Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki” as Want to Read:
Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki

4.08  ·  Rating Details  ·  194 Ratings  ·  18 Reviews
Melalui tulisannya ini, kita akan melihat sosok Cak Nun yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tentu saja beralasan, karena Cak Nun selama lebih 20 tahun berkeliling Nusantara untuk berjumpa dengan berbagai forum rakyat dan segmen sosial. Seperti golongan politik, etnik, dan agama. Berjumpa dengan buruh pencuri kayu hutan, pelacur, kumpulan preman aktif, ka ...more
Paperback, 258 pages
Published September 2007 by Gramedia (first published 2007)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki, please sign up.

Be the first to ask a question about Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki

Community Reviews

(showing 1-30 of 611)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Astrid
Apr 15, 2011 Astrid rated it really liked it
Shelves: favorites
"Kebudayaan kita instan. Mi-nya instan. Lagunya instan. Maunya masuk sorga juga instan. Kalau bisa,dapat uang banyak langsung, ndak usah kerja ndak apa-apa. Kalau perlu ndak usah ada Indonesia ndak apa-apa, ndak usah ada Nabi dan Tuhan juga ndak apa-apa, asal saya punya duit banyak"

Membaca buku ini menjadi perkenalan pertamaku dengan tulisan Cak Nun ini.
Tidak mengecewakan sama sekali. Inspiratif sekali.
Topik-topik yang dibahas beragam (ada beberapa kutipan artikel-artikel Cak Nun yang pernah ter
...more
Ahmad
Sep 11, 2008 Ahmad rated it liked it
Tulisannya khas. Menggelitik.

Merged review:

Tulisan Cak Nun selalu menarik. Tak lantas mengikuti arus, Cak Nun lebih suka membuka jalur sendiri, memandang dari lubangnya sendiri. Dan tentu saja, tanpa bermaksud menggurui. Keren!!
Ryan
Mar 13, 2008 Ryan rated it it was amazing
Sang Kyai Mbeling muncul kembali.
Setelah kumpulan esay Markesot dan Opless di awal tahun 90-an, dalam bukunya kali ini Emha masih mengangkat kritik sosial seputar budaya, politik, dan pemerintahan juga masalah kemasyarakatan lainnya.

Saya menyukai gaya bahasa renyah namun sarat makna khas Emha.
Idham
Oct 03, 2007 Idham rated it liked it
kumpulan tulisan cak nun, dulu waktu kuliah sering aku mendengarkan kajiannya di komunitas padang mbulan, cukup mencerahkan... walau kadang kata2nya cuman menentramkan jiwa ttp tdk menyelesaikan masalah...
Kasembadan
Jan 04, 2009 Kasembadan rated it it was amazing
Shelves:
kocak menggelitik, sederhana, komplek, intelek sekaligus ndeso dan yang paling penting : isnpiratif
Andri
Oct 11, 2008 Andri rated it liked it
Kumpulan kolom Emha yang lebih baru, kumpulan tulisan sekitar periode tahun 2005-2996
Max
Dec 04, 2007 Max rated it really liked it
Shelves: sudah-lamadibaca
baca reviewnya di blog saya
http://maxbooks.wordpress.com/2007/09...
Putra
Jan 07, 2009 Putra rated it it was amazing
lagi2 menantang kita untuk berpikir lebih luas...
gaya tulisannya khas...
nila
May 30, 2008 nila rated it liked it
Kyai Bejo, Kyai Untungm Kyai Hoki dan
Kyai Nun :D
Kusumawardhani
Nov 18, 2008 Kusumawardhani rated it liked it
really love this book too
Udinnya Dyra
Oct 20, 2009 Udinnya Dyra rated it liked it
lugas
Agriek_ahmad
like this
Ginan Aulia Rahman
Apr 03, 2015 Ginan Aulia Rahman rated it really liked it
Shelves: non-fiction, punya
ini buku tulisan Emha Ainun Nadjib yang pertama kali saya punya dan saya baca. Saat pertama kali membacanya saya tidak langsung paham dan mengerti. Dulu ketika SMA otak saya dodol. Setelah saya baca kedua kalinya, saya baru jatuh cinta pada tulisan Emha.

Emha sangat cerdas melakukan akrobat kata. Kalimat dan kata yang ia tulis ajaib, seringkali indah. Gaya menulisnya seru dan menjadi petualangan bahasa yang asyik.

Emha pernah berkata, apa yang ia tulis adalah hal yang sudah selesai. Tulisannya dok
...more
Yusnida Aziza
Jun 08, 2014 Yusnida Aziza rated it really liked it
Bijaksana yang sederhana :). Try it, you'll see. "Do not let what I've told you hear becomes guidance".
R.siberia
Sep 19, 2007 R.siberia rated it liked it
ini merupakan kumpulan tulisan dari Emha di media massa/Kompas. satu tulisan yang paling saya suka, " Gunung Jangan Pula Meletus" yang kebetulan tulisan pernah saya baca di harian Kompas, pada saat media massa tengah banyak menulis tulisan tentang gempabumi dan tsunami yang melanda Aceh, Desember 2004.

buku ini masih kalah bagus dari Slilit Sang Kyai.
pit onthel
Jul 14, 2008 pit onthel rated it it was amazing
ra dong..
tp asyik bwt nambah wawawsan sosial religi...

lucu tur nylekit..
Kusuka Membaca
Feb 13, 2011 Kusuka Membaca rated it it was amazing
Apakah sesuatu dapat menimpa kepada yang tidak ada?
Julio
Jan 22, 2009 Julio rated it really liked it
through this book, u will learn hw unique,brittle n patience our society. u will find laugh at yourself though;D
Hilmie Ahmeed
Hilmie Ahmeed rated it it was amazing
Apr 27, 2016
Musafa' Alli
Musafa' Alli marked it as to-read
Apr 26, 2016
Ferdian
Ferdian marked it as to-read
Apr 24, 2016
Fajrul Haq
Fajrul Haq marked it as to-read
Apr 22, 2016
Rifqi Agus
Rifqi Agus is currently reading it
Apr 20, 2016
Zamroni
Zamroni marked it as to-read
Apr 16, 2016
Hadil
Hadil marked it as to-read
Apr 09, 2016
Freakzrules
Freakzrules marked it as to-read
Apr 03, 2016
Abdi Muhammadi
Abdi Muhammadi marked it as to-read
Apr 01, 2016
Rizka Nur
Rizka Nur marked it as to-read
Mar 29, 2016
Taufik
Taufik marked it as to-read
Mar 28, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 20 21 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Mencari Bening Mata Air
  • Merantau Ke Deli
  • Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis
  • Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih (Mangan Ora Mangan Kumpul, #3)
  • Islam Aktual
  • Capita Selecta Jilid I
  • Kata, Waktu: Esai-esai Goenawan Mohamad, 1960-2001
  • Tuhan Tidak Perlu Dibela
  • Linguae
  • Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya
  • Misteri Shalat Subuh
  • Mati Ketawa Cara Rusia
  • Seandainya Saya Wartawan Tempo
  • Malam Pertama di Alam Kubur (Awwalu Laylatin fi Al-Qabri)
  • Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Selimut Debu
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas ...more
More about Emha Ainun Nadjib...

Share This Book