by
2.98 of 5 stars
Pemenang I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 Jika selama ini cerita berlatar pesantren termarginalkan dalam ranah sastra Indonesia, ma... read full description

reviews

Sep 17, 2008
Ronny rated it: 2 of 5 stars
2 sebenernya lewat, tapi juga ga sampe 3 lah..
subjektif memang, saya menganggap novel ini rada menarik karena ada bbrp bagian yang mirip dg 'pergulatan batin' saya pribadi dulu sekali. Kalau Alas Abang diganti Malang, dan Surabaya diganti Jakarta, yah klop deh... tapi tokoh utama novel ini saya anggap miskin karakter, krn interaksi dia dg tokoh2 lain tergambar sangat sepintas. Andai dibikin lebih panjang dg dialog2 yg lebih intens (tanpa perlu bergenit2 dg permainan bentuk), mungkin karakt More...
0 comments like (3 people liked it)
Dec 30, 2008
Irwan rated it: 4 of 5 stars
Aku menyukai buku ini karena beberapa hal berikut ini. Pertama, teknik penulisan dan gaya bahasanya yang bagus. Kata-kata teruntai dalam kalimat-kalimat yang mengalir lancar. Penggunaan beberapa sudut pandang berbeda secara bergantian juga membuat cerita lebih hidup dan berdimensi.

Kedua, tokoh-tokoh utamanya terbangun dengan baik. Aku tergoda membayangkan ada unsur-unsur dari kehidupan sang penulis sendiri yang tercermin dalam tokoh Jarot, seperti keakrabannya dengan dunia pesantren More...
0 comments like (1 person liked it)
Jun 20, 2011
Mark rated it: 2 of 5 stars
Dalam rusuh kalbu ini, aku ingin kau jawab pertanyaan-pertanyaanku, agar perjalananku menapaki takdir dan karmaku tak menemu gelap dan piatu. Ayahku, benarkah kasih harus disemai dengan airmata, agar tumbuh menjadi jiwa-jiwa penuh nyawa. Benarkah cinta harus diuji dengan duka lara, agar kita tahu ujung sebuah setia. Benarkah ada rahasia dari tata indera untuk menguak renik perasaan, sehingga kita tak bisa berbuat apa-apa tanpa mengenal inti segalanya. Benarkah ada jalan yang yang harus dilewati More...
3 comments like (1 person liked it)
May 16, 2009
Ugik rated it: 2 of 5 stars
embel-embel 'Pemenang I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006' yang mampu menggerakkan tangan saya untuk mengambil buku ini di pajangan toko. saya penasaran seperti apa novel ini.

keseluruhan cerita tersedot ke sosok Abdullah Sattar atau Jarot. pergulatan batin diantara batas hitam dna putih. percampuran islam dan jawa. mengiringi perjalanan Jarot untuk mencari identitas diri. buku yang kental akan falsafah jawa dan filsafat islam. penggunaan bahasa kawi dan tebaran sansekerta More...
Jul 07, 2011
Reinita Afif rated it: 4 of 5 stars
masih review sementara - itung2 nunggu kereta brenti

Sbenarny genre novel ini bkn q bgt sih, soalny wkt bc sinopsisny, kykny berat euy. Tapi sy kmudian t'goda beli, soalny hargany enteng bgt - 5rb perak doang, ohmaigad,
kyaahh~ >.<
Apalagi embel2 pita juara d bgn bwh sampul dpn, lumayan menggodalah bwt dicicipi.
Tapi sampe slese bc sy g ngrti tuh sampul gambar apaan. Tangan (wanita) menjulur dr kegelapan d balik pintu kayu reot, yg walau bagus horor bgt, sy g ngrti mks More...
Oct 31, 2008
Endah rated it: 3 of 5 stars
Kata “hubbu” dalam bahasa Arab berarti cinta. Kata ini dipakai Mashuri untuk menjuduli novel debutannya yang menjadi jawara sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2006.

Tetapi menurut saya, tidak sesuai antara judul dengan isi cerita. Novel ini bukan novel cinta. Novel ini lebih banyak mengungkap kegelisahan (konflik internal) seorang pemuda yang tengah mencari jati diri serta mencoba mempertemukan budaya Jawa dan pesantren, wilayah akademis yang pernah sangat akrab den More...
Feb 09, 2009
gieb rated it: 4 of 5 stars
hidup adalah bentukan dari koma-koma. siasat-siasat untuk mengakrabi ketidakmerdekaan diri dalam wilayah ilahiyah yang berwujud jagad semesta. ibarat susunan paragraf, penandaan koma berarti satu kondisi yang belum selesai. dia harus menemu titik untuk menyempurnakan makna. persoalannya, titik tiap orang tentu berbeda. -engkaulah titik itu. sungguh.

untuk menjumpai titik, orang akan naik turun lembah. melaju cepat di tikungan tajam. bahkan ada yang harus melewati babak berdarah-darah More...
4 comments like (1 person liked it)
Sep 02, 2008
Windry rated it: 2 of 5 stars
2.5 (sementara)

suspense dan tempo buku ini tidak seketat yang saya kira saat melihat covernya yang agak spooky. bibit konflik baru masuk di halaman 41 (total 280an halaman), sebelum itu, penulis sibuk menceritakan kenapa si tokoh dipanggil jarot dan kedekatannya dengan si mbah, serta kejadian meninggalnya si mbah. saya perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan buku ini.

penuturan si penulis sendiri baik dan rapi (walau dia tidak bisa membedakan 'tapi' dengan 'tetapi', jug More...
Jan 04, 2008
Roos rated it: 5 of 5 stars
Buku ini memang pantas menjadi Juara I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006. Bisa dibilang Buku ini LENGKAP, meliputi setiap aspek kehidupan Budaya Orang Jawa-Islam yang terperangkap pada tradisi, adat dan tempat berpijak terhadap ajaran agama, keluarga, cengkeraman masa lalu dan keinginan hati untuk dapat berpikir dan bertindak atas nama diri sendiri.

Membaca novel ini seperti mambaca puisi, karena diuraikan dengan kata-kata nan indah dan tidak vulgar. Berlatar belakang di Ala More...
10 comments like (5 people liked it)
Oct 30, 2011
ndoro.ndoni rated it: 2 of 5 stars
2 lebih sih.

Kekuatan novel ini jelas adalah cerita konflik yg terkandung di dalamnya. Serta penguasaan penulis atas apa yang ditulisnya.

Kekurangan? jelas gaya bahasanya.
Jadi kayak ceramah di jaman Orba.

But, siapalah gue ini, berani-beraninya mengkritik Juara 1 Sayembara Novel DKJ 2006. Hehe Piss,,, ^^v
Oct 11, 2011
Titish rated it: 1 of 5 stars
Membaca Hubbu persis setelah membaca Glonggong. Hubbu juara 1 Novel DKJ 2006, Glonggong juara 2. Hubbu 1 bintang, Glonggong 4 bintang. Jadi?

Selera orang memang beda2 yaaaaaaaaa :p

Saya pribadi sih kurang menikmati konflik yg ditawarkan. Mungkin memang novel2 seperti ini perlu dibaca berulang kali. Ga ngerti...

Btw penulisan De Javu (The Jawu?? :p) walau cm sedikit kok ya memang cukup mengganggu. Utk catatan GPU, editing memang belum bersihsihh :)
Feb 04, 2009
Stebby rated it: 4 of 5 stars
aku cuma suka awalannya. terus terang aku masih binggung. mungkin masih perlu kubaca ulang. sekaligus baca2 juga tentang kebudayaan jawa terutama tafsir mimpinya.
May 13, 2010
Wiwik added it
terkesan sekali membaca novel ini,novel yang dilatar belakangi dengan budaya pesantren yang kental
Dec 31, 2010
Whisnu rated it: 3 of 5 stars
apa gara-gara ahmad tohari jurinya ya? baru sadar yang islami menang juga.
Feb 10, 2010
Anissa rated it: 5 of 5 stars
the other side of life....
Sep 16, 2008
kinu rated it: 2 of 5 stars
inilah beban yang dimiliki (atau harapan calon pembaca yang tinggi) novel dengan embel-embel juara: memuaskan. sangat subjektif memang. mari segera kita gelar di lapak :D


----------------------------------- setelah baca

jadi berpikir, kalau yang begini ini jadi juara sayembara novel dewan kesenian jakarta dan di-blurb ahmad tohari utuh dan padu, lalu bagaimana juara-juara di bawahnya ya...
May 01, 2008
Siswani rated it: 3 of 5 stars
awal-awalnya ceritanya bagus. udah sampai akhir kok makin ruwet. aku g terlalu suka penyelesaiannya
Mar 10, 2008
devie rated it: 4 of 5 stars
belum selesai baca seh, tapi baru baca skip skip gitu kayaknya asyik.
Sep 28, 2008
rati rated it: 1 of 5 stars
juara lomba yang tak patut menjadi juara
couldn't finish reading it..
Nov 05, 2008
Femmy added it
Short listed for KLA 2008
Dec 08, 2011
Lale rated it: 2 of 5 stars
Oct 15, 2011
Lydoz rated it: 4 of 5 stars
Oct 13, 2011
Medha rated it: 2 of 5 stars
Aug 28, 2011
Ghani rated it: 2 of 5 stars
Aug 06, 2011
Ardi rated it: 3 of 5 stars
Aug 05, 2011
Eeni rated it: 3 of 5 stars
Aug 05, 2011
David rated it: 3 of 5 stars
Aug 05, 2011
Sastra rated it: 3 of 5 stars
Jul 21, 2011
dvd.tbg rated it: 3 of 5 stars
Jun 15, 2011
Palsay marked it as to-read