2nd out of 33 books
—
15 voters
This Earth of Mankind (Tetralogi Buru #1)
Minke is a young Javanese student of great intelligence and ambition. Living equally among the colonists and colonized of 19th-century Java, he battles against the confines of colonial strictures. It is his love for Annelies that enables him to find the strength to embrace his world.
Paperback, 368 pages
Published
May 1st 1996
by Penguin Books
(first published 1975)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
3,000)
“ Cerita..selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa ataupun hantu. Dan tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia.. jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biarpun penglihatanmu setajam mata elang; pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka daripada dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kem...more
Tokoh yang menarik perhatian saya dalam novel ini adalah Nyai Ontosoroh. PerEMPUan pribumi yang istimewa. Nyai Ontosoroh merupakan gundik dari Seorang Belanda lemah dan tidak bertanggung jawab. Nyai Ontosoroh menjalankan dan membesarkan berbagai perusahaan yang telah ditinggal suaminya. Nyai Ontosoroh tak pernah bersekolah tapi ia bias menulis dan membaca, bertutur kata dan berperilaku secara Jawa, Melayu ataupun Belanda.
Gundik memang bukan ‘sebutan’ yang enak didengar. Tapi Nyai Ontosoroh tidak...more
Gundik memang bukan ‘sebutan’ yang enak didengar. Tapi Nyai Ontosoroh tidak...more
This Earth of Mankind is the first novel of the Buru Quartet, so called because it was composed when Pramoedya Ananta Toer was a political prisoner on Buru Island in the 60s. I say ‘composed’ rather than ‘written’ because the first version of it was told orally to his fellow prisoners. He had apparently just about finished the research and planning when he was arrested and all his notes and books were destroyed.
Which is an immediately intriguing back-story, although the relationship between the...more
Which is an immediately intriguing back-story, although the relationship between the...more
Aug 27, 2008
Naeem
rated it
5 of 5 stars
Recommends it for:
perhaps Maura, perhaps Lisa
Recommended to Naeem by:
Sara-Maria, Manu
First, thanks to Sara-Maria and Manu (hard as this is for me to do, a debt is a debt) for encouraging me to read the Buru Qurtet. These four books and Max Havelaar made for superb summer reading.
All the book covers say that Toer is "Asia's leading candidate for the Nobel Prize." I have no doubts about that. This not because he is a great stylist of prose (at least not in the English translation), nor because he uncovers new ground in form. Rather, I think it is Toer's ambition and vast knowled...more
All the book covers say that Toer is "Asia's leading candidate for the Nobel Prize." I have no doubts about that. This not because he is a great stylist of prose (at least not in the English translation), nor because he uncovers new ground in form. Rather, I think it is Toer's ambition and vast knowled...more
Sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalanan intelektual seorang anak manusia (yang diberi nama oleh Pram Minke=monyet) untuk menemukan arti kemanusiaan dan identitas kebangsaan awal abad 20-an. Berhadapan dengan kolonialisme dan sistem hukumnya yang diskriminatif, Minke melihat banyak ketimpangan-ketimpangan, penindasan-penindasa, politik pecah belah, pembagian kelas, dan politik kolonial yang menyengsarakan manusia Indonesia dan menjatuhkan kemanusiaan ke titik yang paling rendah dalam per...more
Malangnya nasibmu, Inlander. Dipecah-belah lalu dikuasai Belanda yang rakus. Bebal. Biadab.
Malangnya nasibmu, Sanikem. Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai-mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.
Malangnya nasibmu Annelies. Muda, cantik, berbudi halus. Dibuat lemah oleh kuatnya pribadi mamamu, kesempitan duniamu, dan butanya cintamu.
Malangnya nasibmu Minke. Ganteng, cerdas, berani. Punya nama lahir kok tidak dipakai. Apa kurang bagus pemberian or...more
Malangnya nasibmu, Sanikem. Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai-mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.
Malangnya nasibmu Annelies. Muda, cantik, berbudi halus. Dibuat lemah oleh kuatnya pribadi mamamu, kesempitan duniamu, dan butanya cintamu.
