by
3.96 of 5 stars
Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persemb... read full description

reviews

Jun 05, 2008
Ronny rated it: 3 of 5 stars
Pertama2 saya harus cabut dulu pernyataan saya di thread "START--Yg mulai baca RM" grup Indonesia ttg ketidakmasukakalan ucapan Lusi. Stlh sampai di bab2 belakang, itu jadi bisa dimengerti krn semua yang diucapkan "cewe gila clubbing" itu ternyata hanyalah kedok.

Oke, seperti waktu saya kenal Sidney Sheldon saat SMP dan SMA dan kemudian penulis buku2 petualangan/thriller lain sejenisnya, buku ini sangat menghibur, membuat orang ga sabar untuk terus membaca. Itu uda More...
17 comments like (26 people liked it)
Jun 04, 2008
Amang rated it: 3 of 5 stars
"Wah, sampulnya mewah banget!" - Begitu hati kecilku berkata menimang novel yang didapatkan secara gratis ini. Covernya ada logo VOC tapi anehnya ada tiang di tengah-tengah huruf V. Sesuatu yang tidak ada di logo asli VOC. Hmmm...

Buku E.S. Ito yang satu lagi, Negara Kelima juga tak kalah mewah. Sama-sama dicetak timbul, lalu disertai tambahan keterangan "dalam memperingati 100 tahun kebangkitan nasional". Yang saya dapat versi cetakan kedua. Ck-ck-ck...

More...
22 comments like (4 people liked it)
Dec 31, 2007
Pras rated it: 5 of 5 stars
Mungkin penulis novel sejarah ini yang memakai nama ES ito membaca berbagai review di goodreads tentang buku pertamanya yakni negara ke lima dan membantunya menyempurnakan karya keduanya.
Membaca Rahasia Meede seperti ditarik ke jaman kolonial belanda beserta intrik-intrik perdagangan eropa pada abad 16-18. Ternyata jika sejarah disajikan dengan cara bertutur seperti novel thriller akan menarik banyak peminat. Tempat-tempat yang dibahas di novel ini mulai dari museum sejarah jakarta (museum More...
0 comments like (5 people liked it)
Jul 16, 2008
Silvana rated it: 4 of 5 stars
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here
8 comments like (3 people liked it)
Jul 10, 2008
erry rated it: 4 of 5 stars
Finnaly..selesai juga. * sambil ngelap keringet gara2 ngebut*

bintang empat. cukup bagus, apalagi buat ukuran ala pengarang Indonesia. bukannya merendahkan hasil karya pengarang lokal, tetapi emang jarang bgt ada novel semacam ini yang lahir dari buah karya novelis Indonesia.

cerita yang ga mudah ditebak dan alur yang bikin penasaran. dan satu hal, novel ini membuka mata saya akan 'kebutaan' saya thd sejarah. seperti hampir sebagian besar generasi MTV di jakarta yang ngaku More...
19 comments like (3 people liked it)
Jun 28, 2008
Irwan rated it: 4 of 5 stars
Terima kasih buat Roos yang membuat saya bisa ikut membaca buku ini, buku yang terpilih sebagai buku bulan juni Goodreads Indonesia.

Saya menaruh buku ini dalam kategori Thriller (apa ya istilah indonesianya?). Tempo cerita yang cepat, plot yang rumit dengan identitas tokoh yang disamarkan, dan latar yang penuh nuansa sejarah. Saya jadi punya perspektif fiktif yang segar tentang Bung Hatta, konferensi meja bundar, dan VOC. Dugaan saya pasti buku ini membutuhkan riset yang cukup panja More...
2 comments like (3 people liked it)
Jun 16, 2008
Leli rated it: 3 of 5 stars
Dia tidak pernah melewatkan kopi Lampung tanpa gula.
Dia menolak kontradiksi. Pahit kopi tidak mungkin dibaurkan dengan manis gula. Dia harus memilih salah satu diantaranya.


