Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Puisi Mbeling” as Want to Read:
Puisi Mbeling
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Puisi Mbeling

3.58 of 5 stars 3.58  ·  rating details  ·  185 ratings  ·  18 reviews

Inilah buku pertama yang memuat puisi-puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003.Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak-bahak, atau merenung. Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy serius. Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kita, ter

...more
Paperback, 254 pages
Published 2004 by KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Puisi Mbeling, please sign up.

Be the first to ask a question about Puisi Mbeling

Community Reviews

(showing 1-30 of 373)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Imelda Coutrier
seruuuu
aku emang selalu suka kata-kata pilihan dia yang tepat dan .... nakal ;)

ANJING

Kalau kau memujiku awet muda
kau menyamakan aku bagai anjing
Sebab anjing dari kecil sampai tua
wajahnya hanya anjing dan tetap anjing

(p 5)

Indah Threez Lestari
1292nd - 2011

Tidak seperti baca buku puisi lainnya, baca buku ini tidak perlu banyak memikirkan makna yang tersirat, karena sebagian besar sudah tersurat. Kumpulan puisi yang nakal, penuh permainan kata, atau malah tak perlu kata-kata.

Baca puisi di halaman 48 (1972) yang ini:

Judul puisi:
SEORANG PENYAIR LAPAR MENGIRIM PUISINYA KEPADA SEBUAH SURATKABAR PAGI LANTAS DIMUAT SETELAH ENAM BULAN MENUNGGU HONORNYA SELAMA TIGA BULAN PAS UNTUK BELI TAHU SUMEDANG DUA KERANJANG DAN SETELAH MEMAKANNYA SEMUA I
...more
Moco Jojo
puisi satir...
tentang kehidupan..
bahwasanya hidup tak selamanya indah...
begitu juga puisi...
tak selamanya bertutur runut dan berjalan pada pakem yang ada...
Jatining Siti
WAKTU DOA ULANGTAHUN

terima kasih tuhan atas hidangan ini

berhubung botty tiba-tiba kentut
terpaksa
amin kami ganti dengan
jancuk.

(hlm. 52)

nanto
Membaca buku ini dan buku Remy Silado lainnya, betapa akhirnya kita melihat bahwa Remy setia dengan ke-nge-pop-annya. Kredo yang bisa jadi membuatnya menyentil sohibnya Almarhum Hari Roesli ketika akan berangkat studi doktoral di bidang musik. Konon ia menyentil, apa perlunya musik dibuat seserius akademisi membuatnya. Dialog di Braga itu memperlihatkan perbedaan kedua sohib akrab.

Puisi-puisi dalam buku ini pernah menyentak banyak tetua di bidang kepenyairan pada masanya. Sejauh mana tingkat "be
...more
Roos
Dec 07, 2007 Roos rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: the one who loves poem
Shelves: puisiku
Baca buku puisi ini serasa baca buku komik....kata-katanya ringan dan mudah dipahami tapi itu justru adalah yang menyenangkan buatku, karena tidak perlu bersusah payah memikirkan apa yang dipikirkan sang penyair kita langsung mengerti apa maksudnya....gamblang...
Cara penulisannya-pun bervariasi ( tidak monoton ) ada tulisan judul saja tanpa ada kata-kata... seperti dalam puisi " PUISI YANG BEBAS DARI KATA-KATA ". Terus ada juga beberapa simbol, lambang dan huruf-huruf asing yang mendeskripsikan
...more
Sam
Jul 25, 2009 Sam rated it 3 of 5 stars
Shelves: poetry
pertama kali tau buku ini pas ikutan acara di CCF,
anak-anak dari buma sempat membuat musikalisasi-nya... tapi gda niatan buat beli buku yg digelar (berdiskon) di muka ruang pertemuan

tapi dipinjemin dan dsruh baca buku ini,
pas melihat isinya ternyata bagus... tiap lantunan katanya lugas, berpasangan, saling mengait kuat, gda kesan vulgar walaupun berkali-kali ada selipan kisah 'selangkangan', gda kesan kasar meski sering disisipkan hujatan.

