ditulis.

Melanjutkan perjalanan hidup Minke dan Nyai Ontosoroh setelah masa peradilan memperebutkan Annelies, disini sisi nasionalisme mulai disinggung sedikit demi sedikit. Banyak tokoh-tokoh baru, tapi yg paling outstanding menurutku adalah perlawanan si gadis dusun yang lemah terhadap tuan tanah Belanda yg ingin mengawini-nya
...more
Adis Aditia
Dec 04, 2008 Adis Aditia rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: Preman, Koruptor, Aktivis, Mahasiswa baru
Recommended to Adis by: Wesly
Dalam Bumi Manusia, Minke seorang anak bupati, lulusan HBS -sekolah eropa, yang tidak semua pribumi bisa bersekolah disana- , begitu bangga nya dengan keeropaannya. Apalagi tulisan-tulisannya-sebagai Max Tollenaar- dalam bahasa Belanda sudah mulai dikenal banyak orang. Kini (di buku Anak Semua Bangsa) ia mulai digugat untuk mengetahui keberadaan bangsanya sendiri.Setelah Jean Marrais dan Kommer "melukai" hati Mingke dengan menyebutkan ia tidak kenal dengan bangsanya sendiri, Mingke mulai menemuk ...more
Angdamdewi
Apr 23, 2010 Angdamdewi rated it it was amazing  ·  review of another edition
It was amazing! Pram is brilliant!!

Saya yakin belum atau mungkin tidak ada yang sepintar beliau dalam mengolah kata - kata, melebur dengan emosi dan menjadikannya senyawa dalam karya - karyanya! Roman ke - dua setelah "Bumi Manusia" ini meneruskan episode lanjutan di kehidupan Nyai Ontosoroh, Minke, dan bumi nusantara itu sendiri. Nyai Ontosoroh dan Minke saling menguatkan setelah berita meninggalnya Annelies Mellema di Nederland bahkan hubungan merekapun lebih terlihat sebagai ibu dan anak, ket
...more
Bernard Batubara
Oct 23, 2013 Bernard Batubara rated it really liked it  ·  review of another edition
Selesai baca "Anak Semua Bangsa", buku kedua dari Tetralogi Buru Pram.

Meneruskan kisah Minke dan Nyai Ontosoroh tentang perlawanan mereka terhadap sikap, perilaku, dan hukum Eropa. Pada buku kedua ini Pram memasukkan lebih banyak informasi tentang Jepang, Belanda, Filipina, dan Cina. Sedikit menyinggung Spanyol, Amerika, dan Inggris. Pembahasan mengenai Revolusi Perancis paling banyak. Karena lebih banyaknya informasi terkait hal-hal tersebut, romannya jadi kurang terasa, sehingga "Anak Semua Ba
...more
Irwan
Dec 02, 2011 Irwan rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: finished, 2011
Melanjutkan buku pertama, dimana tokoh Minke begitu mengagumi kebudayaan Eropa yang dianggapnya superior tak bercela, buku ini menampilkan pergeseran pandangan. A disillusionment. Kekecewaan bahwa Belanda atau Eropa bisa sama busuknya dengan raja-raja Jawa yang korup itu. Kepenulisan Minke, yang selama ini hanya dalam bahasa Belanda, mulai didorong-dorong oleh sahabatnya untuk menjamah ranah bahasa Melayu juga. Bahasa adalah bagian penting dari jati diri. Cerita ini dengan indahnya melukiskan pe ...more
Christian Putra
Oct 13, 2015 Christian Putra rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: collection
The adventure of Minke continues (along with the building of Hindia Nation) in this book, the second part of Buru Tetralogy. Pramoedya beautifully capture what might have happened in the beginning of 20th-Century Hindia from a perspective of both aristocracies and proletariats. The rise of Japan and the revolution in Philippine impacted the stagnancy of Asia’s position in world league, kind of tickled colonialism a bit, a threat.



Living a post-Annelies life, Minke faced a dilemma of claiming hims
...more
Maufiroh
Jul 06, 2015 Maufiroh rated it it was amazing  ·  review of another edition
Sungguh menyesal karena baru tahu karya sebagus ini sekaligus bersyukur masih bisa menikmati karya Tetralogi yg kedua dr Pram.

"Kau tak kenal bangsamu sendiri", Jean Marais
Sindiran terhadap Minke karena selalu membuat tulisan dgn bahasa Belanda sedang dia tidak pernah menggunakan bahasa Melayu yg dipahami kaum Pribumi. Sebenarnya juga terjadi di masa kini, globalisasi.

Adalagi yg menarik
"Tanpa kegembiraan, tanpa keceriaan, orang akan berputar-putar dalam penderitaan itu saja.", Kommer

Banyak sekal
...more
Tezar Yulianto
Separuh membosankan separuh keren
Astuti Purbaningsih
Anak Semua Bangsa, adalah roman kedua dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Tidaklah berlebihan rasanya bila penerbit Lentera Dipantara menyatakannya sebagai Sumbangan Indonesia untuk Dunia.

