Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Perang, Langit, dan Dua Perempuan” as Want to Read:
Perang, Langit, dan Dua Perempuan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Perang, Langit, dan Dua Perempuan

2.91 of 5 stars 2.91  ·  rating details  ·  33 ratings  ·  7 reviews
In this treatise on the eternal relationship between man, violence, faith and mythology, Laksmi Pamuntjak looks at two seminal essays on a similar topic--Simone Weil's seminal essay, L'Illiade ou le poem de la force, and Rachel Bespaloff's equally powerful essay, De l'Iliade, both written on the eve of World War II--and offers her own 'intervention.'
Paperback, 158 pages
Published February 2006 by Nalar dan Freedom Institute
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Perang, Langit, dan Dua Perempuan, please sign up.

Be the first to ask a question about Perang, Langit, dan Dua Perempuan

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 69)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Mel
saya si awam yang tidak mengetahui banyak tentang simon weil dan rachel bespaloff. jadi review kali ini tentu memakai kacamata awam saya. panjang nih..hiks.

siapa simon weil dan rachel bespaloff ini? keduanya memberi sumbangan di abad ke-20 dengan esai mereka yang bersumber dari Iliad, epos Homeros. dua perempuan pemikir keturunan yahudi yang sama-sama bunuh diri karena 'mati sedih'. simon weil dimakan tbc dan melalui sebuah proses melaparkan diri secara sukarela, menolak makan lebih dari jumlah
...more
miaaa
awalnya alasan utama membeli buku ini adalah karena sosok laksmi pamuntjak sendiri, namun ternyata esainya sama menariknya dengan penulisnya sendiri. esai tentang kekerasan yang ternyata ada sejak manusia itu sendiri ada. di kitab suci kaum kristen kekerasan pertama yang tercatat adalah ketika kain membunuh saudaranya abel. dan setelah itu di setiap era kehidupan manusia, kekerasan seperti bayangan yang tidak pernah lepas dari jasadnya selama masih hidup.

iliad memang sebuah epos yang indah. weil
...more
G. Pangestu Jati
Kesalahan saya membaca buku ini adalah saya buta tentang illiad. Jadi ada beberapa hal yang tidak saya pahami dalam buku ini. Akan tetapi setidaknya saya jadi mengenal sosok Weil dan Bespaloff beserta pemikirannya mengenai Perang.
Togar Arifin Silaban
Buat saya, buku ini "berat". Saya beli secara tidak sengaja, hanya karena judul dan sampul yang menarik. Semula saya kira novel, ternyata esai yang membahas dua sastrawan wanita Eropa.

Sulit bagi saya memahami isi esainya
Sjaiful Masri
Gak mudeng gw bacanya. Gak nyampe...tau deh gw atau penulisnya.
Mikael
why cant she just flat out say she likes bespaloff more than weil?
El
Luar biasa, penafsiran yang sangat cerdas.
Radinal W
Radinal W marked it as to-read
May 19, 2015
Qorihani Aja
Qorihani Aja marked it as to-read
Apr 22, 2015
Yasmin
Yasmin marked it as to-read
Feb 23, 2015
Marcellina
Marcellina marked it as to-read
Feb 09, 2015
Mudrikhah Swandhani
Mudrikhah Swandhani marked it as to-read
Dec 29, 2014
Rozan Fauzan
Rozan Fauzan marked it as to-read
Dec 08, 2014
Sarasota Tomasoa
Sarasota Tomasoa marked it as to-read
Oct 22, 2014
Gloria
Gloria marked it as to-read
Oct 21, 2014
Fatonah Winiarum
Fatonah Winiarum marked it as to-read
Sep 29, 2014
Usman Arrumy
Usman Arrumy marked it as to-read
Jul 09, 2014
Rapinzel Aprilia
Rapinzel Aprilia marked it as to-read
Jun 04, 2014
Herlina Dedy
Herlina Dedy marked it as to-read
Jun 02, 2014
Pilo_poly
Pilo_poly marked it as to-read
Apr 11, 2014
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
117057
Laksmi Pamuntjak has since 1994 written columns and articles on politics, film, food, classical music and literature for Tempo Magazine, The Jakarta Post, The Jakarta Globe, Djakarta Mag, the socio-economic journal Prisma and elsewhere.

She is the author of the award-winning, bestselling Jakarta Good Food Guide — an annually updated new take on food writing — and co-founded Aksara, a bilingual book
...more
More about Laksmi Pamuntjak...
Amba Aruna & Lidahnya Ellipsis The Anagram Jakarta Good Food Guide 2002-2003

Share This Book