Remy Sylado yang datang hari itu
membaca slh satu puisi da
...more
Stella
I never thought poems could be this out of the track, funny, and contemporer. I do really enjoy this book and will recommend it for those who are having self-doubt issue when trying to make a poetry.
Ario
Jun 04, 2008 Ario rated it 1 of 5 stars
Recommended to Ario by: Anak Sastra Yang Baru Belajar
Shelves: buku-puisi
Sebagai karya yang (unik) lahir pada tahun 70-an, puisi ini dianggap sebagai pemutusan hubungan antara Chairilisme dan Pujangga Baru, mengarah pada persoalan gaya, dianggap sebagai perubahan yang signifikan di antara karya-karya yang ada saat itu. Sylado memformulasikan karyanya ini demi mengupas kesepedanan karya yang bermunculan, sebagai pengutip dari Chairil. Bermain-main pada tutur dan bentuk, Syalado berhasil pada eranya. Mungkin akan mengundang tawa para pembaca. Keberadaannya yang hanya s ...more
अद्नन  आल्फ़िअन्
"nanti malam
aku pasti datang padamu
walaupun bumi diguncang gempa
walaupun kota dihanguskan api

tapi

asalkan tidak hujan."

hahahahaha.
Anantagita
Tak hanya novel terkenalnya saja yang mengasyikkan, puisi mbeling Remy Sylado juga asyik. Dulu saya baca ini waktu SMP, masih terngiang puisinya yang "Kursi" hingga sekarang. Kadang teman-teman saya teriakkan, kalau nulis puisi jangan malu-malu, siapa tahu masuknya ke puisi mbeling. :p
Dei sha ta mar
Puisinya mbling-nya oke oke sekali! Sangat nyeleneh, di satu sisi sangat politik dan sisi lain sangat sinisme dan sesuka hati.
Theresia
Good-humored, witty and sometimes even genius. The kind of poetry that doesn't make people frown at its 'high-couture'ness.
htanzil
aku paling gak bisa memaknai puisi kecuali puisinya remy sylado yang mbeling ini...hehehe
Fenny Lita
feeding me well..loveee it!
Sekar
hehe..emang mbeling..
Rade
menyentil secara sederhana
Asri Wuni
Asri Wuni marked it as to-read
May 02, 2015
Auntiya Erlista
Auntiya Erlista marked it as to-read
Apr 20, 2015
Novianto Nugroho Hoho
Novianto Nugroho Hoho marked it as to-read
Apr 18, 2015
Sintha
Sintha marked it as to-read
Apr 15, 2015
Iqbal Suryana
Iqbal Suryana marked it as to-read
Apr 13, 2015
Ozzy Gladstone
Ozzy Gladstone marked it as to-read
Mar 30, 2015
Muhammad
Muhammad marked it as to-read
Mar 21, 2015
Fajar Ramadhan
Fajar Ramadhan marked it as to-read
Mar 17, 2015
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 12 13 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi)
  • Keluarga Cemara: Musik Musim Hujan
  • Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Perburuan
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • O Amuk Kapak
  • Orang-Orang Bloomington
  • Tirani Dan Benteng: Dua Kumpulan Puisi
  • Api di Bukit Menoreh
  • Harimau! Harimau!
  • Raumanen
  • Merahnya Merah
  • Deru Campur Debu
541628
Remy Sylado lahir di Makassar 12 Juli 1945. Dia salah satu sastrawan Indonesia. Nama sebenarnya adalah Yapi Panda Abdiel Tambayong (Jampi Tambajong). Ia menghabiskan masa kecil dan remaja di Solo dan Semarang. Sejak usia 18 tahun dia sudah menulis kritik, puisi, cerpen, novel, drama, kolom, esai, sajak, roman popular, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Ia memiliki sejumlah ...more
More about Remy Sylado...
Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa Kembang Jepun Kerudung Merah Kirmizi Parijs van Java: Darah, Keringat, Air mata Boulevard de Clichy (Agonia Cinta Monyet)

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »