Through a Glass, Darkly
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Through a Glass, Darkly

3.79 of 5 stars 3.79  ·  rating details  ·  3,251 ratings  ·  189 reviews
It's almost Christmas. Cecilia lies sick in bed as her family bustle around her to make her last Christmas as special as possible. Cecilia has cancer. An angel steps through her window. So begins a spirited and engaging series of conversations between Cecelia and her angel. As the sick girl thinks about her life and prepares for her death, she changes subtly, in herself an...more
Paperback, 176 pages
Published November 4th 1999 by Orion Children's Books (an Imprint of The Orion Publishing Group Ltd ) (first published 1993)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Mia Queen
Terima kasih kepada sang malaikat Ariel, karena dia saya belajar banyak hal.

1. Mensyukuri setiap pertumbuhan rambut, kuku, perubahan badan saya seiring usia. Karena malaikat tidak pernah tumbuh dan merasakan punya badan dari darah dan daging. Itu artinya malaikat tidak pernah merasakan deg deg ser saat menunggu sesuatu dan saat darah terasa menggelegak dari tubuh saat berita gembira akhirnya datang.

2. Menikmati segenap rasa makanan yang ada, kecutnya rujak mangga muda, manis kecutnya Sour Sally,...more
Jimmy
Para malaikat di surga tak bisa hancur. Itu karena mereka tak punya tubuh dari darah dan daging yang ditinggalkan ruh saat ajal tiba. Berbeda dengan segala sesuatu di alam semesta. Di sini, semua hal bisa rusak dengan gampangnya. Bahkan, gunung pun perlahan terbang dan berakhir sebagai tanah dan pasir. Ada keburukan di alam semesta. Ada cacat di alam duniawi.

Kau tak selalu sepenuhnya memahami apa yang kau ciptakan. Misalnya, aku bisa saja menggambar atau melukis sesuatu di selembar kertas. Tapi,
...more
lita
Malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Personifikasi manusia atas malaikat membuat malaikat identik dengan rambut kemilau, sayap bulu nan putih, serta mata biru cemerlang. Malaikat Ariel berkata pada Cecilia: “malaikat dan manusia sama-sama punya ruh yang diciptakan Tuhan.” Bedanya, manusia juga terdiri dari darah dan daging, yang membuatnya tumbuh sejak bayi hingga dewasa. Sementara, malaikat tidak. Ia hanya terdiri dari ruh, yang membuatnya bahkan tidak memiliki rambut.

Malaikat it...more
Nurul
Bagaimana bisa saya melewatkan karya Jostein Gaarder........

Ini cerita tentang kehidupan di 2 dimensi yang berbatas tipis. Hanya melalui mimpi, kedua dimensi ini dapat kita lalui. Sungguh sangat menyentuh mendengar Cecilia menjalani hari-hari terakhirnya ditemani sang Malaikat Ariel. Namun, hari-hari akhir Cecilia adalah hari-hari penuh pelajaran dan hari-hari paling 'hidup' bagi Cecilia.

Terputuskah hubungan kita dengan dunia saat kita mati? Seorang kenalan bercerita tentang kehadiran alm. kakak...more
Em
So there's an angel and a sick girl who discuss heaven, creation and earth while sneaking out into winter nights ... if you haven't read Jostein Gaarder before that must've seemed pretty strange. Also, if you haven't read Jostein Gaarder before you're missing out on something wonderful. As with all of his books he writes children like he is one. There's a beautiful innocence and curiosity about his protagonists that you can easily get carried away with. He's also very fond of philosophy but in t...more
Nadia Fadhillah
Bahagia adalah kupu-kupu
Mengepak lemah, rendah dekat tanah,
Tapi nestapa adalah rajawali
Dengan dua sayap hitam raksasa nan perkasa.
Ia mengangkatmu tinggi di atas kehidupan.
Yang merekah di bawah sana, di hangat surya dan pertumbuhan.
Rajawali nestapa tinggi terbang.
Ke negri para malaikat yang setia menjaga
Sarang kematian.

Edith Sodergran (1892-1923) hal.5

Buku ini adalah sebuah dialog panjang pengantar kematian bagi seorang gadis kecil bernama Cecilia dengan seorang malaikat kecil bernama Ariel yang...more
Palsay
Aku selalu menyukai buku-buku yang berisi tentang gagasan...sebab suatu gagasan menciptakan ratusan pertanyaan, ratusan gambar dan hasrat untuk terus dan terus membaca...

Seperti halnya buku ini yang penuh berisi gagasan tentang hidup, dunia, Tuhan dan malaikat. Apakah malaikat itu sebenarnya? apakah ia sesosok mahluk serupa anak kecil yang tidak berambut, bermata biru safir dan tidak bersayap? Untuk yang ini aku sempat tersenyum-senyum sendiri...sebab saat aku SD, pak guru agama dengan semangatn...more
sinta nisfuanna
"Banyak hal aneh terjadi, Bu. Tapi, rasanya aku memahami segala sesuatu jauh lebih baik setelah aku sakit. Seolah-olah dunia ini terlihat lebih jelas ketika kita berada di tepiannya" [h.65]

Walaupun dalam kondisi bersedih atau marah, tanpa sadar manusia diam-diam akan 'mengajak' kepalanya untuk berpikir, ketika sebuah musibah datang menghampirinya. Mulai bertanya hal-hal seperti, "kenapa hal ini menimpa padanya?"; "apa yang harus dilakukan?"; "sanggup tidak menghadapinya?"; atau apapun yang inti...more
Nanny SA
Setelah melalui perjalanan waktu yang lama sejak direkomendasikan oleh Nurul sekitar bl. februari'09 akhirnya buku ini bisa diperoleh di tempat yang tidak terduga yaitu di sebuah TB di... RS Harapan Kita.. wah senangnya !

Kisah pertemuan antara Cecilia seorang gadis kecil yang sedang terbaring sakit dengan sosok malaikat bernama Ariel yang 'bertugas' sebagai pendamping anak-anak yang sedang sakit parah. Dialog diantara mereka walaupun diutarakan dengan bahasa sederhana seorang gadis kecil tetapi...more
Aiko
Jul 28, 2012 Aiko rated it 5 of 5 stars
Shelves: 5-star
SPOILERS

So many innocuous yet poignant moments characterize this book. Written simply, this book drew me in more than any other intricately written prose. It was thoroughly and devastatingly heartbreaking.

Cecilia is on the brink. It's Christmas and yet Cecilia is upstairs on her bed, and she passes the time doing the inane, counting the railing, taking note of every single detail in her room, hearing her family dine downstairs and seeing them through sounds. Cecilia is so weakened and her family...more
Adriana
Li este livro mais uma vez, de uma assentada, numa noite de insónias, depois de uma maratona de estudo, a olhar para o ecrã de um computador. Não me lembrava de estar tão mal traduzido, especialmente porque sempre gostei muito dele, tanto que nomeei duas personagens de livros meus por causa das raparigas que entram nesta obra. No entanto, gostei, como das outras vezes. Faz-me pensar, a mim, que já sou uma pensadora de grau 10 elevado a trinta, ir mais fundo. Pena estar mal traduzido. Tenho a cer...more
Saravannan
I was not halfway thru the book when I knew I would not like it and I was quite right. I was quite disappointed with the book. It has no plot what so ever. It has 2 individual talking about life, heaven, God, and things like that. I think this book is meant to make us think, provoke our thoughts, and make us wonder. And quite honestly, it didn’t. In fact, I think some of the statements contradict with each other.

For example, Ariel states that God was very tired after the 7th day (after creating...more
annik
Как же я не люблю книжки, в которых идет речь о религии. А это – осмысление перехода от жизни к смерти в исполнении Гордера. Ощущения, что книга сугубо слезовыжимательна, не было – она, скорее, призвана успокаивать и умиротворять. С чем местами справляется.

Понятное дело, первые страницы я морщилась, мол, что за фигня “про религию”. Ангел прилетает к умирающей девочке и они пытаются понять, каково это – быть по другую сторону зеркала. Что такое быть ангелом, и что такое быть человеком.
Что мне это...more
Hikari Shiroki
Review on spanish.

No me pude quitar de la cabeza hasta el final del libro que este sería una muy buena lectura para un paciente terminal y católico. Así que, para todos esos casos, me parece una historia recomendable, llena de aceptación sobre la relatividad de la vida y algo de buenos sentimientos.

Sin embargo, para gente cínica, atea y poco interesada en filosofía redundante y personajes arrogantes y malhumorados, realmente, no es nuestra taza de té. La narración es inexistente, diálogos tras d...more
Eline
Before I started reading this book, I knew I could expect lots and lots of philosophic thoughts in a book by Jostein Gaarder. I knew it would make me think about things I will never understand and maybe even don't want to understand. Nevertheless I started reading this little book "Through a glass, darkly".

Though the story is a little dark and sad, there are some deep thoughts in it. Most of these thought are really Christian ideas about heaven and God. I believe that non-Christian people won't...more
luscious
Since I lost my mother last year, I've been more or less on the prowl for novels that chronicle loss and the experience of letting someone go. However, I'm more interested in how the person who is actually forced to leave this world experiences all this as I watched my mom go through it all.

