by
3.69 of 5 stars
Di daerah Jalan Ganesha, saya inget SBY. Aduh, kenapa inget SBY? Ini pasti gara-gara dulu, waktu Pemilu Presiden. Waktu itu saya mencoblos dia. ... read full description

reviews

Jan 24, 2009
nanto rated it: 4 of 5 stars
Tertawa bersama Superman yang mendedahkan nama Tuhan Yang Mahahumoris

Oleh Nant’S


- Ini buku blog?
+ Bukan…
- Ini buku filsafat?
+ bukaaaaaaan..
- ini buku relijius?
+ Bisa jadi…
- Ini buku tentang superman?
+ ya, anda ngaco.... dan benar....!


Di atas adalah tebak-tebakan yang ada di kepala saya begitu membuka buku ini. Membolak-balik halamannya, ketika disodori oleh rekan saya di kantor untuk membacanya. Melihat tawara More...
10 comments like (13 people liked it)
Mar 05, 2009
Amang rated it: 3 of 5 stars
Pertama-tama harus dijawab bahwa buku ini tidak terlalu berbahaya. Tidak seperti yang ditulis di sampulnya oleh Prof. Dr. Bambang Sugiharto. Dia tidak menggigit, tidak menggoyahkan iman, tidak mengandung melamine, dan tidak ada unsur-unsur kriminalitas atau upaya-upaya menggelorakan revolusi. Jadi aman untuk dikonsumsi, meskipun tanpa label halal dari MUI. Kedua, Pidi Baiq itu benar-benar orang baik yang terlalu baik membagikan catatan kebaikan hatinya yang super baik. Ketiga, jangan coba-coba m More...
16 comments like (12 people liked it)
Dec 14, 2008
Mel rated it: 3 of 5 stars
-berusaha memperpendek review-


dari awal sampai akhir saya tidak se'ngakak' yang tampaknya dialami sebagian pembaca lain. paling banter terkekeh atau senyum-senyum saja di sana sini. saya menemukan humor yang disajikan punya sisi sinisnya sendiri. ada sisi getirnya. secara keseluruhan, si penulis tipe yang gemar berbagi. dalam keseharian, tampaknya penulis gemar melibatkan banyak orang di sekitarnya untuk berbagi secuil hidup yang dijalani. dia juga gemar 'belajar' dengan carany More...
9 comments like (8 people liked it)
Mar 06, 2009
Roos rated it: 3 of 5 stars
Beli buku ini dari Bulan Januari 2008, waktu itu sih karena tertarik lihat covernya yang tidak biasa, cenderung abstrak, tapi kalau diamati baik-baik ternyata gambar monster yang lagi beraksi menakut-nakuti dan sepasang suami istri yang sedang duduk bercengkerama di sebuah sofa, cerita sebenarnya yah ada dibuku ini. Kemudian sampai dirumah Buku Monster ini cuma dipegang-pegang, ditaruh ditumpukan buku yang belum dibaca, dengan kondisi masih terbungkus. Pertengahan tahun buku kedua Drunken Molen More...
6 comments like (8 people liked it)
Apr 01, 2009
HappyHippo rated it: 3 of 5 stars
catatan harian moto-moto

Rabu 25 Maret 2009
10.05 AM

"Pos!"
"Pos!"
begitulah suara tukang pos di pager rumah. masih terkantuk-kantuk gw nyamperin tukang pos yang nangkring di depan rumah.
"dengan rumahnya Erie moto-moto?" tukang pos bertanya dengan sopan.
Heh? Apaan? Gak salah denger nih? *korek2 kuping*
kok tau soal moto-moto segala? ngajak brantem ato apa nih tukang posnya
emak gue aja gak pernah manggil gue More...
19 comments like (7 people liked it)
Apr 04, 2009
Bunga Mawar rated it: 3 of 5 stars
Review ini saya edit ah. Agak serius kini karena sudah baca ulang.

Judul kecil Drunken Monster ini adalah "Cacatan Harian". Maunya pasti "catatan harian yang cacat". Atau karena penulisnya berani mengaku "cacat". Dan ternyata memang "cacat" kalau diukur lewat standar "normal". Tapi...ah, siapa sih sebenarnya pemegang standar "normal" itu? Susah dibahas, karena tiap orang berhak bilang dia tidak cacat.

Tanpa mengami More...
4 comments like (7 people liked it)
Mar 22, 2009
Nanny rated it: 4 of 5 stars
Marilah keluar dari Pakem ! ( itu kata Nurul ) dan aku setuju :)
Pidi Baiq seolah menulis seenak dirinya sendiri dengan melanggar kaidah berbahasa yang baik dan benar,dan itu boleh2 saja (zaman sekarang apa sih yang ga boleh ) tapi itulah yang bikin dia berbeda.
Buku ini bisa dibaca dalam waktu singkat selain karena tidak perlu mengerutkan dahi juga karena ada rasa penasaran untuk mengetahui kelucuan selanjutnya. Awal membaca bukunya terasa garing tapi tiba2 ada yang membuat pembaca More...
9 comments like (4 people liked it)
Mar 05, 2009
Suryati rated it: 4 of 5 stars
Terima kasih Roos, karena kebaikanmu akhirnya aku bisa ikutan baca buku bulan ini pilihan teman-teman di GRI walaupun pilihanku sendiri bukan buku ini( Aku pilih Kambing Jantan, abis yang ada di Gramedia kotaku cuma itu sih). Usaha sudah kucoba, nyari ke toko buku dan sudah habis! Yang ada hanya Drunken Mama dan karena masih belum tahu buku Drunken Monster itu kayak gimana jadi kuputusin belum mau baca Drunken mamanya.

Buku ini sebelumnya gak masuk dalam jenis buku yang mau kubaca, More...
7 comments like (4 people liked it)
Mar 17, 2009
Nurul rated it: 3 of 5 stars
Marilah keluar dari pakem!

Kalau sampai Guru Besar filsafat kasih pengantar, maka buku memang ada hubungannya dengan filsafat perilaku manusia. Atau bisa saja pak Guru Besar ini teman dekat Aa' Pidi yang pernah jadi korban akal-akalannya dan dipaksa kasih pengantar. Hehe, boleh-boleh saja toh saya bikin dugaan, sama seperti kalau si Aa' asal omong.

Aa' Pidi kelihatannya ingin menguji sejauh mana kespontanitas-an manusia Indonesia. Yah, minimal warga Bandung lah. Masih ad More...
30 comments like (4 people liked it)
Jan 23, 2009
gieb rated it: 3 of 5 stars
salah satu keuntungan ikut goodreads adalah mendapatkan pinjaman buku dari teman. meski teman kita ini meminjamkan buku yang ia pinjam dari temannya lagi. doh. panjang ya siklus peminjamannya. tapi begitulah cerita saya dapat membaca buku ini. saya 'terpaksa' baca buku ini karena teman saya ini begitu antusias meminjamkan buku yang bukan miliknya ini. akhirnya, saya baca juga. meski sempat saya diamkan di ransel saya. karena saya tahu, buku ini bukan gue banget.

saya adalah penyuka k More...
5 comments like (4 people liked it)
Mar 20, 2009
miaaa rated it: 3 of 5 stars
Jika aku punya universitas, Bang Pidi akan jadi Dosen Kemanusiaan
Jika aku punya sekolah, Bang Pidi akan menjadi Guru BP
Jika aku punya anak, akan aku titipkan ke Bang Pidi aja (yah mungkin setelah masa penitipannya di keluarga mas Stanley selesai hehe)

Katanya buku ini berbahaya. Itu kan katanya toh! Prof Bambang bisa jadi berkata begitu karena 'tahu' seberapa asli berbahayanya Bang Pidi ini.

Aku suka reaksi orang-orang ketika Bang Pidi 'beraksi'. Luar biasa seka More...
7 comments like (3 people liked it)
Apr 02, 2009
Isman rated it: 3 of 5 stars
Pidi Baiq mirip Andy Kaufman dalam pandangannya bahwa dunia adalah panggung komedi yang besar. Namun dia berbeda dalam hal Pidi masih rindu terlihat Baiq.

Kita juga membutuhkan orang seperti Pidi Baiq seperti tubuh kita membutuhkan sejumlah bakteri tertentu. Bikin panas dingin. Tapi setelah itu lebih kebal (dikit).

"Lho, itu kan penulisnya, Man? Ini bukannya bicara bukunya?" Saya menuduh bahwa Drunken Monster adalah Pidi Baiq itu sendiri. Semua ia tulis bagaik More...
0 comments like (2 people liked it)
Mar 03, 2009
indri rated it: 3 of 5 stars
salah satu yang bener-bener nampol banget, ya kisah drunken monster!!
ngebayangin tampang istrinya pidi seperti ngeliat muka gue sendiri..
hahaha...
mungkin gitu tampang gue kalo ngeliat suami gue pulang malem sesudah ditelpon gak diangkat-angkat..
mirip banget kejadiannya, dengan cerita yang dibuat-buat dan mimik muka yang dilucu-lucuin.
intropeksi tuh untuk istri yang galak, padahal suaminya bener2 kerja..
(hihihi...padahal sambil nunggu gw online di GR)
13 comments like (2 people liked it)
Mar 03, 2008
Chiquita rated it: 5 of 5 stars
Tau Pidi Baiq dari Tita karena mereka dulu sama-sama di Seni Rupa ITB
Dapet buku ini juga dari Tita, padahal saya juga dateng pas launchingnya, tapi malahan beli CD *hihihi*

Begitu dapet buku ini, langsung dibaca dan langsung nggak bisa berhenti ngakak ! Lebih ngakak lagi karena semua cerita di buku ini adalah kisah nyata !

Cocok dibaca sama orang yang lagi stress supaya sembuh stressnya. Selain itu penting diketahui bahwa nggak perlu jadi orang stress kalo mau berting More...
1 comment like (2 people liked it)
Dec 19, 2010
Harun Harahap rated it: 4 of 5 stars
pertama tau buku ni ya dari Goodreads..katanya termasuk 10 buku terlaris..bahkan menjadi buku bacaan GRI di bulan maret..langsung deh mampir ke toko buku untuk membelinya..

covernya agak berantakan tapi pas baca dalemnya...JIAHHHHHHHH...pusing..bingung..biz tu ketawa2 ngakak..*sampe sering2 beristighfar..takut jadi gelo*

kenapa gw pusing n bingung..karena bacanya susah..bukan karena pilihan katanya sulit..tapi kalimatnya bener sulit dimengerti karena cara merangkai katanya More...
2 comments like (1 person liked it)
Mar 06, 2009
hehe... buku pinjeman...
lucu, jail, kocak. tapi yah... sebatas itu aza... gak lebih... :P
pertama minat baca coz di cover belakangnya nyebut-nyebut ttg I**** Tai Burung... :-(
pas sy pertama dtg k kampus itu seh, mang kerasa, gimana invasi burung merajalela lengkap dg teror bomnya
tp sekarang mah... nyaris gak ada... T_T burungnya pada migrasi (ato mati?) kan utannya pada ilang?
kembali ke buku... :-)
Tertarik baca setelah tau kalo si pengarang adalah personel band More...
48 comments like (1 person liked it)
Mar 09, 2009
Ditta rated it: 4 of 5 stars
Awal tau buku ini dari temen, kebetulan dia sempet ikut launchingnya di Aksara Kemang skitar setaun lalu. Kata dia penulisnya tuh rada aneh,,nyentrik gitu.
penasaran,,,pas jakarta bookfair taun lalu akhirnya sempet beli (dapet dr voucher mizan ding,,hi..hi..) dan ternyata abis baca,,,wah...bener2 aneh.
Adaaaa,,aja orang yang macem ini.
Berhubung udah lama banget bacanya,,(dan ga bisa nginget2 lagi secara detail karena bukunya dipinjem temen dan belum dibalikin,,*keluh,,he..he..) j More...
1 comment like (1 person liked it)
Aug 09, 2008
Aji rated it: 5 of 5 stars
Sebuah cacatan harian yang penuh dengan kerunyaman dalam hidupnya. Bagi yang pertama membaca, tidak bisa disamakan dengan baca novel lain atau baca koran apalagi baca kitab. Cara supaya bisa membaca (bukan memahami loh) isi buku ini adalah dengan mengabaikan semua tata bahasa dan EYD yang pernah diajarkan di sekolah. Biarkan pikiranmu melayang dan dengan sendirinya akan mudah membaca buku ini.

Buku ini meski menampilkan kecacatan mental tokohnya, tapi juga mengajarkan sesuatu yang ben More...
1 comment like (1 person liked it)
Mar 28, 2009
Fudz rated it: 4 of 5 stars
Drunken Monster yang termasuk buku ke satu dari seri-seri Drunken Yg lain. Buku ini dah aku beli begtu melihat d polling dan yakin bahwa buku ini tmsuk buku yg jadi pemenang...
Siip, tnyata buku ini tidak sejelek ilustrasinya
(maaf A'a Pidi, coz ak ga suka lukisan abstrak 'n amburadul warnanya,he..he. Meski byk pelukis ngetop emng t'bukti acak-acakan hasil lukisannya..)
Ok, sbnrnya ga bisa menulis panjang lebar dan tinggi review untuk buku ini. Tp poin pentingnya adalah kekuatan More...
Jul 08, 2010
Echy rated it: 3 of 5 stars
“Ini Buku Berbahaya.”

Sepotong kata – kata dari seorang guru besar filsafat UNPAR dan ITB, yang udah buat aku penasaran berat baca ni buku. Tapi ragu untuk mengoleksi, akhirnya dapet pinjeman juga dari temen kantor yang kebetulan dapet ni buku dari pesta buku murah mizan pas ultah kota ku. 15rb cukuplah untuk bawa ni buku pulang. ^^

Pidi Baiq yang menulis cacatan (sengaja menyebutnya demikian) harian ini mengaku bahwa dia orang kaya yang kemana – mana selalu membawa banyak uang More...
5 comments like (1 person liked it)
Jun 19, 2009
htanzil rated it: 3 of 5 stars
Pidi baiq itu pahlawan komikus indie bandung, dan bisa jadi indonesia yang paling sableng yg pernah sy kenal.ngomongin komik bandung.ngga lepas dari pidi. Buku ini kumpulan catatan hariannya pidi yg ada di multiply dia.dijamin ngakak, maklum ngga waras.kalo di jogya ada eko nugroho(indie juga) di bandung harus sebut satu nama "pidi".

Demikian SMS yang saya terima dari salah seorang kawan saya yang menginformasikan buku Drunken Monster – Pidi Baiq. Tertarik dengan SMS tersebu More...
0 comments like (3 people liked it)
Nov 27, 2008
Edziardo rated it: 5 of 5 stars
Buku ini merupakan sebuah kumpulan jurnal seorang Pidi Baiq yang luar biasa kocaknya. Yang membuat buku ini istimewa adalah pola pikir, tingkah laku, dan kemampuan bahasa penulis yang menghasilkan kejadian-kejadian dan dialog-dialog yang bikin saya cekikikan dan geleng-geleng kepala.

Terlepas dari kekonyolannya, ada sebuah filosofi yang paling saya suka dari seorang Pidi Baiq, yaitu sifat empati dan sifat sering berbagi.

Anyway, this book is very recommended by me. A-must
0 comments like (1 person liked it)
Mar 16, 2010
Miss Kodok rated it: 1 of 5 stars
Ya ampun....., ini buku apaan sih ?? Gak jelas bangeth.
Maksudnya Kang Pidi mungkin mau melucu dengan tulisannya yang gak jelas ditambah strukur bahasa yang super berantakan. Tapi sumpah deh... menurut aku buku ini sama sekali enggak lucu.

Ini memang catatan harian yang asal-asalan dari manusia super usil. Cuma menurut aku kok kadang-kadang usilnya kelewat norak, dan satu hal yang bikin aku tambah enggak 'respect' adalah tulisan yang menceritakan betapa murah hatinya Kang Pidi de More...
12 comments like (1 person liked it)
May 03, 2009
Aditya Arie rated it: 3 of 5 stars
Saya merasa kurang nyaman membaca penuturan Kang Pidi Baiq di buku ini. Pemikirannya melompat kesana kemari dan dituturkan/dituliskan begitu adanya. Masalahnya, saya tidak terbiasa membaca tulisan semacam ini. Akibatnya, sering sekali saya harus membaca ulang sebuah bagian cerita. Tapi, saya belum berhenti membacanya karena pengalaman dan pemikiran senior ITB saya yang tampaknya terjangkit penyakit iseng akut ini sangat menarik untuk diikuti. ^_^


"... Sekarang kampus banyak More...
Jul 02, 2008
Revie rated it: 4 of 5 stars
baca buku ini rekomend dari teteh
pertama baca di bis kirain buku novel biasa
eh jadi nya malah ketawa2 sendiri, bukan senyum2 lagi ini sih
jadinya di liatin sama penumpang yg lain, untung naik bis nya ama temen..temen aja tuh yg malu disangka bawa2 orang gila..
abis mau berenti baca ga tahan, pengen tau apalagi tingkah nya di bab selanjutnya
sok atuh kang pidi buku yg lainnya dikeluarin
sini ta beli...
3 comments like (1 person liked it)
Mar 08, 2008
Esti rated it: 5 of 5 stars
*grinning*

Buku ini mesti dibaca oleh semua orang, seriously. Ini Cacatan Harian Pidi Baiq yang biasa diposting di Multiply(yang kebetulan contact saya , jadi semuanya dah pernah dibaca tapi teteeeuuupp aja bikin senyum2 sendiri)

Kang Pidi, selamat yaaaa ... buku & ilustrasinya baguuuussssss (diucapkan dgn gaya pak Tino Sidin).

Sekian, sampai kita berjumpalitan (ini ngutip dari Kang Pidi).


(^_^)
0 comments like (1 person liked it)
Jul 14, 2010
Aip rated it: 3 of 5 stars
saya mengenal

Pidi baiq A.K.A pa haji sableng dari negara edan dan tidak makmur itu
dari web harian multiply-nya, sebelum akhirnya tersadar ternyata beliau adalah otak dan mulut dan tangan dan kaki dan pantat dari band The Panas Dalam, yang telah sukses membuat saya autis beberapa menit selagi mendengarkan lagu lagu rebellionnya, hingga berhasil mendukung saya untuk menolak sebotol minuman energy yang telah dioplos cairan thinner oleh teman nakal saya, teman seper guruan waktu b More...
Oct 14, 2008
fauliza rated it: 5 of 5 stars
setelah baca buku ini... aku melihat hidup dalam pandangan pidi baiq, yang menganggap hidup adalah permainan. lucu, hangat, menggugah dalam caranya sendiri. bikin kita terkekeh-kekeh.. aku juga belajar untuk "see the bright side of evereything"
0 comments like (1 person liked it)
Mar 23, 2008
Dindut rated it: 2 of 5 stars
Catatan harian Pidi Baiq yang konyol or sengaja dikonyol2in?? Bahasanya aneh bin ajaib bin susah dimengerti. Bab2 akhir lumayan bisa bikin senyum2, tapi bab2 awal garing abis. Saya heran kok bisa tulisan seperti ini dijadiin buku.
2 comments like (1 person liked it)
Oct 23, 2008
Futri rated it: 3 of 5 stars
lagi bete fas banget baca buku ini. baca beberafa cerita sdh bisa ketawa lagi. jangan lufa bacanya sambil dilogat2in sunda! hihi..mantaf deh!
6 comments like (1 person liked it)