Ketiga roman pertama Tetralogi Buru (termasuk Anak Semua Bangsa) menempatkan Minke, seorang Pribumi terpelajar lulusan HBS sebagai tokoh utama. Minke adalah gambaran pemuda Pribumi yang selalu dilanda kegelisahan akan nasib bangsanya sebagai bangsa jaj
...more
Rino Ferdian
May 31, 2012 Rino Ferdian rated it it was amazing  ·  review of another edition
Melanjutkan kisah keluarga pribumi dalam pengadilan bumi manusia yang tidak adil, Minke dan Nyai Ontosoroh yang telah direnggutnya Annelis Mellema - istri tersayang Minke dan anak gadis Nyai Ontosoroh yang telah didiknya menjadi wanita luar biasa - kembali menghadapi perangai ketidakadilan. Ketidakadilan bagi pribumi dan kesewenangan kolonial. Dulu. Sama saja sekarang. Hanya bukan bangsa dan ras yang jadi tembok cinanya melainkan harta dan kekuasaan.

Anak Semua Bangsa menampilkan referensi kisah
...more
Dhea Sekararum
Aug 16, 2011 Dhea Sekararum rated it really liked it  ·  review of another edition
This is the second book in the quartet of novels known to some as the Buru Tetralogy. Minke, a Native, while in the process of recovering from the death of his wife, who was ‘murdered’ by the Dutch colonials’ law which prevented her to get her rights as her father step daughter, starting to find his nationality, surprisingly, by learning from his foreigner friends.

Minke, though educated at the prestigious Dutch HBS secondary school, must accept the fact that he really doesn’t know his own natio
...more
an
May 18, 2010 an rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: novel, punya, hibah
hindia lahir dari ayah kompeni dan ibu pertiwi, maka wajar terjadi banyak alkulturasi budaya di sini. namun sebelum semua itu terjadi, yang ada adalah penindasan dari yang kuat kepada yang lemah. penj(el)ajah kepada negeri j(el)ajahan na.

bukan berlebihan jika buku kedua dari tetralogi buru ini berjudul anak semua bangsa. kerena memang demikianlah isi na. bukan hanya tentang kisah-kisah anak manusia dari berbagai sisi, pejuang cina yang sadar akan hak-hak bangsa na setelah mendapat pendidikan di
...more
Yuu Sasih
Sekarang saya tahu kenapa Pram pernah menjadi nominee Nobel Sastra.

Berbeda dengan Bumi Manusia yang masih berkutat mengenai kisah cinta dan distorsi idealisme Minke terhadap pemerintahan Hindia Belanda, dalam Anak Semua Bangsa mulai diputarbalikkan segala yang tadinya, saat di Bumi Manusia, diagung-agungkan oleh Minke; kemajuan dan keagungan peradaban Eropa. Dalam Bumi Manusia Minke masihlah seorang terpelajar yang mengagungkan Eropa dan mengkerdilkan bangsanya sendiri, sampai ketidakadilan meng
...more
Ime'... Imelda
Buku ini selesai gue baca waktu dalam perjalanan pulang dari bandung ke Jakarta. Gue ke Bandung dalam rangka sebuah seminar waktu itu.

Satu pelajaran yang sangat gue petik dari buku ini adalah mengenai diri kita sendiri.

Kalau gue boleh membayangkan bagaimana perasaan seorang Minke, yang adalah anak seorang bupati, lulus dari sekolah yang dikhususkan untuk pribumi mengecap ilmu Eropa, penulis artikel koran yang gape' dalam berbahasa belanda, akan berada setinggi apa kebanggaan yang dia miliki? Di
...more
Andanti Prasetyandaru
Masih ingat gaya bercerita buku-buku teks Sejarah waktu sekolah ga'? gaya penulisannya kurang pasti objektif, kronologis, dan penuh tanggal-tanggal yang wajib kita hapalin karena selalu muncul di ujian.

Keknya emang itu satu-satunya cara para penulis buku teks yang digunakan di sekolah-sekolah buat mempertahankan keobjektifannya dan “tidak memihak”. Tapi, kalok nDaru bilang sih hal kekgini bikin sejarah menjadi kering — kehilangan nuansa, sepanjang nDaru ngikutin buku sejarah dari SD mpe SMA, gak
...more
Maggie
May 03, 2008 Maggie rated it really liked it  ·  review of another edition
this is the second book of the quartet and i really wish i didn't wait so long after reading the first before reading this one. i read the first book almost a year ago or more and i couldn't remember some events which were kind of important. they weren't essential to the plot of the second but they were mentioned and i was dissapointed i couldn't recall them. i think i would've liked it even more had i been able to remember much of the first book. other than that though i really enjoyed this boo ...more
Don
Nov 30, 2014 Don rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia
Series is taking a turn to the prosaic and ponderous. Have to say Tayeb Salih's Season of Migration to the North is better on the themes related to the experience of European-educated natives of colonized lands.
Ilham Rusdiana
Feb 06, 2016 Ilham Rusdiana rated it it was amazing  ·  review of another edition
Kesadaran akan mengenal bangsanya lebih dalam mulai tumbuh dalam diri Minke. Novel kedua dalam tetralogi ini mengisahkan pertama kalinya Minke bersentuhan dengan kehidupan pribumi kelas bawah. Sesuatu yang menyadarkan Minke dirinya hanya sedikit mengenal bangsanya.
Bahwa Minke selalu menulis menggunakan bahasa yang tidak dipahami rakyat Hindia (Indonesia) begitu mengganggu pikirannya. Minke menyadari dirinya belum menerapkan sepenuhnya prinsip Revolusi Prancis yang amat dikaguminya.
Novel ini memb
...more
Pilar
Nov 05, 2015 Pilar rated it it was amazing  ·  review of another edition
An absolutely amazing book.

I didn't read the first book of the series, since other readers assured that it could be read as an individual book and as it seemed to be the more popular of the group. Perhaps because of this, but also because of the writing style, I was happily lost for a good portion of the book. The author strung me along with tiny details about precious events and deeds that were not expanded upon. This style was so engaging that I couldn't help but be drawn forward.

Besides the
...more
Putri Dyah
Jan 16, 2014 Putri Dyah rated it really liked it  ·  review of another edition
Speechless baca karya sastra ini.

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari apapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari.
Siti Nurul Qomariah
Anak Semua Bangsa adalah seri kedua dari roman Tetralogi Buru. Buku ini gak kalah keren dengan pendahulunya dan buku ini bikin gw merasa terlibat langsung dalam lakon ini.

Kalau lo ngantuk baca buku sejarah, coba deh baca buku ini. Buku ini termasuk kategori sastra-sejarah, lo gak akan cuma dapat kisah kasih sayang tulus yang mengharu biru, tapi lo juga akan mendapat pengetahuan sejarah. Dan bahkan, gw baru tahu bahwa Jepang menjajah Tiongkok dari buku ini lho. Gw juga jadi tahu tentang sejak ka
...more
Gloria Tetelepta
Jun 30, 2015 Gloria Tetelepta rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites
Buku kedua dari Tetralogi Buru.

Pak Pram sempat kurang konsisten, namun hal tersebut tidak mengganggu buat saya.
Akhir dari buku ini begitu megah dan membuat ternganga.

Buku ini membelah makin dalam masa kelam selama penjajahan Belanda di Indonesia dan mempertontonkannya. Seperti ditampar kenyataan pahit.
Tentu kita sudah belajar dari pelajaran sejarah di sekolah, tapi melihatnya dari sisi seorang pelaku yang berada di lapangan adalah hal yang berbeda. Ketidakadilannya, kekejamannya, ketidakpedulian
...more
Bunga Mawar
Entah buat pembaca tetralogi Pulau Buru lain, tapi buat saya buku ini lebih membekas daripada Bumi Manusia.

*catatan tambahan*
Kalau power adaptor laptop saya Senin lalu tidak ketinggalan di Jakarta, mungkin buku ini belum akan sempat saya baca, hehe...
Danielle
Jan 08, 2008 Danielle rated it it was amazing  ·  review of another edition
Recommends it for: radicals, (post)-colonial lit. majors
I really liked this book. The further I get into the tetralogy the more I feel like the narrator. Fascinating, tragic, inspiring, and a page turner. He's both a feminist and a misogynist, a colonialist and a revolutionary. He sounds like a coherent deconstructionist. To know that such a person existed...
Imam Rahmanto
Nov 30, 2014 Imam Rahmanto rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: hasil-minjam
"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari" --hal.112

"Ilmu pengetahuan modern mengusik siapa saja dari keamanan dan kedamaiannya. Juga manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai individu tidak lagi bisa merasa aman. Dia dikejar-kejar selalu, karena ilmu pengetahuan modern memberikan inspirasi dan nafsu untuk menguasai: alam dan manusia sekaligus. Tak ada kekuatan lain yang bisa men
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Pulang
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Olenka
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Bilangan Fu
  • Amba
  • Robohnya Surau Kami
  • Tanah Tabu
  • Atheis
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Hujan Bulan Juni
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

Other Books in the Series

Tetralogi Buru (4 books)
  • Bumi Manusia
  • Jejak Langkah
  • House of Glass (Tetralogi Buru, #4)

Share This Book



“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)” 256 likes
“Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.” 55 likes
More quotes…