Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kupu-Kupu Bersayap Gelap” as Want to Read:
Kupu-Kupu Bersayap Gelap
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kupu-Kupu Bersayap Gelap

3.54  ·  Rating Details  ·  87 Ratings  ·  10 Reviews
Kumpulan Prosa Puthut EA*

"AKU tidak pernah bisa mengerti sistem apa yang menautkan antara tubuh dan demam, keresahan, dan mimpi. Setiap kali aku dalam resah yang sangat, atau tubuh yang demam, ia selalu menjambangiku dalam mimpi. Ia selalu datang bersama seekor kupu-kupu bersayap gelap"
"Aku terkesiap. Teringat akan sebuah masa ketika sejarah gelap terbuka. Bayang seorang p
...more
Paperback, 1st, 196 pages
Published March 2006 by INSISTPress
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kupu-Kupu Bersayap Gelap, please sign up.

Be the first to ask a question about Kupu-Kupu Bersayap Gelap

Community Reviews

(showing 1-30 of 201)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
eti
Sep 23, 2012 eti rated it liked it
dapet lungsuran dari Sungging Raga ^.^

------>

suka paragraf yang ini :

Jika hidup itu sendiri adalah sebuah keputusan: diterima atau tidak, dilanjutkan atau diakhiri. Cinta tidak lebih dari itu semua. Mencintai pada akhirnya adalah sebuah keputusan. Dan karena sebuah keputusan, maka berbagai pertimbangan sah menjadi landasannya. Pada akhirnya, toh cinta, sebagaimana banyak hal lain: tidak turun dari langit yang gaib. Ia, cinta, hanya bisa diputuskan dan dikerjakan. ~sesuatu telah pecah di senja
...more
Damar hening Sunyiaji
Ini kumcer pertama yang membuat saya merenung. Karya puthut Ea yang disodorkan teman saya waktu saya belum ngerti sastra. Benar kata para endorser kalo membaca buku ini seperti menyusuri lorong sepi. kata katanya dirangkai sedemikian rupa, kiasan kiasannya pekat mirip baca buku harian. Gak terlalu berat, tapi berbobot. Pusara kampung kenanga satu kumcer kesayangan saya, bercerita mengenai perubahan besar sebuah kampung setelah ditinggalkan tokoh utama. Ea, pandai dalam mengakhiri cerita. Chaos c ...more
ellena
Jan 07, 2013 ellena rated it it was ok
Shelves: literature
Entah kenapa membaca cerpen-cerpen dalam buku ini memunculkan rasa yang agak ganjil. Agaknya penulis terlalu memperlakukan cerpen-cerpen layaknya bertutur dalam sebuah novel. Kehilangan kelengangan juga keluasan semesta di luar teksnya yang terbatas. Hanya beberapa judul di bagian-bagian akhir yang sedap dinikmati sebagai sebuah prosa berbentuk cerpen, seperti Gayung Plastik, Ibu Pergi ke Laut, Bocah-bocah Berseragam Biru Laut, dan Kupu-kupu Bersayap Gelap.
Danu Saputra
Apr 09, 2013 Danu Saputra rated it it was amazing
Rasa Simalakama, membaca ceritanya saja sudah menyakitkan, apalagi mengalami sendiri.
Muzzammil
Dec 23, 2008 Muzzammil rated it it was ok
tidak seperti kumpulan prosa puthut ea yang lain. tapi saya tetap cukup suka.
Dian Hartati
May 14, 2012 Dian Hartati rated it liked it
Shelves: kumpulan-cerpen
Kupu-kupu Bersayap Gelap telah mengispirasi saya membuat satu cerpen.
Willy Akhdes
Apr 17, 2016 Willy Akhdes rated it liked it
Saya menikmati 2 cerita pertama: Laki-Laki yang Tersedu dan Kenanga. Puthut EA menceritakannya dengan narasi dan gaya bahasa yang menyedot emosi. Saya langsung suka dengannnya. Namun, di beberapa cerita setelahnya. Saya merasakan ada yang hilang darinya, tidak ada lagi cerita yang memainkan emosi, malah beberapa cerita saya tidak paham alur cerita dan intinya walau saya coba baca beberapa kali. Baru kemudian cerita penutup buku ini, Kupu-Kupu Bersayap Gelap, dapat menarik minat saya lagi untuk m ...more
Ririn Miu
None of the stories really stood out for me.
Heni Mujaa
May 17, 2016 Heni Mujaa rated it it was amazing
Saya benci deskripsi yang terlalu dipanjang-panjangkan maka saya selalu jatuh cinta dengan kata-kata yang ditempa Puthut EA. Frontal, langsung ke poin, tidak banyak aksesori. Semua cerpen dalam buku ini sukses membuat hati saya kesal atau terenyuh atau keduanya sekaligus. For a good book, to me, is the more it breaks my heart, the more I love it.
Cintimon
Not bad, not bad.
Alina
Alina added it
May 26, 2016
Nisa
Nisa marked it as to-read
May 17, 2016
Welly Trisdianto
Welly Trisdianto rated it really liked it
May 22, 2016
Deta
Deta rated it it was amazing
May 11, 2016
Sigit  Raharjo
Sigit Raharjo rated it liked it
May 09, 2016
Nasywa Dhiya
Nasywa Dhiya marked it as to-read
May 07, 2016
Kadek Fujiari
Kadek Fujiari marked it as to-read
Apr 06, 2016
Marina Zala
Marina Zala marked it as to-read
Apr 01, 2016
Rahmat Suardi
Rahmat Suardi rated it really liked it
Mar 28, 2016
Fania Hanny
Fania Hanny marked it as to-read
Mar 24, 2016
Cindy Otto
Cindy Otto marked it as to-read
Mar 16, 2016
Adelia Sannomiya
Adelia Sannomiya marked it as to-read
Mar 14, 2016
Ridhoaugustha
Ridhoaugustha marked it as to-read
Mar 03, 2016
Fitrah Pasya
Fitrah Pasya marked it as to-read
Mar 03, 2016
Adisha
Adisha is currently reading it
Feb 27, 2016
Adela Millaty
Adela Millaty marked it as to-read
Feb 13, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
712800
Puthut EA lahir di Rembang, 28 Maret 1977. Ia telah banyak menulis buku. Ia juga menyunting buku, dan terlibat beberapa proyek penelitian, dengan tema mulai dari sejarah, kebudayaan, pendidikan, politik lokal, sampai kesehatan.

More about Puthut EA...

Share This Book