Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme” as Want to Read:
Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme

3.86  ·  Rating Details  ·  175 Ratings  ·  30 Reviews

Membahas soal kematian bisa menimbulkan sebuah pemberontakan yang menyimpan kepedihan dalam setiap jiwa manusia; yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa manusia pasti akan tiba serta punahlah semua yang dicintai dan dinikmati dalam hidup ini. Kesadaran ini lalu memunculkan sebuah protes berupa penolakan bahwa masing-masing kita tidak mau mati. Setiap orang berusaha menghindari

...more
Paperback, 179 pages
Published 2005 by Hikmah
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Psikologi Kematian, please sign up.

Be the first to ask a question about Psikologi Kematian

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 602)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Helvy
Feb 08, 2008 Helvy rated it really liked it

Wah ini buku keren. Perlu dibaca agar kita lebih proporsional dan siap menghadapi ajal.
Yuu Sasih
2,5 bintang.

Buku yang menarik untuk dibaca saat puasa seperti sekarang ini. Banyak hal yang bisa direnungkan dari sini, baik tentang kehidupan atau pun kematian. Saya sendiri banyak mengangguk setuju dengan pendapat Pak Komar di buku ini.

Lalu kenapa hanya 2,5 bintang?

Masalahnya, saya rasa isi bukunya tidak terlalu menerminkan judulnya. Saya, jujur, membeli buku ini dengan harapan bisa membaca mengenai kematian dari sisi psikologi. Nyatanya, bahasan mengenai psikologinya sendiri hanya mencakup 1/
...more
Fudz
Nov 11, 2008 Fudz rated it it was amazing
Mnghadapi kematian tanpa harus takut dibayangi ketakutan terhadap kematian.
Sungguh buku yang benar2 inspiratif!
Kematian adalah misteri bagi setiap makhluk hidup di muka bumi ini, karena ketika kita berbicara tentang kematian yang ada di benak adalh hanya kesendirian, kesusahan dan kegelapan yang tergambar.
Supaya perasaan itu dapat dihilangkan, maka yang harus kita lakukan adalah Mempersiapkan Bekal dengan sebaik-baiknya sebelum kematian menjemput!
Sesuai dengan hadis RAsul SAW:
Orang yang cerdas
...more
Rini Herini
Jan 19, 2010 Rini Herini rated it it was amazing
Menghayati kematian adalah awal dari kehidupan abadi yang penuh suka cita.......
Buku ini membuka kesadaran bahwa kematian bukanlah akhir yang menakutkan tetapi suatu awal yang "menggoda" kita untuk berlari menyongsongnya....karena sudah tak sabar lagi kita ingin segera kembali dengan bekal yang cukup.
Bacalah buku ini sahabat.....InsyaAllah kita siap menerima datangnya masa itu
Rangga
Nov 04, 2009 Rangga rated it really liked it
Mati adalah sebuah kepastian....
Hari Esok adalah sebuah keragu-raguan...
sedangkan kepastian itu lebih dari keragu-raguan...
Maka kematian itu lebih dekat dari pada hari esok....
dan kita tidak perlu takut menghadapi kematian...
karena kamtian adalah pintu yang suatu saat pasti di lewati semua orang untuk menuju keabadian di akhirat....
Yani
Jan 11, 2009 Yani rated it really liked it
Buku yang aku pinjam 1 tahun yang lalu di perpustakaan kantor. Walaupun kematian bukan topik yang disukai semua orang, namun tidak ada salahnya membaca buku ini untuk mengubah/memperbaiki pandangan mengenai kematian yang biasanya ditakuti
Han Fita
Aug 11, 2012 Han Fita rated it it was amazing
Shelves: done
Isinya justru banyak memberikan semangat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik secara agama n umum, dan contoh2 yang sangat umum.. Andaikan banyak yang berpemikiran seperti ini.. Aman dunia..!
Kinjenk Keren
Jul 11, 2015 Kinjenk Keren rated it it was amazing
Shelves: koleksi
Buku yang harus kita punya, karena setiap dari kita akan mati. Demikian juga orang-orang dekat kita. Minimal kita tahu apa itu kematian....sesuatu yang sering kita takuti.
Djo LEGOWO
Aug 14, 2010 Djo LEGOWO rated it it was amazing
buku ini mnegajari kita bahwa mati itu indah, bahwa kematian itu adalah sebuh awalan kehidupan yg maha agung, KH menuturkan dalam sebuh bahasa yg modern dan enak untk di cerna...
Irfan
Jan 08, 2009 Irfan rated it it was ok
analisa menarik ala seorang doktor. . .jadi mikir, apa orang pintar selalu beating around the bush dulu sebelum sampai ke point? nice opening, though.
Ryan
Nov 14, 2008 Ryan rated it it was amazing
Salah satu tulisan terbaik Komarudin Hidayat. Buku ini banyak membuat saya merenung. Seraya menatap kematian dalam perspektif yang lebih positif dan optimis.
Nurul Inayah
Buku ini benar-benar mengajak pembacanya untuk merenung "buat apa sih saya hidup?". Namanya juga dunia, sering sekali melalaikan. Menyetel dan meluruskan niat untuk melanjutkan hidup menjadi lebih bermakna. Penulis menyajikan pembahasan dalam 4 bab dan disisipi kisah-kisah kematian. Bahasa yang digunakan memang bahasa 'serius' jadi harus konsentrasi saat membaca. Grafisnya elegan, tidak menyeramkan dan tak terlalu ramai. Sayangnya, penulis beberapa kali menyebutkan hal-hal yang sama di bab yang ...more
Haries
Oct 03, 2012 Haries rated it really liked it
Menumbuhkan optimisme atas pertanyaan manusia
"Kemana manusia setelah hidup?"
Eckha Rahayu
luar biasa :) amazing ..
Farida
Jul 01, 2015 Farida rated it it was ok
Isinya agak boring dan kurang....hmmm bukan kurang sih, sebenernya memang gak sesuai dengan ekspektasi saya saat membaca judulnya.
Anti Wibawa
Jun 24, 2009 Anti Wibawa rated it liked it
Shelves: psychology, islam
Buku ini menarik perhatian dari judulnya. Diawal membaca dan ketika sampai ditengah, aku kembali membuka halaman penulis disampulnya. Pertanyaan muncul setelah membaca background penulis, apakah penulis seorang liberal ? Akhirnya saya memutuskan untuk tidak terlalu antusias dalam menelahaan kajiannya, adalah sebuah pilihan. However, worth reading ;=)
Shidayat
Apr 13, 2011 Shidayat rated it liked it
Buku ini satu dari kumpulan buku yang sedang dan belum selesai saya baca.
Dari awal hingga tengah buku ini menyajikan pemahaman teoritis dari penulis tentang hidup dan mati. Menarik memang ditelaah. Tetapi entah mengapa, geregetnya di bagian tengah mulai menurun. Doakan saja saya sanggup menyelesaikan buku ini.

