Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kering” as Want to Read:
Kering
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kering

3.91 of 5 stars 3.91  ·  rating details  ·  90 ratings  ·  11 reviews
Seorang mahasiswa berotak cemerlang, atas kehendaknya sendiri meninggalkan bangku kuliah. Ia tidak puas dengan sistem dan materi pendidikan yang diterimanya. Pergi bertransmigrasi, juga atas kemauannya sendiri.

Kemarau yang sangat panjang mendatangkan kesengsaraan bagi seluruh penduduk. Rumput-rumput merunduk layu, satu persatu mata air kering. Satu demi satu enduduk mening
...more
Paperback, 168 pages
Published 1985 by Gunung Agung (first published 1972)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kering, please sign up.

Be the first to ask a question about Kering

Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
87th out of 166 books — 213 voters
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
326th out of 478 books — 1,655 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 252)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Endah
Ketika minggu lalu saya berkunjung ke toko buku, saya melihat ada dua buah buku Iwan Simatupang di rak buku baru, yaitu : Tegak Lurus dengan Langit (kumpulan cerpen) dan kumpulan esainya (saya lupa judulnya). Saya lalu ingat, rasanya saya pernah membeli satu (dengan harga obral sangat murah) novel karya Iwan Simatupang di sebuah pameran buku di Jakarta beberapa waktu silam. Sesampainya di rumah, saya cari novel tersebut. Ketemulah Kering di antara koleksi buku-buku saya.

Sebelumnya, saya tidak in
...more
Keith
More of a fable than a novel, with two-dimensional, cardboard cut out stereotypes instead of characters. The philosophical references are pretentious. The plot contains implausible elements but this is not in the magical realism genre.

This reveals little of Simatupang's world view and I got little from the context about transmigration or Indonesian mid-late 20th Century history.

I would not recommend this book to anyone and would not wish to read another Iwan Simatupang novel if it were anything
...more
Vester Cobain
At the end: "MARI...!!!"

Manusia berjalan
Manusia Terus

Novel yang sangat bagus
Bayu
Absurd, sarcastic, penuh dark humor. Pengaruh dari Samuel Beckett, dan Albert Camus sangat terasa. Untuk orang yang terbiasa membaca novel novel "normal" novel ini akan sangat membingungkan, tidak masuk akal dan membosankan. Apalagi jika si pembaca TERBIASA membaca cerita cerita yang memiliki ending happily ever after, atau berakhir dengan misteri terpecahkan,maka novel ini akan sangat mengecewakan.

Alur cerita yang benar benar mengabaikan logika membuat kita kadang kadang berkata, "What the fuck
...more
mahatma
kisah ini menyebut tokoh utamanya sebagai "tokoh kita" begitu saja.
tidak penting benar ia punya nama atau tidak, karena yang dikisahkan adalah kisah universal: kisah seorang individu dalam berhadapan dengan situasi atau kondisi yang melingkupinya.

tapi karakter "tokoh kita" ini jelas.
kejelasannya terbangun berangsur-angsur melalui kerja yang ia lakukan.
beberapa hari setelah memulai kerjanya menggali sumur "...tubuhnya tumbuh kekar, ototnya membaja, dan lebih dari itu ada perubahan pada dunia pera
...more
eti
#50 - 2014

membacanya membuat saya sering berhenti. bukan bosan. tapi otak saya yang cepat banget panas. kacau. kok bisa ya. terus terang saja saya keteteran mengikuti pemikiran penulis di novel ini. semua ide, kritik, filsafat, humor satir berjejalan di novel ini. membacanya jadi gelagapan. jadi nggak habis pikir, di kurun waktu tahun 60-an -saat pembuatan novel ini, ide-ide yang dituangkan jauh melampaui masa penulisan. dan dibaca saat sekarang pun masih relevan dengan kondisi yang carut-marut
...more
Fajar


Si Kacamata
Si Gendut Pendek
Si Wanita VIP
Si Dokter Botak
Si Pegawai Pemerintah
Si Jenggot Panjang
dan.... Tokoh kita

Tokoh kita adalah pribadi yang 'lain daripada yang lain' dan berpredikat sebagai : mahasiswa otak encer, mantan pejuang kemerdekaan, mantan gerombolan perampok, nyaris dieksekusi mati, dapat beasiswa ke jurusan filsafat-sejarah, dan yang terakhir : transmigran.

Tokoh kita, seandainya dibandingkan pada masa-masa sekarang ini, merupakan manusia yang dibutuhkan bagi tanah air. Siapa manusi
...more
Dila Putri
Cerita tentang kehidupan transmigran yang dikemas secara apik, sederhana, sekaligus liar. Gagasan-gagasannya gila, berani, juga kocak. Walau tanpa nama, Iwan Simatupang berhasil membangun tokoh-tokoh dalam buku dengan karakter yang kuat dan mudah diingat. Tentu, yang paling menonjol adalah si Tokoh Kita.

Singkat kata, saya senang merasa pernah membaca karya sastra lama satu ini.
Donny
salah satu masterpiece iwan simatupang, unik dan menggugah
M Firdaus
M Firdaus marked it as to-read
May 26, 2015
Nitia
Nitia marked it as to-read
May 13, 2015
Hanan
Hanan marked it as to-read
Apr 28, 2015
Dika Kurniawan
Dika Kurniawan marked it as to-read
Mar 31, 2015
Indah Azhari
Indah Azhari marked it as to-read
Mar 26, 2015
Faris
Faris added it
Mar 23, 2015
Wardatun Lestari
Wardatun Lestari is currently reading it
Mar 18, 2015
Ananto
Ananto marked it as to-read
Mar 14, 2015
Ofirisa Utami
Ofirisa Utami marked it as to-read
Mar 12, 2015
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
topics  posts  views  last activity   
Kering,Iwan Simatupang 1 2 Aug 27, 2013 08:41PM  
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Senja di Jakarta
  • Orang-Orang Bloomington
  • Keluarga Gerilya: Kisah Keluarga Manusia dalam Tiga Hari-Tiga Malam
  • Kitab Omong Kosong
  • Jantera Bianglala (Dukuh Paruk, #3)
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • O Amuk Kapak
  • Roro Mendut: Novel Sejarah versi Y.B. Mangunwijaya
  • Bidadari Yang Mengembara
703723
Iwan Simatupang dilahirkan di Sibolga, Sumatera Utara, 18 Januari 1928, dan meninggal di Jakarta, 4 Agustus 1970.

Sastrawan yang pernah memperdalam antropologi dan filsafat di Belanda dan Perancis serta sempat meredakturi Siasat dan Warta Harian. Ia dikenal dengan novel-novelnya yang mengusung semangat eksistensialisme: Merahnya Merah (1968), Kooong (1975; mendapat hadiah Yayasan Buku Utama Departe
...more
More about Iwan Simatupang...
Ziarah: Sebuah Novel Merahnya Merah Tegak Lurus Dengan Langit Kooong: Kisah tentang Seekor Perkutut Ziarah Malam: Sajak-Sajak 1952-1967

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »