Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Falsafah Hidup” as Want to Read:
Falsafah Hidup
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Falsafah Hidup

by
4.25  ·  Rating Details  ·  328 Ratings  ·  20 Reviews
Dengan perjuangan kita dilahirkan. Di dalam gerak tangis kita mulai membuka mata. Di dalam bedungan ibu kita menggerakkan badan melepaskan ikatan bedung. Lepas dari asuhan ibu, kita merangkak, kita ansur tegak dan kita jatuh, lalu kita tegak lagi dan jatuh lagi. Kemudian tegak terus untuk pergi berjuang ke medan permainan, lalu ke medan hidup, lalu ke perjuangan dalam bati ...more
Paperback, 334 pages
Published 2007 by Pustaka Antara (first published August 1940)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,315)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Emily Iliani
May 11, 2016 Emily Iliani rated it really liked it
Shelves: home
Sangat sangat amat berat yang dibincangkannya walaupun dalam bahasa yang mudah. Banyak benda yang dinyatakan Buya masih relevan terutama dalam hal berkawan dan berpolitik. Harus diulang lagi. Sama layak dengan Ihya Ulum walaupun mungkin tidak setaraf.
Naim Hassan
May 05, 2011 Naim Hassan rated it really liked it
Shelves: ilmiah, falsafah
Ya, pertama kali membaca tulisan Pak HAMKA. Disebabkan mendalamnya maksud kadang-kadang terpaksa dua tiga ulang untuk memahami apa yang ingin disampaikan. Yang teristimewa apabila Pak HAMKA menyebut bahawa agama bukan falsafah, tetapi dengan mendalami falsafah akan dapat memahami agama.
Sesuai kepada sesiapa yang menggemari hikmah dan pencinta rahsia untuk menekuni buku ini.
Nuruddin Azri
Sep 04, 2015 Nuruddin Azri rated it really liked it
Shelves: philosophy
Kalau sesiapa mengharapkan inti-inti dan perbahasan falsafah menurut teori Barat melalui buku ini dibahaskan secara lumat, maka dia tersilap.

Pak HAMKA menerusi penulisannya ini mengangkat pelbagai tema terutamanya berkaitan kehidupan seperti persahabatan, cinta, ilmu, keutamaan dan beberapa lagi nilai-nilai yang penting sebagai seorang muslim.

Entah mengapa pembacaanku apabila sampai di tengah-tengah buku setebal 490 muka ini merangkak-rangkak dan membosankan. Namun, ia berjaya diubati semula k
...more
Fatehah Ridzuan
Jul 30, 2015 Fatehah Ridzuan rated it it was ok
Shelves: gave-up-on
Sebab banyak buku menunggu giliran, terpaksalah menghentikan bacaan buku yang rasanya tak mampu juga dihabiskan. Secara peribadi, first impression memainkan peranan penting untuk aku teruskan bacaan sehingga ke halaman terakhir. Buku ini tidaklah luarbiasa. Ia biasa-biasa saja.
Juliyana Junaidi
Apr 01, 2016 Juliyana Junaidi rated it really liked it
Persoalan-persoalan hidup yang mudah tetapi dirungkai dengan lebih mendalam. Itulah pak Hamka yang ku kenal. Salah satu sebab aku meminati karya beliau adalah kerana metafora yang beliau berikan terhadap sesuatu isu. Kadang2 tak terjangkau akal. Dan kalau kau ingat Hamka hanya bagi contoh bagi sesuatu isu daripada pendapat Ulama Islam sahaja, kau silap. Beliau ada juga keluarkan pendapat2 ahli falsafah barat seperti Voltaire dan sebagainya. Buku ini ibarat nasihat kepada diri sendiri dari segena ...more
Henny Alifah
Jun 10, 2016 Henny Alifah rated it it was amazing  ·  review of another edition
Semua yang ada di dalam buku ini quoteable. Salah satunya adalah, "Jangan diabaikan cita-cita yang tumbuh, pupuklah dia. Baik pada burung yang mengangkut rumput selembar-lembar untuk sarang anaknya. Atau pada petani yang bertekun di sawah, di bawah cahaya matahari sehingga punggungnya telah hitam." (hal.179)
Yogi Saputro
Buku ini adalah cetak ulang dari karya HAMKA, ulama besar sekaligus penulis masyhur. Karya ini dicetak sejak 1940 dan masih berlanjut sampai sekarang. Saya pribadi merasa ini hasil pemikiran yang tak lekang oleh waktu.

Sulit mendeskripsikannya dalam ulasan pendek. Bahkan saya sendiri yakin kalau pemahaman terhadap isi buku ini bisa berubah seiring berubahnya persepsi dan pengalaman. yang jelas Hamka mengajarkan hidup yang seimbang. Di tengah-tengah. Hidup yang bebas tapi tahu diri. Hidup ingat t
...more
Basri Adhi
Jan 03, 2016 Basri Adhi rated it it was amazing
HAMKA adalah ulama sekaligus penulis yang hebat. Ini kombinasi yang langka. Diantara banyak buku yang mengulas falsafah religi, buku ini saya kira yang terbaik. Buku ini banyak mengingatkan, bahwa beragama justru tidak membuat orang beringas. Makin "beragama" seharusnya orang makin "merunduk" bukan makin menggurui, gampang menuding apalagi meng-kafir-kan sebagaimana banyak terjadi saat ini.
Farid Akram
Aug 09, 2015 Farid Akram rated it it was amazing
Hampir keseluruhan karya ini mengajak kita kembali menggunakan akal yang dikurniakan untuk berfikir akan Allah SWT dan menghidupkan agama dalam diri,masharakat dan peringkat seterusnya.

Ya,akal sebenarnya harus dipandu oleh wahyu agar kita tidak sesat dalam berfikir dan mencari kebenaran.
Jamilah Norddin
Jan 30, 2015 Jamilah Norddin rated it it was amazing
Baik sangka kepada Tuhan. Itulah FALSAFAH HIDUP. -HAMKA
Nur Aimuni
Jul 23, 2015 Nur Aimuni rated it it was amazing
Life changing's book.
Iddin Saufi
Jun 26, 2016 Iddin Saufi rated it it was amazing
Suatu cara berpikir dan kotak pandangan yg luar dari kebiasaan dan norma masyarakat kini.Tidak lain dan tidak bukan,semuanya berkisar tentang keseimbangan rohani dan jasmani , syariat dan hakikat , isi dan kulit dan segala sisi yang perlu ada keduanya. Justru,pembacaan sebegini diperlukan untuk membuka mata hati supaya dapat menghalusi perkara perkara halus yang sering kali dipersembahkan dalam kehidupan seharian kita,kerana tuhan itu Maha Seni .
Syairah Hassan
Nov 03, 2015 Syairah Hassan rated it really liked it
"Demikianlah kita menempuh hidup; -lahir, berjuang, dan akhirnya mati. Sekarang kita tuliskan dan sekarang sudah dapat kita teropong, gelapkah yang ada di hadapan kita atau terangkah. Betapa juapun namun kita harus percaya bahawa -kebaikan- juga yang menang."
Purnawan
Jun 20, 2015 Purnawan rated it really liked it
Sebab filsafat itu bukan hanya hak beberapa orang, tetapi kepunyaan bersama. "Buya Hamka"
Ahmad
Jun 12, 2016 Ahmad rated it it was amazing
Shelves: keislaman, filsafat
Perlu dibaca berulang-ulang secara berkala sebagai bahan renungan sehari-hari.
Mae Lutfiyah
Aug 13, 2015 Mae Lutfiyah rated it it was amazing
"Intinya yang sejati, yang lebih tinggi dari syurga adalah satu. Yaitu Ridha Allah" -Hamka, 1994

Bahwa intinya buku ini adalah terletak pada kalimat terakhir itu. Tujuan kita hidup adalah mendapatkan Ridha-Nya. Syurga adalah bagian kecil saja.

Sebab jika tujuan kita syurga, lantas bagaimana jika syurga dan neraka tak pernah ada?
dita
May 03, 2009 dita added it
ttg falsafah hidup dengan dasar agama yg masih terasa aktual s/d kini, dan merupakan alat mencapai kekuatan iman. banyak hikmah yang dapat diambil dari kehidupan
Hani Iskadarwati
Sep 11, 2007 Hani Iskadarwati rated it really liked it
Shelves: indonesian
HAMKA adalah salah satu penulis yang sosok, tulisan dan pemikiran beliau dekat dengan masa kecil saya
S
Jan 27, 2012 S added it
Puas. Titik.
Kavitha Jeya
Aug 27, 2013 Kavitha Jeya rated it it was amazing
good
Lanina Lathifa
Lanina Lathifa marked it as to-read
Jun 29, 2016
Rizal
Rizal rated it really liked it
Jun 29, 2016
Nur Amani Yusoff
Nur Amani Yusoff rated it really liked it
Jun 28, 2016
Nur Asilah
Nur Asilah is currently reading it
Jun 25, 2016
Ukhti Dewi
Ukhti Dewi rated it it was amazing
Jun 25, 2016
Didi Bgl
Didi Bgl marked it as to-read
Jun 23, 2016
Taufik Jalil
Taufik Jalil rated it really liked it
Jun 22, 2016
Zetty Sofia
Zetty Sofia marked it as to-read
Jun 22, 2016
Rahmawati P.
Rahmawati P. marked it as to-read
Jun 22, 2016
Red Lily
Red Lily is currently reading it
Jun 21, 2016
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 43 44 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Tuhan Manusia
  • Risalah Untuk Kaum Muslimin
  • Deep Thinking
  • Mitos Peribumi Malas
  • Sekolah Bukan Penjara Universiti Bukan Kilang
  • Travelog Dakwah: Meniti Hari Esok
  • Syed Mokhtar Albukhary: A Biography
  • Cinta di Rumah Hasan al Banna
  • Rindu Bau Pohon Tin (Travelog Tarbiah)
  • Salina
  • Menatap Punggung Muhammad
  • Natrah: Cinta, Rusuhan, Air Mata
  • Tentang Cinta
625942
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, known as Hamka (born in Maninjau, West Sumatra February 17, 1908 - July 24, 1981) was a prominent Indonesian author, ulema and politician. His father, syekh Abdul Karim Amrullah, known as Haji Rasul, led and inspired the reform movement in Sumatra. In 1970's, Hamka was the leader of Majelis Ulama Indonesia, the biggest Muslim organizations in Indonesia beside Nahdl ...more
More about Hamka...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »