Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

4.19 of 5 stars 4.19  ·  rating details  ·  440 ratings  ·  59 reviews
The most complete autobiography of the first president of Indonesia. This is the revised edition from the previous controversial edition.
Published 2007 (first published 1971)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,293)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Jun Kawai
"Apabila aku telah mencapai sesuatu selama diatas dunia,ini adalah karena rakyatku.Tanpa rakyat aku tidak berarti apa-apa.Kalau aku mati,kuburkanlah Bapakmu menurut agama Islam dan diatas batu kecil yang biasa, engkau tulislah kata-kata sederhana : Di sini beristirahat Bung Karno,Penyambung Lidah Rakyat Indonesia"

Laki-laki yang hebat,bahkan dalam penjarapun dia masih membaca buku.
Sukarno adalah seorang mahapencinta.Dia mencintai negerinya,dia mencintai rakyatnya,dia mencintai perempuan,dan dia m...more
Karamullah
disadur bebas dan diceritakan kembali dari buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”

Saat Masuk kuliah
“Aku berkeinginan untuk meneruskan universitas di Belanda karena biasanya seorang yang ingin sekolah teknik pergi ke negeri Belanda, tetapi ibuku melarang dengan alasan biaya yang cukup besar dan ingin aku tinggal disini diantara bangsaku sendiri”
“Dan begitulah aku mendaftar diri ke universitas di bandung, mungkin suara ibuku yang didengar, akan tetapi sesungguhnya tangan Tuhanlah yang...more
Fadilla Putri
"Aku tidak begitu memikirkan benda-benda duniawi seperti uang. Hanya orang-orang yang tidak pernah menghirup apinya nasionalisme yang dapat melibatkan dirinya dalam soal-soal biasa seperti itu. Kemerdekaan adalah makna hidupku. Ideologi. Idealisme. Makanan daripada jiwaku."

Sebelum saya membaca buku ini, saya selalu bertanya-tanya, bagaimana caranya seorang pemuda Soekarno bisa menjadikan dirinya sebagai pemimpin daripada rakyat Indonesia. Ternyata di balik perkataan orang-orang yang mengatakan b...more
nana_nans
Cindy Adams menuturkan otobiografi sang penyambung lidah rakyat dengan cara yang membuat pembaca merasa dekat dengan Bung Karno. Apa makanan kesukaannya, bagaimana saat kanak-kanak dia merasa "kecil" karena gunjingan orang-orang di lingkungannya, bagaimana dia jatuh cinta dengan istrinya yang entah ke berapa, bagaimana dia harus berbagi ruang yang hanya tersekat sebilah papan hingga derit-derit kasur tidur tertangkap indra pendengaran di kala malam, bagaimana perasaannya saat dikaruniai seorang...more
Yogi Zul Fadhli
Sepanjang bab-per-bab dalam buku ini, Sukarno digambarkan sebagai sosok yang heroik. Ia dielu-elukan rakyatnya. Ia dipuja. Ia dibela walau nyawa taruhannya. Tapi dia juga dibenci. Dia dicaci. Sejumlah percobaan pembunuhan pernah diarahkan pada Sukarno karena sikap kepala batunya. Media Barat melabelinya Komunis. Sukarno antek Moskow. Dan, Sukarno selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Asosiasi yang ditangkap, bahwa dia hendak dilukiskan sebagai arsitek tunggal pembangun Republik ini. Suka...more
Abieffendi
Kebetulan saya membaca cetakan pertama dari buku ini.
Lepas dari subjektifitas yang ada di buku ini, saya rasa harusnya buku ini menjadi buku wajib bagi kalangan muda saat ini. Tujuannya adalah untuk lebih membuka mata mereka tentang milik siapakah negara Indonesia ini dan pengorbanan apa yang telah dilakukan para pejuang dulu untuk mendapatkan kemerdekaan. Sementara mereka yang dulu sampai ada yang digantung, ditembak kepalanya karena keras-kepala membela tanah-air, saat ini para pemuda(atau rem...more
mahatma
yang menarik saya dari buku edisi revisi ini adalah adanya revisi itu sendiri, yang tidak lain adalah dibukanya diskursus mengenai PENULISAN buku ini sendiri.
ternyata,
dengan munculnya edisi revisi maka buku ini sendiri menyejarah: ada beberapa versi yang tidak sama, ada yang bisa dibilang sebagai versi terdahulu dan ada yang kemudian. ada yang disebut sebagai "edisi bahasa inggris" ada pula yang "terjemahan". seandainya buku ini hanya terbit satu edisi yang setia pada edisi yang berbahasa inggri...more
Sam Haidy
Sebuah biografi yang merefleksikan perjalanan dan gelora hidup sang proklamator. Kegetirannya melewati masa-masa sulit, pergulatannya dalam pergerakan kebangkitan bangsa ini, pendekatannya yang sangat intens terhadap rakyat, dan semangatnya yang di atas normal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Juga membedah secara mendalam karakternya, lika-liku kehidupan pribadinya, kegelisahan-kegelisahannya sebagaimana manusia umumnya, serta pandangan-pandangan dan sikapnya yang dalam beberapa hal d...more
Dhini
mengingat bahwa buku ini disusun dari wawancara cindy dgn bung karno sendiri, maka tidak mengherankan kalo buku ini terasa cukup detail untuk mengenal sosok bapak proklamator kita..

syukur pada Sang Khalik.. bahwa Indonesia pernah memiliki tokoh seperti beliau. Terlepas dari kontroversi menjelang akhir hayat beliau, hendaknya anak-anak negeri ini bisa melihat bagaimana perjuangan beliau melepaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme untuk menjadikan Indonesia sebagai suatu negara berdaulat ya...more
Abdurrachman Mappuji
Ledakan Gunung Kelud 14 Februari 2014 membuat saya terkurung di kamar kos, 'ngebangke' bahasa anak muda sekarang. Tapi tak saya sangka itu membawa saya ke buku berjudul Pantja Sila Sebagai Dasar Negara yang saya pinjam dari Perpustakaan Pusat UGM di mana dulu saya tidak yakin bisa membaca itu, akhirnya karena terkurung saya membacanya dan ternyata isisnya adalah kursus Bung Karno tentang Pancasila, saya belajar dan mulai tertarik dengan sosok Soekarno. Saya temukan di perpustakaan ebook saya say...more
Larasestu Hadisumarinda
Akhir-akhir ini menyelesaikan satu buku sulit benar bagi saya. Buku ini lumayan cepat, hanya selesai selama 4 hari. Dari 33 bab, sebelumnya saya sudah menyelesaikan sampai bab 21 lewat e-book yang sepertinya bukan edisi revisi (hati-hati buat yang baca non-revisi karena katanya kebenaran buku ini sedikit dipelintir, lebih bagus lagi kalau baca tiga macam bukunya biar tahu perbedaannya: versi bahasa inggris, versi terjemahan sebelum revisi, dan versi terjemahan setelah revisi, yah saya sih cukup...more
edypekalongan
membaca buku ini,
saya baru tahu kalau 17 agustus 1945.
tiang bendera kita dari bambu.
dan teks proklasmasi di tulis di kertas biasa.
dengan pulpen meminjam.

dan hidup seorang bung karno,
luar biasa penuh derita di masa perjuangan.



Rudi Oey
Buku sangat bagus, sampai 2x saya baca walaupun kelihatan berat tapi enak dibaca. Menceritakan perjalanan hidup, pikiran dan tindakan seorang Soekarno.
Ariefmai Rakhman
Sukarno itu narsis dan memang punya kecenderungan diktator, sedikit sekali beliau membahas Bung Hatta dan orang-orang lain yang berperan dalam kemerdekaan. Beliau sering berbeda pendapat dengan Syahrir. Beliau juga selalu punya pembenaran atas segala pilihan yang diambilnya. Dalam buku ini berkali-kali Sukarno mencoba menjauhkan dirinya dari Komunis dan membantah tuduhan bahwa dia pro-komunis, Kemampuannya beretorikalah yang menurutku membuatnya bisa jadi presiden, dan dengan bantuan Jepang.......more
Afifah
Meski banyak hal yang saya kagumi dari pribadi Bung Karno, tetapi rada 'sebel' juga dengan 'kegenitan' beliau berhadapan dengan perempuan.
Lepas dari itu, saya benar-benar menikmati buku ini. Ternyata, Bung Karno ini memang pribadi yang sama sekali jauh dari formil. Beliau terkesan santai, humoris, dan 'manusiawi', saking manusiawinya, terkadang juga 'lebay' :-D
Yang mengherankan, mengapa Bung Karno jarang sekali mengkisahkan Bung Hatta. Padahal, zaman ini, selalu saja nama Bung Karno dikaitkan de...more
Ayu Puspita Sari
Jadi inget pertama kali baca buku ini waktu masih SMP. Buku ini ada di perpustakaan sekolah, dan termasuk koleksi yang nggak boleh dipinjam, cuma boleh dibaca di tempat. Karena tertarik dengan gaya menulisnya--walau saya waktu itu sama sekali belum kepikiran untuk suka menulis--saya jadi rela datang setiap istirahat, disaat anak-anak lain jajan di kantin, demi meneruskan baca buku ini. Ibu-ibu penjaga perpusnya bahkan sampai hafal dan langsung memberi saya kunci ke 'lemari khusus' tempat buku in...more
Hanifah
Antusiasme yang tinggi oleh saya kecil kira-kira ketika kelas 4 SD terhadap buku-buku antik di rak buku dalam rumah Eyang berujung pada izin untuk meminjam satu dari sekian banyak. Dan saya memilih buku ini.
Yang saya tahu, di sekolah dalam mempelajari IPS, nama Bung Karno sering sekali muncul. Siapa sih yang tidak mengetahui presiden pertama NKRI ini?
Dari situlah saya mulai membaca dan bertambahlah antusiasme saya oleh ejaan lama dalam buku ini. Cerita yang panjang dan berlevel dewasa ini cukup...more
Erviyan Ragil
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Grace Yuwono
Menarik sekali, karena buku ini merupakan autobiografi yang dituturkan sendiri oleh Sukarno. Dalam perjalanan sejarah, pembahasan Sukarno tak pernah jauh dari kontroversi. Perjuangannya, pengambilan kebijakan negara, politik luar negerinya, sampai hubungannya dengan wanita.

Dari sekian banyak buku yang ditulis tentang Sukarno, buku ini yang paling unik menurut saya. Mungkin inilah satu-satunya buku yang menyampaikan siapa itu Sukarno secara lugas. Penuturannya juga cukup sederhana membuat saya en...more
Ignasius Ryan Hasim
Never a minute in my life I had thought to enjoy reading a history. Had it not been for this book, I will not be grateful for what I have now. He is our best president by far. Please read it to get know how great he is for Indonesia.
Bayu
Setelah membaca buku ini, terlepas dari kekurangan beliau, saya cuma bisa berucap, "Terima kasih, Bung Karno!"
Vivi
Membaca buku ini, saya seperti berada di masa itu. Seperti melihat sendiri kejadian-kejadian pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Bung Karno adalah sosok yang tampak makin luar biasa di mata saya setelah saya membaca buku ini. Beliau telah melakukan banyak hal, hingga pada akhirnya kita memperoleh kemerdekaan. Perjuangan yang tidak mudah. Berkali-kali diasingkan, berkali-kali hampir terbunuh. Kini saatnya kita sebagai kaum muda meneruskan cita-cita beliau. Bekerja tidak hanya untuk diri sen...more
Eka

" Demi pengertian terhadap Sukarno dan bersamaan dengan itu pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia-ku yang tercinta."

