Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jantera Bianglala (Dukuh Paruk, #3)” as Want to Read:
Jantera Bianglala (Dukuh Paruk, #3)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Read Book

Jantera Bianglala (Dukuh Paruk #3)

4.07  ·  Rating Details  ·  466 Ratings  ·  29 Reviews
Atas kehendaknya sendiri kehidupan sering memanjakan seseorang dengan cara memberinya kecantikan. Srintil, ronggeng Dukuh Paruk dan sekaligus daya hidup pedukuhan yang melarat itu, adalah salah seorang di antara mereka yang mendapat hadiah kecantikan.

Bagi Srintil, menjadi ronggeng adalah tugas hidup yang sudah ditentukan dalam cetak biru pakem hidupnya. Namun ketika status
...more
Paperback, Cetakan Pertama, 231 pages
Published February 1986 by Gramedia Pustaka Utama (first published January 1986)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jantera Bianglala, please sign up.

Be the first to ask a question about Jantera Bianglala

Community Reviews

(showing 1-30 of 678)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Abdul Wahid Muhaemin
Feb 24, 2015 Abdul Wahid Muhaemin rated it it was amazing
Dalam seri terakhir trilogi ini, sang pengarang Ahmad Tohari semakin menjadi. Banyak sekali makna dan pelajaran moral yg diangkatnya dan pembawaan dialektis baik dalam menawarkan suatu kasus individual maupun komunal tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yg perlu dianggap biasa saja.

Penagarang menurut saya telah kelewatan, tuturan pengalaman demi pengalaman yg penuh kegetiran yg dialami tokoh utama sungguh merupakan kepedihan nan tak tertanggungkan, namun dari keruwetan itulah pembaca diajak untu
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
.. dan Dukuh Paruk.

Dukuh Paruk kehilangan Ronggeng..

Dukuh Paruk berupa karang abang lemah ireng pada awal tahun 1966 hampir semua dari kedua puluh tiga rumah di sana menjadi abu. Waktu itu banyak orang mengira kiamat bagi pedukuhan kecil itu telah tiba. Hanya satu rumah yang tersisa rumah nenek Rasus yang selamat karena terlindung pepohanan..

Dukuh Paruk tertatih-tatih menata kehidupannya kembali..tanpa ronggeng..tanpa suara calung yang telah menjadi identitasnya. Sebagai pihak yang dianggap m
...more
Lona Yulianni
May 03, 2013 Lona Yulianni rated it it was amazing
Ngenes! Ngenes banget. Ngeneeesss banget :'(

Buku terakhir dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Rasus, anak binaan Dukuh Paruk yang sekarang menjadi tentara kembali ke dusunnya yang renta dan miskin, demi menemui sang nenek yang akan menghadap Sang Khalik. Namun ia tidak menemukan Srintil, yang memang masih ditahan di Eling-Eling. Setelah beberapa lama Rasus kembali ke markas tentaranya, Srintil kembali ke Dukuh Paruk setelah dibebaskan oleh pihak tentara. Srintil sadar ia sekarang bukan perempuan
...more
Budi Kurniawan
Apr 14, 2012 Budi Kurniawan rated it really liked it
Bagian akhir dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Bagian ini diceritakan dari sudut pandang Srintil dan Rasus secara bergantian. Ada sedikit kemiripan antara hal yang dialami Srintil dengan apa yang dialami oleh Lasi di Bekisar Merah, juga sebuah novel dari Ahmad Tohari, namun nasib yang dialami Srintil lebih tragis, dengan dinamika emosionalnya yang kontras dengan bagian awal novel, himpitan cinta tak sampai, kesewenangan tradisi, serta pengkambinghitaman terhadap orang-orang yang disangka komuni ...more
Marissa Sony Fajarnur
Nov 12, 2015 Marissa Sony Fajarnur rated it it was amazing
Apa ini novel kok ngaduk2 perasaan bikin pilu ngilu...nangis kejer ampe lupa bales whatsapp suami "yasalam curhat" "ah dasar asu buntung!" (misuh2 yg paling sering nongol).
Apa ya...novel ini tu jadul sama kayak yang baca tapi coba deh jejerin sama novel2 yg lagi happening prefer Ronggeng Dukuh Paruk lah pastinya...pokoknya udahlah worth to read berkali2...
Darnia
Ngenes..nes..nes... mbacanya. Dan sekali lagi perempuan menjadi korban. Bab terakhir yg dilihat dari sudut pandang Rasus juga bikin nyesek.
Ahmad Tohari berhasil mengaduk-aduk emosi. Ironi (yg mungkin benar-benar terjadi) di sebuah wilayah di negeri ini, dimana di antara kebersahajaan dan keindahan, masih ada kebebalan yg sulit diakhiri
Tresna Putri
Dec 26, 2014 Tresna Putri rated it it was amazing
Unpredictable ending. Thougt this would be happy ever after (the dancer become a wife of her husband), but this teaches me the reality is not always has its happy ending. :(
Tatang Zaman
Nov 13, 2014 Tatang Zaman rated it it was amazing
ngenes bangetlah pokoknya. Srintil, aku padamu. Buat rasus: jadi beda, satu purnama di kalimantan dan di jawa.
Dian Putu
Dec 22, 2012 Dian Putu rated it it was ok
Shelves: finished-reading
Terkesan dengan Rasus.. di buku pertama dan buku ketiga ini Rasus tetap membuatku tersentuh. Dia adalah laki-laki sejati. Dia memperlihatkan seperti itulah yg namanya cinta yg sebenarnya, walau kadang kala karena cinta itu dia terluka. Walaupun terluka, dia tetap saja menjunjung tinggi cinta yg dia anut.
Akhirnya, dari luka itu dia kembali ke dukuh paruk dengan ilmu kehidupan yg akan membawa dukuh paruk dari keterpurukan, dan kebodohan. Dia kembali untuk menerima Srintil, wanita yg dicintainya.
...more
Atika Salsabila
Jun 07, 2014 Atika Salsabila rated it liked it
Endingnya kenapa mesti gitu. Masih ga rela
Arif Santoso
Epic socio-historical background
Danu Primanto
Oct 16, 2009 Danu Primanto rated it it was amazing
Dia menemukan Dukuh Paruk yang murung, tak berdaya menyaksikan Srintil yang tidur bersama tahi dan kencingnya. Dan hatinya pun terbelah oleh kemanusiaan. Perjalanannya sebagai satu-satunya orang yang terdidik di Dukuh Paruk membangkitkan kesadarannya sebagai hakekat manusia sejati, yang ternyata bimbang oleh jaman bergerak. Namun, bagi penduduk Dukuh Paruk, Rasus adalah Ratu Adil yang bisa menyelamatkan desa dari nista geger 1965. Ironik...

Review lanjutnya bisa dibaca di...
http://bintangtenggara
...more
Citra Rizcha Maya
Oct 21, 2015 Citra Rizcha Maya rated it really liked it
Luar biasa
Dedy
Oct 25, 2011 Dedy rated it it was amazing
Rasus, muliakanlah sang ibu dari semua anak Dukuh Paruk. Jangan pedulikan siapapun bahkan dunia ini.

"Bagian yang paling menggetarkan hati adalah ketika Srintil bertemu Rasus dalam suasana yang paling mengharukan. Telah terjadi sebuah pertemuan agung antara dua orang kekasih yang telah terpisahkan oleh zaman, peristiwa dan bencana politik..."

Sadarlah Srintil... dunia masih membutuhkan belas kasih, pelukan dan belaianmu...
Ria
Jun 13, 2012 Ria rated it it was amazing
Catatan Rasus di bagian akhir cerita ini rasanya antara bikin nyesek juga kagum. Panggilannya untuk kembali ke Dukuh Paruk, kecintaannya pada tanah airnya yg kecil. Seperti kembali ke kasih sayang yg mula-mula.

