Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pengakuan Algojo 1965: Investigasi TEMPO Perihal Pembantaian 1965” as Want to Read:
Pengakuan Algojo 1965: Investigasi TEMPO Perihal Pembantaian 1965
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pengakuan Algojo 1965: Investigasi TEMPO Perihal Pembantaian 1965

4.15 of 5 stars 4.15  ·  rating details  ·  93 ratings  ·  19 reviews
Kebijakan pemberantasan orang-orang PKI dan para simpatisannya menyulut api pembunuhan yang membakar Jawa dan Bali, dan terus menyebar ke daerah lain. Algojo bermunculan. Atas nama dendam pribadi, keyakinan, atau tugas negara, para algojo menghunus pedang menyembelih mereka yang dicap PKI. Mayat mereka dibuang begitu saja ke jurang, sungai, atau luweng. Mengapa para pelaku ...more
Paperback, 177 pages
Published September 2013 by Tempo Publishing
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pengakuan Algojo 1965, please sign up.

Be the first to ask a question about Pengakuan Algojo 1965

Community Reviews

(showing 1-30 of 348)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Pra
Oct 16, 2013 Pra marked it as sudah-punya-tapi-belum-dibaca
Shelves: peristiwa-kiri
Meski sudah punya yang edisi majalah, tetap beli yang edisi buku.
Bila biasanya buku seri liputan khusus Tempo diterbitkan KPG, tapi khusus yang Algojo 1965 ini diterbitkan Tempo sendiri. Kabarnya pihak KPG tidak berani menerbitkan buku ini.
Christie Afriani
ah ya, terima kasih Tempo. Sepanjang membaca ini saya merinding membayangkan peristiwa ini pernah terjadi, bagaimana ternyata tetap agama yang menjadi dogma. Pusing saya memikirkan kalau dulu orang-orang menganggap membasmi PKI adalah jihad dan yang belum membunuh adalah kafir. Ngilu juga membaca kesaksian para algojo yang hobinya menebas kepala orang dan sampai saat ini, tidak ada rasa menyesal terbersit di kepala mereka.
Bambang Yuno
Sejarah, tak lepas dari siapa yang berkuasa, tetapi pecinta sejarah pasti akan mencari kebenaran atas sejarah yang telah dituliskan oleh penguasa tersebut.. Tempo adalah salah satu pecinta sejarah itu

Buku ini sudah saya baca, sekarang saya mau nyari film nya ..

Salam Jasmerah !!!
Finesta Biyantika
Udah beli lama tapi baru sempet baca sekarang. Membuka pikiran banget, apalagi sebelumnya udah nonton The Act of Killing juga. Ngeri banget, ternyata sejarah Indonesia sekelam itu.
Marina Zala
** Books 86 - 2015 **

4,3 dari 5 bintang!

Buku ini mengupas kisah pengakuan para Algojo pembantaian Massal tahun 1965. Saya tadinya hanya mengira kalau tentara lah yang bermain di balik layar ini ternyata organisasi afiliasi PBNU juga terlibat didalamnya.. Saya melihat didaerah2 terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan papua orang-orang PKI mulai memaksa pemilik tanah menyerahkan tanah mereka dengan sukarela selain yang bukan di kecamatannya dan masih banyak konflik-konflik yang memicu pembant
...more
Darnia
Udah baca versi majalahnya dan punya dua eksemplar. sebuah kenyataan yang apabila disampaikan jaman gw dapet pelajaran PSPB atau Sejarah pas sekolah dulu gak bakalan percaya.

Gw DULU adalah orang yg cenderung menganggap sejarah adalah sebuah dongeng belaka. Makin lama, makin nampaklah bodohnya gw, dimana kata dongeng dalam konteks tersebut harus gw kasih tanda petik ("...") karena bukan sekedar dongeng.

sebuah kisah pahit tentang negeri ini. bukan siapa yg benar dan siapa yang salah, tapi konspira
...more
Muhammad Irfan
Masyarakat Indonesia jika ditanya apakah yang terjadi pada tahun 1965 Pasca tertembaknya jendral-jendral pahlawan revolusi? Pasti sebagian dari mereka akan menjawab ditumpasnya Partai Komunis Indonesia, mereka tidak mengetahui bahwa penumpasannya bersifat masif, berdarah dan berkelanjutan dari 1965 sampai sekitar tahun 1980an. Ribuan kader dan tertuduh komunis dipenjarakan dan dieksekusi tanpa pengadilan terlebih dahulu. Korbannya bahkan tidak jelas, yang pasti jutaan orang telah dihabisi.