Jostein Gaarder succeeded in establishing the realm in which Cecilia finds herself as she is facing the inevitable. I really liked the shifts we can see her go into, all the while she's uttering things that m...more
Trine
This was my favorite book throughout the last years of "barneskolen". I must have read it at least seven times. It was just beautiful. Too bad none of the Taylighters aside from Nico and I (who I assume has read it, too) can get the chance to read it.

EDIT: Found the English translation. It's called "Through a glass, darkly". Read it!
Ellen Tristram
I reread this as a sort of warm-up to embarking on Sophie's World, which I have meant to read for rather a lot of years! I first read this when I was about eight or nine and I remember the huge impact it had on me then.

It's a compact, dense little book - although it is aimed at younger readers, there's a lot contained within the pages. It tells the story of Cecilia (or Cecille, in some translations, I believe) who is terminally ill and visited by an angel, Ariel. Basically, they philosophise abo...more
پگاه
Oct 09, 2013 پگاه rated it 5 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to پگاه by: لیلی
عااالی بود!عاالی!
بسیار زیاد من رو به خیال برد و دلم رو خواستوند(درسته؟) که یه فرشته‌ي پاسدار داشته باشم برای خودم و برم هرجا که دلم می‌خاد شبا و رازهای آسمون رو ازش بپرسم..:}
Sandra
I picked up this book because I thought the title was very interesting. I was happily surprised that it had a sort of Christmas theme in it. It fits with the time of year, after all!

Another thing that surprised me was that this wasn't an easy book to read at all. I had thought this to be a book for kids or young adults, but I've read literary articles that were easier to read than this book. I think that's just personal preference however: most of this book, at least the most important part of...more
Fanda VIXXIO
Jostein Gaarder mungkin satu-satuna penulis yang mampu sedikit mengubah hidup atau pandangan hidup seseorang dalam setiap bukunya!

Cecilia & Malaikat Ariel ini adalah terjemahan dari Through A Glass, Darkly (entah mengapa penerbit Mizan menerjemahkannya lain sehingga hilang maknanya). Ada seorang anak bernama Cecilia yang sedang terbaring sakit di malam natal. Suatu malam ia dikunjungi seorang malaikat (malaikat pake 'seorang' ya, padahal bukan orang juga..) bernama Ariel. Cecilia & Ariel...more
Damar hening Sunyiaji
Buku ini bernuansa sendu, Sejak awal diceritakan bahwa cecilia sakit keras, dan dia marah terhadap segala hal, dia juga seringkali mencari alasan untuk bisa marah terhadap kedua orangtuanya. Jostein gaardner memang mahir dalam bermain kata kata, mengenai misteri dunia dan surga dingkap seidkit demi sedikit dan membuat saya sedikit memahami bagamana sesuatu berjalan selama ini. Ariel, sebagaiamana yang ditampilkan di buku ini memberi kita gambaran bahwa malaikat pun sebenarnya penasaran terhadap...more
.:FLOE:. Floe
Novel yg sederhana tp menyentuh bgt..
Kaya yg ditulis disampulnya dialog antara surga dan bumi.
Dialog antara seorang anak kecil dan malaikta.
Sesuatu hal yg sederhana,yg luut dr pemikiran seorang manusia,tp tyata semua itu sangat ptg,mgkn krn sangat terlalu ptg kita sampai ga sanggup utk memikirkannya.

Cecilia,seorang bocah yg hampir meninggal krn suatu penyakit,disuatu malam menjelang hari2 kepergiannya,malaikat penjaganya menampakkan sosoknya kpd cecilia. Disanalah terbentuk dialog2 sangat indah...more
Nina Ridyananda
Can you blame me if I want something less, well, divine from this story? It is Josten Gaarder's first book I've ever read, and I don't feel like reading her other book. It was a good read, but I was bored and I wasn't feeling anything when I read this.

What helps me through is my curiosity to Cecilia and Ariel's ending. But then again, the whole book made me think some stupid questions like, "hell, what in the world is Cecilia thinking?" or "what is she doing?" or worse, "why is she such a grim g...more
Priska Nurina
Ini dia novel Jostein Gaarder pertama yang akhirnya berhasil tamat gue baca (setelah Dunia Sophie sebelumnya tersendat di tengah jalan sejak awal tahun lalu). Malahan, inilah novel Jostein Gaarder pertama yang tamat gue baca sampai DUA kali, yang berarti juga inilah buku pertama di tahun 2012 ini yang gue bela-belain baca sampe dua kali.