Kutipan ini cocok sekali untuk menggambarkan isi buku otobiografi ini.
Dalam buku ini, Bung karno berusaha menceritakan kisah hidupnya sekaligus menjelaskan segala kesalahpahaman anggapan terhadap dirinya.
Fakta-fakta sejarah disajikan dengan sudut pandang Bung Karno memberi pemahaman lain mengenai keputusan-keputusan yang ia ambil baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam r...more
Melissa
The best book for all Indonesians to understand more about the first President of Indonesia, Ir.Soekarno. Most people and even Indonesian often misunderstand to what Soekarno did and promote in the past. Yet, through the early beginning of his career in confronting the Dutch colonization until the dim of his abdication as president, people would see utmost the idealism and vision of Soekarno are principally well-established and dedicated to the Indonesia's betterment.
Michelle
Baca buku ini waktu masih SD. Bukunya warisan dari Opa, masih ejaan lama. Kenapa bisa baca buku ini, karena rekomendasi dari salah satu Oom yang suka baca juga. Beliau bilang, ini biografinya Bung Karno yang paling bagus.

Sejujurnya, sudah kurang inget dengan detil isi buku ini. Tapi, waktu itu meninggalkan kesan yang mendalam sekali.

Sayang buku warisan Opa tersebut rusak dan belakangan hilang. Sampai sekarang niat banget beli edisi yang baru, tapi masih ragu-ragu.
Prima satwikasari
Dengan gelora suaranya dia membakar semangat rakyat untuk berjuang demi kemerdekaan,
dengan keangkuhan dan keteguhannya,dia ini menunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat,
dan dengan jiwa cinta kasihnya dia menghujam hati terdalam manusia Indonesia.
Dialah pemimpin besar bangsa Indonesia...
Bung Karno, sang Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Wildan
Perjalanan hidup bapak negara tertuang disini, bagaimana kisahnya yang benar-benar berjuang demi rakyat mulai dari perjalanan masa kecil, ditangkap, diasingkan, dan berbagai pengorbanan lainnya hingga proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. tak lupa kisah cinta bung karno kepada wanitapun disajikan dengan jujur.
Membaca buku ini membuat saya rindu pemimpin seperti beliau.
Kiki
May 13, 2008 Kiki rated it 5 of 5 stars
Recommended to Kiki by: my dad
simply love this book. pretty intimate and convincing to describe the first president of R.I as a multi dimensional figure. a great man, great father, great founding father, great personality with great thoughts and concepts and hmm, a great lover also (hahaha...his love letters to those women he loved were so flaming!)
Agus
Jangan bikin kepalamu menjadi perpustakaan. Namun Pakailah pengetahuanmu untuk kemudian diamalkan.
Tihara Sito
Seperti bukan membaca buku, melainkan seperti berbincang langsung dengan Bung Karno. Menggunakan sudut pandang orang pertama, menjadikan buku ini terasa lebih dekat dengan pembacanya. Bahasa yang digunakan pun masih "ramah" bagi semua penikmat buku. Keren!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 43 44 next »
topics  posts  views  last activity   
really really want to read it 3 10 Oct 19, 2013 06:15AM  
  • Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
  • Di Bawah Bendera Revolusi
  • Madilog
  • Catatan Seorang Demonstran
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
  • Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan
  • Selimut Debu
  • Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno
  • Perang Eropa I
  • Canting
  • Nusantara: Sejarah Indonesia
  • Bekisar Merah (Bekisar Merah, #1)
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
The Gift of Jazzy Living a Dog's Life, Jazzy, Juicy, and Me Tawashis in Crochet: 19 Colorful Projects! Throws to Warm You Collaborating for Change: The Whole Systems Approach

Share This Book

“Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Rakyat kecil.” 2 likes
“Jangan bikin kepalamu menjadi perpustakaan. Pergunakan pengetahuanmu untuk diamalkan - Swarni Vivekananda” 2 likes
More quotes…