Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki” as Want to Read:
Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki

3.97 of 5 stars 3.97  ·  rating details  ·  152 ratings  ·  18 reviews
Melalui tulisannya ini, kita akan melihat sosok Cak Nun yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tentu saja beralasan, karena Cak Nun selama lebih 20 tahun berkeliling Nusantara untuk berjumpa dengan berbagai forum rakyat dan segmen sosial. Seperti golongan politik, etnik, dan agama. Berjumpa dengan buruh pencuri kayu hutan, pelacur, kumpulan preman aktif, ka ...more
Paperback, 258 pages
Published September 2007 by Gramedia (first published 2007)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki, please sign up.

Be the first to ask a question about Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 389)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Astrid
"Kebudayaan kita instan. Mi-nya instan. Lagunya instan. Maunya masuk sorga juga instan. Kalau bisa,dapat uang banyak langsung, ndak usah kerja ndak apa-apa. Kalau perlu ndak usah ada Indonesia ndak apa-apa, ndak usah ada Nabi dan Tuhan juga ndak apa-apa, asal saya punya duit banyak"

Membaca buku ini menjadi perkenalan pertamaku dengan tulisan Cak Nun ini.
Tidak mengecewakan sama sekali. Inspiratif sekali.
Topik-topik yang dibahas beragam (ada beberapa kutipan artikel-artikel Cak Nun yang pernah ter
...more
Ahmad
Tulisannya khas. Menggelitik.

Merged review:

Tulisan Cak Nun selalu menarik. Tak lantas mengikuti arus, Cak Nun lebih suka membuka jalur sendiri, memandang dari lubangnya sendiri. Dan tentu saja, tanpa bermaksud menggurui. Keren!!
Ryan
Sang Kyai Mbeling muncul kembali.
Setelah kumpulan esay Markesot dan Opless di awal tahun 90-an, dalam bukunya kali ini Emha masih mengangkat kritik sosial seputar budaya, politik, dan pemerintahan juga masalah kemasyarakatan lainnya.

Saya menyukai gaya bahasa renyah namun sarat makna khas Emha.
Idham
kumpulan tulisan cak nun, dulu waktu kuliah sering aku mendengarkan kajiannya di komunitas padang mbulan, cukup mencerahkan... walau kadang kata2nya cuman menentramkan jiwa ttp tdk menyelesaikan masalah...
Kasembadan
kocak menggelitik, sederhana, komplek, intelek sekaligus ndeso dan yang paling penting : isnpiratif
Andri
Kumpulan kolom Emha yang lebih baru, kumpulan tulisan sekitar periode tahun 2005-2996
Putra
lagi2 menantang kita untuk berpikir lebih luas...
gaya tulisannya khas...
nila
Kyai Bejo, Kyai Untungm Kyai Hoki dan
Kyai Nun :D
Agriek_ahmad
like this
Ginan Aulia Rahman
ini buku tulisan Emha Ainun Nadjib yang pertama kali saya punya dan saya baca. Saat pertama kali membacanya saya tidak langsung paham dan mengerti. Dulu ketika SMA otak saya dodol. Setelah saya baca kedua kalinya, saya baru jatuh cinta pada tulisan Emha.

Emha sangat cerdas melakukan akrobat kata. Kalimat dan kata yang ia tulis ajaib, seringkali indah. Gaya menulisnya seru dan menjadi petualangan bahasa yang asyik.

Emha pernah berkata, apa yang ia tulis adalah hal yang sudah selesai. Tulisannya dok
...more
Yusnida Aziza
Bijaksana yang sederhana :). Try it, you'll see. "Do not let what I've told you hear becomes guidance".
R.siberia
ini merupakan kumpulan tulisan dari Emha di media massa/Kompas. satu tulisan yang paling saya suka, " Gunung Jangan Pula Meletus" yang kebetulan tulisan pernah saya baca di harian Kompas, pada saat media massa tengah banyak menulis tulisan tentang gempabumi dan tsunami yang melanda Aceh, Desember 2004.

buku ini masih kalah bagus dari Slilit Sang Kyai.
pit onthel
ra dong..
tp asyik bwt nambah wawawsan sosial religi...

lucu tur nylekit..
Kusuka Membaca
Apakah sesuatu dapat menimpa kepada yang tidak ada?
Julio
through this book, u will learn hw unique,brittle n patience our society. u will find laugh at yourself though;D
Eko Witoyo
Eko Witoyo marked it as to-read
Dec 21, 2014
Faiq Irfan
Faiq Irfan marked it as to-read
Dec 03, 2014
Ilmawan
Ilmawan marked it as to-read
Dec 02, 2014
Kurniawan
Kurniawan marked it as to-read
Dec 01, 2014
Muhammad Rosyidi
Muhammad Rosyidi marked it as to-read
Nov 23, 2014
Jiwa Rasa
Jiwa Rasa marked it as to-read
Nov 13, 2014
Thohirin Muhammad
Thohirin Muhammad marked it as to-read
Nov 01, 2014
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 12 13 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Terusir
  • Linguae
  • Misteri Shalat Subuh
  • Mati Ketawa Cara Rusia (Russia Dies Laughing: Jokes from Soviet Russia)
  • Aa Gym, Apa Adanya
  • Tuhan Tidak Perlu Dibela
  • Malam Pertama di Alam Kubur (Awwalu Laylatin fi Al-Qabri)
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial
  • Selimut Debu
  • For a Future to Be Possible: Buddhist Ethics for Everyday Life
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Khotbah di Atas Bukit
  • Laki-laki Lain dalam Secarik Surat
  • Arok Dedes
  • The Right to Be Lazy
  • Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya
  • Nietzsche
626020
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas ...more
More about Emha Ainun Nadjib...
Slilit Sang Kiai Markesot Bertutur Markesot Bertutur Lagi Jejak Tinju Pak Kiai Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Share This Book