Karena waktu kali pertama gue membuka halaman buku ini dan mencoba menyelami isinya… adanya kening gue makin lama berkerut makin dalam. Bingung. Well, mungkin… k...more
cindy
Through glass, darkly...

Apa perbedaan manusia dengan malaikat. Apakah hanya sebatas daging dan darah. Apakah persamaan manusia dan malaikat. Apakah keberadaan ruh dan kesadaran. Ataukah kita semua, manusia dan malaikat, diciptakan Allah SWT, untuk suatu maksud yang lebih besar, selain untuk memuliakan nama-Nya.

Sekali lagi Jostein Gaarder melontarkan pertanyaan-pertanyaan filosofis sekaligus mencoba mencari jawabannya dengan cara yang... -bisa dikatakan- sangat sederhana, cerdas, tidak rumit atau...more
Kimi
Cecilia tidak bisa melalui malam Natal seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia terbaring lemah di kamarnya karena sedang sakit keras. Ia pun kesal dengan Tuhan karena, menurut Cecilia, Tuhan membiarkan dirinya sakit. Namun, Tuhan mengirimkan Malaikat Ariel untuk menemani hari-hari Cecilia. Mereka berdialog tentang banyak hal: tentang penciptaan, tentang lima indera manusia, tentang mimpi, tentang berpikir, dan beberapa hal lainnya.

Buku yang bagus sekali. Mengisahkan tentang dialog yang terjadi antara...more
Nadine Larter
I’ve been struggling to finish books lately. I’m currently reading about five different ones, and none of them are bad, I’m just struggling to do the “finishing” thing. I picked up Through a Glass, Darkly yesterday morning. It’s short and it’s been sitting on my bookshelf probably for about six years now. I have started and put it down twice. This time I forced myself to finish it.

It’s about a little girl with cancer who is visited by an angel who – as the back cover says – is there to help her...more
Andika
Cecilia dan Malaikat Ariel ditulis oleh Jostein Gaarder, guru filsafat dari Norwegia yang juga menulis Dunia Sophie. Tokoh utama dalam buku ini ... siapa lagi kalau bukan Cecilia? Ia adalah anak perempuan yang tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya pada Hari Natal karena sakit. Malamnya, ketika terbangun sendirian Cecilia didatangi Ariel, malaikat humoris telaten yang selalu penasaran. Berdua saja, mereka berdialog tentang keajaiban bumi, manusia, dan surga.

Saya jadi teringat, pertama kali mend...more
Lelita P.

Beautiful.


Bukunya tipis, tapi makna yang terkandung di dalamnya luar biasa. Saya nggak bisa memikirkan kata lain selain beautiful. Bahkan sampai sekarang pun saya masih belum bisa move on dari buku ini. Jostein Gaarder memang selalu berhasil menyajikan cerita anak dengan memukau dan berisi. :')


Mengisahkan tentang Cecilia, seorang gadis yang pada Natal tahun itu terbaring sakit berat (kanker, tapi saya kurang paham kanker apa). Dia menghabiskan sebagian besar waktu di kamar dan cuma pada saat-saa...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
topics  posts  views  last activity   
Around the World ...: Louise recommends Through a Glass Darkly 1 6 Nov 18, 2011 11:07AM  
  • Madita
  • The Night of Wishes
  • Mengele Zoo
  • Minoes
  • Olenka
  • The Serpent Gift (The Shamer Chronicles, #3)
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Theo's Odyssey
  • The Firework-Maker's Daughter
  • Selimut Debu
  • Die rote Zora und ihre Bande
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
  • As It Is In Heaven
  • Fear and Misery of the Third Reich
  • 9 dari Nadira
  • Der kleine Wassermann
1388082
Jostein Gaarder is a Norwegian intellectual and author of several novels, short stories and children's books. Gaarder often writes from the perspective of children, exploring their sense of wonder about the world. He often uses metafiction in his works, writing stories within stories.

Gaarder was born into a pedagogical family. His best known work is the novel Sophie's World, subtitled A Novel abou...more
More about Jostein Gaarder...
Sophie's World The Solitaire Mystery The Orange Girl Maya The Christmas Mystery

Share This Book

“(As human beings) We see everything everything in a glass, darkly. Sometimes we can peer through the glass and catch a glimpse of what is on the other side. If we were to polish the glass clean, we'd see much more. But then we would no longer see ourselves.” 6 likes
“Don't you think it's a small mystery that birds can twitter so loudly that they can hear each other's song from several miles away? Those tiny bundles are like living flutes, playing non-stop on themselves.” 1 likes
More quotes…