Satu lagi buku yang tamat dalam perjalanan, di busway. Maunya berceloteh banyak ttg trilogi Dukuh Paruk ini, tapi waktunya belum mengijinkan deh.


manggarai suatu pagi, tamat.
Primadonna
Jun 10, 2013 Primadonna rated it it was amazing
Shelves: indonesian
Banyak makna yang tersirat dan tersurat dari trilogi ini. Sudut pandang para burung, termasuk nama tokoh utamanya, Srintil. Simbolisme dari Dukuh Paruk sebagai tanah air. Aku yakin pasti sudah banyak yang menjadikan trilogi ini skripsi atau bahan telaah, dan itu sudah sepantasnya, karena kepiawaian Tohari merangkai kata dan makna.
Bening Pertiwi
Jul 13, 2014 Bening Pertiwi rated it it was amazing
buku ketiga trilogi ronggeng dukuh paruk
bila roda berputar, maka pada saat ini, kehidupan srintil kembali berada di dasarnya
ditinggalkan, dicampakkan
dan ia pun hanya diingat oleh seorang saja
seorang yang bahkan mungkin pun sudah ia lupakan
Lidya
Aug 13, 2012 Lidya rated it it was amazing
*sigh*
Lima bintang untuk novel yang mengaduk-aduk perasaan ini. Nasib Srintil yang tragis diakhiri secara manis namun masih menyisakan harapan yang diserahkan kepada pembaca.
ps: Saya terpikat sekali dengan tokoh Rasus.
Muhamad Dimas
Jul 11, 2011 Muhamad Dimas rated it really liked it
sedih ujungnya, namun ada secercah harapan sebenarnya,,, Tuhan seakan mengirim Rasus untuk menyelamatkan dukuh paruk dari terus-terusan dalam kejahiliyahan
Ningrum
Aug 26, 2011 Ningrum marked it as to-read
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Kusriati
Oct 30, 2008 Kusriati rated it liked it
Buku terakhir dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. nilah akhir perjalanan Srintil. Bagus sih... tapi menurut saya lebih menarik buku yang pertama.
Nike
Jan 27, 2012 Nike rated it really liked it
wow, akhir ceritanya bener-bener gak ketebak. tapi ya, sebenernya saya lebih suka klo endingnya dibuat berakhir bahagia :)
Deandra Syarizka
Bagian terakhir dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Memang tragis, tapi kok waktu baca endingnya seperti dipaksakan selesai..
R.siberia
Sep 19, 2007 R.siberia rated it it was amazing
nah ini buku terbagus dari Trilogi-nya Ahmad Tohari. saya paling tersentuh dengan buku ini, terutama ending-nya.
Anne
Nov 30, 2013 Anne rated it it was amazing
Shelves: e-book
OOalah Srintil....Srintil....malang benar nasibmu.....:(
Indah Threez Lestari
Feb 04, 2011 Indah Threez Lestari rated it really liked it
Shelves: indonesian
151st - 2011

Sukses bikin nangis... T.T
Miss Kodok
Jul 02, 2009 Miss Kodok rated it it was amazing
Buku ketiga Trilogy Ronggeng Dukuh Paruk.
idpramudita
Apr 14, 2011 idpramudita rated it really liked it
tragis. miris. menangis
LidS Lestari
Sangat menyentuh
Irvan Duriatnata
Irvan Duriatnata rated it really liked it
Feb 08, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 22 23 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Perburuan
  • Mantra Pejinak Ular
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Harimau! Harimau!
  • Negeri Senja
  • Burung-Burung Manyar
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Sebuah Lorong di Kotaku
  • Gadis Kretek
  • Amba
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...

Other Books in the Series

Dukuh Paruk (3 books)
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, #1)
  • Lintang Kemukus Dini Hari (Dukuh Paruk, #2)

Share This Book