Adanya tokoh yang digambarkan dengan narasi di atas yang membuat gw ga menunda menamatkan novel ini. Kalek lebih keluar karakternya di novel ini daripada TTRnya (teman tapi rival) - Batu. Selain juga woro2 tur musium & pulau onrost :D. Bagi gw, logikanya si Batu itu mirip Darth Vader kepada Empirenya; tugas, More...
34 comments like (3 people liked it)
Mar 02, 2009
Just Fatma rated it: 2 of 5 stars
Hwew...akhirnya tadi malam selesai juga baca buku ini, setelah sempat banyak gangguan disana-sini.

Alur ceritanya mirip novel2 Dan Brown (Da Vinci Code dan Angels and Demonds). Pembahasan sejarahnya bagus. Kita bener2 harus selesain baca buku ini, baru ketemu deh sebenernya siapa yang menjadi hitam dan siapa yang menjadi putih. Karena sempat gue terjebak diawal kalo tokoh antagonisnya yaitu si Kalek, tapi ternyata kan Prof. Huygens, Jenderal Darmoko, Rian, dan Suryo Lelono.

More...
12 comments like (2 people liked it)
Jun 22, 2008
Dahlia rated it: 5 of 5 stars
Akhirnya setelah 1 mg penuuuh...*ngelap keringat*

Lihat bintang yang d berikan? Hanya perhargaan itu yang sanggup g berikan utk karya anak negeri (hiks')

yang terfikir saat selesai mbaca adalah : Sayang sekali g lahir lebih cepat sehingga yang g dapat hanya sepenggal cerita yang bahkan hampir g lupakan. Tak pernah terpikir melihat sejarah dr sisi lain. Mungkin yang terburuk adalah, tak ada lagi ketertarikan melihat ke belakang. Menyedihkan...
Wajarkah kalo g bilang g a More...
41 comments like (2 people liked it)
Sep 16, 2009
Mirna rated it: 3 of 5 stars
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here
2 comments like (1 person liked it)
Jul 23, 2008
Rika rated it: 4 of 5 stars
Baca buku ini karena tertarik ikut gatheringnya..tadinya mo pinjem dari temen tapi ternyata buku sedang beredar ke temen yang laen, daripada pada saat gathering gue bengong, gue beli deh hihi…

Semua topic yang jadi inspirasi buku ini adalah benda asing buat gue. Gue gak suka politik, cuma kenal Hatta sebagai urang awak yang jadi Bapak Proklamator, Bapak Koperasi, yang makamnya gede di Tanah Kusir (moga2 bener), yang anaknya sekarang jadi menteri, gak lebih dari itu.. Apalagi Gandhi, cum More...
5 comments like (1 person liked it)
Jul 17, 2008
Maulana rated it: 4 of 5 stars
Saya selalu kagum kepada banyak prosais yang sangat serius dalam menggarap karyanya. Kekaguman itu simpel saja, bagaimana sebuah karya itu lahir dari kerja keras (berawal dari penemuan ide, pengembangannya, observasi dan penelitian untuk menguatkan cerita hingga finishing nya). ES Ito melakukan semuanya dengan cermat dan sangat teliti (menurut saya). Hal ini menjadikan buku yang cukup tebal ini (675 halaman..weeehhh) menjadi sebuah bacaan yang sulit saya sudahi untuk dibaca.

Bayangan More...
4 comments like (1 person liked it)
Jun 17, 2008
Hasanuddin rated it: 5 of 5 stars
Buku spesial yang ku dapat dari orang spesial di hari yang spesial pula. Dari judulnya, sudah menggoda. Sepertinya sarat akan muatan sejarah. Dan benar saja, setiap lembar yang dibaca, semakin terdorong untuk membuka lembaran-lembaran berikutnya. Meski ada yang bilang seperti cerita perpaduan Dan Brown, National Treasure atau bahkan Seven (dibintangi oleh Brad Pitt), aku tidak peduli. Aku sudah hanyut terbawa oleh kemisteriusan dan penelusuran Jakarta tempoe doeloe. Aku sudah terkapar oleh bentu More...
35 comments like (1 person liked it)
Jun 05, 2008
Palsay rated it: 4 of 5 stars
Ini buku sudah sering saya lihat bertengger di rak buku Gramedia, dengan warna cover yang ciamik..wah dramatis sekali covernya...saya pegang-pegang, wah tebal juga, asik nih buat bahan bacaan seminggu, ...ditimbang-timbamg...eh kalo dibaca sambil tiduran masih kuat tangan ini mah...tapi begitu liat harganya...ah ga jadi aah...selain nama pengarangnya yang belum terkenal, juga tidak ada cap ampuh "best seller" yang jadi salah satu pertimbangan untuk membeli.

tapi pada saat G More...
2 comments like (2 people liked it)
Jan 24, 2008
Kiky rated it: 5 of 5 stars
ulu rasnya saya didera bosan yang amat sangat
ketika Pak Korim berdiri didepan kelas dan mulai berkicau.
ingin rasanya, mata pelajaran ini sebaiknya dihapuskan saja.
Ternyata Benar Pidato Sang Proklamator "JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah"

Melalui buku ini, ternyata sejarah menjadi menyenangkan,
rentetan fakta dari masa lalu memompa adrenalin saya untuk terus membca thriller setelah 675 halaman ini.
Awal cerita sepertinya Batu NOah Gu More...
Jul 14, 2008
Roos rated it: 5 of 5 stars
Buku ini malah terselesaikan...selama tugas jaga di Singapore...sempat kepikir untuk nemuin Rian yang lagi jualan Emas VOC...hehehehe, tapi gak ketemu tuh, secara Rian kemana aku kemana...*gak penting khan?* Tapi sensasinya adalah selesai Di Negeri Singa...dasar Roos memang payah...

Oke kembali ke buku...Bintang 5, karena:
1. Aku suka sejarah.
2. Selain menang Polling...buku ini memang menggoda untuk dibaca...lihat aja Covernya....Muantabbb!
3. Alur ceritanya yang sela More...
37 comments like (1 person liked it)
Mar 09, 2009
Puguh rated it: 5 of 5 stars
'darah untuk darah..debu untuk menutupi kuburan mereka'

DAHSYATT !!! GOKILL !! satu2nya novel indonesia yang bikin gw gemeter setelah ngebacanya...
Pertama liat referensinya; Fadjroel Rahman (politisi fav gw),Effendi Ghazali,Hohn De Rantau,..sampe Bdiman Sudjatmiko...gw uda nebak, ini pasti bukan novel sembarangan.
Tulisan samar cahaya ala Davinci Code di kover buku...tujuh dosa sosial..(teringat tujuh dosa yang mematikan di film Seven -Bradd Pitt)
Buka Epilog...ada tok More...
Feb 12, 2009
Windy rated it: 3 of 5 stars
akhirnya selesai juga baca buku ini. jujur, kalo aja goodreads indonesia gak ngadain acara jelajah rahasia meede gue gak bakalan baca ini buku.

dan yang jelas gue memenuhi janji gue sama temen gue untuk menulis review se objektif mungkin. (mark my word!)

bukunya seru, ceritanya sendiri mirip mirip sama national treasure dan konflik kejar kejarannya, complicatednya, mixed up nya kaya Da Vinci Code. pengejaran treasurenya sendiri kaya Tomb Raider, karena menurut gue sampai se More...
Sep 07, 2011
Noor rated it: 3 of 5 stars
Sepertinya eskpektasi saya terhadap novel ini terlampau besar. Hanya karena mendengar komentar dari teman-teman yang mengatakan betapa hebatnya novel Rahasia Meede, saya jadi ikut-ikutan beranggapan demikian, padahal saat itu saya belum pernah membacanya. Sekarang saya sudah membacanya, dan saya merasa novel ini tidak hebat-hebat amat. Tapi juga bukan berarti novel ini jelek.

Cerita tentang kehebatan novel ini, yang akhirnya sempat menjadi mitos bagi saya, menurut saya terlampau bomba More...
Jul 18, 2011
Chaniago rated it: 4 of 5 stars
Ada beberapa hal yang membuatku begitu menyukai novel ini:

1. Alur
Alurnya tidak mudah kutebak. Saking curious-nya, aku suka curi-curi intip halaman terakhir untuk mengetahui ending cerita, hehe.. Kupikir Kalek, sang tokoh utama adalah orang jahat, ternyata tidak. Mungkin seperti itu juga penilaianku terhadap orang-orang di dunia. Manusia yang sebenarnya baik kuanggap jahat dan sebaliknya. Novel ini membuka mataku bahwa di balik kepribadian seseorang tersembunyi kisah di baliknya. B More...
Jun 27, 2011
Hendra rated it: 4 of 5 stars
Novel yg sangat menarik dan penuh kejutan bagi pembacanya.
Di bab-bab awal cerita berloncatan, bukan hanya dari lokasi dan tokoh yg berbeda tapi juga dari jaman yg berbeda, mulai dari jaman penjajahan, perjuangan, pra kemerdekaan sampai ke era modern saat ini. Tapi loncatan-lonacatan ini justru terasa menarik dan menambah daya tarik cerita. Pembaca akan disuguhi berbagai macam latar belakang cerita dengan selipan kejutan2 yg mencengangkan. Wartawan yang sedang memburu berita, peneliti yg me More...
Jun 12, 2011
Alin A rated it: 5 of 5 stars
Pembunuhan berantai. Teka-teki. Kekuasaan. Harta. Persahabatan. Nasionalisme. Cerita Rahasia Meede benar-benar menegangkan. Semenjak saya membaca buku serial Gajah Mada, saya jadi keranjingan membaca buku dengan tema-tema sejarah, salah satunya tak lain adalah Rahasia meede. Kisah tentang dua orang sahabat semasa SMA, Batu dan Kalek. Mereka dua orang yang mencintai bangsanya dengan caranya masing-masing. Batu menjadi seorang intel sedang Kalek justru adalah seorang pemberontak. Mereka berdua pad More...
Sep 06, 2010
Pera rated it: 4 of 5 stars
<Photo 1>

Agaknya setahun teronggok di rak buku, baru buku ini ku baca. Sampai-sampai tak sadar buku ini ada disana.


Well...aku ingat istilah novel thriller, ketika novel Davinci Code-Dan Brown sedang heboh-hebohnya di tahun 2003. Jadi, ketika pengantar buku ini mendefenisikan sebagai novel thriller, langsung deh, ku bandingkan dengan Davinci code atau Iblis dan Malaikatnya Dan Braown. Manakah yang lebih seru?.


Andai buku ini lebih dulu ada dari More...
Jan 26, 2009
Indah "Threez" rated it: 2 of 5 stars
Baru beli dan bacanya karena mau ikutan Jelajah Meede 2 aja, supaya rada melek apa yang dibahas *ketinggalan kereta.com*

Pada sesi tanya jawab Jelajah Meede 2, Bang Ito menyatakan tidak mau disamakan dengan Dan Brown, karena menyamakan karya penulis Indonesia dengan karya penulis luar sama saja dengan menyamakan rendang dengan pizza (eh, bener ga sih analogi ini atw aq yang short-term memory loss?).

Pernyataan seperti itu sah-sah saja, kalau dilihat dari sejarah, tokoh, da More...
Jan 18, 2009
Nurul rated it: 4 of 5 stars
Sejarah adalah harta karun tersendiri. Karena begitu puing-puing masa lampau menyentuh sel-sel keingintahuan dari otak, yang timbul adalah rasa penasaran untuk menggali dan menggali. ES Ito membawa imajinasiku berkelana ke Mentawai hingga ke Banda, menggali dan menyambungkan serpihan plot yang naik turun dan loncat sana, loncat sini. Membayangkan lelahnya berjalan di kegelapan lorong-lorong dari kota tua hingga ke Monas.

Namun imajinasi itu hanya berakhir di halaman terakhir saja. Oh More...
Dec 01, 2008
indri rated it: 5 of 5 stars
Benar-benar takjub membaca buku ini.. walaupun alurnya melompat-lompat, namun pendalaman ceritanya mengagumkan. Cerita sejarah yang tak pernah kita dapatkan bisa terangkum di sini. Ito benar-benar pencerita ulung, membuat aku tak mau lepas dari buku ini dan menghabiskannya hanya dalam waktu 2 hari.
Sejarah kependudukan Belanda seolah diubek-ubek,diputar, dijelaskan hingga mengungkap suatu rahasia. Buku yang layak untuk dibaca apabila anakmu nanti kesulitan belajar sejarah seperti aku, mendi More...
Jun 21, 2010
Ulfah rated it: 4 of 5 stars
Buku yang dihabiskan setelah dua tahun dibeli dalam perjalanan Bremen-Kiel dan Kiel-Bremen. Di tengah sepinya dunia Jerman, baca buku ini bikin hati trenyuh betapa sedikitnya hal yang gue tahu tentang Indonesia. Tiba-tiba bikin gue ngubek-ngubek biografi bung Hatta dan Agus Salim. Tiba-tiba bikin gue berfikir banyak kalau kita manusia Indonesia seringkali lupa sama apa yang sudah terjadi di masa lalu.

Bagian awalnya cukup bikin gue berjuang dalam meneruskan membaca, tapi setelah itu More...
Jun 29, 2011
Cellonos rated it: 2 of 5 stars
Novel buah tangan dari E.S Ito ini mungkin merupakan sesuatu yang jarang ada di Indonesia.
Sebuah cerita fiksi berlatar sejarah kolonial yang kental.
Berkisah tentang serentetan pembunuhan yang meng-atasnama-kan tujuh dosa sosial gandhi. Yang ternyata bukan pembunuhan biasa dan memiliki kaitan yang pelik dengan rahasia kolonial yang terpendam selama berabad-abad.

Secara ide dan konsep, Novel ini memiliki potensi yang sangat bagus. Karena E.S Ito membuat cerita berdasar sejar More...
Sep 11, 2011
Tie rated it: 5 of 5 stars
Bukan maksud membacanya dalam rangka kemerdekaan bangsa ini, tapi yahh.. mau gimana lagi..takdir :P hahahaha..

Dia tidak pernah melewatkan kopi Lampung tanpa gula.
Dia menolak kontradiksi. Pahit kopi tidak mungkin dibaurkan dengan manis gula. Dia harus memilih salah satu diantaranya.


Seribu pakat!dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang sangat disepakati oleh pikiran saya sendiri. -alau didata semua mungkin jadi 1 bukunya, haha..

Racun..buku ini sangat me More...
Jul 02, 2011
Joevarian rated it: 5 of 5 stars
5 bintang untuk karya anak bangsa yang satu ini. Dan yang membuat saya lebih bangga adalah si pengarang merupakan alumni kampus saya. :D Novel ini mencekam sekaligus memukau. Ternyata karya anak bangsa tidak kalah dengan karya-karya novelis luar yang hebat, bahkan lebih. Jika kalian membaca novel ini, kalian akan tahu apa yang saya maksud. Menceritakan mengenai harta karun VOC yang terpendam di suatu tempat di Indonesia. Arkeolog Belanda, Doktor wanita dari Belanda, Organisasi rahasia Indonesia More...