Kupu-Kupu Bersayap Gelap
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Kupu-Kupu Bersayap Gelap

3.43 of 5 stars 3.43  ·  rating details  ·  65 ratings  ·  6 reviews
Kumpulan Prosa Puthut EA*

"AKU tidak pernah bisa mengerti sistem apa yang menautkan antara tubuh dan demam, keresahan, dan mimpi. Setiap kali aku dalam resah yang sangat, atau tubuh yang demam, ia selalu menjambangiku dalam mimpi. Ia selalu datang bersama seekor kupu-kupu bersayap gelap"
"Aku terkesiap. Teringat akan sebuah masa ketika sejarah gelap terbuka. Bayang seorang p...more
Paperback, I, Maret 2006, 196 pages
Published March 2006 by INSISTPress
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kupu-Kupu Bersayap Gelap, please sign up.

Be the first to ask a question about Kupu-Kupu Bersayap Gelap

Community Reviews

(showing 1-30 of 110)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Dian Hartati
Kupu-kupu Bersayap Gelap telah mengispirasi saya membuat satu cerpen.
eti
dapet lungsuran dari Sungging Raga ^.^

------>

suka paragraf yang ini :

Jika hidup itu sendiri adalah sebuah keputusan: diterima atau tidak, dilanjutkan atau diakhiri. Cinta tidak lebih dari itu semua. Mencintai pada akhirnya adalah sebuah keputusan. Dan karena sebuah keputusan, maka berbagai pertimbangan sah menjadi landasannya. Pada akhirnya, toh cinta, sebagaimana banyak hal lain: tidak turun dari langit yang gaib. Ia, cinta, hanya bisa diputuskan dan dikerjakan. ~sesuatu telah pecah di senja...more
Damar hening Sunyiaji
Ini kumcer pertama yang membuat saya merenung. Karya puthut Ea yang disodorkan teman saya waktu saya belum ngerti sastra. Benar kata para endorser kalo membaca buku ini seperti menyusuri lorong sepi. kata katanya dirangkai sedemikian rupa, kiasan kiasannya pekat mirip baca buku harian. Gak terlalu berat, tapi berbobot. Pusara kampung kenanga satu kumcer kesayangan saya, bercerita mengenai perubahan besar sebuah kampung setelah ditinggalkan tokoh utama. Ea, pandai dalam mengakhiri cerita. Chaos c...more
ellena
Entah kenapa membaca cerpen-cerpen dalam buku ini memunculkan rasa yang agak ganjil. Agaknya penulis terlalu memperlakukan cerpen-cerpen layaknya bertutur dalam sebuah novel. Kehilangan kelengangan juga keluasan semesta di luar teksnya yang terbatas. Hanya beberapa judul di bagian-bagian akhir yang sedap dinikmati sebagai sebuah prosa berbentuk cerpen, seperti Gayung Plastik, Ibu Pergi ke Laut, Bocah-bocah Berseragam Biru Laut, dan Kupu-kupu Bersayap Gelap.
Danu Saputra
Rasa Simalakama, membaca ceritanya saja sudah menyakitkan, apalagi mengalami sendiri.
Muzzammil
tidak seperti kumpulan prosa puthut ea yang lain. tapi saya tetap cukup suka.
Angga Sang
Angga Sang marked it as to-read
Sep 05, 2014
Rikky
Rikky marked it as to-read
Sep 04, 2014
Marina Putri
Marina Putri marked it as to-read
Aug 28, 2014
Zee
Zee marked it as to-read
Aug 09, 2014
nawir nawir
nawir nawir marked it as to-read
Aug 01, 2014
Nia Rosinta
Nia Rosinta marked it as to-read
Jul 12, 2014
Jamilah Sabri
Jamilah Sabri marked it as to-read
Apr 20, 2014
Aviq Nugroho
Aviq Nugroho marked it as to-read
Apr 19, 2014
Defi Laila Fazr
Defi Laila Fazr marked it as to-read
Apr 02, 2014
Nurul Indri
Nurul Indri marked it as to-read
Nov 26, 2013
Ennur Hidayahtoon
Ennur Hidayahtoon marked it as to-read
Sep 02, 2013
Fita Nyomi
Fita Nyomi marked it as to-read
Jul 17, 2013
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
712800
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.

More about Puthut EA...
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Sarapan Pagi Penuh Dusta: Kumpulan Cerpen Isyarat Cinta yang Keras Kepala: Album Prosa Dua Tangisan pada Satu Malam Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali: kumpulan cerpen

Share This Book