Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jalan Tak Ada Ujung” as Want to Read:
Jalan Tak Ada Ujung
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jalan Tak Ada Ujung

3.85  ·  Rating Details  ·  563 Ratings  ·  55 Reviews
Jakarta selama bulan-bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, adalah kota yang dicekam ketegangan. Ketegangan antara kelompok pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan dengan berbagai kesatuan tentara Jepang yang menunggu-nunggu kedatangan tentara sekutu, karena pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan sedang asik mengumpulkan persenjataan dari pasukan-pasu ...more
Paperback, 167 pages
Published 1992 by Yayasan Obor Indonesia (first published 1952)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jalan Tak Ada Ujung, please sign up.

Be the first to ask a question about Jalan Tak Ada Ujung

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
83rd out of 490 books — 1,721 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariJejak Langkah by Pramoedya Ananta Toer
Novel Indonesia Terbaik
36th out of 332 books — 324 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,134)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Sandra dewi
Jan 14, 2010 Sandra dewi rated it it was amazing
waaah. gw bener2 ga tahu kalo novel ini pernah masuk dalam pelajaran b. indonesia qta jaman sekolah dulu (b. indonesia termasuk pelajaran yg tidak menyenangkan pada saat itu). secara nggak sengaja ketemu buku ini dan iseng2 dibaca aja karena dari nama pengarangnya cukup dikenal. rasa bergidik, sedih dan takjub menjadi satu ketika baca buku ini. sebenarnya nggak pernah ngerasain suasana perang tapi novel ini tanpa mengumbar dengan kata2 yang kasar, tetap bisa bikin qta ikut merasakan suasananya.. ...more
Fiza M.
Mar 30, 2015 Fiza M. rated it really liked it
Buku kedua penulis yang saya baca selepas 'Perempuan'. Penulisan-nya sentiasa menarik hati saya-- tidak jemu walau berkait hal perang (tidak secara keseluruhan) dan perjuangan.

Gemar dengan penceritaan kisah Guru Isa dari awal hingga akhir walau saya sedikit terkesan dengan ending-nya yang begitu saja-- sekurangnya saya berharap ada sedikit closure tentang hubungan Guru Isa dan Fatimah namun saya akur barangkali ending yang begitu lebih adil bagi buku ini.

4 bintang ya!
Endah
Jan 11, 2009 Endah rated it really liked it
Apakah judul novel yang tokoh utamanya bernama Guru Isa? Siapakah pengarangnya?
Masih ingat nggak pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang sering diajukan oleh guru-guru bahasa Indonesia kita sewaktu di SMP atau di SMA dulu? Lalu kita menjawabnya bahwa buku itu adalah Jalan Tak Ada Ujung. Pengarangnya : Mochtar Lubis. Apakah kita mengetahui jawaban tersebut karena kita telah membaca novel itu? Atau sekadar menghapalnya saja? Kalau saya sih tahunya karena menghapal. Novel itu sendiri baru saya tama
...more
Jaka Santana
Nov 04, 2014 Jaka Santana rated it really liked it
Buku ini menggambarkan ketika masa perjuangan setelah kemerdaan Indonesia 1945-194x. Walau telah merdeka, rakyat masih merasa terancam hidupnya.

Buku ini menceritakan salah seorang yang biasa saja, Isa namanya. Dia bukan tentara, bukan seorang idealis, hanya orang biasa yang ketakutan dan ketakutan sepanjang hidupnya. Kejadian demi kejadian terjadi pada Guru Isa, kejadian yang membuat dirinnya semakin larut dalam ketakutan hidup.

Bahasa yang digunakan Mochtar Lubis menggunakan dialog khas masa i
...more
Ikram
Jun 24, 2007 Ikram rated it it was ok  ·  review of another edition
Pada titik tertentu, orang bisa berubah. Yang semula penakut menjadi pemberani.
Azia
Sep 23, 2012 Azia rated it really liked it
“Saya sudah tahu –semenjak semula—bahwa jalan yang kutempuh ini adalah tidak ada ujung. Dia tidak akan habis-habisnya kita tempuh. Mulai dari sini, terus, terus, terus, tidak ada ujungnya. Perjuangan ini, meskipun kita sudah merdeka, belum juga sampai ke ujungnya. Dimana ujung jalan perjuangan dan perburuan manusia mencari bahagia? Dalam hidup manusia selalu setiap waktu ada musuh dan rintangan-rintangan yang harus dilawan dan dikalahkan. Habis satu muncul yang lain, demikian seterusnya. Sekali ...more
Tri Asep Tumbara
Apr 28, 2016 Tri Asep Tumbara rated it it was amazing
Mochtar Lubis adalah ahlinya membuat kata-kata yang begitu menyentuh perasaan. Dua bukunya yang telah saya baca, semuanya begitu menyentuh. Salah satu dari kedua buku itu adalah Jalan Tak Ada Ujung.

