Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Negeri Di Ujung Tanduk” as Want to Read:
Negeri Di Ujung Tanduk
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Negeri Di Ujung Tanduk (Negeri Para Bedebah #2)

by
4.19 of 5 stars 4.19  ·  rating details  ·  1,611 ratings  ·  261 reviews
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Tapi di Neger
...more
Paperback, 360 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Negeri Di Ujung Tanduk, please sign up.

Be the first to ask a question about Negeri Di Ujung Tanduk

5 cm by Donny DhirgantoroPerahu Kertas by DeeLaskar Pelangi by Andrea HirataNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiDan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty
Unforgettable Indonesian Fiction
50th out of 116 books — 310 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariSaman by Ayu Utami
Novel Indonesia Terbaik
106th out of 162 books — 169 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Fizah
Sekuel dari Novel Negeri Para Bedebah tapi dengan kasus yang berbeda, hanya saja disini klimaks Thomas untuk berdamai dengan masa lalu.

Awalnya agak ragu memberli buku ini, karena setelah melihat review dari beberapa teman di Goodreads yang negatif. Tapi, karena niat awal adalah membaca semua buku Tere Liye, walhasil kemaren akhirnya disempetin membelinya juga bersama dengan Sang Penandai.

Setelah baca, menurut saya ini lebih bagus dibanding Negeri Para Bedebah, buku ini klimaksnya. Banyak momen m
...more
Dzul F. Mumtazah
Sebagai orang yang gampang terpengaruh, kadang penilaian gw berubah setelah membaca satu-dua komentar dan review orang lain. Tapi tidak untuk kali ini, meskipun orang bilang NDUT (Negeri Di Ujung Tanduk) tidak se-oke NPB (Negeri Para Bedebah), gw tidak pernah menyesal membaca novel ini dan novel Tere-Liye yang lain. Karena NDUT memberikan gw pemahaman baru, dan juga memantapkan pemahaman gw terhadap hal baik lainnya. Gw tak bosan dengan ceramahnya tentang kebajikan, gw tak keberatan dengan kisah ...more
Lady_rain
Keren... baru baca beberapa hari yang lalu...
Kalian pernah baca buku karya Dan Brown... eeemh... baca buku ini kira-kira ya kaya' gitu...
petualangan yang cuma di ceritakan dalam jangka waktu beberapa hari...
sebenernya buku ini sekuel dari Negeri Para Bedebah... tapi aku belum sepet buat review buku itu...
mumpung ada kesempatan, aku review buku ini aja dulu, yg masih hangat dalam ingatan...

buku ini berkisah tentang petarung sejati... dalam hal ini seorang pria bernama Thomas, seorang konsultan
...more
Dan T.D.
(As seen on my joint blog, Mencari Binatang Jalang Abad 21)

Judul : Negeri Di Ujung Tanduk
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Genre : Thriller
Tebal : 359 hlm.

Sebelum memulai review ini (dan sebelum saya menjelaskan kenapa, oh kenapa, saya membaca sebuah sekuel tanpa baca prekuelnya terlebih dahulu) hati saya tergelitik sekali oleh ucapan sang pengarang berikut ini :

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi tidak pernah menulis buku."

Saya baru saja mengetahui fakta yang am
...more
Desy N.
Apr 13, 2013 Desy N. rated it 2 of 5 stars
Recommends it for: mereka yang suka dijejalkan paragraf-paragraf motivasi di halaman-halaman terakhir
Jeda saya membaca ini hanya satu hari setelah selesai dengan Negeri Para Bedebah. Plot, penokohan, karakter, gaya menulis, semuanya masih sangat menempel di otak.

Di sepertiga buku pertama, tentu saja rasanya seperti dikibuli. Plot template dari prekuelnya. Konferensi, wawancara dengan wartawan muda wanita (halo. apa yang terjadi dengan Julia? apa Thom itu semacam James Bond yang harus ganti wanita pendamping di setiap seri?), ditelpon malam-malam untuk diganggu. Semuanya masih sama. Pada akhirn
...more
Fitria Mayrani
Tidak ada alasan untuk tidak memberi rating yang bagus pada seri kedua Negeri Para Bedebah ini. Ketegangan, intrik, twist-nya masih tetap cetar menggelora.

Kali ini, Thomas berkiprah sebagai konsultan politik. Intrik itu berawal ketika klien politiknya ditahan atas tuduhan korupsi. Sebagai konsultan politik terpercaya, Thomas segera bertindak untuk menyelamatkan kliennya dari segala tuduhan. Thomas tau, kliennya tidak bersalah sedikit pun dan ini hanyalah jebakan agar kliennya tidak bisa mencalo
...more
Titah
Buku Mas Tere Liye (sungguh saya baru tahu kalau ternyata pengarang seorang mas. Maafkan kekhilafan saya yang sudah semena-mena menyebut 'mbak' selama ini) ini masih tetap tipikal buku baik untuk vitamin hati...

Saya belum baca novel terdahulunya yang berjudul Negeri Para Bedebah itu. Jadi jujur saja, saya membaca novel yang satu ini tanpa ekapektasi apa-apa. Dan menilik dari review2 lainnya soal buku ini. Let say, saya terselamatkan oleh 'without any expectations' itu. Atau tidak. Entahlah.

Tadi
...more
Stefanie
"Kita harus menyadari hal ini. Kita sebenarnya sedang berperang melawan kezaliman yang dilakukan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita yang mengambil keuntungan karena memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sumber daya. Kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk, Thomas."

Thomas, yang adalah seorang konsultan keungan profesional, kini
...more
Primadonna
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Rasyid Irham Yamin
Ini adalah novel ketiga karya Tere Liye yang gw baca. Kebetulan gw melihat buku ini di gramedia saat menunggu jam keberangkatan travel, gw lantas langsung membeli buku ini, karena ini sequel dari novel Negeri Para Bedebah, yang kebetulan gw suka. Ditambah setelah melihat cover-nya yang menggelitik hati.

Pada dasarnya, sebagai sequel Negeri Para Bedebah, cerita Negeri Di Ujung Tanduk berkisar dalam hubungan si karakter utama, Thomas, dengan karakter-karakter pendukungnya, yang sebagian besar muncu
...more
Arifa Hilma
yeaah....
sekuel dari Negeri Para Bedebah yang diaktori tokoh favorit kita. Thomas.
di bagian awal, saya kira sekuel ini bisa dibaca sendiri tanpa harus membaca prekuelnya, karena saya kira kasus di NPB sudah selesai. Ternyata belum. Wohooo...

Yang saya suka dari sekuel ini:

1. Kehadiran Tokoh Lee, yang sebelas duabelas dengan Thomas. Bahkan ada kemiripan lucu yang sedikit disinggung di bagian epilog.

2. kebiasaan kecil Thomas yang diselipkan penulis. Seperti bangun pagi, tepat waktu, ke-ramah-tamaha
...more
Icha Aisyah
negeri kita memang sedang di ujung tanduk, semoga semakin banyak anak-anak bangsa yang peduli dengan negaranya sendiri
Ananda Sivi
ini mungkin menjadi buku tercepat atau salah satu buku tercepat yang kubaca.. ada alasan tertentu pastinya, mengejar deadline mengikuti bedah buku yang dihadiri oleh penulisnya langsung membuatku seperti diburu waktu, ditambah dengan gentingnya cerita yang luar biasa memaksa mata ini tak sedikitpun berpaling darinya.
sekali lagi kukatakan, ini seperti membaca kisah 'hongkong heroes', sedikit mirip di latar dan actionnya, namun, berbeda pada nilainya.. masih soal menjunjung kebaikan, tapi kedalama
...more
Hidayah
Apakah Negeri ini benar-benar sudah di ujung tanduk, sekali terpa remuk sudah??? Dengan buku ini Bang Darwis mengajak pembaca menilik Negeri sendiri, istirahat sejenak berdiskusi tentang perasaan ala kalangan muda.., dan berkata Hei bukankah bentar lagi di Negeri kita akan digelar “Pesta Demokrasi “.., ayo sini Abang ajak ke back stage, disana adalah penggarapan film yang belum lulus sensor .., Nguing...nguing ,
Sudah menjadi rahasia umum untuk Negeri, sudah menjadi pembahasan yang panas, penjela
...more
Abdur Rasyid
"Bukan Negeri para bedebah lagi, bahkan akan jadi negeri di Ujung Tanduk", semua orang hanya peduli diri sendiri, tapi masih ada para petarung sejati yang bertarung sampai mati.

Kita masih tetap disuguhi cerita yang hampir mirip alur cerita dengan Negeri Para Bedebah, namun lebih banyak intrik dalam sini, lebih banyak konspirasi politik yang dihadapi oleh Thomas, Live Action dari Hongkong-Jakarta-Bali selama 48jam. Adanya hubungan dengan cerita yang lalu, kaitan-kaitan yang dibuat, Mafia besar, t
...more
Nurul Swadini
Buku ini merupakan sequel dari buku Tere Liye lainnya yang berjudul "Negeri Para Bedebah". Sesuai judulnya, buku ini menceritakan busuknya sistem pemerintahan, dan juga betapa rakusnya manusia. Banyak orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk keuntungan sendiri dan merugikan banyak orang. "Para Bedebah tak akan peduli lagi dengan apapun yang penting dia bahagia.

Secara keseluruhan buku ini menceritakan kelanjutan cerita buku pertama. Mengisahkan Thomas yang beralih menjadi konsultan poli
...more
ayanapunya
Negeri di Ujung Tanduk merupakan sekuel dari buku laris Negeri Para Bedebah yang diterbitkan 2012 lalu. Masih bercerita tentang Thomas, pria muda keturunan Tiong Hoa dengan segala sepak terjangnya. Bedanya, jika dalam NPB aksi Thomas berkaitan dengan kasus sebuah bank bernama Semesta, maka dalam NDUT ini Thomas, yang membuka unit bidang politik berurusan dengan pemilihan presiden dan konspirasi yang terjadi di dalamnya.

Jalan ceritanya sendiri menarik dan cukup memacu adrenalin. Hanya saja, pada
...more
Annisa
Begitu selesai membaca, saya bisa langsung menyimpulkan kalau Negeri di Ujung Tanduk (atau NdUT), IMHO, lebih bagus daripada Negeri Para Bedebah.

Serupa dengan Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk juga mengandung genre crime/action yang jarang ditemukan dalam industri novel populer Indonesia. Dengan tokoh utama yang sama dan beberapa karakter sampingan yang juga sama, novel ini masih menceritakan petualangan dan aksi Thomas dalam waktu yang amat singkat, latar berbeda-beda, dan intelejensi
...more
Aesna
Aku rasa, Tere Liye berhasil dalam penggarapan sekuel Negeri Para Bedebah.

Sebelumnya, aku memang malas membeli buku ini, selain karena pengalaman yang membuktikan kalo novel sekuel rata-rata melempem, duitku juga tiris menjelang banyaknya tes PTN yang cukup menguras uang. Hahahahahaha.

Baiklah, mari kita mulai review singkat ini.
Dibuka dengan pertarungan Lee si Monster dengan Thomas, yang lagi-lagi cukup berhasil dalam membuat suspense, terutama bagian meloloskan diri dari hotel dengan bantuan Le
...more
Luki
Setelah nangkring cukup lama bersama novel-novelku yang lainnya, akhirnya aku ngebaca novel ini juga. Nggak biasanya aku ngebaca novel yang isinya intrik politik, konspirasi, konvensi partai, kekuasaan, dan lain-lainnya.

Membaca novel ini bagaikan lagi ngeliat live carut-marut keadaan politik yang sedang terjadi di negeri ini. Novel ini berisi tentang orang yang berperan di balik seorang capres yang akan mengikuti pilpres. Ah... ketika membaca novel ini pasti kalian akan tertuju kepada sosok capr
...more
Kiki
Novel ini merupakan kelanjutan dr novel yang sebelumnya, Negeri Para Bedebah. Di novel ini, baru benar-benar kena banget pesannya daripada di novel sebelumnya yang agak menggantung. Seru dan kerennya sih sama tetapi lebih menyentuh di novel kedua ini menurut saya.

Pesan yang disampaikan secara menarik tentang sebuah kepedulian. Kepedulian dalam seluruh aspek kehidupan. Terutama segi kehidupan kenegaraan. Negara yang `rusak` yang digambarkan dalam kedua novel ini sengaja dituliskan seperti kasus
...more
aditarisbowo
buku kedua ini minim kejutan daripada yg pertama karena ada beberapa adegan yang mempunya plot sama dengan buku 1 negeri para bedebah..

dejavu no 1-->plot dimana thomas akan bertarung di atas ring, di buku 1 melawan rudi. di buku 2 melawan lee. dan hasil pertarungan itu2 sama kita ketahui beberapa bab setelahnya.

dejavu no 2-->plot thomas di wawancara oleh wartawati cewe yg tanpa sengaja terjebak dalam situasi thomas.dg karakter tokoh yg amat mirip. julia di buku 1 dan maryam di buku 2.yh me
...more
Basma Hashem
sequel dari Negeri para bedebah

justeru rasanya cukup dengan mencatatkan semula puisi yang didedikasi Putri buat Om Thomas dalam menyimpulkan storylines Negeri diujung tanduk....

Kata papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli.
Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya sakit menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik.

Anak-anakku, jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan, membela kebenaran dan keadilan.
Jadilah orang-orang
...more
Hasna Rifayani
Aku sebal dengan buku ini. Ceritanya seru dan menarik tapi yang aku rasakan seperti terlalu berandai-andai. Pada penangkapan Thomas di kapal pesiar di HongKong dan ketika ia disekap di gedung lantai 15, pertolongan Lee merupakan sebuah keajaiban besar, keajaiban yang tidak terduga-duga, keajaiban yang sangat kebetulan. Jujur saat kali pertama itu membuatku takjub.
Namun karena terlalu sering muncul keajaiban demi keajaiban di saat yang genting, di saat situasi sudah di ujung tanduk, membuat mengu
...more
Laras
Rasanya pas membaca buku ini ketika geliat politik di Indonesia sedang memanas. Apalagi pas karena memang topiknya sedang membahas capres dan lain-lain. Ga kebayang aja kalau ternyata benar ada yang namanya mafia politik atau mafia hukum, orang yang mengatur semua proses jalannya hukum di suatu negara dengan cara yang, menurut saya, jahat banget. Iyalah. Mereka licik, culas, curang, dsb, dsb. berhubung ini buku fiksi, saya ga bisa nge-jugde kalo emang di Indonesia bener-bener terjadi yang namany ...more
Megga wulandari
Waktu ngebaca prolognya< misterius sekali ternyata . saya bingung ini ceritanya tantang apa... buram... gelap... gk ngerti.. :)hehe
buku ini sempat saya cuekin >.< tp nyesel juga.. krn ketika terpannggil jiwa saya untuk membaca buku ini... wuih.. keren.. HAHAHA...

ceritanya, tentang Thomas( bujangan tampan ,kaya )berprofesi sebagai konsultan politik dan konsultan keuangan yang rela mendukung konvensi seorang presiden walaupun harus merelakan nyawa...nah petualangan nya inilah yng bikin tm
...more
Ana Farida
"Kita menghadapi seseorang yang mengerikan, Thom," Kris berbisik pelan. Akhirnya dia mengerti, wajahnya sedikit pucat. Aku kira itu hanya kabar hoax antar peretas dan programmer komputer dunia. Tapi ternyata benar. Kau tahu, Thomas, hanya sedikit orang didunia yang bisa menghapus namanya diseluruh jaringan internet. Shinpei, siapapun orang ini, telah menghapus begitu saja namanya dari jejak dunia internet.

Kata Papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti peduli
...more
Kartika Eka Riyanti Putri
saya prefer buku yang pertama, entah kenapa. buku ini lumayan seru, well.... tokohnya masih sama, plotnya juga masih berhubungan dengan buku sebelumnya. tapi di negeri para bedebah ada lebih banyak konflik, lebih banyak ketegangan, dan lebih banyak hal logis yang membuat thomas bisa 'menang' melawan keadaan.

di buku ini saya kurang menemukan hal tersebut, tbh. ya kali cuma dengan mengumpulkan wartawan-wartawan penting dan menyuntikkan sedikit 'ide baru' ke kepala mereka, semuanya langsung selesai
...more
Arty Ugy
kisah dibuku ini sangat seru,

buku ini kelanjutan dari negeri para bedebah,dimana tommy /thomas sevagai pemeran utamanya. seorang anak yatim piatu, karena orang tuanya meninggal bersamaan dalam peristiwa kebakaran. yang akhirnya thomas dititpkan di sebuah taman belajar, saya lebih suka menyebutnya, daripada sekolah.

yang saya suka dari beberapa novel tere liye, banyak menyebutkan, seorang yang sukses, pandai, bermutu, tak harus selalu berasal dari sekolah yang bermutu, namun pola belajar, dan bag
...more
Wahyuni Salman
Sekuel Negeri Para Bedebah yang cukup memuaskan saya. Meski terlalu lama buku pinjaman ini nangkring di tas saya, sekali saya baca dengan serius, butuh 3 hari untuk menyelesaikannya. Rekor lumayan cepat untuk saya yang sering menunda.

Masih berkisah tentang Om Thomas yang mencari dalang dibalik 'Bedebah' yang membuat masalah silih berganti menerpanya. Sama seperti prekuelnya, buku ini tetap menegangkan dan syukurnya tidak gantung (iyalah ceritanya sudah habis).

Ini fiksi. Tapi yang cukup membuat
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rantau 1 Muara (Negeri 5 Menara, #3)
  • Bangkok: The Journal
  • Evergreen
  • Sweet Melody
  • Sabtu Bersama Bapak
  • Muhammad 2: Para Pengeja Hujan
  • The Chronicles of Audy: 4R
  • Traces of Love
  • Pulang
  • Sepatu Dahlan
  • Pintu Harmonika
  • Interlude
  • Versus: Selalu Ada Harapan di Antara Perbedaan
  • Ibuk,
  • Restart
  • 12 Menit
  • Supernova: Gelombang (Supernova, #5)
  • Happily Ever After
838768

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
More about Tere Liye...

Other Books in the Series

Negeri Para Bedebah (2 books)
  • Negeri Para Bedebah
Hafalan Shalat Delisa Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Bidadari Bidadari Surga Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Moga Bunda Disayang Allah

Share This Book

“...Penjelasan akan tiba pada waktu yg pas, tempat yg cocok, dan dari orang yg tepat.” 51 likes
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.

“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”
41 likes
More quotes…