Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

4.11 of 5 stars 4.11  ·  rating details  ·  298 ratings  ·  47 reviews
The most complete autobiography of the first president of Indonesia. This is the revised edition from the previous controversial edition.
Published 2007 (first published 1971)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 736)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Jun Kawai
"Apabila aku telah mencapai sesuatu selama diatas dunia,ini adalah karena rakyatku.Tanpa rakyat aku tidak berarti apa-apa.Kalau aku mati,kuburkanlah Bapakmu menurut agama Islam dan diatas batu kecil yang biasa, engkau tulislah kata-kata sederhana : Di sini beristirahat Bung Karno,Penyambung Lidah Rakyat Indonesia"

Laki-laki yang hebat,bahkan dalam penjarapun dia masih membaca buku.
Sukarno adalah seorang mahapencinta.Dia mencintai negerinya,dia mencintai rakyatnya,dia mencintai perempuan,dan dia m...more
Abieffendi
Kebetulan saya membaca cetakan pertama dari buku ini.
Lepas dari subjektifitas yang ada di buku ini, saya rasa harusnya buku ini menjadi buku wajib bagi kalangan muda saat ini. Tujuannya adalah untuk lebih membuka mata mereka tentang milik siapakah negara Indonesia ini dan pengorbanan apa yang telah dilakukan para pejuang dulu untuk mendapatkan kemerdekaan. Sementara mereka yang dulu sampai ada yang digantung, ditembak kepalanya karena keras-kepala membela tanah-air, saat ini para pemuda(atau rem...more
Afifah
Meski banyak hal yang saya kagumi dari pribadi Bung Karno, tetapi rada 'sebel' juga dengan 'kegenitan' beliau berhadapan dengan perempuan.
Lepas dari itu, saya benar-benar menikmati buku ini. Ternyata, Bung Karno ini memang pribadi yang sama sekali jauh dari formil. Beliau terkesan santai, humoris, dan 'manusiawi', saking manusiawinya, terkadang juga 'lebay' :-D
Yang mengherankan, mengapa Bung Karno jarang sekali mengkisahkan Bung Hatta. Padahal, zaman ini, selalu saja nama Bung Karno dikaitkan de...more
nana_nans
Cindy Adams menuturkan otobiografi sang penyambung lidah rakyat dengan cara yang membuat pembaca merasa dekat dengan Bung Karno. Apa makanan kesukaannya, bagaimana saat kanak-kanak dia merasa "kecil" karena gunjingan orang-orang di lingkungannya, bagaimana dia jatuh cinta dengan istrinya yang entah ke berapa, bagaimana dia harus berbagi ruang yang hanya tersekat sebilah papan hingga derit-derit kasur tidur tertangkap indra pendengaran di kala malam, bagaimana perasaannya saat dikaruniai seorang...more
Hanifah
Antusiasme yang tinggi oleh saya kecil kira-kira ketika kelas 4 SD terhadap buku-buku antik di rak buku dalam rumah Eyang berujung pada izin untuk meminjam satu dari sekian banyak. Dan saya memilih buku ini.
Yang saya tahu, di sekolah dalam mempelajari IPS, nama Bung Karno sering sekali muncul. Siapa sih yang tidak mengetahui presiden pertama NKRI ini?
Dari situlah saya mulai membaca dan bertambahlah antusiasme saya oleh ejaan lama dalam buku ini. Cerita yang panjang dan berlevel dewasa ini cukup...more
mahatma
yang menarik saya dari buku edisi revisi ini adalah adanya revisi itu sendiri, yang tidak lain adalah dibukanya diskursus mengenai PENULISAN buku ini sendiri.
ternyata,
dengan munculnya edisi revisi maka buku ini sendiri menyejarah: ada beberapa versi yang tidak sama, ada yang bisa dibilang sebagai versi terdahulu dan ada yang kemudian. ada yang disebut sebagai "edisi bahasa inggris" ada pula yang "terjemahan". seandainya buku ini hanya terbit satu edisi yang setia pada edisi yang berbahasa inggri...more
Ayu Puspita Sari
Jadi inget pertama kali baca buku ini waktu masih SMP. Buku ini ada di perpustakaan sekolah, dan termasuk koleksi yang nggak boleh dipinjam, cuma boleh dibaca di tempat. Karena tertarik dengan gaya menulisnya--walau saya waktu itu sama sekali belum kepikiran untuk suka menulis--saya jadi rela datang setiap istirahat, disaat anak-anak lain jajan di kantin, demi meneruskan baca buku ini. Ibu-ibu penjaga perpusnya bahkan sampai hafal dan langsung memberi saya kunci ke 'lemari khusus' tempat buku in...more
Yogi Zul Fadhli
Sepanjang bab-per-bab dalam buku ini, Sukarno digambarkan sebagai sosok yang heroik. Ia dielu-elukan rakyatnya. Ia dipuja. Ia dibela walau nyawa taruhannya. Tapi dia juga dibenci. Dia dicaci. Sejumlah percobaan pembunuhan pernah diarahkan pada Sukarno karena sikap kepala batunya. Media Barat melabelinya Komunis. Sukarno antek Moskow. Dan, Sukarno selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Asosiasi yang ditangkap, bahwa dia hendak dilukiskan sebagai arsitek tunggal pembangun Republik ini. Suka...more
Erviyan Ragil
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Fadilla Dwianti P.
"Aku tidak begitu memikirkan benda-benda duniawi seperti uang. Hanya orang-orang yang tidak pernah menghirup apinya nasionalisme yang dapat melibatkan dirinya dalam soal-soal biasa seperti itu. Kemerdekaan adalah makna hidupku. Ideologi. Idealisme. Makanan daripada jiwaku."

