Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil” as Want to Read:
Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil

by
4.44 of 5 stars 4.44  ·  rating details  ·  158 ratings  ·  7 reviews
Paperback
Published 2007 by Lingkar Pena
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Nadya, please sign up.

Be the first to ask a question about Nadya

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 252)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Ronidin Sukat

Ketika Faiz menceritakan kepada adiknya Nadya yang baru lahir, tetang Indonesia yang sedang demam dan menggigil. Cerdas, menyentuh dan membuat kita tercekat...
orin
"Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.

: Aku ingin orang itu selamanya aku."
Zulhanief
Keren mas Faiz! pertama kali baca kumpulan puisi ini beberapa tahun lalu, langsung terkesima. Ini beneran "anak kecil" yang nulis??

Mas Faiz seperti mewarisi bakat menulis ibunya. Terus berkarya ya...

Oya, saya suka quote ini: “Tapi kitalah masa depan kanak kanak yang harus menjalin airmata negeri menjadi cahaya”
Galuh Maharani
puisi-puisinya ditulis dengan bahasa yang sederhana namun sangat menyentuh. paling suka puisi faiz tentang bunda. faiz adalah seorang penyair yang punya kepekaan hati yang sangat dalam melebihi anak-anak seumurnya, bahkan mungkin orang dewasa. cool (Y)
Rika Adinda

Dahsyat!
Buat anak-anak oke, buat orangtua juga menggetarkan!
Rahmadiyanti
I was crying read this book. Faiz gave us so many things to think.
Tiwik
Apr 12, 2008 Tiwik rated it 5 of 5 stars
Shelves: poem
Top markotop...Tetap berkarya dek Faiz...
Ardiatma Rio
Ardiatma Rio marked it as to-read
Jan 23, 2015
Indry
Indry added it
Jan 18, 2015
Danisa Melinda
Danisa Melinda marked it as to-read
Jan 17, 2015
Vick Cipoetra mathan
Vick Cipoetra mathan marked it as to-read
Jan 07, 2015
Ahmad Ridho
Ahmad Ridho marked it as to-read
Jan 03, 2015
Handy
Handy marked it as to-read
Jan 03, 2015
Puputo
Puputo marked it as to-read
Dec 21, 2014
Lya Mehan
Lya Mehan marked it as to-read
Nov 25, 2014
Mulia
Mulia added it
Nov 17, 2014
Emma
Emma marked it as to-read
Nov 10, 2014
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Sembilan Mata Hati
  • Rembulan di Mata Ibu
  • Dokumen Jibril
866771
Abdurahman Faiz lahir di Jakarta, 15 November 1995. Ia telah menulis puisi sejak berusia 5 tahun. Namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (2003). Pertama kali Faiz tampil membacakan puisi-puisinya yang pada waktu itu belum dibukukan, adalah atas undangan Nurcholish Majid pada acara pelunc ...more
More about Abdurahman Faiz...
Untuk Bunda dan Dunia Permen-permen Cinta Untukmu Guru Matahari Aku Ini Puisi Cinta Tangan-tangan Mungil Melukis Langit

Share This Book

“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.

: Aku ingin orang itu selamanya aku. ”
236 likes
“Pada setiap napasnya
bunda membuat matahari baru
dalam jiwamu”
53 likes
More quotes…