Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Khotbah di Atas Bukit” as Want to Read:
Khotbah di Atas Bukit
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Khotbah di Atas Bukit

3.54  ·  Rating Details ·  237 Ratings  ·  19 Reviews
Novel ini mengisahkan kehidupan Barman (lelaki tua yang sudah pensiun) yang berlibur ke gunung (villa) bersama seorang gadis muda (Popi). Liburan itu menjadi bermakna dan merupakan pencarian hakekat hidup dan perburuan spiritual yang indah baginya. Kuntowijoyo mengisahkan dengan lembut dan penuh makna apa yang dikhotbahkan lelaki tua itu di atas bukit.
Paperback, 263 pages
Published 2007 by Bentang Budaya (first published July 1996)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Khotbah di Atas Bukit, please sign up.

Be the first to ask a question about Khotbah di Atas Bukit

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Irawan Senda
Jan 05, 2012 Irawan Senda rated it liked it
Ini novel yang menurut saya sangat personal dari Alm. Kuntowijoyo, cara penuturannya benar-benar berisikan kegundahan dari si penulis, sehingga harapan untuk melihat plot dan karakter tidak akan terlalu terlihat seperti novel pada umumnya.

Jujur saja, butuh kesabaran dan perjuangan yang ekstra ketika saya membacanya, karena selain alurnya sangat lambat saya juga belum menemukan sesuatu kejadian yang luar biasa dalam novel ini.

Mungkin hal ini karena saya sendiri sebenarnya lebih sering membaca nov
...more
Kaha Anwar
Nov 01, 2014 Kaha Anwar rated it really liked it
Bagiku, Barman tidak sedang berlibur bersama gadis cantik, Popi. Namun, ia mencoba membuka kehidupan lagi. Kehidupan sejati yang sudah lama tergerus dengan hiruk pikuk "santapan dunia". Seperti orang yang sudah lama tak menikmati air telaga karena terganti "oplosan". Barman mengira di bukit yang indah pemandangannya dan ditemani gadis cantik bisa mengobati jengahnya kehidupan. Tidak.
Barman di bukit tak menemukan kenikmatan seperti yang ia bayangkan. Barman sudah loyo untuk menikmati popi yang ge
...more
Hikmat
Jan 22, 2011 Hikmat rated it liked it
Novel ini adalah risalah tentang dua dunia yang bertempur dalam diri Kunto: dunia akademis dan dunia sastra, dunia rasional dan dunia intuitif, atau bisa juga: dunia rasional dan dunia wahyu. Boleh jadi kelemahan terbesarnya adalah kecenderungan berdiskusi yang kuat dalam novel ini, dan bukan menekankan pada plot atau karakterisasi psikologis (bahkan yang kejiwaan dalam novel ini pun terasa condong konseptual), tapi tak apa juga. Setidaknya, Kunto di sini jujur memapar kegalauannya akan logika-d ...more
Jiwa Rasa
Apr 25, 2008 Jiwa Rasa rated it it was ok
Khotbah di Atas Bukit by Kuntowijoyo (2007)
Rahman seblat
Sep 17, 2008 Rahman seblat rated it it was amazing
saya suka endingnya. adegan si perempuan yang kehausan keperkasaan lelaki. kemudian menubruk lelaki pertama yang ditemui, dan menggaulinya dengan beringas. sebuah kisah tentang pencarian hakekat diri oleh seorang pensiunan tua kaya raya. ditemani gadis cantik yang menjadi bidadarinya. ia menyepi di sebuah desa diatas bukit dengan lingkungan pertanian yang nyaman.
kisah sufistik ini bergulir dengan alur yang enak diikuti, diselingi dialog sarat permenungan. buku ini masuk daftar buku yang tak bosa
...more
nawir nawir
Apr 22, 2015 nawir nawir rated it really liked it
Bagi saya sih, makna buku ini yang sangat melekat adalah kesempurnaan hidup yang didapat lewat kematian. Tapi bukan begitu caranya kita menemui sang maut. Biarkan dia datang sendiri. Maut tidak akan salah mengambil nomor urut. Setiap kepergian adalah memang sudah pada waktunya. Tidak akan tertukar. Tapi memang, menangisi kepergian seseorang adalah sesuatu yang naluriah.