Buku Jalan Tak Ada Ujung berlatar masa pasca-kemerdekaan, masa yang diharapkan bangsa Indonesia sebagai masa pembebasan, masa bebas dari penjajahan dimana kemakmuran terwujud. Tetapi kenyataannya masa ini adalah masa yang kelam, perang masih ada dimana-mana, bentrok dimana-mana, bangsa Indonesia sama
...more
Fakhrul Muslim
Jul 13, 2014 Fakhrul Muslim rated it liked it
Setiap manusia tentu mempunyai rasa takut. Pertanyaannya, sebesar apa pengaruh rasa takut itu bagi kehidupan seseorang? Bagi guru Isa, tokoh utama buku ini, takut adalah kesehariannya. Takut pada serdadu musuh, pada para pejuang kemerdekaan,takut pada istri, takut tidak bisa makan, dan beragam ketakutan lainnya yang tentu juga dialami oleh rakyat Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. Sedemikian takutnya, bahkan ia tidak bisa menceritakan ketakutannya itu pada siapapun, dan hanya membiarkan ...more
Ratih Rimayanti
Dec 12, 2014 Ratih Rimayanti rated it liked it
Kutipan favorit:

"...ini musik menyanyikan perjuangan manusia sebagai manusia, manusia seorang-seorang. ...Perjuangan manusia yang bukan dalam gerombolan. Bukan salak serigala dalam kawanan yang melakukan pemburuan. Tetapi salak serigala dan geram sedu-sedan dan teriak nyaring serigala seekor-seekor yang merebut hidup. Bagiku individu itu adalah tujuan, dan bukan alat mencapai tujuan. Kebahagiaan manusia adalah dalam perkembangan orang seorang yang sempurna dan harmonis dengan manusia lain. Negar
...more
Marina Zala
** Books 111 - 2014 **

Buku ini secara keseluruhan menggambarkan pergolakan batin yang sangat menyiksa di dalam diri Guru Isa, seorang guru sekolah biasa.. di jaman itu, pemuda2 indonesia berusaha merebut kemerdekaan dan membangkang dari tentara2 Belanda. Alkisah, seorang sahabat Guru Isa, Hazil mengajak dia untuk turut berperang.. Namun timbullah pergolakan batin yg kuat antara ketakutannya untuk berperang dan kemauannya untuk ikut berperang..

well, novel ini menarik buat saya dari segi cerita,
...more
Abi Ghifari
Feb 18, 2015 Abi Ghifari rated it liked it
Shelves: novel
Jakarta pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan kota yang mencekam. Perseteruan yang terjadi antara para pemuda yang mengagungkan revolusi kemerdekaan dengan sisa tentara Jepang, Belanda, serta tambahan pasukan Sekutu dalam naungan NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) berpengaruh besar pada setiap segi kehidupan manusia di ibukota ini. Kelumpuhan ekonomi, bentrokan sporadis, kelaparan, pemerkosaan, kekerasan dan pembunuhan terjadi di setiap sudut kota atas nama revolusi. ...more
rivanlee
Jun 18, 2015 rivanlee rated it liked it
seri buku mini lain Mochtar Lubis yang saya baca setelah Harimau! Harimau!
buku ini bercerita tentang Guru Isa, yang benci akan peperangan tapi dalam perjalanannya ia dimintai tolong untuk menyelundupkan senjata ke Karawang di tengah penjagaan NICA. hal menarik dari buku ini adalah pesan dari judul ini tersampaikan dengan apik di akhir cerita, bahwa yang membuat jalan tak ada ujung ialah ketakutan manusia itu sendiri.

namun, jika dibandingkan dengan Harimau! Harimau! karakter per orang yang ada d
...more
Biondy
Judul: Jalan Tak Ada Ujung
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Halaman: 167 halaman
Terbitan: 1992

"Jalan Tak Ada Ujung" bercerita tentang Guru Isa, seorang guru sekolah yang juga merupakan "pemimpin" kelompok pemuda yang menginginkan kemerdekaan Indonesia.

Guru Isa yang cinta damai sebenarnya takut untuk menerima jabatannya di kelompok itu, tetapi dia takut bisa-bisa dikira pengkhianat bangsa kalau dia menolak. Salah-salah nyawana melayang karena itu. Maka, dengan berat hati, dim
...more
Jusmalia Oktaviani
Apr 29, 2013 Jusmalia Oktaviani rated it it was amazing
Kemerdekaan, rupanya adalah sebuah awal, bukan sebuah tujuan semata. Begitu memilih jalan perjuangan untuk menuju kemerdekaan, maka jalan itu akan berupa jalan yang tak ada ujung. Takkan ada habis-habisnya, bahkan setelah kemerdekaan itu sendiri diraih.

Itulah salah satu pesan yang saya tangkap dari buku karangan Mochtar Lubis ini. Guru Isa, tokoh utama dalam buku ini merupakan pecinta damai, yang tidak mau melakukan kekerasan meski sedikit. Rasa kemanusiaannya begitu halus, sehingga baginya kek
...more
Ester Silitonga
May 04, 2013 Ester Silitonga rated it liked it
Shelves: indonesiaku
Kisah ini menceritakan tentang kemelut permasalahan yang dialami oleh Guru Isa. Ia merupakan seorang lelaki berumur 35 tahun yang mempunyai penyakit impoten sehingga hubungan rumah tangganya menjadi dingin. Guru Isa mengakui bahwa dirinya adalah seseorang yang ‘menerima damai’. Ia tidak suka melihat kekerasan yang terjadi di sekelilingnya saat itu.

Latar dari buku ini adalah masa setelah revolusi tahun 1946 hingga 1947. Bagaimana perubahan itu membawa pengaruh besar bagi perilaku dan pemikiran o
...more
Awanama
Sep 16, 2011 Awanama rated it it was amazing
"Apa yang harus kita punyai agar kita bebas dari ketakutan?"
Begitulah bunyi kutipan dari Jules Romains yang dipakai Mochtar Lubis untuk membuka cerita ini. Sekaligus memberi petunjuk pada pembaca tentang isi dari keseluruhan buku ini. Hal tersebut diceritakan dengan menggunakan dua sudut pandang yang bertolak belakan sama sekali. Begitu jelas perbedaan antara kedua sudut pandang itu. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana akhir dari kedua sudut pandang itu meskipun sejak awal dipaparkan inti-inti da
...more
Farras Hasna
May 17, 2014 Farras Hasna rated it liked it
Bacaan yang ringan namun memerlukan konsentrasi untuk memahami setiap alur cerita. Cenderung menceritakan konflik batin tokoh utama. Penggambaran tokoh dan deskripsi suasana tidak terlalu buruk, mampu membuat cerita lebih hidup dengan penuturan pemikiran para tokoh pada cerita ini. Akhir cerita yang menggantung, membuat pembaca harus menebak sendiri nasib akhir sang tokoh utama. Over all, not bad.
Rahmadi Fajar Himawan
Warning : spoiler alert.


Novel jaman SMP, novel paling favorit, karena berhasil membawa saya dalam perasaan setiap orang yang hidup di Jakarta pada zaman pasca Perang Dunia II yang sarat dengan ketidak-pastian nasib, kelaparan, dan ancaman kematian : takut.

Guru Isa bisa jadi salah satu karakter fiksi yang paling membekas dalam benak saya. Guru Isa yang mengaku diri sebagai pengecut. Guru Isa yang tidak bisa memuaskan hasrat istrinya. Guru Isa yang diam-diam mencuri buku di sekolah dan menjualnya
...more
Jessica
Apr 17, 2012 Jessica rated it it was amazing
jalan tak ada ujung menceritakan mengenai pemikiran guru Isa yang selalu ketakutan. Setting cerita adalah ketika Indonesia baru mengklaim kemerdekaannya dan Belanda sedang mengencar agresi militer di Indonesia.

Agresi militer belanda mengakibatkan terseretnya guru isa dalam kelompok pejuang tanah air. guru isa yang penakut terkurung dalam pemikirannya bahwa dia akan ditangkap dan disiksa oleh belanda. dan dalam pemikirannya itu guru isa menderita, impoten dan tersiksa.

karena guru isa impoten, ist
...more
Kelana Wisnu
Oct 14, 2015 Kelana Wisnu rated it it was amazing
Aku memang cinta tanah air, tetapi dalam darahku tidak ada atau belum ada itu tradisi yang mendorong aku berkorban darah dan jiwa untuk tanah air. Untuk ini aku belum pernah hidup dalam tanah air yang mesti dibela dengan darah, jadi juga jika ada orang yang berkata mempunyai semangaat seperti ini, maka itu semangat ada semangat palsu dan dibikin-bikin.
Darnia
MT mode: on

"Berdamailah dengan ketakutanmu, karena semua orang pasti memiliki ketakutannya masing-masing."