Invest
...more
Hlistiani
Banyak kejutan ketika membaca Tempo edisi ini. Tidak kaget ketika edisi ini akhirnya jadi susah dicari pada masanya.
Kisah tragedi 1965 diceritakan langsung dari narasumbernya. Para algojo yang masih segar bugar diusia senjanya "dipaksa" mengingat lagi kejadian 1965. Awal tragedi 1965 yang didasari tragedi G30S/PKI ini ternyata terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Sadisnya pembunuhan masal diceritakan detail di sini. Penasaran?
Muthia Astari
Dengan bergantinya kekuasaan, maka lain pula tafsir sejarah yang dapat diperoleh terhadap suatu kejadian. Membaca buku ini membuat saya melihat sisi lain dari lembar hitam sejarah Indonesia yang selama ini saya ketahui hanya dari peringatan dan film propaganda di televisi tiap tahun.

"Bagi sebagian besar anggota masyarakat, khususnya generasi muda, yang perlu dilawan adalah ketidaktahuan. Bukan lupa. Bagaimana bisa lupa jika tidak tahu sejarah sama sekali?"
Imam Rahmanto
"Banyak orang mangampanyekan slogan 'menolak lupa' terhadap kejahatan 1965. Memang telah terjadi amnesia sejarah dalam lingkup bangsa-negara Indonesia. Tapi, bagi sebagian besar anggota masyarakat, khususnya generasi muda, yang perlu dilawan adalah ketidaktahuan. Bukan lupa. Bagaimana bisa lupa jika tidak tahu sejarah sama sekali?" --Ariel Heryanto--
nawir nawir
Buku ini cukup membuat hati saya ngilu membayangkan keadaan ketika itu yang kelak menorehkan luka dalam yang panjang dan belum kunjung sembuh. Bagi saya, terus terang bingung seperti apa cara rekonsiliasi yang tepat. Menyembunyikan atau mengungkapkan kah yang tepat?
Fath Surya
Buku ini memberi pandangan lain terhadap masa lalu Indonesia. Sangat berbeda dengan apa yang selama ini dituliskan di buku sejarah pelajaran mulai dari SD sampai SMA.
Menurut saya penulisannya objektif tanpa ada unsur menuding pihak yang terlibat.
Saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca semua kalangan.
Debereh
Saya suka sekali dengan pekerjaan Tim Investigasi yang dengan hati - hati dapat menguak algojo - algojo yang ada saat ada konflik PKI.
Dimas Abi
Keren, dan saya bergidik membacanya.
Yohanes Febriwijaya
what a surprising book, even though i was not there, but my father and grandfather have been a victim too, although not too severe, thanks to God
Indah Threez Lestari
727 - 2013

Sudah baca versi majalahnya. Itu pun aku beli dua versi, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sekarang beli versi bukunya. Luar biasa memang, harus diterbitkan oleh penerbit Tempo sendiri, tidak diterbitkan oleh KPG seperti edisi khusus TEMPO yang lain.
Langit Amaravati
Sebagai generasi yang dipaksa ahistoris, buku ini sedikit banyak meluruskan paradigma yang selama ini dicangkokkan ke dalam kepala saya.
Son
Tragedi yang selalu menarik untuk di telaah
Nova El Maidah
belajar sejarah dari sudut pandang yang berbeda
Vanda Kemala
Vanda Kemala is currently reading it
Aug 27, 2015
Bjo
Bjo marked it as to-read
Aug 26, 2015
Brul
Brul marked it as to-read
Aug 23, 2015
indonenglish
indonenglish marked it as to-read
Aug 17, 2015
Nina Jujuk
Nina Jujuk marked it as to-read
Aug 16, 2015
Dwi Koen
Dwi Koen marked it as to-read
Aug 14, 2015
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Palu Arit di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (1965-1966)
  • Entrok
  • Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
  • Hoa kiau di Indonesia
  • Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis
  • Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
  • Kerajaan Aceh: Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
  • Manusia & Pengharapan: Segelas Beras untuk Berdua
  • Godlob: Kumpulan Cerita Pendek
  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd
  • Sejarah Indonesia Modern
  • Bukan 350 Tahun Dijajah
  • Nusantara: Sejarah Indonesia
  • Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Canting

Share This Book