Jadi, masih berarti hidup kau?
Taufiq Sudjana
Jan 15, 2015 Taufiq Sudjana rated it it was amazing
Shelves: sudah-dibaca
Ketika semua orang sibuk dengan dunianya. Pada suatu ketika mereka menawarkan kehidupan mereka, aku teringat lagi khotbahmu, Kek! Di bukit itu. Ya, di bukit sana. Bukan disini. Disini terlalu sesak dengan hiruk pikuk yang sedang memperdagangkan busa dan buih.
Michiyo 'jia' Fujiwara
Prosa yang amat memikat Pak Kuntowijoyo!!
sayangnya aku cuma bisa bacanya sampai halaman 40..

re-read *tahun depan..Janji!!

gara-gara Reading Challenge..dan gara-gara mulut besarku tangan usilku..yang asal main pasang angka besar..

130 dari 150 buku.. hiks :"(
Sandra Sopian
Jan 29, 2016 Sandra Sopian rated it liked it
Sepertinya saya terlalu berlebihan memasang ekspektasi untuk novel (cerbung) ini. diawal, ceritanya cukup bisa diterima dan mengalir. tetapi di bagian akhir, saya agak sedikit kecewa. saya pikir akan memberikan hal yang berbeda atau luar biasa. ternyata, ... jadi cukup bintang 3 saja. :)
Pipitpip
Sep 28, 2007 Pipitpip rated it it was ok
Lupa2 inget , hmm yg paling inget ada kakek tua mau mati yg in love sama cewe tp dilema sama kematiannya juga. Gw baca krn tugas sastra
Hilda
Aug 27, 2008 Hilda rated it it was ok
It is given for my 18th birthday present from friends of mine. Forget the content,- one of my signs for a book that it is not that striking for me.
Indigo Deville
Aug 13, 2007 Indigo Deville rated it it was ok
Recommends it for: mereka yg ga ada kerjaan
Shelves: finished-reading
Cerita tentang seorang manula yg menghabisi sisa-sisa hidupnya di Puncak. Biasa aja, ga ada yg memukau.
Muhammad
Muhammad rated it it was amazing
Oct 12, 2013
Wahyu Nur Khasan
Wahyu Nur Khasan rated it it was amazing
Oct 25, 2016
Erni  Aladjai
Erni Aladjai rated it it was amazing
Jun 28, 2014
Immawati FL
Immawati FL rated it really liked it
Aug 16, 2016
Chuzna El-azizy
Chuzna El-azizy rated it did not like it
May 15, 2013
Fauzanr
Fauzanr rated it did not like it
Nov 21, 2014
Nuyen Nuyen
Nuyen Nuyen rated it it was amazing
Jan 11, 2015
Hizrah Muchtar
Hizrah Muchtar rated it liked it
Jun 06, 2009
Arqom Maksalmina
Arqom Maksalmina rated it liked it
Apr 05, 2013
Imundzir
Imundzir rated it liked it
Mar 15, 2013
H.G. Budiman
H.G. Budiman rated it it was ok
Nov 28, 2011
Bayu Ariaji
Bayu Ariaji rated it it was amazing
Sep 23, 2015
Abdul Wahab
Abdul Wahab rated it really liked it
Jul 18, 2013
Aiu
Aiu rated it really liked it
Sep 02, 2009
Adib
Adib rated it liked it
Jan 08, 2008
Christopher Amadeus
Christopher Amadeus rated it it was amazing
Sep 15, 2011
peterlovefuzz
Dec 12, 2010 peterlovefuzz rated it liked it
barman oh barman
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
  • Olenka
  • Perburuan
  • Negeri Senja
  • Orang-orang Proyek
  • Merahnya Merah
  • Mencari Telur Garuda
  • Parijs van Java: Darah, Keringat, Air mata
  • Senopati Pamungkas (Senopati Pamungkas #1)
  • Badai Pasti Berlalu
490532
Kuntowijoyo was born at Sanden, Bantul, Yogyakarta. He graduated from UGM as historian and received his post-graduated at American History by The University of Connecticut in year 1974, and gained his Ph.D. of history from Columbia University in year 1980.

His father was a puppet master (dalang) and he lived under deep religious and art circumstances. He easily fond of art and writings and became a
...more
More about Kuntowijoyo...

Share This Book