Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan” as Want to Read:
Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan

by
4.26 of 5 stars 4.26  ·  rating details  ·  1,035 ratings  ·  171 reviews
Perjalananku bukan perjalananmu
Perjalananku adalah perjalananmu


Jauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.

Juga terpukau pesona kata "jauh", si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akba
...more
Paperback, 568 pages
Published February 2013 by Gramedia Pustaka Utama

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Titik Nol, please sign up.

Be the first to ask a question about Titik Nol

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,411)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
perjalananku bukan perjalananmu
perjalananku adalah perjalananmu


Mendapati tulisan ini di sampul depan buku Titik Nol membuat saya penasaran. Apakah maksud tulisan Agustinus Wibowo di buku terbarunya ini. Lekas-lekas saya buka dan mulai membacanya. Betapa kagetnya saya ketika membaca kisah perjalanan ini tidak dimulai di negara tempatnya bertualang. Melainkan dibuka dengan kepulangannya ke tanah air, Indonesia, demi seorang Mama. Saya tidak menyangka Agustinus akan memasukkan kisah bundanya ke bu
...more
Uci
Bulan Februari, 8 tahun yang lalu
Saya sengaja mengambil cuti seminggu dari kantor, berencana membawa Mama saya ke Bali atau ke mana pun yang dia mau, siapa tahu kondisinya bisa membaik. Sejak menjalani operasi pengangkatan payudara akibat kanker yang dideritanya, Mama memang bilang dia mudah sesak napas. Tidak pakai mengeluh, karena Mama saya orang paling tabah sedunia. Tapi tetap saja saya tidak tega saat malam hari diam-diam masuk ke kamarnya dan melihat Mama tidur sambil duduk, karena kalau r
...more
Nabila Budayana
Selimut debu adalah buku yang 'nyaris tak memberikan celah'. Garis Batas 'sedikit memberikan celah'. Titik Nol adalah buku yang terbuka. Membaca Titik Nol bukan hanya tentang mengenali dan menyelami berbagai makna dalam kehidupan dari sebuah perjalanan, namun juga mengenal pandangan dan isi hati sang penulis. Sempat beredar kabar akan terbit di tahun 2012, mundur menjadi awal Februari 2013, akhirnya benar-benar beredar di akhir Februari 2013. Saya termasuk yang menunggu.

Cover birunya memperlihat
...more
Alvina

Justru kita perlu bermimpi. Karena mimpi itu yang menentukan perjalanan. Mimpi itu yang mengubah manusia.




Saya ingat ada pepatah yang mengatakan begini, kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan. Rasa rasanya pepatah tersebut bener banget deh.. Apalagi setelah membaca kisah Agustinus di buku ini.

Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Selimut debu dan Garis Batas, kali ini ada dua cerita yang secara bergantian diceritakan. Yang pertama adalah kisah ketika Agustinus menjelajahi beberapa n
...more
Mia Queen
Catatan perjalanannya tidak banyak menekankan pada petualangan pribadi atau beragam keberhasilan yang dicapainya, melainkan berisi orang-orang yang ditemuinya sepanjang perjalanannya. Tulisan-tulisannya lebih memberi penghormatan pada kenangan-kenangan tentang mereka yang telah menyentuh, memperkaya, mencerahkan hidupnya. Merekalah yang menjadi alasan kenapa Agustinus bisa lolos dari zona perang tanpa terluka sedikit pun, melewati wilayah-wilayah sulit dengan mudah, dan melakukan perjalanan panj ...more
Primadonna
Banyak kata dalam buku ini yang membuatku merenung, memikirkan apa arti perjalanan dan hidup. Kadang kupikir sudah tahu, tapi selalu bagus untuk kembali mengingat dan memikirkannya.

Aku dibuat terharu dan terpikat. Dan ketika membaca ibunya meninggal karena kanker... aku pun menarik napas dalam2, karena aku teringat sahabatku yang mungkin usianya tak lama lagi, juga karena kanker.

Indah dan puitis, dan menggelisahkan sekaligus mencerahkan. Itulah ciri-ciri khas tulisan Agustinus yang sudah kutemui
...more
Idrus Dama
Jauh adalah kata yang mengawali perjalanan
Jauh menawarkan misteri Keterasingan
Jauh menebarkan aroma bahaya
Jauh Memproduksi desir petualangan menggoda
Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban
Jauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki


Kata jauh itulah yang menyeret Agustinus Wibowo berpetualangan mencari makna hidup. Kata itu pula yang menguatkan hatinya untuk merangkul rangsel, lalu melayangkan kaki hingga melewati garis batas dunia. Kata itu pula yang menjadi pemicu Agustinus keci
...more
Yuliani Liputo
Sungguh senang sudah menamatkan Titik Nol. Buku ini pertama mulai saya buka pada Agustus dan baru ditamatkan Desember 2013. Mengapa begitu lama untuk bacaan selezat ini? Saya selalu berlambat-lambat untuk membaca buku Agustinus Wibowo. Dua buku sebelumnya dari pengarang yang sama, Selimut Debu dan Garis Batas, juga baru habis saya baca dalam tempo lebih dari tiga bulan. Saya enggan berpisah cepat-cepat dengan kisah yang dituliskannya. Saya suka baca ulang bagian-bagian tertentu, sebelum melanjut ...more
mahatma
di sini penulis berusaha tidak sekadar menjadi reporter.
tulisannya diusahakan reflektif.
bingkai yang dipilih adalah semacam rasa bersalah yang bercampur dengan rasa syukur yang berlimpah. apakah rasa bersalah meninggalkan ibu dan menghabiskan harta itu sepadan dengan kekayaan hidup berjalan mengelilingi bumi?
di titik nol, titik tempat kita bisa mengatakan pergi dan sekaligus pulang, penulis memperlihatkan keduanya: risiko yang harus diambil untuk mendapatkan kekayaan pengalaman hidup. dan buku i
...more
Alin A
Seperti biasa, saya selalu menemukan banyak pelajaran dari buku-buku yang ditulis oleh Agustinus Wibowo. Dia berupaya mempopulerkan rasa percayanya bahwa perjalanan memang selalu memberi banyak pelajaran. Dalam kepercayaan yang telah ditumbuhkan semenjak saya kecil pun, selalu dibilang bahwa pengembaraan untuk menemukan diri sudah sangat dianjurkan.

Apa yang dia tulis, sisi kemanusiaan di negeri-negeri yang biasanya diangkat untuk dijadikan headline news di koran-koran internasional, kini coba di
...more
May Sari
Baru membaca 40 an halaman dalam perjalanan ke kantor pagi tadi, dan terpesona. Gaya penulisannya sangat berbeda dengan 2 bukunya terdahulu, sangat hangat dan dekat.

Marina Zala
** Books 30 - 2015 **

Buku ini untuk memenuhi tantangan New Author Reading Challenge 2015, Yuk Baca Buku Non Fiksi 2015 dan National Readathon Day 2015

4,4 dari 5 bintang untuk buku ini


Huwaaa! Buku ini kerenn bangeet! mata saya sampai tidak bisa lepas membacanya.. *telat kan ya saya membaca buku ini.. untung udah punya buku Selimut Debu kurang yang Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

Buku ini memuat perjalanan Mas Agustinus Wibowo mulai dari china hingga pergi ke Pakistan.. Su
...more
Muhammad Dhito Prihardhanto
Titik Nol adalah buku pertama Agustinus Wibowo yang pernah saya baca. Sangat menyenangkan membaca Titik Nol ini. Titik Nol ini tidak hanya bercerita mengenai kisah perjalanan saja. Namun, Agustinus dalam menceritakan kisah perjalanannya itu sering menyisipkan pemikiran-pemikiran hasil kontemplasinya dan juga orang-orang yang ditemui akan makna perjalanan yang dia lakukan atau fenomena-fenomena yang dilihat dan dialaminya atau tentang makna kehidupan itu sendiri.

Ada beberapa gagasan pemikiran yan
...more
Azarine Kyla Arinta
Buku ini memberikan efek yang luar biasa bagi para pendamba kebebasan.Cerita tentang seorang anak yang kembali ke Titik Nol tempat dia memulai perjalanan dan perjalanan ceritanya yang diceritakan sebagai kisah kepada ibunya yang sedang terbaring sakit.Saya pribadi sangat tersentuh dengan buku ini dan mendapatkan banyak pelajaran serta makna tentang bagaimana sebuah perjalanan bukan hanya untuk melihat apa yang ada di luar, namun juga apa yang ada di dalam. Agustinus Wibowo telah sukses membawa s ...more
Namida Puti
" Perjalanan adalah belajar melihat dunia luar, juga belajar untuk melihat ke dalam diri. Pulang memang adalah jalan yang harus dijalani semua pejalan. Dari Titik Nol kita berangkat, kepada Titik Nol kita kembali."

Rangkaian kalimat Agustin Wibowo begitu puitis dan dramatis. Membuat saya tak bisa berhenti membaca buku ini, lembar demi lembar. Titik Nol bukan buku perjalanan biasa yang menceritakan secara ringkas bagaimana negara ini dan bagaimana negara itu. Bagaimaa kondisi di sini dan bagaimana
...more
Vidi
....
Aku takut menetap, aku takut kepastian yang abadi. Di saat yang sama, aku pun takut akan ketidakpastian masa depan. Ketakutan-ketakutan berkontradiksi saling bertabrakan, membuatku semakin gamang akan tujuan, bertanya-tanya apa betul ini jalan.

Semakin aku berjalan, perjalanan justru menghadapkan aku pada segala ketakutanku. Hidup ini memang tak pasti namun pasti. Segala gejolak pengembaraan dan perayaan itu tentu akan berakhir, beserta segenap keterikatan maupun kehampaannya. Sejauh apa pun
...more
Desti Utami
Tema utama memang tentang perjalanan, tapi bahasan beragam mulai dari kebiasaan penduduk setempat, garis batas (nasionalisme?), impian, tujuan, agama, minoritas, dan tentu saja keluarga (! :'( ) menjadikan buku ini sangat kaya sekaligus menyentil sudut paling pribadi. Dan saya benci itu.

Benci karena 5 halaman pertama sudah membuat sesak sehingga harus berhenti membaca sekian menit. Menenangkan diri ceritanya. Lalu, setelah selesai membaca pun saya hanya bisa kembali terdiam lama.

Tema perjalanan
...more
Alicia
My first encounter with this book was last Sunday, when Goodreads Indonesia community held a talkshow with the author himself at TM bookstore, Depok. Honestly, this isn't the kind of books I usually read, but the author is one of my boyfriend's favorite authors, so... I decided to attend the talkshow as he wasn't able to do so. (I know some of you might start *eyerolling* at this point (._. ))

Though this isn't the typical book I read, I managed to finish the book, at last. I enjoyed reading this
...more
Zulfy Rahendra
Saya percaya, hidup bergantung dari bagaimana cara kita memandangnya, menyikapinya. Hidup adalah cermin. Perjalanan adalah sudut pandang. Ribuan orang melakukan perjalanan, berkeliling dunia. Akan ada ribuan kisah. Ribuan makna perjalanan yang didapat. Jutaan kenangan. Tapi mungkin, sedikit pemahaman tentang sebuah perjalanan. Semuanya bisa jadi berbeda. Ratusan menuliskan kisahnya. Kadang sekadar “aku udah pernah ada di tempat ini”. Puluhan orang mengungkapkan arti perjalanannya, kadang sekadar ...more
Mira Afianti
Jujur, pada awalnya saya tidak menaruh sedikitpun ekspektasi pada buku ini. Kalau bisa dibilang malah cenderung skeptis. Di pikiran saya pasti buku ini bakal serupa dengan buku-buku traveling yang lain, sekedar mengunjungi tempat yang baru lalu menceritakan hal-hal baru yang menarik di tempat tersebut, dsb dsb. Makanya ketika seorang teman merekomendasikan buku ini, saya cukup ragu sampai pada akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini karena merasa saya butuh bacaan 'ringan' untuk selingan (dui ...more
lita
Jadi, inilah klimaks dari catatan perjalanan yang disusun Agustinus Wibowo. Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Selimut Debu dan Garis Batas, yang menyuguhkan gegap gempita sebuah perjalanan, Titik Nol lebih banyak berisi racauan Agustinus sebagai seorang pejalan yang telah lama pergi dari rumah.

Racauan Agustinus ini adalah khas seorang pejalan yang mengalami titik nol. Betapa perjalanan dirinya untuk melebur ke dalam diri masyarakat yang baru dia temui, untuk kemudian dia lepas lagi di tempat y
...more
Febriyan Lukito
Saya suka buku ini (banged). Bagi saya buku ini akan memberi makna baru akan perjalanan dalam hidup siapa pun yang membacanya. Perjalanan Agus dari Tibet hingga ke Afganistan, petualangan dan pertemuannya dengan berbagai tokoh yang ada memberikan warna baru dalam hidup kita. Kemudian kita juga diajak berpetualang dalam perjalanan hidup sang mama menghadapi kanker yang menggerogotinya perlahan.

Buku ini memang buku tentang perjalanan ala backpacker yang dilakukan oleh Agus tapi saat membacanya, ki
...more
Tsuraya
Menggugah.
Kisah nyata sebuah perjalanan yang dikemas dengan apik, indah dan begitu menggugah. Membaca buku ini seperti memutar ingatan sang penulis di depan mata kita. Perjalanan memukau Agustinus ini ditulisnya dengan gaya bahasa indah, sampai kadang membuat saya lupa bahwa yang saya baca ini catatan perjalanan, bukan novel fiksi.
Pengalaman sang penulis yang kaya dan penjelasan terperinci mengenai tempat-tempat yang disinggahinya juga menambah nilai buku ini. Tidak cuma itu, buku ini dilengkapi
...more
Yuli Prihatama
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Elly Wani
Dari sampulnya saja buku setebal 552 halaman ini sudah sangat menjanjikan ‘sesuatu’. Warna biru cerahnya menyiratkan kedamaian dan juga harapan. Titik Nol mengajak kita menyusuri perjalanan Agustinus Wibowo melihat dunia, perjalanan spiritualnya dan juga perjalanan hidup ibunya.

Kisah dibuka dengan prolog pulangnya si musafir ke kampung halaman setelah sepuluh tahun ia tinggalkan. Ia pulang bersujud di samping ranjang ibunya yang terbaring sakit. Kepada ibunya ia ceritakan kisah perjalanan yang t
...more
Isnaini Nuri
Titik Nol adalah start dan finish. Seperti alur cerita dalam ini. Di tempat ia mengakhiri petualangannya, di tempat itulah ia memulai kisah perjalanannya. Dua cerita, cerita awal perjalanan dan cerita setelah perjalanan, ditulis berbarengan dengan tema yang berkaitan. Seakan-akan berusaha menyambungkan antara perjalanan hidup yang telah ia tempuh dengan kehidupan nyata yang ia hadapi setelahnya. Bagaimana mamanya berjuang keras dalam menaklukkan penyakitnya sebagaimana ia mencoba menaklukkan gun ...more
Yunita1987
'Perjalananku bukan perjalananmu, Perjalananku adalah perjalananmu’

Setelah membaca buku ini, banyak hal yang aku dapatkan dan pikirkan mengenai perjalanan. Perjalanan dalam buku ini bukan hanya sebuah perjalanan semata yang dilalui oleh sang penulis tetapi dirinya yang berani menceritakan perjalanan kehidupanya.

Pada saat memulai membaca buku ini, kita akan disuguhi sebuah komentar dari seorang partner yang dikenal penulis selama melakukan perjalanan. Dia menjelaskan nilai dari sebuah perjalana
...more
Stebby Julionatan
MENJADI BIJAK LEWAT PERENUNGAN MAKNA PERJALANAN

Judul Buku : TITIK NOL, MAKNA SEBUAH PERJALANAN
Jenis : Catatan Perjalanan
Penulis : Agustinus Wibowo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Kedua, Maret 2013
Tebal : xi + 552 halaman
ISBN : 978-979-22-9271-8
Peresensi : Stebby Julionatan *)


Apa makna perjalanan bagi Anda? Mengunjungi tempat-tempat baru? Pamer foto atau cerita kalau Anda sudah pernah kesana? Menambah koleksi stempel pada paspor? Atau sekedar rekreasi saja, memanjakan diri dengan menikm
...more
Nastiti
TOP! Luar Biasa! Tulisan semacam ini hanya bisa lahir dari sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah. Bukan hanya perjalanan tubuh, tapi juga jiwa.
Selain cerita, foto-foto di dalamnya benar-benar memanjakan mata pembaca. Sabar menanti buku Mas Agustinus Wibowo berikutnya :)
Felly
Ini bukan buku panduan perjalanan
Ini bukan sebuah memoar
Ini adalah sebuah kisah seorang musafir
Mahakarya para pengelana dan pencari jati diri

Apabila kita selalu mengagung-agungkan tujuan dalam perjalanan, buku ini membawa kita kepada pengertian lain bahwa tujuan tanpa proses adalah kosong. Agustinus Wibowo dengan indah namun penuh dengan kegetiran mendalam menceritakan pengalamannya selama berkelana di pelosok pedalaman Asia Tengah dan Asia Selatan. Perjalanan telah mengubah kepekaannya terhada
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 80 81 next »
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Life Traveler
  • Pulang
  • The Naked Traveler 4
  • The Journeys 3: Yang Melangkah dan Menemukan
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Entrok
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Generasi 90an
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • Berjalan di Atas Cahaya
  • Gadis Kretek
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Kitab Omong Kosong
  • Sabtu Bersama Bapak
  • Amba
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno
3297656
Agustinus Wibowo is an Indonesian travel writer and photographer who had spent four years traveling overland continuously. Departing from Beijing, his original destination was South Africa, but he was stuck in Afghanistan and stayed there for 3 years as a photojournalist. He has published two travel narrative books in Indonesian language, namely: Selimut Debu---Impian dan Kebanggaan dari Negeri Pe ...more
More about Agustinus Wibowo...
Selimut Debu Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah To Live

Share This Book

“Ketakutan selalu menemani hidup. Kau dan aku takkan pernah bisa lari darinya.” 23 likes
“Mimpi mengejekku yang mengizinkan Ketakutan masuk.” 5 likes
More quotes…