Malangnya nasibmu Minke. Ganteng, cerdas, berani. Punya nama lahir kok tidak dipakai. Apa kurang bagus pemberian or...more
Menangis dan sedih diakhir bab terakhir ini..dan semua ditutup dengan sebuah dialog:
“Kita kalah, Ma” bisik Minke
“Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Nyai Ontosoroh
Ini adalah perkenalan pertamaku pada kisah para manusia..tentang kisah cinta pria pribumi dan wanita Indo nan cantik jelita; Minke dan Annelies Mellema..tentang kewibawaan seorang wanita pribumi tangguh; Sanikem atau kita lebih mengenalnya sebagai Nyai Ontosoroh..tentang seorang pria pribumi yang gamang a...more
“Kita kalah, Ma” bisik Minke
“Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Nyai Ontosoroh
Ini adalah perkenalan pertamaku pada kisah para manusia..tentang kisah cinta pria pribumi dan wanita Indo nan cantik jelita; Minke dan Annelies Mellema..tentang kewibawaan seorang wanita pribumi tangguh; Sanikem atau kita lebih mengenalnya sebagai Nyai Ontosoroh..tentang seorang pria pribumi yang gamang a...more
Mar 10, 2012
Diane
rated it
1 of 5 stars
Recommends it for:
Malays
Recommended to Diane by:
Literature Professor
In all honesty, I didn’t like the novel as much as I liked the other two required reading novels for Oriental Literature class, “The Temple of the Golden Pavilion” and “The Rope of Ash”, nor do I think it is as
impressive as the other Asian Literary works that we have read in class, like the short stories of Lu Xun. The first few parts actually didn’t get my attention. There are points in the story that I asked myself where the book was getting at or what it is trying to say. I know it is a pos...more
The story of this novel's creation has as much drama as the novel itself, but, as a reviewer, my interest is in reading the book per se. Set at the end of the nineteenth century, this volume focuses on relations between members of racial categories that the Dutch created and imposed in what is now Indonesia. The author emphasizes the tension between European ideals and Dutch colonial law and between individual capabilities and the policies that limited their expression based on group affiliation...more
Akhirnya bisa finish juga... Buku yang diperoleh dari orang yang ku anggap spesial ^_^
Buku yang menarik, penggambaran tokohnya begitu mendetail sehingga pembaca seperti dituntun untuk mengenal dan fokus pada karakter para tokohnya. Jujur, aku lebih tertarik pada sosok Nyai Ontosoroh ketimbang Minke. Menjadi Nyai bagi Ontosoroh bukanlah pilihan, melainkan jalan yang sudah dipilihkan. Sanikem --nama asli Ontosoroh, adalah salah satu dari sekian wanita yang terseret oleh pusaran adat jawa yang "men...more
Buku yang menarik, penggambaran tokohnya begitu mendetail sehingga pembaca seperti dituntun untuk mengenal dan fokus pada karakter para tokohnya. Jujur, aku lebih tertarik pada sosok Nyai Ontosoroh ketimbang Minke. Menjadi Nyai bagi Ontosoroh bukanlah pilihan, melainkan jalan yang sudah dipilihkan. Sanikem --nama asli Ontosoroh, adalah salah satu dari sekian wanita yang terseret oleh pusaran adat jawa yang "men...more
novel pertama dari tetralogi karya pramoedya ananta toer.
novel ini membuka sebuah kisah menakjubkan yang dituliskan oleh pram di dalam penjara, pada awalnya buku ini dilarang terbit, namun memang manusia tidak bisa memendung budaya menulis, dan tulisan adalah hak, maka tersebarlah pula novel ini dan akhirnya dicetak pada tahun 80-an, kemudian dilarang kembali.
pada akhirnya dapat terbit kembali pada masa sekarang.
bercerita tentang satu tokoh yang diangkat dari sejarah bangsa indonesia, novel ini...more
novel ini membuka sebuah kisah menakjubkan yang dituliskan oleh pram di dalam penjara, pada awalnya buku ini dilarang terbit, namun memang manusia tidak bisa memendung budaya menulis, dan tulisan adalah hak, maka tersebarlah pula novel ini dan akhirnya dicetak pada tahun 80-an, kemudian dilarang kembali.
pada akhirnya dapat terbit kembali pada masa sekarang.
bercerita tentang satu tokoh yang diangkat dari sejarah bangsa indonesia, novel ini...more
Kecanggihan detil zaman penjajahan Belanda terungkap sangat jelas dalam karya Pramoedya Ananta Toer selama ia ditahan di pulau Buru ini. Detil yang luar biasa mengingat ia tak memakai referensi tertulis apapun ketika menulis novel ini. Semua hanya berdasarkan ingatan.
Pram membuat roman klasik ini bernyawa dengan meletakkan detil karakter dan 'the heart' dalam tulisannya. Apalagi kobaran pemberontakan dan penuntutan keadilan atas hak manusia membuat karya ini tidak pernah basi. Dan inilah yang s...more
Pram membuat roman klasik ini bernyawa dengan meletakkan detil karakter dan 'the heart' dalam tulisannya. Apalagi kobaran pemberontakan dan penuntutan keadilan atas hak manusia membuat karya ini tidak pernah basi. Dan inilah yang s...more
saya baru lama kemudian menghargai karya ini.
setelah membacai sendiri koran-koran lama dari awal abad XX. koran-koran yang juga jadi sumber penulisan pak pram.
lalu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan-tulisan ben anderson dkk dari cornell.
saya seperti dipanggil untuk kembali ke jawa. kembali memelajari rajutan lama yang membentuk diri.
dan JAWA yang ditampilkan oleh pram memang beda, tapi cocok dengan bacaan saya dari arah antropologi, sejarah, sosiologi, seni bangunan...more
setelah membacai sendiri koran-koran lama dari awal abad XX. koran-koran yang juga jadi sumber penulisan pak pram.
lalu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan-tulisan ben anderson dkk dari cornell.
saya seperti dipanggil untuk kembali ke jawa. kembali memelajari rajutan lama yang membentuk diri.
dan JAWA yang ditampilkan oleh pram memang beda, tapi cocok dengan bacaan saya dari arah antropologi, sejarah, sosiologi, seni bangunan...more
diawal, alurnya lambat, membuatku membaca tersendat sendat. Hanya karena penasaran, kenapa buku ini selalu di rekomendasi sebagai salah satu novel terbaik, aku mmemaksakan diri menyelesaikannya.
Cerita novel ini berputar pada tiga tokoh utama, Mingke, Nyai Ontosoroh, dan anaknya yang jelita, Annelis.
Setting pada masa penjajahan Belanda. Pram, melalui 3 tokoh ceritanya menggambarkan perbedaan kelas yang ada,antara pribumi, bangsawan, Belanda, Keturunan Belanda, dan steorotip di masing-masing kelas...more
Cerita novel ini berputar pada tiga tokoh utama, Mingke, Nyai Ontosoroh, dan anaknya yang jelita, Annelis.
Setting pada masa penjajahan Belanda. Pram, melalui 3 tokoh ceritanya menggambarkan perbedaan kelas yang ada,antara pribumi, bangsawan, Belanda, Keturunan Belanda, dan steorotip di masing-masing kelas...more
Apr 14, 2012
Laura
rated it
5 of 5 stars
Recommends it for:
3Ms, Chrissie
Recommended to Laura by:
Sandy Tjan
WHAT a magnificent book!!
The first book in the Buru Quartet tell the story of Minke, a young Javanese student who is constantly fighting against the Dutch colonial dominance.
His love story with Annelies, a beautiful Indo-European girl and his relation with her mother, show how they have to fight in order to survive in this colonial period.
After his library has been burned during the 1960's coup attempt and his book have been banned, he was able to present an oral version of his novels.
The first...more
The first book in the Buru Quartet tell the story of Minke, a young Javanese student who is constantly fighting against the Dutch colonial dominance.
His love story with Annelies, a beautiful Indo-European girl and his relation with her mother, show how they have to fight in order to survive in this colonial period.
After his library has been burned during the 1960's coup attempt and his book have been banned, he was able to present an oral version of his novels.
The first...more
Sep 26, 2008
Aroengbinang
rated it
5 of 5 stars
·
review of another edition
Shelves:
historical-novel
Buku yang telah begitu lama diabaikan, dijauhi, dipandang dengan najis lantaran stigma yang melekat begitu dalam pada pengarangnya, dan karena itu baru menyapa sekarang untuk dibaca.
Jika skala tertinggi rating buku adalah skala 5, maka buku ini layak untuk mendapat nilai lebih tinggi dari itu.
Kalau anda belum membaca buku ini hanya lantaran berpikir bahwa penulisnya seorang komunis atau atheis, buang jauh2 pikiran itu, dan pergilah segera ke toko buku terdekat untuk membeli dan menikmati karya a...more
Jika skala tertinggi rating buku adalah skala 5, maka buku ini layak untuk mendapat nilai lebih tinggi dari itu.
Kalau anda belum membaca buku ini hanya lantaran berpikir bahwa penulisnya seorang komunis atau atheis, buang jauh2 pikiran itu, dan pergilah segera ke toko buku terdekat untuk membeli dan menikmati karya a...more
Terus terang, saya menyesal baru membacanya sekarang. Buku yang berkesan walaupun sedikit membosankan saat di awal cerita karena plot yang terlalu lambat. Sampai akhir buku pun, plot cerita masih lambat. Mungkin memang untuk memperlihatkan detail yang semakin ke dalam semakin mempesona.
Mungkin memang Pram layak dinominasikan mendapat nobel dengan karyanya ini. Sangat berisi dan berani. Pram bisa dengan leluasa menggerakkan ide, bahkan merunutkannya dalam surat-surat yang padat. Pram bukan hanya...more
Mungkin memang Pram layak dinominasikan mendapat nobel dengan karyanya ini. Sangat berisi dan berani. Pram bisa dengan leluasa menggerakkan ide, bahkan merunutkannya dalam surat-surat yang padat. Pram bukan hanya...more
Bumi Manusia adalah sekian dari beberapa karya sang Mahapena Pramoedya Ananta Toer yang mendeskripsikan keadaan sosial Indonesia. Salah satu hal yang diulas dalam buku ini adalah mengenai kenampakan sosial Indonesia yang menjunjung tinggi adat sebagaimana yang mereka katakan warisan nenek moyang. Agaknya kita sekarang sadar akan kepercayaan kepercayaan masyarakat akan hal hal irasional yang sejatinya sudah diwariskan turun temurun. Tapi hal demikian tiada yang dikatakan paling menarik dalam Tetr...more
Novel inilah yang membuat saya berpaling dari yang namanya teenlit. Maklumilah, pertama kali saya baca novel ini saat masih pakai seragam putih-merah. Faktor pemicu saya baca novel ini adalah rasa penasaran karena kakak saya pernah bilang, Pramoedya Ananta Toer lah seorang penulis yang karya"nya wajib dibaca. Mengingat kakak saya bukanlah orang yang bisa bilang begitu secara sembarang, maka akhirnya saya mulai membuka halaman demi halaman buku ini.
Karena buku ini terlalu tebal bagi ukuran saya s...more
Karena buku ini terlalu tebal bagi ukuran saya s...more
Ini adalah review pertama saya di situs Goodreads. Sebenarnya perkenalan pertama Saya dengan buku Pram bukanlah lewat Bumi Manusia, melainkan “Panggil aku Kartini Saja” yang saya baca ketika duduk di bangku kelas 4 SD. Kenapa buku yang pertama saya review adalah Bumi Manusia? Karena buku ini adalah buku terakhir yang berhasil saya tamatkan akhir- akhir ini. Pertama kali membaca buku ini ialah disaat saya masih duduk di bangku SMP, lalu kedua kali saya membaca di bangku SMA dan satu bulan yang la...more
I really want to like book: it's about indos (halfies), it was written by a political prisoner (while in prison), it exposes one to dutch colonialism in Indonesia (how much do any of us know about that?), and the story takes place in languages including Dutch, Malay, Javanese, etc.
However (and I wish I could blame the fact that it's a translation), it was a really, really difficult read. The worst part is that I felt like an asshole the whole time for not being completely enthralled with the pas...more
However (and I wish I could blame the fact that it's a translation), it was a really, really difficult read. The worst part is that I felt like an asshole the whole time for not being completely enthralled with the pas...more
Membaca Bumi Manusia seperti membaca kepingan-kepingan sejarah yang dituturkan melalui banyak sudut pandang yang kaya di dalam buku ini. Nusantara dan kehidupan di bawah masa kolonial itu dilihat dari banyak mata dan kepala. Ada Minke, seorang pemuda yang lahir dari keluarga priyayi, namun belajar di H.B.S. Surabaya dan mengenyam banyak ilmu pengetahuan Eropa. Ada juga Annelies dan Nyai Ontosoroh, karakter-karakter menawan yang berjibaku dengan kehidupan dan budaya Eropa namun merasa bangga deng...more
Bumi manusia
Sebuah novel yang membawa kita (pembaca) pada masa seabad silam. Di zaman dimana pribumi tak ada artinya di mata para kompeni. Sekilas kita dibawa ke masa tersebut hingga kita bisa merasakan bagaimana rasanya jadi pribumi yang tak berharga di mata penjajah. Teriakan mereka dipandang sebagai sibisu yang ‘berasian’. Seorang pribumi yang hak-haknya tidak dipandang sama di mata kompeni. Pengadilan eropa (yang ada di Indnesia) memandang pribumi tidak layak diperlakukan sama dengan bangsa...more
Sebuah novel yang membawa kita (pembaca) pada masa seabad silam. Di zaman dimana pribumi tak ada artinya di mata para kompeni. Sekilas kita dibawa ke masa tersebut hingga kita bisa merasakan bagaimana rasanya jadi pribumi yang tak berharga di mata penjajah. Teriakan mereka dipandang sebagai sibisu yang ‘berasian’. Seorang pribumi yang hak-haknya tidak dipandang sama di mata kompeni. Pengadilan eropa (yang ada di Indnesia) memandang pribumi tidak layak diperlakukan sama dengan bangsa...more
Waktu dipinjemi buku ini ragu-ragu,ntar ngerti apa ga ya sama ceritanya (memalukan:D).wah ternyata novel ini emang keren bgt,mulai awal(ya ga awal2 bgt,setelah 4-5lembar)bikin penasaran tiap halamannya,bagaimana ttg tokoh utamanya minke,keluarga nyai ontosoroh;sanikem,annalies,robert mellema,herman mellema,darsam.jadi excited sama movienya yg entah kpn dibuat.Cerita bersetting thn 1800an,diawali dengan Minke yg seorang pribumi tp bisa bersekolah di HBS,Minke diajak oleh temannya yg seorang belan...more
Hukum, selamanya hanyalah alat buatan manusia yang melegitimasi dominansi satu pihak terhadap pihak lainnya. Hukum hanyalah main-mainan mereka yang mengaku terpelajar, terhormat, dan beradab.
Buku ini, biarpun ditulis dengan latar nusantara di akhir abad 19, kala kolonialisme masih menancapkan kukunya di negara kita, sesungguhnya masih merefleksikan realitas menyedihkan di jaman modern ini. Meskipun sudah terpaut satu abad lebih, dengan latar berbeda, tokoh yang berganti, peristiwa tak sama, tapi...more
Buku ini, biarpun ditulis dengan latar nusantara di akhir abad 19, kala kolonialisme masih menancapkan kukunya di negara kita, sesungguhnya masih merefleksikan realitas menyedihkan di jaman modern ini. Meskipun sudah terpaut satu abad lebih, dengan latar berbeda, tokoh yang berganti, peristiwa tak sama, tapi...more
My perspective on this book : imagine if Pearl S. Buck were Chinese, salt it with some Dickensian plot ("Great Expectations" one should be pretty) and finish it with the spiciness of antebellum colonialism.
Every literate Indonesian should read it, so should Everyman hooked on the Island Nations's anthropology. Indonesian, more or less an artificial "spin-off" language with tracable history rooting back to no earlier than the wake of 20th Century intellectual and youth movements, is no way a lang...more
Every literate Indonesian should read it, so should Everyman hooked on the Island Nations's anthropology. Indonesian, more or less an artificial "spin-off" language with tracable history rooting back to no earlier than the wake of 20th Century intellectual and youth movements, is no way a lang...more
Buku ini sering dilarang dalam berbagi rezim kekuasaan di Indonesia. Tapi karena keterlarangan itulah yang membuat para kaum intelektual berbondong untuk mencarinya. Meski sulit namun tak sedikit dari mereka akhirnya mnemukan buku ini. Telah banyak review tentang buku ini.Makanya saya agak takut - takut untuk menulis walau sedikit. Tapi tak apalah, paksakan saja.
Dengan latar kehidupan di Jawa, tepatnya Kota Surabaya awal abad ke-20 dengan suasana kolonialisme Belanda. Kasta sosial masyarakat ter...more
Dengan latar kehidupan di Jawa, tepatnya Kota Surabaya awal abad ke-20 dengan suasana kolonialisme Belanda. Kasta sosial masyarakat ter...more
Buku ini mengisahkan perjalanan kehidupan Minke, seorang keturunan bangsawan Jawa yang ingin menjadi orang bebas dan terpelajar layaknya orang-orang Eropa dan keluar dari ketertinggalan sebagaimana yang dialami oleh bangsanya, juga dari unggah-ungguh Jawa yang dianggapnya teralu kolot. Dalam kisah ini diceritakan Minke bertemu dengan seorang wanita Pribumi yang sangat hebat, Nyai Ontosoroh. Perempuan ini hidup sebagai gundik orang Belanda, namun memiliki jiwa baja dan pemikiran tegas serta berka...more
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| This Earth of Mankind | 5 | 73 | Mar 26, 2013 02:40am | |
| "Imagi sejarah yang hidup" | 6 | 57 | Mar 26, 2013 02:34am | |
| Goodreads Librari...: A Dutch version of 2008 #978-90-445-1231-1 | 7 | 34 | Feb 14, 2012 11:57pm |
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Share This Book
2 trivia questions
More quizzes & trivia...
“Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”
—
310 people liked it
“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”
—
149 people liked it
More quotes…

Loading...










view all 16 comments

