Sebelum saya membaca buku ini, saya selalu bertanya-tanya, bagaimana caranya seorang pemuda Soekarno bisa menjadikan dirinya sebagai pemimpin daripada rakyat Indonesia. Ternyata di balik perkataan orang-orang yang mengatakan b...more
Grace Yuwono
Menarik sekali, karena buku ini merupakan autobiografi yang dituturkan sendiri oleh Sukarno. Dalam perjalanan sejarah, pembahasan Sukarno tak pernah jauh dari kontroversi. Perjuangannya, pengambilan kebijakan negara, politik luar negerinya, sampai hubungannya dengan wanita.

Dari sekian banyak buku yang ditulis tentang Sukarno, buku ini yang paling unik menurut saya. Mungkin inilah satu-satunya buku yang menyampaikan siapa itu Sukarno secara lugas. Penuturannya juga cukup sederhana membuat saya en...more
Sam Haidy
Sebuah biografi yang merefleksikan perjalanan dan gelora hidup sang proklamator. Kegetirannya melewati masa-masa sulit, pergulatannya dalam pergerakan kebangkitan bangsa ini, pendekatannya yang sangat intens terhadap rakyat, dan semangatnya yang di atas normal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Juga membedah secara mendalam karakternya, lika-liku kehidupan pribadinya, kegelisahan-kegelisahannya sebagaimana manusia umumnya, serta pandangan-pandangan dan sikapnya yang dalam beberapa hal d...more
Karamullah
disadur bebas dan diceritakan kembali dari buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”

Saat Masuk kuliah
“Aku berkeinginan untuk meneruskan universitas di Belanda karena biasanya seorang yang ingin sekolah teknik pergi ke negeri Belanda, tetapi ibuku melarang dengan alasan biaya yang cukup besar dan ingin aku tinggal disini diantara bangsaku sendiri”
“Dan begitulah aku mendaftar diri ke universitas di bandung, mungkin suara ibuku yang didengar, akan tetapi sesungguhnya tangan Tuhanlah yang...more
Dhini
mengingat bahwa buku ini disusun dari wawancara cindy dgn bung karno sendiri, maka tidak mengherankan kalo buku ini terasa cukup detail untuk mengenal sosok bapak proklamator kita..

syukur pada Sang Khalik.. bahwa Indonesia pernah memiliki tokoh seperti beliau. Terlepas dari kontroversi menjelang akhir hayat beliau, hendaknya anak-anak negeri ini bisa melihat bagaimana perjuangan beliau melepaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme untuk menjadikan Indonesia sebagai suatu negara berdaulat ya...more
Wildan
Perjalanan hidup bapak negara tertuang disini, bagaimana kisahnya yang benar-benar berjuang demi rakyat mulai dari perjalanan masa kecil, ditangkap, diasingkan, dan berbagai pengorbanan lainnya hingga proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. tak lupa kisah cinta bung karno kepada wanitapun disajikan dengan jujur.
Membaca buku ini membuat saya rindu pemimpin seperti beliau.
Eka

" Demi pengertian terhadap Sukarno dan bersamaan dengan itu pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia-ku yang tercinta."

Kutipan ini cocok sekali untuk menggambarkan isi buku otobiografi ini.
Dalam buku ini, Bung karno berusaha menceritakan kisah hidupnya sekaligus menjelaskan segala kesalahpahaman anggapan terhadap dirinya.
Fakta-fakta sejarah disajikan dengan sudut pandang Bung Karno memberi pemahaman lain mengenai keputusan-keputusan yang ia ambil baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam r...more
Tihara Sito
Seperti bukan membaca buku, melainkan seperti berbincang langsung dengan Bung Karno. Menggunakan sudut pandang orang pertama, menjadikan buku ini terasa lebih dekat dengan pembacanya. Bahasa yang digunakan pun masih "ramah" bagi semua penikmat buku. Keren!
edypekalongan
membaca buku ini,
saya baru tahu kalau 17 agustus 1945.
tiang bendera kita dari bambu.
dan teks proklasmasi di tulis di kertas biasa.
dengan pulpen meminjam.

dan hidup seorang bung karno,
luar biasa penuh derita di masa perjuangan.



Rianto Dermawan
i was at elementary school at the that time, when i pick this book from my father's book shelves... to know more who is really the first indonesian president ..
Indra Basuki
belum selesai membaca, sejauh ini buku ini sangat baik dalam penulisannya, bisa mengenal bung karno bapak proklamator kita secara dekat.
Beatrix da Gomez
Bagus banget!
Paling terkesan saat Bung Karno makan sate di pinggir got yang bau setelah membacakan proklamasi.Hmmm........

Pandu Wirawan
Memberikan inspirasi luar biasa bagaimana sebuah proses yang cukup lama dan pengorbanan untuk Indonesia oleh bung karno
Rudi Oey
Buku sangat bagus, sampai 2x saya baca walaupun kelihatan berat tapi enak dibaca. Menceritakan perjalanan hidup, pikiran dan tindakan seorang Soekarno.
Vivi
Membaca buku ini, saya seperti berada di masa itu. Seperti melihat sendiri kejadian-kejadian pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Bung Karno adalah sosok yang tampak makin luar biasa di mata saya setelah saya membaca buku ini. Beliau telah melakukan banyak hal, hingga pada akhirnya kita memperoleh kemerdekaan. Perjuangan yang tidak mudah. Berkali-kali diasingkan, berkali-kali hampir terbunuh. Kini saatnya kita sebagai kaum muda meneruskan cita-cita beliau. Bekerja tidak hanya untuk diri sen...more
Ardi
Mengenal Bung Karno lebih dekat...
Riko
Inspiring leadership indeed!
Chreueld Iuehd
Apr 03, 2013 Chreueld Iuehd marked it as to-read
interesting this book
Radhitya Tama
Oct 30, 2012 Radhitya Tama marked it as to-read
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Azia
Feb 12, 2011 Azia marked it as to-read
horayy nemu di ngarsopuro ^^
Upie' Jombang
gw pengen banget buku trsebut
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 24 25 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Sukarno: My Friend (Paperback)
Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Edisi Revisi)
Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (ebook)
The Gift of Jazzy Living a Dog's Life Tawashis in Crochet: 19 Colorful Projects! Voices from a Safe Harbor Throws to Warm You

Share This Book

Your website