Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)” as Want to Read:
Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungan Jawab)

3.71 of 5 stars 3.71  ·  rating details  ·  269 ratings  ·  44 reviews
ceramah pada tanggal 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki- Jakarta
Paperback, 135 pages
Published 1978 by Yayasan Idayu (first published 1977)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Manusia Indonesia, please sign up.

Be the first to ask a question about Manusia Indonesia

Community Reviews

(showing 1-30 of 891)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Robert
Sebuah buku yang kontroversial di zamannya. Di akhir tahun 1970-an, Mochtar Lubis menulis buku yang membongkar potret-potret kebobrokan manusia Indonesia. Saya lupa apa saja, tetapi di antaranya adalah: munafik, pemalas, berjiwa feodal, korupsi, dan gemar mencari kambing hitam. Lubis cuma menyanjung sisi positif orang Indonesia dari segi kemampuan artistik (seni) saja.

Di halaman belakang, Lubis menyisipkan berbagai tanggapan pembaca mengenai buku ini. Lebih banyak yang kontra daripada yang pro,
...more
Arfan
"Wajah lama sudah tak keruan di kaca, sedang wajah baru belum jua jelas." Itulah kutipan kalimat yang cukup menohok untuk mengawali sebuah buku yang cukup kontroversial di jamannya. Tepatnya sebuah buku yang disarikan dari naskah pidato kebudayaan Mochtar Lubis pada 6 April 1977, di TMII Jakarta.

Pertanyaannya, apa yang membuat buku ini kontoversial? Jawabannya adalah keseluruhan isi pidato Mochtar Lubis yang sangat tajam mengkritik keadaan sosial masyarakat Indonesia pada waktu itu. Bayangkan, s
...more
Muhammad Fadel
Buku yang sangat lugas, dan gamblang menggambarkan ciri manusia Indonesia. Meskipun ditulis pada tahun 1977, buku ini masih sangat relevan dengan kondisi kekinian Indonesia, Sebuah buku yang sangat baik untuk merefleksikan kembali konsep masyarakat Indonesia yang kita kenal saat ini.
Danies
Nov 04, 2009 Danies rated it 4 of 5 stars
Shelves: 300
"Saya mengusulkan... Ah, apa yang hendak saya usulkan??? Saya usulkan kita di Indonesia bersikap lebih manusia terhadap sesama manusia kita."

Mochtar Lubis dalam Manusia Indonesia: Sebuah Pertanggunjawaban

Rifky Ferdiansyah
Saya baca buku dengan edisi cetakan kelima oleh Yayasan Obor Indonesia.
Sangat menarik karena apa yang telah dikemukanan penulis tahun 1977 di Taman Ismail Marzuki, dimana rezim Orde Baru sedang berkuasa selain ternyata masih memiliki relevansi dengan kondisi Indonesia sekarang ini. Pandangan Mochtar Lubis ttng Manusia Indonesia saat itu memang diakuinya bukanlah hasil penelitian yang menggunakan penelitian ilmiah, malainkan hanya pandangan yang dilakukannya secara mendalam.

Selain itu, di buku te
...more
Annisa Paramita
Memang susah menggeneralisasi manusia indonesia dalam satu karakteristik.
Namun buku ini saya rasa cukup kompeten untuk dijadikan acuan referensi walaupun masih terasa subyektif. Yang cukup menarik untuk disimak adalah perdebatan antar tanggapan oleh orang yang ahli di bidangnya dari pembaca pidato.

satu kata yang sangat saya ingat :
De fiere sumantraan, de beschaafde javaan, de dappere menadonees, de trouwe ambonees

HIDUP INDONESIA!!

saya paling suka sifat yang dijelaskan oleh mochtar lubis ..orang
...more
rati
Ditulis dan dibacakan di TIM 31 tahun yang lalu, apa yang diungkapkan Mochtar Lubis masih relevan untuk direnungkan saat ini. Membaca buku ini, tampak banyak hal-hal buruk pada bangsa kita yang belum berubah, bahkan sebagian perkiraan Mochtar telah benar-benar terjadi saat ini, misalnya mengenai modal/bakat yang dapat dikembangkan orang Indonesia, pentingnya ketahanan pangan, kerusakan lingkungan, dll. Ternyata kondisi kita memang belum beranjak jauh dari 31 tahun yang lalu, sebaliknya Mochtar t ...more
Amri Wicaksono Pribadi
Membaca buku ini seolah sedang berkaca pada sebuah cermin, melihat refleksi manusia-manusia Indonesia dari sebuah cermin yang bersih.. begitu polos dan jujur.

Walaupun memang bangsa Indonesia begitu beraneka ragam dan tidak bisa disamaratakan, namun buku ini cukup mewakili sifat-sifat yang sering kita dapatkan pada manusia-manusia Indonesia.

Miris memang..
 Δx Δp ≥ ½ ħ
berani dan berbahaya. duh, jadi malu sendiri. tapi bagian yg paling seru yg pas bagian polemiknya. berbalas surat gituh. ahahaha


*yay! akhirnya dapet bukunya seharag 3rb sahaja*
Abi Ghifari
"Manusia Indonesia" merupakan buku yang didasarkan atas pidato Mochtar Lubis pada tanggal 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki. Pidatonya tersebut merupakan sebuah pengungkapan pemikirannya (atau menurut istilahnya sebuah "pertanggungan-jawab") terhadap jati diri dan karakter Manusia Indonesia sesungguhnya.

Mochtar memulai pemaparannya dengan menelusuri sejarah dan latar belakang umum terbentuknya karakter bangsa Indonesia, baik secara sosial, budaya, kemasyarakatan, dan agama hingga terjadinya p
...more
Randhy Nugroho
Banyak sekali hal-hal yang perlu lantang disuarakan dari kebobrokan bangsa kita secara umum. Dan dari sekian banyak orang, Mochtar Lubis berdiri untuk mengungkapkan hal tersebut. Di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1977, dia berpidato. Menurutnya, ada enam ciri utama Manusia Indonesia: munafik, enggan bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya takhayul, artistik dan lemah karakternya.

Apa adil untuk menilai masyarakat kita dengan enam poin tersebut? Banyak orang berkata tidak. Banyak juga piha
...more
Desy Azwir
"Mungkin dua puluh tahun lagi adalah sangat modern untuk menuntut agar jangan lagi pohon kayu dipotong dan hutan rimba dipotong semena-mena" (Lubis, 1977)

Dihitung dari sejak ceramah itu, berarti sekarang sudah 38 tahun. Harapan yang tertuang perlahan tampak terealisasi kini. Seperti juga harapan tentang budaya Indonesia yang dapat dijadikan salah satu industri. Misalnya saja para disainer pakaian berlomba memperkenalkan kain-kain khas Indonesia itu melalui rancangannya. Ayo manusia Indonesia, ki
...more
Antariksa Akhmadi
Ada enam sifat manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis: hipokrit alias munafik, enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, memiliki bakat seni, dan memiliki watak yang lemah. Dengan keras ia melalui pidato kebudayaannya mengkritik tatanan masyarakat di akhir tahun 70-an. Di situ juga banyak wanti-wanti bahwa jika tahun 2000 situasi itu tidak berubah, maka masyarakat kita bakal makin terpuruk. Sayangnya, tahun 2015 ini pidato itu tetap menyengat dan masih mencerminkan mentalitas ...more
Avicenna Santana
Sebenarnya ga kontroversial-kontroversial amat. Justru begitu tajam, tapi sayangnya, memang kurang jernih, sehingga menimbulkan pesimisme yang besar.

Tapi kalau lihat bagian tanggapan dan tanggapan terhadap tanggapan yang ada di belakang, sesungguhnya klaim Mochtar Lubis boleh dibilang cukup tuntas.

Dan gue sangat suka ketika Mochtar Lubis menanggapi Sarlito, HAHAHA. BEST PART!
Hari Anggit
buku ini menjadi salah satu media mengetahui bagaimana dinamika dialog cendekiawan di masa lalu, yang lugas, blak-blakan.

ntahlah, apakah yang dituliskan Mochtar Lubis karakter masyarakat indonesia benar atau tidak itu tidak penting, justru yang terpenting adalah menjadi evaluasi dan pengawal bagi kita masyarakat Indonesia dalam menjaga sikap.
Marina Zala
** Books 176 - 2014 **

Buku ini mengisahkan tentang sifat2 manusia indonesia yang munafik, tidak mau bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya pada takahyul. berbakat seni dan lemah karakternya. meskipun semua steorotipe ini tidaklah benar.. karena gak bisa di generalisasi seperti itu.. cuma membuat saya tergelitik karena saya merasakan masih menemukan beberapa hal yang masih terlihat di masyarakat.

buku ini saya berikan 3,2 dari 5 bintang! :)
Nur Fajrianti
mencengangkan, ternyata "manusia Indonesia" tak sebaik "manusia Indonesia" yang seharusnya.
Ahmad Syuhada
Masih relevan dengan kondisi zaman apapun. Karena ini sifat-sifat umum dari manusia :)
Bagus Hanindhito
Buku ini berisi pandangan penulis mengenai masyarakat Indonesia beserta sifat-sifatnya baik itu sifat positif maupun negatif. Walaupun terlalu berlebihan dengan melakukan generalisasi seperti itu, beberapa diantaranya memang benar apa adanya dan pernah saya temui di kehidupan nyata. Memang sulit menentukan sifat general masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa. Secara keseluruhan, buku ini sangat baik untuk dibaca dan dapat dijadikan bahan refleksi diri untuk memperbaiki ...more
Alit Parwita
Gimana cara baca bukunya. Mhn dikasitahu...
Wahyu Awaludin
ngeri ngeri sedap
za
Buku ini diberikan oleh teman diskusi ku yang baik hati manis lucu pinter juga imut :-D Ia bilang, tak sengaja membelikan untuk ku. Ia bilang, ingat aku sewaktu melihat buku ini.

Layaknya buku-buku yang diberikan oleh orang lain kepada ku, aku memintanya menulis pesan. Aku lupa persisnya, tapi kurang lebih seperti ini, "Buat bahan bacaan aja. Jangan mikir yang serem-serem. Met baca!"

Buku ini merupakan orasi kebudayaan Mochtar Lubis. Isinya adalah sifat-sifat buruk orang Indonesia.
Fariza
Saya percaya sedikit sebanyak yang dibincangkan oleh Mochtar Lubis ada benarnya dengan rakyat Malaysia sendiri. Di zaman moden ini lebih banyak kakarutan moden pula yang timbul. manusia sentiasa memilih seuatu untuk dipercayai itu adalah hakikat.

menariknya manusia Indonesia itu memang ada uniknya.

p/s: Saya memang peminat tulisan Mochtar Lubis. Bahasa Indonesia memang best.. haha

Devina Martha Safira
Berbicara tentang Indonesia, tentu kita melihat sisi kemanusiaan yang berada di dalamnya. Mochtar Lubis, dalam sebuah pidatonya memuat keenam ciri manusia Indonesia yang berasal dari sudut pandangnya. Tak sepenuhnya persepsinya benar, namun bukan berarti buku ini dikatakan jelek. Buku yang sangat amat bagus untuk dibaca dan dipelajari, sekaligus berkaca memngenai diri sendiri.
Pudji Tursana
"buku yang mengembalikan kita kepada realita....ada banyak hal belum berubah di Indonesia, bersamaan dengan perubahan luar biasa yang tidak siap disikapi dengan arif....buku yang menunjukkan kepada kita, ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai manusia (Indonesia)...."
Agoes
Isinya kritik sosial, tapi mungkin dalam hal-hal tertentu kritiknya terlalu umum dan bisa disampaikan kepada siapa pun (tidak hanya orang Indonesia saja. Lama kelamaan jadi agak bosen bacanya karena terkesan seperti ngedengerin orang ngedumel panjang lebar.
Palsay
May 20, 2008 Palsay rated it 3 of 5 stars
Recommends it for: everyone
baca buku ini antara sedih dan geli sendiri...kadang angguk-angguk...kadang geleng-geleng...loh..kok kaya lagunya project pop yah...
Mudah-mudahan sih jadi malu sendiri dan berubah jadi manusia Indonesia yang lebih baik yah..
Zeski Phagara
mochtar lubis lagi kesel, tapi ga daya ngubah, jadi ya nyaci maki (manusia) orang indonesia lewat buku,hehehee,,walaupun bersifat subjektif tapi pengamatan yang jujur. bagus buat refleksi bagi setiap orang
Boen Mada
buku 'kecil' yang baru selesai kubaca. dulu sempat separuh, lalu dipinjem seorang teman dan tak kembali. kemarin nemu di pameran buku dan segera separuhnya kulahap. lumayan, semalam selesai. :)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 29 30 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Catatan Pinggir
  • Aksi Massa
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
  • Nusantara: Sejarah Indonesia
  • Pergolakan Pemikiran Islam
  • Mangan Ora Mangan Kumpul
  • Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat
  • Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya
  • Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
  • Perjuangan Kita
  • Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
529648
Mochtar Lubis lahir tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Mendapat pendidikan di Sekolah Ekonomi INS Kayu Tanam, Sumatera serta Jefferson Fellowship East and West Center, Universitas Hawai. Aktif sebagai penerbit dan Pemimpin Redaksi Harian Indonesia Raya Jakarta. Memperoleh Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusasteraan; Golden Pen Award dari International Association of Editors and Publishers. Ha ...more
More about Mochtar Lubis...
Harimau! Harimau! Jalan Tak Ada Ujung Senja di Jakarta Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek Berkelana dalam Rimba

Share This Book