MT mode: off

Btw, di sini gw baru tau kalo pasca Proklamasi 1945, Jakarta pernah didudukin oleh tentara Inggris berkebangsaan India yg disebut "ubel-ubel" (CMIIW ya...). NICA-kah?
Yuli Hasmaliah
Feb 26, 2016 Yuli Hasmaliah rated it it was amazing
Pada awal mulanya aku begitu membenci guru isa. Namun aku tahu akhirnya, karena guru isa aku bisa belajar sesuatu, bahwa dalam hidup aku harus bisa melawan atau bahkan harus dan bis saja seketika dipaksa untuk menerima rasa ketakutan yang berasal dari dalam diriku sendiri.
Gus
Aug 01, 2014 Gus rated it it was amazing
Membaca buku ini, saya serasa menemukan kembali spirit perjuangan yang sempat mengendur dan memudar. Jalan Tak Ada Ujung adalah sebuah penegasan akan esensi dari sebuah perjuangan anak manusia dalam menggapai takdir kebahagaiannya masing-masing.
Geoffrey
A little disappointing--the central narrative is pretty simplistic, and the protagonist's "redemption" in the end seems preordained yet not wholly plausible.
Yan Latifah
Jan 31, 2016 Yan Latifah rated it liked it
kutipan favorit : "setiap orang punya ketakutan sendiri, dan mesti belajar hidup dan mengalahkan ketakutannya" (Guru Isa, Jalan tak ada ujung)
Lynossa
Jul 12, 2014 Lynossa rated it really liked it
Shelves: read-in-2014
Buku yang menceritakan kehidupan rakyat biasa di Jakarta setahun setelah proklamasi kemerdekaan.
Muhai Ahmad
Jan 17, 2014 Muhai Ahmad rated it really liked it
kita terbiasa membaca novel yang tokohnya adalah manusia ideal, heroik.
di 90% novel ini, saya dibuat gregeten dengan guru isa yang lembek, menyedihkan.

tapi hebatnya pak muchtar, pada akhirnya dia bisa menjangkau kepribadian kita dengan mengungkapkan kejujuran yang alami. ketakutan.
Avicenna Santana
Jun 01, 2015 Avicenna Santana rated it it was amazing
Karena kemerdekaan tidak semanis timeline di buku sejarah. Penting buat dibaca.
Ulik
May 25, 2014 Ulik rated it really liked it
Anxious of life is never die. It comes through just like never end way.
cindy
Nov 10, 2013 cindy rated it really liked it
Kisah romans berlatar sejarah perjuangan era tahun 1946-1947 yang sangat intens mengulik rasa ketakutan yang dialami seorang manusia, sebagai seorang pejuang maupun sebagai seorang laki-laki.

Aku menyukai settingnya, menikmati bahasa zadulnya dan gaya penceritaannya yang sederhana dan sangat suka penggambaran pergolakan batin tokohnya... dan kalau boleh kukatakan, lebih daripada Harimau! Harimau!
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 37 38 next »
topics  posts  views  last activity   
damai dengan ketakutan=kelaki-lakiannya muncul kembali 1 5 Jan 17, 2014 12:05PM  
  • Merahnya Merah
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Belenggu
  • Di Kaki Bukit Cibalak
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Negeri Senja
  • Atheis
  • Kau Memanggilku Malaikat
  • Salah Asuhan
529648
Mochtar Lubis lahir tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Mendapat pendidikan di Sekolah Ekonomi INS Kayu Tanam, Sumatera serta Jefferson Fellowship East and West Center, Universitas Hawai. Aktif sebagai penerbit dan Pemimpin Redaksi Harian Indonesia Raya Jakarta. Memperoleh Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusasteraan; Golden Pen Award dari International Association of Editors and Publishers. Ha ...more
More about Mochtar Lubis...

Share This Book



“Saya sudah tahu -- semenjak semula -- bahwa jalan yang kutempuh ini adalah tidak ada ujung. Dia tidak akan habis-habisnya kita tempuh. Mulai dari sini, terus, terus, terus, tidak ada ujungnya. Perjuangan ini, meskipun kita sudah merdeka, belum juga sampai ke ujungnya. Dimana ujung jalan perjuangan dan perburuan manusia mencari bahagia? Dalam hidup manusia selalu setiap waktu ada musuh dan rintangan-rintangan yang harus dilawan dan dikalahkan. Habis satu muncul yang lain, demikian seterusnya. Sekali kita memilih jalan perjuangan, maka itu jalan tak ada ujungnya. Dan kita, engkau, aku, semuanya telah memilih jalan perjuangan.” 20 likes
More quotes…