Salam,

SH
Acep Sutisna
Apa yang terjadi jika kematian bukan menjadi jurang ketakutan, melainkan persiapan bekal untuk menghadapnya dengan penuh semangar menanam kebaikan,,, ah memang sulit untuk dilakukan ....
Fibrina  Damayanthi
Dec 13, 2008 Fibrina Damayanthi rated it really liked it
membaca buku ini membantu kita untuk memahami sisi lain dari kematian yang selalu dibayangi oleh ketakutan
Yekti Indarti
Oct 10, 2012 Yekti Indarti rated it really liked it
Rejuvenating, inspiring and soul-soothing :)
Rike Jokanan
Jan 23, 2009 Rike Jokanan marked it as to-read
ingin memahami kematian yang pasti datang.
Prasetiaadi85
Dec 01, 2009 Prasetiaadi85 rated it it was amazing
Amazing... Jd terus inget akan mati..
Iqbal
May 09, 2010 Iqbal rated it it was amazing
bacanya sudah lama... Keren!!
nanto
Jun 03, 2009 nanto marked it as wishlist-‎a-k-a-buku-buruan
Pernah dikomporin untuk baca.
Cahya
Jun 18, 2013 Cahya added it
Buku bagus
Abdurahman
Feb 08, 2008 Abdurahman marked it as to-read

Pingin baca.
Andi Purnamasari
that's good
Nida  Damia
awesome! :D
Novita Indah
best book
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 20 21 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Abu Bakar As-Sidiq
  • Rafilus
  • Norman Edwin: Catatan Sahabat Sang Alam
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Jazz, Parfum, dan Insiden
  • Psikologi Agama: Sebuah Pengantar
  • Rumah Seribu Malaikat
  • Pelangi Nurani
  • Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga
  • ON
  • Memoar Hasan Al-Banna
  • Orang-Orang Tanah
  • High Tech/High Touch: Technology and Our Search for Meaning
  • Seribu Masjid Satu Jumlahnya / Tahajjud Cinta Seorang Hamba
  • Lingkar Tanah Lingkar Air
  • ESQ
  • La Tahzan for Single Mothers
  • Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna
102747

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat , nama yang tidak asing lagi di dunia dakwah Islam, khususnya dakwah dengan pendekatan sufistik. Sejak menyelesaikan S3nya dalam bidang filsafat di Universitas Ankara, Turki pada 1990, pria yang biasa dipanggil Mas Komar ini bergabung dengan Yayasan Wakaf Paramadina di Jakarta. Dari Paramadina inilah ia mulai mengguratkan namanya sebagai cendekiawan Muslim yang cukup d
...more
More about Komaruddin Hidayat...

Share This Book